Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
Not a member yet
813 research outputs found
Sort by
Quizizz Sebagai Media Pembelajaran untuk Melatih Keterampilan Membaca Bahasa Jerman
Keterampilan membaca adalah bagian dari keterampilan berbahasa yang berfokus pada keterampilan seseorang untuk mendapatkan informasi dari sebuah teks. Di dalam pembelajaran bahasa Jerman, keterampilan membaca merupakan hal yang penting untuk dikuasai oleh peserta didik agar mereka dapat memahami makna dari sebuah teks yang sedang dipelajari. Pada kenyataanya, tidak sedikit peserta didik yang merasa jenuh ketika mereka bekerja dengan teks. Oleh karena itu, perlu adanya media pembelajaran yang mampu membangkitkan minat peserta didik untuk melatih keterampilan membacanya. Quizizz adalah media digital yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran karena memiliki tampilan dan fitur yang menarik seperti fitur leadorboard yang akan menampilkan peringkat peserta didik sesuai dengan kecepatan dan ketepatan menjawab soal. Quizizz juga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berdasarkan uraian tersebut, artikel ini bertujuan untuk membahas konsep media Quizizz sebagai media pendukung untuk melatih keterampilan membaca bahasa Jerman
Perbandingan Psikoedukasi Langsung dan Tidak Langsung terhadap Kepatuhan Terapi Pasien Hemodialisis: A Systematic Review
Kepatuhan terapi merupakan tantangan bagi pasien hemodialisis, perubahan kondisi fisik dan psikologis pada pasien hemodialisis berkontribusi pada ketidakmampuan pasien untuk mempertahankan kepatuhan. Melalui strategi terapi psikoedukasi, pasien hemodialisis dapat meningkatkan kepatuhan terapi. Pencarian menggunakan Scopus, ScienceDirect, ProQuest, Pubmed, dan CINAHL pada publikasi dari 2016 hingga 2021. Panduan menggunakan checklist PRISMA. 25 artikel dianalisis. 11 Quasi Experiment, 10 Randomized Control Trials, 3 artikel review, dan 1 Research and Development. Intervensi psikoedukasi secara langsung dan tidak langsung dengan berbagai metode efektif dalam meningkatkan kepatuhan terapi pada pasien hemodialisis. ditandai dengan peningkatan pengetahuan dan penurunan IDWG
Korelasi Kompetensi dan Motivasi Guru terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung
Kompetensi dan motivasi merupakan aspek yang berkaitan dengan kinerja guru. Kinerja guru adalah tema sentral dalam berbicara tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan korelasi kompetensi guru terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri, untuk mendeskripsikan korelasi motivasi guru terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri, dan untuk mendeskripsikan korelasi kompetensi dan motivasi guru terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Ngantru Tulungagung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Subyek penelitian guru Sekolah Dasar Negeri yang berstatus sebagai PNS yang berada di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung yang berasal dari 27 sekolah dasar. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu dari 124 orang guru dengan rumus slovin ditentukan sebanyak 95. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi, uji T dan uji F dibantu dengan program SPS
Analisis Tuturan Lara Pangkon dalam Upacara Temu Manten Masyarakat Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang: Sebuah Kajian Pragmatik
Tujuan dari analisis tuturan Lara Pangkon upacara temu manten masyarakat Ngantang guna mengetahui makna eksplisit dan makna implisit tuturan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan sumber data tuturan dalam Lara Pangkon, yakni data tulis dan data lisan. Pemerolehan data melalui observasi, wawancara, simak catat, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara: (a) transkrip dan penerjemahan data, (b) klasifikasi data, (c) analisis data, dan (d) penarikan kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 15 tuturan yang dianalisis merupakan 7 tuturan eksplisit dan 8 tuturan implisit. Masyarakat Kecamatan Ngantang menggunakan tuturan bermakna implisit selain warisan nenek moyang juga merupakan petuah atau nasihat dalam kehidupan
Menyusun Angkatan Sastrawan Lokal Dengan Penelitian Sejarah Sastra: Sebuah Pandangan Konseptual
Artikel ini berangkat dari berbagai persoalan yang berkaitan dengan sejarah sastra lokal yang hingga saat ini minim dalam penelitian kesusastraan serta dalam forum ilmiah. Di samping itu, keberadaan sastra lokal dianggap remeh atau nomor dua setelah sastra yang berkembang secara nasional. Faktor lain adalah penyebaran karya hanya di kalangan tertentu dan keterbacaan yang sedikit sehingga dianggapnya tidak berkualitas. Kualitas karya sastra tidak ditentukan penyebaran karya atau keterbacaan. Sebab, karya sastra merupakan hasil pemikiran penulis yang merefleksikan pandanganya terhadap dunia yang dipengaruhi oleh lingkungan, sosial, budaya, dan politik. Maka, kualitas karya sastra adalah berkaitan estetika dan konteks sastra sendiri. Contoh, Chairil Anwar menjadi terkenal setelah HB. Jassin mengapresiai karyanya di tempatnya mengajar. Ada dua cara dalam penelitian sejarah sastra lokal. Pertama, klasifikasi sastrawan. Yaitu, menyusun sastrawan-sastrawan dalam kurun tertentu didasarkan pada angkatan. Kedua, karakteristik sastra. Yaitu, membahas unsur struktur sastra dengan intra struktur dan ekstra struktur
Upaya Mereduksi Prokrastinasi Akademik Pada Tugas Matematika Selama Pandemi Covid-19 Melalui Strategi Self Regulated Learning
Permasalahan yang dihadapi guru pada siswa kelas IX B SMPN 2 Pasuruan adalah sikap menunda-nunda dalam pengerjaan tugas. Penelitian dilakukan selama 2 hari dalam 2 minggu sesuai jadwal matematika angkatan 2020/2021. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode Pretest & Postest Design. Sampel diambil acak sebanyak 6 dari 30 siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan The Academic Procrastination State Inventory (APSI). Hasil pretest menunjukan prokrastinasi akademik siswa tergolong tinggi, sebesar 81,17%. Setelah diterapkan SRL, prokrastinasi turun menjadi 64%, masih tinggi. Kemudian dilanjutkan tahap kedua, turun menjadi 39%. Disimpulkan bahwa SRL dapat menurunkan prokrastinasi akademik secara signifikan apabila diberikan secara bertahap
Efektifitas Pelatihan Problem Solving dengan Teknik Mind Mapping untuk Meningkatkan Kreativitas Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Guru pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan tenaga professional yang dituntut memiliki kompetensi dan ketrampilan tertentu terutama terkait dengan kemampuan mengembangkan pembelajaran kreatif di satuan pendidikan anak usia dini. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak guru PAUD yang memiliki kreativitas rendah, sehingga berdampak pada keberlangsungan kegiatan pembelajaran, bahkan berdampak pada penilaian akreditasi satuan pendidikan anak usia dini. Melalui penelitian yang bertujuan membuktikan efektivitas pelatihan problem solving dengan teknik mind mapping dalam meningkatkan kreativitas guru pendidikan anak usia dini, didesain sebuah metode penelitian secara eksperimen dengan melibatkan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertugas pada satuan pendidikan anak usia dini terakreditasi C di Kabupaten Kotawaringin Barat yang berjumlah 40 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan problem solving dengan teknik mind mapping efektif dalam meningkatkan kreativitas sehingga hipotesis penelitian diterima (p < 0,01 )
Brain Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Jerman
Artikel ini membahas model pembelajaran Brain Based Learning secara konseptual dan contoh implementasinya dalam pratik pembelajaran bahasa Jerman di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan yang mempelajari dan mengumpulkan data dari referensi yang relevan dengan topik pembahasan. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Brain Based Learning dapat menjadi solusi untuk mengatasi problematika dalam pembelajaran bahasa Jerman. Konsep dasar dari model pembelajaran Brain Based Learning adalah pembelajaran dilakukan dengan menyelaraskan sistem kerja otak yang didesain secara alamiah untuk belajar. Melalui penerapan model pembelajaran ini, guru dapat mengasah seluruh potensi yang dimiliki siswa sehingga pembelajaran berlangsung secara optimal. Pelaksanaan penerapan model pembelajaran Brain Based Learning terdiri atas 7 tahap, yaitu (1) tahap pra-pemaparan, (2) tahap persiapan, (3) tahap inisiasi dan akuisisi, (4) tahap elaborasi, (5) tahap inkubasi dan internalisasi, (6) tahap verifikasi dan konfirmasi, serta (7) tahap selebrasi dan integrasi
Perbaikan Waktu Produksi Kran TX 116 Led (Series Ego) Dengan Metode Critical Path Method (CPM)
Proses produksi merupakan kegiatan mengubah bahan masukan menjadi bahan keluaran, baik bahan jadi maupun setengah jadi. Untuk menggambarkan proses tersebut perlu dilakukan urutan kegiatan yang dilokasikan dalam waktu yang tepat. Jalur kritis adalah jalur yang memiliki kegiatan dengan total waktu yang paling lama tetapi menunjukan waktu penyelesaian produksi yang tercepat. Critical Path Method (CPM) digunakan untuk menentukan jalur kritis sebuah proses produksi. Metode ini memecahkan masalah dengan perhitungan maju, perhitungan mundur, dan perhitungan kelonggaran waktu. Sehingga dapat memberikan masukan untuk perbaikan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan waktu proses produksi produk EGO TX 116 LED yaitu 4862 detik, maka diperoleh jalur kritis yang memiliki nilai TF – SF = 0. Jalur kritis tersebut terdapat pada komponen II, dengan kegiatan B – F – J – M – N (machining&welding – polishing – plating – marking – assembling)
Development of Dachl Cross-Cultural Learning Designs
The actualization of learning materials needs to be done to create a learning situation that is under the times. In learning German as a foreign language, the concept of DACHL has not been well recognized by every German teacher at the SMA / MA / SMK level. For this reason, adjustments to learning materials, techniques, and learning strategies are considered important so that the German learning process does not only train language skills but also fosters a cross-cultural understanding of these countries and the Indonesian nation itself. This article attempts to describe the results of training activities for the preparation of cross-cultural learning designs for German language teachers at the SMA / MA / SMK levels throughout Malang and its surroundings. This training implementation method which is accommodated in community service activities is designed by adopting an education and training system for ASN, namely on campus and off-campus. Despite undergoing method modifications as a result of the outbreak of the Covid-19 pandemic, training is going well. With simultaneous mentoring, collaboration, and collaboration between various parties, participants can receive the material well and simultaneously apply it in the form of a learning design