Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
Not a member yet
813 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Field Trip Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD di Kecamatan Ngantru
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode field trip terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD di Kecamatan Ngantru. Penelitian ini merupakan penelitian quasy exsperimen control group design dengan menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Kecamatan Ngantru, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Batokan sebagai kelas kontrol dan SDN Pakel sebagai kelas eksperimen.Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama dengan multi stage sampling dan tahap kedua adalah purposive sampling.Variabel bebas pada penelitian adalah metode field trip, sedangkan variabel terikat adalah keaktifan dan hasil belajar siswa. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tehnik tes yaitu dengan pre test  dan post test. Selain itu, peneliti juga menggunakan tehnik non tes yaitu dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji_T (uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis) menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh metode field trip terhadap keaktifan siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Ngantru dari hasil t_hitung = 18,937 dan t_tabel = 2,1098, karena hasil t_hitung lebih besar dari t_tabel dengan signifikansi sebesar 0,000<0,05, (2) terdapat pengaruh metode field trip terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD di Kecamatan Ngantru dari hasil t_hitung = 9,370 dan t_tabel = 2,109, karena hasil t_hitung lebih besar dari t_tabel dengan signifikansi sebesar 0,000<0,05, dan (3) terdapat pengaruh keaktifan siswa terhadap hasil belajar siswa dari t_hitung=3,186 dan t_tabel 2,1098 dengan signifikansi sebesar 0,000<0,05
Effectiveness of Service Training Based on Education and Training Model On-In-On-In for Dual Skills Program
The focus in this article is to reveal: (1) The purpose of participating in dual skills programs; (2) Effectiveness of In Service Training 1 (In-1); (3) Effectiveness of In Service Training 2 (In-2); (4) Competence Pedagogic and Dual Professional Teacher Skills. Dual Skills Program is the addition of assignments and functions of teachers from normative and adaptive teachers plus the task of teaching productive expertise competencies, carried out for 12 months using the On-In-On-In learning model. Type of case study research with multi-case study design. The results of this study (1) Motivation of teachers to participate in dual skills programs to obtain educator certificates and anticipate shortages of hours; (2) Implementation of In-Service Training 1 is quite effective; (3) Implementation of In Service Training 2 (In-2) is quite effective;Â (4) In general On-In-On-In training is quite effective; (5) Teacher competency after training is quite good. Constraints that occur are difficult to divide the teaching time and tasks from training dual skills programs which are quite a lot. To the development of science, especially vocational education, the results of this study are expected to be used as one of the comparative studies on the theory of the effectiveness of On-In-On-In training in obtaining dual related skills: (a) The purpose of participating in a dual expertise program (b) Effectiveness of In Service Training 1 (In-1), (c) Effectiveness of In Service Training 2 (In-2), (d) Competence of Dual Skills Teachers Post-On-In-On-In Training
Pembelajaran Kooperatif Daring Tipe Gi Berbantuan Microsoft Teams terhadap Pemahaman Konsep
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pembelajaran kooperatif daring tipe Group Investigation (GI) berbantuan Microsoft Teams terhadap pemahaman konsep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasi experimental design dengan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 MAN Kota yang mengikuti pembelajaran daring. Kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams sedangkan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Hasil temuan penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa setelah pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams meningkat, terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matriks siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dan pemahaman konsep matriks siswa pada pembelajaran kooperatif daring tipe GI berbantuan Microsoft Teams lebih baik daripada siswa pada pembelajaran konvensional
Analisis Aktivitas Diskusi Kelompok dalam Memberikan Umpan Balik (Feed Back) pada Pembelajaran Program Linier
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas diskusi yang dilakukan siswa dalam kelas. Aktivitas yang diteliti meliputi aktivitas verbal guru, aktivitas verbal siswa, serta aktivitas umpan balik yang dilakukan guru dan siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. dengan materi Program Linier. Metode pengambilan data dengan menggunakan video rekaman pembelajaran kemudian dibuat transkrip percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran diskusi kelompok yang diintegrasikan dengan umpan balik dapat memberi kesempatan siswa belajar dari ide/gagasan orang lain dan dapat segera mengatasi kesulitan yang dialami serta dapat memperkuat keyakinan atas tanggapan yang benar. Siswa belajar bagaimana berkomunikasi, menghargai orang lain dalam berpendapat, serta bagaimana membuat keputusan
Implementasi Model Osborn Berbasis IT Pada Matakuliah Kalkulus di Universitas Madura
Kalkulus merupakan salah satu mata kuliah dasar yang harus ditempuh mahasiswa prodi pendidikan matematika Universitas Madura. Beberapa mahasiswa menganggap mata kuliah tersebut sulit karena rumus yang banyak dan rumit. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas, respon dan hasil belajar mahasiswa selama mengimplementasikan model Osborn berbasis IT. Penelitian ini merupakan PTK. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil aktivitas, respon dan hasil belajar mahasiswa berturut-turut mengalami peningkatan sebesar 0,775, 17,87%, dan 46,42%. Peningkatan tersebut dari refleksi yang terus dilakukan dari setiap pembelajaran, dosen juga harus lebih peka terhadap karakteristik mahasiswa yang berbeda dan memotivasi mahasiswa agar berani berpendapat
Pendekatan Multi Representasi untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Pemecahan Masalah Mahasiswa Pada Materi Gelombang
Rendahnya penguasaan konsep serta pemecahan masalah pada materi gelombang berdampak pada kesulitan mahasiswa saat mempelajari materi Fisika lanjutan. Permasalahan ini mampu diatasi dengan pembelajaran multi representasi karena mahasiswa belajar melalui berbagai format representasi sehingga konsep Fisika tergambarkan lengkap. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran dengan multi representasi dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa pada materi gelombang dan sejauh mana pembelajaran dengan multi representasi dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian menggunakan mixed methods desain embedded experiment model. Pembelajaran multirepresentasi mampu meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa pada materi gelombang secara signifikan dengan d-effect size 2,96 kategori “kuat” dan Ngain 0,6 kategori “sedang”
Efektivitas Penerapan Model Blended Learning Berbasis Google Classroom Ditinjau Dari Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Trigonometri Kelas XI IPA-1 SMA Hang Tuah 4 Surabaya
Model pembelajaran yang konvensional dan monoton akan menyebabkan siswa menjadi bosan dalam proses belajar mengajar. Maka diperlukanlah suatu model pembelajaran baru yang membuat siswa dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematikanya. Perkembangan teknologi membawa dampak pada pembelajaran sehingga saat ini kegiatan belajar mengajar tidak dipengaruhi oleh tempat dan waktu. Pembelajaran yang menarik perlu dimiliki oleh guru apalagi dengan hadirnya teknologi yang dapat dimanfaatkan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keefektifan penerapan model pembelajaran blended learning berbasis Google Classroom menunjang pembelajaran yang efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar materi persamaan trigonometri kelas XI IPA-1 SMA Hang Tuah 4 Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan pre-experimental kuantitatif desain one grup pre-test post-test. Instrumen yang digunakan ialah pengumpulan data angket dan tes. Angket tersebut berupa butir-butir pernyataan terkait motivasi belajar siswa sedangkan tes tersebut berupa butir-butir soal terkait hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan trigonometri
Pemberdayaan Guru Pondok Pesantren di Kabupaten Batang Sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalitas Guru dalam Program Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)
Penelitian ini bertujuan terwujudnya profesionalitas guru di Pondok Pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Batang dalam rangka program pembangunan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini menerapkan model pemberdayaan guru pondok pesantren yang mampu menjadi model dalam penyelenggaraan pendidikan pondok pesantren yang berkualitas. Target khusus penelitian ini adalah meningkatnya kompetensi mengajar guru Pondok Pesantren dan meningkatnya kualitas mutu Pondok Pesantren. Metodologi penelitian ini menggunakan partisipative action research dengan pendekatan partisipative rural action (PRA) dan rapid rural action (RRA). Tahap awal, Pondok Pesantren Bardan Wasalaman sebagai pilot project dalam pelaksanaan program diterapkan 3 jenis pelatihan mengenai peningkatan profesionalitas guru pondok pesantren dalam pembangunan berkelanjutan seperti: (1) pelatihan penyusunan kurikulum, silabus dan RPP, (2) pelatihan penelitian tindakan kelas, dan (3) pelatihan penyusunan dan analisis instrument penilaian. Pada tahap kedua, model yang dihasilkan disosialisasikan kepada ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang melalui jejaring kerjasama antara pondok pesantren yang telah dibentuk pada akhir tahap pertama. Pada tahap ketiga, model yang dihasilkan dipraktekan ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukan (1) Profesionalisme Guru di Pondok Pesantren dengan mampu meningkatkan kompetensinya dalam menyusun kurikulum, silabus dan RPP dengan baik, (2) Profesionalisme Guru di Pondok Pesantren dengan mampu melakukan penelitian tindakan kelas guna menunjang peningkatan kompetensi mengajarnya, (3) Profesionalisme Guru di Pondok Pesnatren dengan mampu menyusun dan menganalisis instrumen penilaian, (4) Meningkatnya kualitas mutu pondok pesantren melalui penerapan manajemen pengelolaan pondok pesantren yang baik, (5) mensosialisasikan model pemberdayaan guru ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang, dan (6) Mempraktikan model pemberdayaan guru yang dihasilkan ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang
Studi Analisi Konsentrasi Warna Pada Cairan Pewarna Makanan Dengan Metode Pengukuran Optical Density
Metode Image Processing banyak diimplementasikan untuk mengidetifikasi suatu bentuk atau perubahan pada gambar untuk mendapatkan hasil identifikasi suatu percobaan. Dalam penelitian ini perpaduan Image Processing, optical density(OD) dan sensor rgb untuk menentukan kualitas campuran air yang didapatkan nilai komposisi cairan warna. Karakteristik warna dari sampel air diperoleh dari histogram pada gambar yang tertangkap oleh mikroskop digital, dari histogram warna dapat diperoleh nilai max dan mean dan hasil gambar dari difraksi oleh kamera digital serta nilai output sensor rgb. Dengan metode tersebut diperoleh hasil setiap sampel yang telah di encerkan memiliki karakteristik warna yang berbeda-beda, hal ini dapat dilihat dari setiap kanal warna dari output sensor. Pengolahan data dengan metode histogram untuk dilakukan proses pengambilan nilai rata-rata(mean) dan nilai maksimum(Max) diperoleh model untuk memprediksi jenis dan konsentrasi dari sampel, pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil grafik yang sigifikan sesuai dengan komposisi kualitas air dengan pewarna makana
Does Digital Media Literacy Influence Students’ Perception of Hoax?
The purpose of this study was to find out whether there was the significant relationship between digital media literacy and students' perception of hoax. This research uses descriptive correlation methods with surveys as data collection. Respondents in this study were students of diploma, undergraduate, and graduate from 18 study programs at the Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang. This study uses surveys conducted online using the Google Form website. The data were then analyzed by using Pearson’s Product Moment Correlation in SPSS software. The results showed that there was a significant relationship between the level of digital media literacy and the perception of hoaxes, and it was in the moderate correlation. Based on the review of related literature, moderate correlation was occur due to several factors such as biased thinking, easily provoked age group, and difficulties in finding accurate media agencies