Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
Not a member yet
813 research outputs found
Sort by
Penggunaan Media ICT dalam Implementasi Problem Based Learning Pada Pelajaran IPA Materi Siklus Hidup
Kurangnya kreatifitas guru dan keaktifan siswa di dalam kegiatan pembelajaran masih menjadi permasalahan yang penting untuk diteliti. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bahwa media ICT dalam model PBL bisa meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment kuantitatif. Instrumen yang digunakan ialah pengumpulan data lembar tes dan dokumentasi . Tes hasil belajar siswa yang diharapkan bisa meningkatkan pemahaman konsep peserta didik terhadap belajarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ICT mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi siklus hidup hewan
Komunikasi Matematis Tulis Siswa pada Pembelajaran Inkuiri Terbimbing
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tulis siswa pada lembar aktivitas dengan model inkuiri terbimbing. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan 10 siswa MA Miftahul Huda Kepanjen Malang. Dari hasil penelitian, diperoleh tahapan analisis strategi mendapat nilai tertinggi dengan prosentase 100% yang berada pada katagori tinggi, sedangkan tahapan terendah adalah tahap pengajuan hipotesis dengan nilai 52,25% yang berada pada katagori sedang. Pada tahapan analisis strategi, siswa sudah dapat merepresentasikan notasi matematis dan menggunakan manipulasi matematis secara benar sehingga dapat menemukan rumus barisan aritmetika dan geometri, sedangkan pada tahap pengajuan hipotesis, respon sudah dituliskan siswa namun belum benar atau akura
Gagasan Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda (Sebuah Kajian Literatur)
Tujuan penelitian ini adalah memberikan gagasan mengenai konsep pendidikan politik bagi warga negara muda dalam konteks Indonesia. Hal ini muncul dari adanya permasalahan menurunnya kepedulian aspek politik pada warga negara muda yang menjadi tantangan dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Metode penelitian menggunakan library research. Data kepustakaan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi buku, jurnal nasional dan internasional, majalah, hasil penelitian, laporan penelitian dan kepustaakn lainnya yang berkaitan dengan pendidikan politik bagi generasi muda baik dalam bentuk online dan offline. Setelah melakukan kajian, peneliti menemukan bahwa konsep pendidikan politik bagi warga negara muda dalam konteks Indonesia setidaknya menggunakan dua acara yaitu: 1) pendidikan politik bagi warga negara muda dalam dalam konteks Indonesia harus memperhatikan beberapa dimensi pendidikan politik yaitu kognitif yang berhubungan dengan pengetahuan politik, afektif yang berhubungan dengan pembentukan karakter dan aspek psikomotor yang berhubungan dengan kecakapan baik berupa intelektual maupun partisipatoris. 2) Konten pendidikan politik dalam konteks Indonesia adalah demokrasi, budaya politik Pancasilla dan isu global. Kesimpulan penelitian ini adalah Pendidikan politik merupakan upaya yang sistematis dan keberlanjutan. Gagasan mengenai konsep pendidikan politik bagi warga negara muda dalam konteks Indonesia merupakan usaha dalam menjawab tantangan tentang ke apatisan warga negara muda terhadap politik
The Development of Audio-Visual Learning Media based on Kenduri Laot Tradition for Students at SMA Plus Athiyah Banda Aceh City to Increase Character Values
The planting of character values in schools based on local wisdom is one of the breakthroughs that can be done by the teacher. One of them with the values the Kenduri Laot tradition that can be developed in the form of learning media. This study aims to develop a lesson plan design in the form of audio visual media-based of the Kenduri Laot tradition to improve the character of students in SMA Plus Athiyah Banda Aceh. The method used is research and development. This method refers to the model of Gall and Borg with the simplification of the stages from ten to three, namely the formulation of the problem, the designer of the development, and the effectiveness of or reflection. Based on the results of the study found a problem that during this time the planting of character values-based of the Kenduri Laot tradition is still not maximized. At this stage of development, carried out the preparation of the synopsis to test the expert audio-visual media. The results of the effectiveness of the t-Test shows that the significance value in the experimental group of 0.000 < 0.05 and in the control group amounted to 0.025 > 0.05, meaning that there is an increase of the characters in the experimental group
Pengembangan Kompetensi Penelitian Sosial Melalui Pelatihan Statistik Bagi Siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Ketegan, Tanggulangin, Kab. Sidoarjo
Statistika sosial menjadi alat analisa cukup penting dalam penelitian sosial, tertuama pendekatan kuantitatif, namun materi tersebut cukup menjadi momok bagi siswa sekolah menengah atas. Untuk itu, siswa sekolah menengah atas perlu mulai dikenalkan dengan materi penelitian social, diamana statistika dasar diterapkan. Statistika merupakan metode pengolahan data yang berupa angka. Pengetahuan ini penting untuk dipahami oleh para siswa baik saat ini maupun bekal nantinya. Pelatihan ini dilaksanakan atas dasar pertimbangan tersebut. Pelaksaanya meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan capaian yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan yang berjalan lancar. Hasil evaluasi dengan membandingkan hasil pretest dan posttest menujukkan hasil bahwa t value (2,474) lebih besar dari t-tabel (2,228) dengan taraf kesalahan sebesar 0,05, artinya disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap statistika social dasar setelah pelatihan
Paradigma Positive Thinking: Upaya Menyelenggarakan Proses Terbaik dalam Pembelajaran Matematika Sekolah
Fakta selama ini, lembaga pendidikan berkompetisi untuk memperoleh masukan (input) yang unggul, sementara sebagian lainnya, rela mendapat masukan sisa yang notabene berkualitas rendah. Kita tidak perlu berdebat mana yang lebih baik. Tetapi, akan lebih bijak mencari solusi apa yang kita hadapi ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika di kelas. Solusinya adalah menyelenggarakan proses pembelajaran matematika secara baik. Salah satunya adalah mengimplementasikan paradigma berpikir positif (positive thinking) dalam pembelajaran matematika. Faktanya, masih ada sebagian peserta didik yang masih berpikir negatif terhadap matematika, yang bisa berdampak pada fobia matematika. Paradigma berpikir positif (positive thinking) bisa menjadi solusi pemecahan alternatif untuk membangkitkan gairah peserta didik dalam belajar matematika
Pengembangangan Sistem Penilaian Formatif Berbantuan Web (Electronic Assessment Tool) Untuk Menunjang Pembelajaran Fisika
Pemberian balikan dalam waktu yang lama kepada siswa merupakan salah satu permasalahan dalam penilaian formatif pembelajaran Fisika. Penggunaan sistem penilaian formatif tanpa balikan langsung, mengakibatkan guru melakukan penilaian formatif dengan waktu yang kurang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan sistem penilaian formatif berbantuan web dengan Moodle 2.0 untuk mendukung pembelajaran Fisika. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menghasilkan sistem penilaian formatif berbantuan web sebagai alat pemberian balikan langsung. Berdasarkan penilaian dosen dan guru Fisika menyatakan bahwa sistem penilaian formatif berbantuan web dan buku panduan memenuhi kriteria layak, serta mampu memberikan balikan dalam waktu singkat
Pengembangan Buku Suplemen Kurikulum 2013 berbasis Flipbook Tema Kearifan Lokal Kalsel untuk Siswa Kelas V SD di Masa Pandemik Covid-19
Tujuan penelitian ini mengembangkan buku suplemen kurikulum 2013 tema kearifan lokal Kalsel yang valid dan menarik. Suplemen pembelajaran yang dikembangkan berbentuk flipbook. Flipbook menampilkan gerakan-gerakan yang seolah-olah membuka dan menutup halaman buku. Tema kearifan lokal Kalsel berupa pandangan hidup dan ilmu pengetahuan yang berwujud pada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Tema Kearifan lokal Kalsel adalah tema “Banuaku”. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Four D, dengan tahap (define, design, develop, disseminate), dengan modifikasi dengan meniadakan developmental testing. Dengan alasan, keadaan masa pandemik Covid-19 membatasi ruang gerak dalam penelitian ini. Produk ini divalidasi oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa, validasi pengguna guru dan siswa. Instrumen pengumpulan data berupa angket dibagikan kepada validator ahli, dan validator pengguna. Hasil validasi ahli materi dengan skor 67, ahli bahasa 56, dan ahli media 68. Validasi pengguna guru dengan skor 71,5, 82, 76 dan 81 dengan kriteria (valid). Validasi pengguna siswa dengan nilai 93, 100, 100, dan 100. Hasil validasi ahli dan pengguna menunjukkan valid, menarik, dan layak digunakan di kelas V sekolah dasar. Produk ini digunakan oleh guru sebagai alternatif sumber belajar siswa
Efektivitas Penggunaan UKBM Terhadap Literasi Sains Materi Alat Optik Dalam Model PjB-STEM Dengan Asesmen Formatif Pada Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 9 Malang
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan UKBM berbasis PjBL-STEM terhadap literasi sains materi alat optik dalam model PjBL-STEM dengan asesmen formatif pada siswa kelas XI MIA SMA Negeri 9 Malang. Jenis rancanngan penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Berdasarkan hasil analisis data dari uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel = 6,890 > 1,67 dengan taraf signifikansi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI MIA SMA Negeri 9 Malang pada pokok bahasan alat optik yang diberi perlakuan menggunakan UKBM berbasis PjBL-STEM dalam model PjBL-STEM dengan asesmen formatif memiliki peningkatan literasi sains lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi perlakuan menggunakan model PjBL-STEM dengan asesmen formatif
Kemampuan Guru dalam Berpikir Tingkat Tinggi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Banjar
Minimnya informasi tentang kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi menjadi hambatan dalam pengembangan kurikulum Diklat guru. Untuk mengatasinya, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi dan faktor penyebabnya. Metode deskripstif dengan instrumen tes untuk menggali kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi dan kuesioner untuk menggali faktor penyebabnya. Sampel penelitian sebanyak 40 guru SD Kabupaten Banjar. Teknik analisis digunkan untuk mengetahui persentasi guru yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 90% guru tidak memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Faktor penyebabnya, sebagian besar guru kurang memiliki pengalaman dalam melakukan serangkaian eksperimen dan analisis pola data hasil eksperimen