Jurnal Phederal Penjas
Not a member yet
59 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJARLOMPAT TINGGI GAYA STRADDLE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PADA SISWA KELAS V SDN KUTOSARI KECAMATAN DORO KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar lompat tinggigaya straddle pada siswa kelas V SDN Kutosari Kecamatan Doro KabupatenPekalongan melalui model pembelajaran bermain.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitiandilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswakelas V SDN Kutosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan yang berjumlah38 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa.Teknik pengumpulan dataadalah dengan cara observasi tes kemampuan dan penelitian hasil belajar lompattinggi gaya straddle. Tekni kanalisis data yang digunakan dalam penelitian iniadalah secara deskriptif interaktif.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaranmelalui model bermain dapat meningkatkan hasil belajar lompat tinggi gayastraddle pada siswa kelas V SDN Kutosari Kecamatan Doro KabupatenPekalongan. Dari hasilan alisis yang diperoleh peningkatan yang signifikan darisiklus I dan siklus II. Hasil belajar lompat tinggi gaya Straddle pada siklus Idalam kategori tuntas adalah 52,6% jumlah siswa yang tuntas adalah 20 siswa.Pada siklus II terjadi peningkatan prosentase hasil belajar dalam kategori tuntas81,5% dengan siswa yang tuntas adalah 31siswa.Kata Kunci : Hasil Belajar, Lompat Tinggi, Gaya Straddle, Deskriptif Interaktif
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR TENDANGAN JARAK JAUH DALAM SEPAKBOLA MELALUI PENERAPAN MODEL BELAJAR TEAM GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS VIII.B SMP VETERAN 1 MANYARAN KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN2012/2013
This study aims to improve the results learn the basic techniqueslong-range shot in the game of football through the application of the learningteam games tournament at SMP Veteran 1 Manyaran class VIII.B Wonogiridistrict school year 2012/2013.Used in this study is action research and conducted in two cycles.Subjects in this study are students of SMP Veteran 1 Manyaran class VIII.BWonogiri District by the number of students by 18 students consisting of 10 boysand 8 students daughters. In every cycle consists of four steps: Planning,Execution, Observation, and Reflection. The data obtained and analyzed throughthe stages of data collection, data reduction, data presentation, triangulation, andconclusion, where the techniques used for data collection phases obtained throughobservation, testing, and documentation activities in the form of photospalaksanaan learning activities.Based on the results of the study it can be concluded that throughthe application of the learning team tournament games in learning, can improvethe results learn the basic tec hniques long kick in football in SMP Veteran 1Manyaran class VIII.B Wonogiri District. From the results obtained have beenanalyzed significant improvement of learning outcomes from pre-cycle, the firstcycle and second cycle. In the pre-cycle students mastery percentage was only33.33% in the first cycle and the percentage of mastery learning basic techniquesyield a long-range reach 61.11% by the number of students who fall into thiscategory is completed by 12 students, while those on the second cyclecompleteness percentage of 83.33% is obtained by the number of students whocomplete categorized as many as 15 students of the total number of students is 18students.Keywords : Models learn team games tournament, learning outcomes, basictechnique long kick in football
KONTRIBUSI IQ (INTELLIGENT QUOTIENT) DAN EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) TERHADAP PRESTASI ATLET PELATDA PENCAK SILAT PADA PON KE-XVIII TAHUN 2012
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IQ (IntelligentQuotient) dan EQ (Emotional Quotient) pada atlet Pelatda Pencak Silat pada PON ke-XVIII.Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dalam duatahap, tahap yang pertama dilaksanakan untuk mengetahui skor IQ (Intelligence Quotient) danEQ (Emotional Quotient) melalui tes IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient)oleh Jasa Psikologi Indonesia. Tahap kedua melalui pertandingan yang dilaksanakan pada PONke-XVIII untuk mendapatkan nilai prestasi. Subjek penelitian adalah atlet Pelatda Pencak SilatPON ke-XVIII yang berjumlah 12 atlet kategori tanding. Teknik pengumpulan data adalahdengan metode tes, dan metode dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan tes IQ(Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) yang telah terstandarisasi (standardizedtest) sehingga tidak diperlukan uji validitas dan uji reliabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian prestasi atet pelatda Pencak Silat padaPON ke-XVIII tidak dapat diprediksi dari faktor psikologi IQ (Intelligence Quotient) dan EQ(Emotional Quotient). Karena dari hasil skor IQ dan EQ atlet Pelatda Pencak Silat PON ke-XVIII ini tidak signifikan dengan H0 diterima, artinya bahwa H0 lebih besar dari 0,05. Hal inimenunjukkan hasil prestasi atlet Pencak Silat PON ke-XVIII dipengaruhi oleh faktor internaldan eksternal yang lain selain IQ (Intelligent Quotient) dan EQ (Emotional Quotient).Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara IQ ( Intelligent Quotient)dan EQ ( Emotional Quotient) terhadap prestasi atlet Pelatda Pencak Silat Pada PON ke-XVIII.Kata kunci : IQ ( Intelligent Quotient), EQ ( Emotional Quotient), prestasi atlet Pelatda PencakSilat PON ke-XVII
SURVEY ON PERFORMANCE ON CERTIFIED PENJASORKES TEACHER IN A JUNIOR HIGH SCHOOL CIVIL IN DISTRICT NORTHERN KLATEN OF REGENCY KLATEN IN 2012
The purpose of this study is to determine: The Performance of Certified Penjasorkes Teacher in Junior High SchoolCivil in North Klaten of District Klaten in 2012. This study used quantitative descriptive methods. The source dataobtained from respondents consisting of Students, Teachers non- Penjasorkes and Principal Junior High School Civilin North Klaten in 2012 amounted to 170 people. The techniques of collecting the data by enclosed questaionnaire(questioner). The Validiy and reliability of the data using SPSS 16. The technique of descriptive data analysis that isbased on a quantitative analysis through the frequency and percentage. The result showed that: (1) The performanceof Certified Penjasorkes Teacher in Junior High School Civil in Nort Klaten of District Klaten in 2012 was good.From the analysis of questionnaires the Performance of Certified Penjasorkes Teacher in Junior High School in Northof District Klaten in 2012 get scores of all aspects of of the overall answer is 30388 with a percentage of 81,1% thatinclude in good category. This is indicated in each indicator, (a) The Performance of Certified Penjasorkes Teacher inJunior High School Civil in North Klaten of District Klaten in 2012 from the aspect of Pedagogic Competence getthe score 7532 with 80,55% percentage that include into good category. (b) The Performance of Certified PenjasorkesTeacher in Junior High School Civil in North Klaten of District Klaten in 2012 from the aspect of Competencepersonality 5655 with a percentage score obtained 83,16% who include into good category. (c) The Performance ofCertified Penjasorkes Teacher in Junior High School Civil in North Klaten of District Klaten in 2012 the aspect ofSocial Competence score obtained 6164 with the percentage of 80,57% that include into good category. and (4) ThePerformance of Certified Penjasorkes Teacher in Junior High School Civil in North Klaten of District Klaten in2012from the aspect of Profesional Competence score obtained 10987 with the percentage of 80,7% that include intogood category.Keyword: Penjasorkes Teacher, teacher performance, teacher certificatio
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMUKUL BOLA KASTI DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT BANTU PEMUKUL DAN BOLA PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI SUMBER IV BANJARSARI SURAKARTA
Pembelajaran permainan bola kasti yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sumber IV Banjarsari Surakarta masih terdapat kendala, diantaranya siswa merasa takut sakit apabila terkena alat permainan seperti bola atau tongkat pemukul dan ketergantungan guru pendidikan jasmani pada alat pembelajaran yang standar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar memukul bola kasti siswa dengan penggunaan modifikasi alat bantu pemukul dan bola pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sumber IV Banjarsari Surakarta.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sumber IV Banjarsari Surakarta yang berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 16 siswa putra dan 14 siswa putri. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan penilaian hasil belajar memukul bola kasti. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan presentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan modifikasi alat bantu pemukul dan bola dapat meningkatkan hasil belajar memukul bola kasti siswa dari pratindakan ke siklus I dan siklus I ke siklus II. Proses pembelajaran pada pratindakan tidak menggunakan modofikasi alat bantu pemukul dan bola untuk membantu siswa dalam mempelajari gerakan memukul bola kasti sehingga proses pembelajaran menjadi2monoton dan hasil belajar siswa menjadi rendah. Dari hasil analisis diperoleh peningkatan yang signifikan dari pratindakan ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, siswa yang tuntas mencapai 63,33%, sedangkan pada siklus II mencapai 96,66%.Simpulan penelitian ini adalah penerapan modifikasi alat bantu pembelajaran pemukul dan bola dapat meningkatkan hasil belajar memukul bola kasti siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sumber IV Banjarsari Surakarta tahun pelajaran 2012/2013.Kata kunci: modifikasi alat bantu, hasil belajar memukul bola kasti, permainan bola kasti
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT TINGGI GAYA STRADDLE DENGAN BANTUAN TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 10 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Ari Awaludin Jamil. IMPROVING LEARNING STYLES STRADDLE HIGH JUMP PEER TUTOR WITH ASSISTANCE TO STUDENTS CLASS VIII C SMP STATE SCHOOL YEAR 10 SURAKARTA 2012/2013.Skripsi, Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret University Surakarta.December 2012. The purpose of this research is to improve the learning outcomes of the high jump style straddle the eighth grade students of SMP Negeri 10 C Surakarta academic year 2012/2013 with the help of peer tutors.This research is a classroom action research (CAR). The experiment was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. Subjects were eighth grade students of SMP Negeri 10 C Lesson Surakarta year 2012/2013 amounted to 28 people, consisting of 14 boys and 14 girls students. The data collection technique is through observation and measurement of basic engineering skills straddle jump high style and observation of the learning activities. Data analysis using descriptive statistics are based on qualitative analysis. The results showed that through learning with the help of peer tutors to improve the learning outcomes of students straddle high jump style of pracyclus to cycle 1 and from cycle 1 to cycle 2. analysis of the results obtained, an increase in cycle 1 in the category is 67.89% complete by the number of students who pass is 19 students. In cycle 2 there was an increase of 85.71% percentage of completeness. by the number of students who pass the 24 students. Basic technical skills and mastery learning outcomes of students increased, although not optimal.2Implementation of cycle 2 has basic technical skills and increased studentmastery of learning outcomes for the better and the disqualification when jumpingto a minimum so that it can support a quality learning. Conclusions:This study isby learning the high jump straddle style with the help of peer tutors can improvelearning outcomes in the high jump straddle style eight sport health educationgrade students learning C SMP Negeri 10 Surakarta academic year 2012/2013.Keywords: learning outcomes of the high jump straddle style, peer tutor
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM AEROBIK LOW IMPACT DAN MIX IMPACT TERHADAP TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA SISWA PUTRI SMK NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kesegaran jasmani guna untuk meningkatkan tingkat kesegaran jasmani siswa dalam menunjang aktivitas hidupnya. Kesegaran jasmani merupakan bentuk kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Daya tahan kardiovaskuler dan daya tahan otot yang baik akan meningkatkan kemampuan kerja siswa dengan intensitas yang lebih besar dan waktu lebih lama tanpa kelelahan sehingga memungkinkan siswa membangun ketahanan yang lebih besar terhadap kelelahan otot dalam belajar untuk jangka waktu yang lebih lama. Mengingat pentingnya peranan kesegaran jasmani bagi siswa, maka kesegaran jasmani siswa perlu ditingkatkan. Cara yang paling efektif dengan berolahraga secara teratur. Olahraga yang cukup memberikan beban pada jantung dan paru. Jenis olahraga ini adalah olahraga yang sifatnya aerobik, diantaranya senam aerobik low impact dan senam aerobik mix impact. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan latihan senam aerobik low impact dan mix impact terhadap tingkat kesegaran jasmani.Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Harvard step test yaitu naik turun bangku yang digunakan untuk mengukur daya tahan kardio-respiratori. Data yang diperoleh dengan cara tes awal (pretest) menggunakan tes kesegaran jasmani sebelum diberikan perlakuan (treatment) latihan senam aerobik low impact, senam aerobik mix impact, dan tes akhir (posttest) dengan tes kesegaran jasmani sesudah diberi perlakuan (treatment). Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI AP 1 yang berjumlah 37 dan kelas XI AP 2 yang berjumlah 39 SMK N 1 Surakarta.Setelah dilakukan perlakuan pengolahan data dan analisis statistik,diperoleh kesimpulan bahwa senam aerobik mix impact memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan senam aerobik low impact terhadap tingkat kesegaran jasmani.Kata Kunci : senam aerobik low impact, senam aerobik mix impact, tingkat kesegaran jasmani
APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN MELALUI AKTI VITAS SIRKUIT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR LONCAT PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 04 BEJEN KARANGANYAR
Ikhsan Shobari. APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN MELALUI AKTIVITAS SIRKUIT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR LONCAT PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI O4 BEJEN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2011/2012.Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2012.Penelitian ini bertujuan untuk: meningkatan hasil belajar gerak dasar loncat melalui penerapan pendekatan bermain dengan metode aktifitas sirkuit (MAS) pada siswa kelas III SD Negeri 04 Bejen Karanganyar Tahun Ajaran 2011 / 2012.Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam penelitian dilaksanakan dalam dua siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri 04 Bejen Karanganyar Tahun Ajaran 2011 / 2012 yang berjumlah 42 siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan. Data hasil belajar gerak dasar loncat diperoleh melalui tes unjuk kerja, lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran gerak dasar loncat melalui penerapan pendekatan bermain dan MAS dengan menggunakan teknik prosentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.Hasil penelitian kemampuan siswa dalam melakukan rangkaian gerak dasar loncat meningkat dari 33,3 % atau 14 siswa yang mencapai batas tuntas pada kondisi awal menjadi 61,8 % atau 26 siswa yang mencapai batas tuntas pada akhir siklus I dan meningkat menjadi 85, 7% atau 36 siswa yang mencapai batas tuntas pada akhir siklus II.Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan bermain dan MAS dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar loncat siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 04 Bejen Karanganyar tahun ajaran 2011/2012.Kata kunci : gerak dasar, pendekatan bermain,MAS, hasil belajar
THE ATTEMPT OF IMPROVING BALL THROWING BASIC MOVEMENT COMPETENCY BY APPLYING THE GAME LEARNING MODEL IN THE IV GRADERS OF SD MUHAMMADIYAH 6 KAMPUNG SEWU OF JEBRES SUBDISTRICT OF SURAKARTA
Siti NgaliyahPhysical Education, Health and Recreation Education Program, Teacher Training and EducationFaculty of Surakarta Sebelas Maret UniversityAbstract: The attempt of improving the ball throwing basic movement competency by applyingthe game learning model in the IV graders of SD Muhammadiyah 6 Kampung Sewu of JebresSubdistrict of Surakarta in the school year of 2011/2012. Thesis, Surakarta: Teacher Trainingand Education Faculty, Surakarta Sebelas Maret University, September 2012.The objective of research is to improve the ball throwing basic movement competency byapplying the game learning model in the IV graders of SD Muhammadiyah 6 Kampung Sewu ofJebres Subdistrict of Surakarta in the school year of 2011/2012.This research was a classroom action research. This study was conducted in two cycles, each ofwhich consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The subject of research was theIV graders of SD Muhammadiyah 6 Kampung Sewu, Jebres Subdistrict, Surakarta in the schoolyear of 2011/2012 consisting of 21 students: 11 boys and 10 girls. The data source derived fromteacher and student. Technique of collecting data used was demonstration test, observation andcognitive test. The validity test was done using data triangulation conducted by collaborator,physical education and observer. Techniques of analyzing data used in this research were astatistical descriptive comparative and critical analyses.The result of research showed that the application of game learning model could improve ballthrowing basic movement competency from pre-cycle to cycle I, from cycle I to cycle II. Theresult of ball throwing basic movement competency in pre-cycle was 38.09%; it increased to61.9% in cycle I and to 80.95% in cycle II.From the result of research, it could be concluded that: (1) the application of game learningmodel conducted could improve the students’ enthusiasm in learning the ball throwing basicmovement, (2) the application of game learning model conducted could improve the students’capturing power on the activity to be done, and (3) the application of game learning modelconducted could improve the ball throwing basic movement competency of the IV graders of SDMuhammadiyah 6 Kampung Sewu of Jebres Subdistrict of Surakarta in the school year of2011/2012.Keywords: ball throwing basic movement, game
APLIKASI MODEL PAKEM TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK DASAR ANAK
Tataq Budi Pratomo. APLIKASI MODEL PAKEM TERHADAPPENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK DASAR ANAK PADA SISWAKELAS IV DAN V SD NEGERI 1 TRUCUK KABUPATEN KLATEN TAHUNPELAJARAN 2010/2011. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2012.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan aplikasi modelPAKEM dan membandingkan aplikasi model PAKEM dengan modelpembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan gerak dasaranakpada siswa kelas IV dan V SD Negeri 1 Trucuk Kabupaten Klaten TahunPelajaran 2010/2011.Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen Kuasi( PEK ).Penelitiandilaksanakan dengan desain Pretest-Posttest Non-Equivalent ControlGroup.Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dan V SD Negeri 1 Trucuk yangberjumlah 30 siswa.Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompokkontrol sebanyak 15 siswa dan kelompok eksperimen sebanyak 15 siswa. Teknikpengumpulan data dengan tes lari cepat, tes sit -up atau baring duduk kakiditekuk, tes lari lintang bilang atau zig-zag, tes lempar bola kasti, tes lompat jauhtanpa awalan ( Sudjarwo. dkk, 1973 ) dan lembar observasi atau pengamatan.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut:(1)Dari segi proses,aplikasi model PAKEM untuk meningkatkan kemampuan gerakdasaranak adalah efektif. Hal ini dapat dilihat dari rata -rata proses aplikasimodel PAKEM yaitu 64 % lebih besar dari rata -rata proses pembelajaranKonvensional yaitu 52 % dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai100% pada kelompok Eksperimen, sedangkan pada kelomp ok kontrol ketuntasanbelajar siswa secara klasikal mencapai 47%. (2) Dari segi produk aplikasi modelPAKEM lebih berpengaruh daripada pembelajaran konvensional terhadapkemampuan gerak dasaranak pada siswa kelas IV dan V SD Negeri 1 TrucukKabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2010/2011. Hal ini diketahui dari nilaikonstanta garis regresi kemampuan gerak dasarkelompok eksperimen yang lebihbesar dari pada kelompok kontrol. Hasil perhitungan prosentase peningkatankemampuan gerak dasarpada siswa yang mendapat perlakuan aplikasi modelPAKEM adalah sebesar 80% sedangkan siswa yang mendapat perlakuanpembelajaran Konvensional adalah 47%.Kata Kunci : Model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan