Jurnal Keteknikan Pertanian
Not a member yet
627 research outputs found
Sort by
Desain dan Kinerja Mesin Pemupuk Tipe Auger Bertenaga Traktor Tangan untuk Tanaman Kedelai
AbstractThe prototype of auger type fertilizer applicator powered by hand tractor has been developed. It was constructed for four planting rows of soybean in one pass. The four fertilizer applicator units were rotated by utilizing the tractor wheel axle rotation. The auger of the metering device was divided into 3 sections of auger pitch (15, 20 and 25 mm) due to the applicator could be changed the application rate. Each auger pitch represented application rate about 150 kg/ha (6 g/m), 200 kg/ha (8 g/m) and 250 kg/ha (10 g/m) respectively. The objective of this study was to develop and to conduct performance test of auger type fertilizer applicator for four planting rows of soybean that could be changed the dose. The result of stationary tests shows that the average dose for each pitch were 7.42, 9.58 and 11.60 g/auger rotation respectively at 1800 rpm (18 rpm auger) engine speed and 7.88, 9.53 and 11.49 g/auger rotation resvectively at 2000 rpm (20 rpm auger). The field test showed the result for each auger pitch were 5.91, 8.46 and 10.08 g/m respectively. These results indicated that the applicator was able to allocate fertilizer evenly with high accuracy (the error was less than 8%). The field test showed that effective field capacity was 0.137 ha/hour and efficiency was 73.7%.AbstrakPrototipe unit pemupuk tipe auger bertenaga traktor tangan untuk tanaman kedelai telah berhasil dikembangkan. Prototipe ini dibuat untuk pemupukan empat alur tanam dalam satu lintasan. Empat unit penjatah pupuk digerakkan dengan memanfaatkan putaran dari poros roda traktor. Poros auger dari metering device pupuk dibagi menjadi 3 ukuran jarak pitch yaitu 15, 20 dan 25 mm agar dosis pupuk dapatdiatur. Setiap jarak pitch auger mewakili dosis pemupukan berturut-turut 150 kg/ha (6 g/m), 200 kg/ha (8g/m), and 250 kg/ha (10 g/m). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji kinerja dari unit pemupuk kedelai empat alur tanam yang dapat diubah dosis pemupukannya. Hasil pengujian stasioner menunjukkan nilai penjatahan pupuk untuk tiap pitch berturut-turut adalah 7.42, 9.58 and 11.60 g/putaran auger saat pengujian dengan kecepatan putar engine 1800 rpm (18 rpm auger) dan 7.88, 9.53 and 11.49 g/putaran auger saat diuji pada 2000 rpm (20 rpm auger). Sementara pengujian di lahan berturutturut untuk setiap pitch adalah 5.91, 8.46 dan 10.08 g/m. Hasil tersebut menunjukkan bahwa unit pemupuktelah mampu menjatah pupuk secara merata dengan tingkat akurasi yang tinggi (error kurang dari 8%).Kapasitas lapangan efektif mesin mencapai 0.137 ha/jam dan efisiensi lapangan sebesar 73.7%
Evaluasi Kinerja Mini Combine Harvester di Lahan Pasang Surut
AbstractIn the large area where the availability of manpower was limited, harvest at the same time will decrease the yield. The objective of this study was to evaluated the performance of mini combine harvester on the tidal swampland with B type typology. The assesment was conducted at Sungai Batang Martapura village, Banjar regency, South Kalimantan on 22-23 November 2016. Ciherang variety was used as assesment material and the size of assesment area were 40 x 15 m repeated three times with the North-South direction of cutting. The result indicated that soil bearing capacity was 1.19 kg/cm2; he engine compression force to the soil surface was 0.092 kg/cm2; on the cutting width of 113 cm and height of cutting stalks of rice average 47 cm with a forward speed of 1.76 km/h, the working capacity was 7.37 hours/ha; plant density as 31.1 clumps/m2 did not affect the burden of cutting blades as well as round the threshing cylinder (as known cylinder rounds per minute = 1200 rpm); the total grain threshed/min, the cleanliness of grain, broken grain, and losses was 8.92 kg, 93.30%, 2.30%, 2.92 respectively; and the efficiency was 65.83%.AbstrakWaktu panen yang hampir bersamaan pada areal yang luas, sedangkan tenaga kerja terbatas maka akan dapat mengakibatkan kerusakan hasil yang tinggi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dari mesin mini combine harvester pada kondisi basah di lahan rawa pasang surut. Evaluasi kinerja mesin Mini Combine Harvester dilaksanakan di desa Sei Batang Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan pada tanggal 22-23 Nopember 2016, MT II 2016. Bahan uji adalah tanaman padi varietas Ciherang. Lahan pengujian adalah lahan pasang surut tipe B. Pemotongan batang padi menggunakan mini combine harvester pada ukuran lahan uji panjang x lebar (40 m x 15 m) diulang 3 kali dengan arah pemotongan ke arah panjang lahan. Pengukuran dilakukan untuk menghitung kinerja teknis mesin mini combine harvester, meliputi kapasitas kerja, jumlah gabah terontok/menit, kebersihan gabah, susut hasil, butir rusak serta efisiensi. Hasil pengukuran dengan alat soil penetrometer diperoleh daya sanggah tanah sekitar 1.19 kg/cm2 dan diketahui gaya tekan mesin ke permukaan tanah mesin combine harvester sebesar 0.092 kg/cm2. Hasil evaluasi terhadap kinerja mesin mini combine harvester menunjukkan bahwa pada lebar pemotongan 113 cm dan tinggi pemotongan batang padi rata-rata 47 cm dengan kecepatan maju 1.76 km/ jam, kapasitas kerja yang dihasilkan sebesar 7.37 jam/ha. Kepadatan tanaman 31.1 rumpun/m2. Jumlah gabah terontok/menit 8.92 kg dengan tingkat kebersihan gabah 93.30%. Akibat dari putaran silinder yang cukup tinggi menyebabkan butir rusak 2.30% dengan susut hasil 2.92%; dan efisiensi 65.83%
Pemanfaatan Air Tanah Dangkal untuk Irigasi Padi Menggunakan Pompa Berbahan Bakar LPG
AbstractThe objective of this study was to evaluate performance of LPG-fueled single cylinder pump enginein utilizing shallow groundwater for rice field irrigation. Research was conducted in Baktirasa Village, Subdistrict of Sragi, Regency of South Lampung during planting session of September–December 2015 by observing and analyzing technical and economical performance of LPG-fueled pump engine. Observation was performed on the depth of groundwater before and after pumping, pumping duration, discharge, LPG consumption, and depth of standing water. Irrigation cost was evaluated using local prices for installation and manpower. Results of the research showed that shallow groundwater is potential to be explored as asource of paddy field irrigation. Depth of water table was substantially low at 3.41 m and decrease to 4.83m after continuous pumping for about 6.5 hours. The LPG-fueled pump engine worked smoothly at an average gas consumption of 0.464 kg/h with a field capacity of 0.0190 ha/h and a discharge rate of 14.58 m3/h. The distribution uniformity of 92.28% was achieved with average depth of standing water of 4.12 cm. The cost of irrigation operation was IDR 226,875.23/ha, lower than leasing one (IDR 400,000.00 /ha).AbstrakPenelitian ini berujuan untuk mengevaluasi kinerja mesin pompa satu silinder berbahan bakar LPG dalam memanfaatkan air tanah dangkal untuk irigasi sawah pada musim kering. Penelitian dilakukan di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan dengan menganalisis kinerja teknis dan ekonomi penggunaan pompa berbahan bakar LPG pada musim tanam September–November 2015. Pompa irigasi 4.9 hp diuji sebanyak lima kali pada lima petak sawah (masing-masing 1250 m2). Parameter yang diamati meliputi kedalaman air tanah sebelum dan sesudah pengoncoran, lama pengoncoran, debit pompa, konsumsi LPG, tinggi genangan air, dan keseragaman distribusi (DU). Biaya irigasi dihitung berdasarkan harga setempat untuk pemasangan sumur dan upah kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah dangkal di Desa Baktirasa berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber irigasi. Kedalaman air tanah cukup rendah, yaitu 3.41 m sebelum pemompaan dan turun menjadi 4.83 m setelah pemompaan selama sekitar 6.5 jam terus-menerus. Pompa berbahan bakar LPG bekerja dengan baik dengan kapasitas 0.0190 ha/jam pada debit 14.58 m3/jam, dan konsumsi LPG 0,464 kg/jam. Ketinggian genangan rata-rata 4.12 cm dengan DU 92.28%. Biaya irigasi adalah Rp 226,875.23/ha per sekali oncoran, lebih rendah daripada sewaRp 400.000,00/ha
Efek Tegangan Searah pada Aliran Ionik dan Geometri Pelepah dan Daun Kelapa Sawit
AbstractProductivity of palm tree grown are generally measured in months periods, but in a shorter time scale is particularly less measured by the plant maintenance of palm tree. Consideration of the general productivity in time is how to produce good fruit fertilizer (chemical aspect), healthy plants, fast growing and evolving (agricultural aspect) and genetic type of palm that grows (biological aspect). However, the growth and production on the physical aspect is still less attention. Through physical treatment, the growth of palm tree can be optimized, as it has been proven in advanced countries on the plant Aloe Vera, Avocado and Pine trees. This paper proposes a treatment of direct current voltage to palm tree that can accelerate the flow of ions to grow and develop nutrients with the increment of geometry and sturcture of leaf and midrib. The palm tree samples are aged 1 to 5 years corresponding to the provision of various current voltage. Identification of samples before and after treatment by electricity determined is based on the geometry of leaves and midrib and ions effect. This identification can support the productivity of palm trees.AbstrakProduktivitas kelapa sawit pada umumnya diukur dalam periode bulanan, tetapi dalam skala waktu yang lebih singkat masih kurang terukur dengan pemeliharaan tanaman sawit. Pertimbangan umum produktivitas tersebut adalah bagaimana pupuk menghasilkan buah yang baik (aspek kimia), tanaman sehat, cepat tumbuh dan berkembang (aspek pertanian), dan jenis genetik sawit yang tumbuh (aspek biologi). Namun, pertumbuhan dan produksi pada aspek fisik masih kurang diperhatikan. Melalui perlakuan fisis, pertumbuhan kelapa sawit dapat dioptimalkan, seperti yang telah teruji di negara-negara maju pada tanaman Aloe Vera, Avocado dan Pohon Pinus. Perlakuan pemberian tegangan listrik searah terhadapkelapa sawit dapat memepercepat aliran ion-ion untuk tumbuh dan berkembang dengan penambahan unsur hara dan struktur geometri pada daun dan pelepah. Sampel yang digunakan adalah pohon sawitberusia 1 hingga 5 tahun dengan pemberian tegangan bervariasi. Identifikasi sampel sebelum dan setelah diberi perlakuan listrik ditentukan berdasarkan geometri daun dan pelepah dan efek ion-ion. Identifikasi ini dapat mendukung produktivitas tanaman sawit
Model Matematika Pengisian Gabah dari Malai Primer dan Sekunder
AbstractThe present work aimed to develop mathematical model of grain filling of rice from primary and secondary branches within a panicle with increment to their weight (dry basis)-time after anthesis relationships. Three growth models for grain filling of rice were developed follow the exponential, the logistic and Gompertz functions. The grain filling models are expressed with parameters of mass at time zero, mass at time infinity and a measure for relative grain filling rate. Application of all models using data of thousand grain mass (dry basis) of rice from different branches within a panicle for Sintanur and IPB-4S variety were collected every 4 days during 14-30 days after anthesis. Model selection was conducted using Coefficient determination (R2), Root mean square error (RMSE) and Aikake’s Information Criterion (AIC). R2, RMSE and AIC values for the Gompertz models were 0.999, 0.224, -9.949 (rice from primary branch for Sintanur); 0.997, 0.353, -4.512 (rice from secondary branch for Sintanur); 1.000, 0.131, -16.376 (rice from primary branch for IPB-4S) and 0.999, 0.266, -7.877 (rice from secondary branch for IPB-4S) respectively which revealed that theGompertz model was considered best to described the increment thousand grain mass (dry basis) of rice from different branches within a panicle for all two varieties.AbstrakPenelitian yang dilakukan bertujuan mengembangkan model pengisian gabah dari tingkat malai yang berbeda, terkait dengan terjadinya peningkatan bobot gabah dalam bentuk basis kering dan bertambahnyawaktu pengisian gabah setelah anthesis (pembungaan). Penelitian ini mengembangkan model berdasarkan tiga fungsi pertumbuhan yaitu fungsi eksponensial, logistik dan fungsi Gompertz dalam pengisian gabah.Persamaan yang diperoleh memiliki parameter bobot gabah awal, bobot gabah akhir dan laju pengisian gabah relatif. Penelitian ini menggunakan data primer berat 1000 butir gabah dalam bentuk basis kering (bk) dari malai primer dan sekunder di kedua varietas Sintanur dan IPB-4S, dari hari ke-14 sampai hari ke-30 setelah pembungaan dengan interval waktu 4 hari. Pemilihan model dilakukan dengan uji kesesuaian menggunakan koefisien determinasi (R2), Root mean square error (RMSE) dan Aikake’s Information Criterion (AIC). Nilai R2, RMSE, AIC pada model Gompertz untuk masing-masing berat kering gabah dari malai primer dan sekunder secara berturut-turut adalah 0.999, 0.224, -9.949 dan 0.997, 0.353, -4.512 (varietas Sintanur), 1.000, 0.131, -16.376 dan 0.999, 0.266, -7.877 (varietas IPB-4S), sehingga dari nilai yang dihasilkan menunjukkan bahwa model Gompertz merupakan model yang terbaik untuk pengisianbobot 1000 butir gabah (bk) dari malai primer dan sekunder di kedua varietas Sintanur dan IPB-4S
Kajian Tingkat Laju Limpasan Permukaan dan Erosi Berdasarkan Pengelolaan Tanaman Pertanian Sistem Agroforestry di DAS Cianten- Cipancar, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
AbstractIncreasing cultivation area in a watershed has implications on increase of runoff and erosion rate. Agroforestry system can reduce erosion rate through management of agricultural crops under the stand of annual plant of white teak (Gmelina arborea sp.). This study aims to assess the runoff and erosion ratein watershed area in some types of agroforestry cropping systems. In Cianten-Cipancar watershed area there are several crops cultivated i.e. maize, turmeric, red bean and local chili. In order to assess the runoff and erosion rate in watershed area is designed 3 experimental plots involving 4 types of horticultural crops. Plot 1 uses intercropping turmeric, maize, red bean, local chili. Plot 2 uses intercropping turmeric, corn, red beans. Plot 3 uses pattern of monoculture planting of local chili. The average rainfall of 21.6 mm is resulted in runoff 0.28 mm (Plot 1), 0.55 mm (Plot 2) and 0.94 mm (Plot 3). Intensity of rainfall on each plot (63.4 mm/h, 51.6 mm/h, 63.4 mm/h) resulted in runoff and erosion 0.83 mm, 29.67 kg/ha, 1.59 mm, 275.01 kg/ha, 5.0 mm, 464.78 kg/ha, respectively. Average erosion occurring was 9.27 kg/ha (Plot 1), 55.65 kg/ha (Plot 2) and 101.23 kg/ha (Plot 3). The rain events in the study was 30 times with a total rainfall of 647.11 mm. The smallest rainfall of 0.2 mm resulted in runoff on Plot 3 of 0.01 mm and erosion of 1.13 kg/ha but in Plot 1 and Plot 2 there was no runoff and erosion.AbstrakPeningkatan kawasan budidaya pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) berimplikasi pada peningkatan laju limpasan dan erosi. Sistem agroforestry dapat menurunkan tingkat erosi melalui pengelolaan tanaman pertanian di bawah tegakan tanaman tahunan Jati putih (Gmelina arborea sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat laju limpasan permukaan dan erosi yang terjadi di DAS pada beberapa jenis sistem tanam agroforestry. Di kawasan DAS Cianten-Cipancar terdapat beberapa tanaman yang dibudidaya petani yaitu jagung, kunyit, kacang merah dan cabe rawit lokal. Guna mengkaji tingkat laju limpasan permukaan dan erosi pada kawasan DAS tersebut maka didesain 3 plot percobaan yang melibatkan 4 jenis tanaman hortikultura. Plot 1 menggunakan pola tanam tumpangsari (kunyit, jagung, kacang merah, cabe rawit lokal). Plot 2 menggunakan pola tanam tumpangsari (kunyit, jagung, kacang merah). Plot 3 menggunakan pola tanam monokultur cabe rawit lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limpasan rata-rata pada masing-masing plot (1-3) adalah 0.28 mm, 0.55 mm, 0.94 mm pada tingkat curah hujan rata-rata 21.6 mm. Intensitas hujan pada masing-masing plot (63.4 mm/jam, 51.6 mm/jam, 63.4 mm/jam) menyebabkan terjadinya limpasan dan erosi masing-masing sebesar 0.83 mm, 29.67 kg/ha, 1.59 mm, 275.01 kg/ha, 5.0 mm, 464.78 kg/ha. Erosi rata-rata yang terjadi adalah 9.27 kg/ha (Plot 1), 55.65 kg/ha (Plot 2) dan 101.23 kg/ha (Plot 3). Jumlah kejadian hujan selama penelitian adalah 30 kali dengan total curah hujan 647.11 mm. Curah hujan terkecil sebesar 0.2 mm mengakibatkan limpasan pada Plot 3 sebesar 0.01 mm dan erosi1.13 kg/ha namun pada Plot 1 dan Plot 2 tidak terjadi limpasan dan erosi
Evaluasi Teknis dan Ekonomis Mesin Pemipil Jagung Berkelobot
AbstractCorn shelling in Indonesia generally carried out after the corn is peeled and dried to a moisture content of about 20%. This method requires a lot of manpower and time for peelling and drying process before shelled. In recent years, it has been developed unpeeled corn sheller, but there is limited information related to its performance. This study aimed to evaluate the technical and economical performance of unpeeled corn sheller. Testing was conducted using Sigenta variety of hybrid corn. The results showed that the machine capacity is affected by rotation speed of shelling cylinder and corn moisture content. The cleanliness of seed was above 99%, while the rate of seed damage was ranged from 1 to 3%. The maximum moisture content of corn when will be shelled should not higher than 30% in order to reduce the number of damaged seeds. The operation cost of the machine is about Rp. 45/kg, while the B/C ratio and BEP values were 1.56 and 1.89 years, respectively. The use of these machines can provide economic benefits if the minimum coverage area of crop land about 30 ha per season.AbstrakPemipilan jagung di Indonesia umumnya dilakukan setelah jagung dikupas kulitnya dan dikeringkan sampai kadar air bijinya mencapai sekitar 20%. Cara ini membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu untuk pengupasan kulit dan pengeringan jagung. Dalam beberapa tahun terakhir, sedang berkembang mesin pemipil jagung berkelobot, namun belum banyak informasi terkait dengan kinerja teknis dan ekonomis penggunaan mesin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja teknis dan ekonomis mesin pemipil jagung berkelobot yang dikembangkan oleh Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian. Pengujian dilaksanakan dengan menggunakan jagung hibrida varietas Sigenta. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa kapasitas kerja mesin dipengaruhi oleh putaran silinder pemipil dan kadar air jagung. Tingkat kebersihan biji jagung di atas 99%, sedangkan tingkat kerusakan biji berkisar antara 1- 3%. Kadar air maksimal biji jagung saat dipipil tidak boleh lebih tinggi dari 30% guna mengurangi jumlah biji rusak. Besarnya biaya operasional mesin sekitar Rp 45/kg jagung pipil, sedangkan nilai B/C rasio dan BEP berturut-turut adalah 1.56 dan 1.89 tahun. Penggunaan mesin tersebut dapat memberikan keuntungan secara ekonomi jika luas cakupan lahan tanaman jagung minimal seluas 30 ha per musim, dengan jumlah musim tanam per tahun minimal dua kali
Uji Penggunaan Metode Discriminant Partial Least Squares (DPLS) dan Data Spektra di Daerah Ultraviolet-Cahaya Tampak untuk Penggolongan Kopi Luwak
AbstractThe potential use of UV-Visible spectroscopy along with DPLS (discriminant partial least squares) method has been evaluated to discriminate authenticity of luwak coffee. In this study, UV-Visible spectral data of adulterated and unadulterated luwak coffee samples were obtained within 190-700 nm spectral region. DPLS model were then developed using original spectra to distinguish between adulterated and unadulterated luwak coffee samples. The predictions using developed DPLS model resulted in 100% of correct classification rate for adulterated and unadulterated luwak coffee, respectively. Our results showed that UV-Visible spectroscopy data with DPLS method can be applied to rapid detecting luwak coffee adulteration with other cheaper non-luwak coffees. This technology may be applied to protect and promote luwak coffee as one of Indonesian coffee specialty.Abstrak Potensi penggunaan spektroskopi ultraviolet-cahaya tampak dan metode DPLS (discriminant partial least squares) dievaluasi untuk digunakan dalam proses diskriminasi kopi luwak. Pada penelitian ini data spektra untraviolet-cahaya tampak kopi luwak asli dan kopi luwak yang dicampur kopi arabika (kopi luwak campuran) diambil pada panjang gelombang 190-700 nm. Model DPLS dibangun menggunakan spektra asli untuk membedakan antara kopi luwak asli dan kopi luwak campuran. Hasil prediksi menggunakan model DPLS menghasilkan ketepatan klasifikasi sebesar 100% untuk kopi luwak asli dan kopi luwak campuran. Hasil riset ini menunjukkan spektroskopi ultraviolet-cahaya tampak dan metode DPLS dapat digunakan sebagai salah satu metode cepat untuk mendeteksi adanya pemalsuan kopi luwak yang harganya mahal menggunakan kopi bukan luwak yang harganya lebih murah. Teknologi ini dapat diterapkan untuk melindungi sekaligus mengenalkan kopi luwak sebagai salah satu kopi specialty Indonesia
Kombinasi Teknologi Kemasan dan Bahan Tambahan Untuk Mempertahankan Mutu Kolang Kaling
Abstract Gumoti palm is one of health food with minimal post-harvest treatment that caused damage and limited range of distribution. The damage that Occurs in gumoti palm is brown discoloration caused by oxidation of the enzyme polyphenoloxidase (PPO). Prevention of the damage can be done by reducing the oxygen as a source of oxidation reactions. The use of packaging, soaked water and substance a citric acid can reduce enzymatic browning reactions that lead to color deterioration of gumoti palm. The purpose of this study is to examine the influence of the ratio of water, the concentration of citric acid from lime and packaging technology to discoloration on the surface of gumoti palm during storage. The first stage is the determination of the ratio of water gumoti palm and citric acid concentration of lime was best to maintain the quality. Water ratio studied were 1:1; 1:2 and 1:3 being the concentration of citric acid were 0.1%, 0.5% and 1%. Storage was at room temperature to accelerate change in the quality as a result of this preliminary study are used in the research stage into two. The second stage was to determine the packaging technology combined with materials. The variations of packaging techology by vacuum and non vacuum. Gumoti palm stored at 5OC until the sample was broken. Quality parameters measured include, color, galactomannan content, texture (hardness). The best results was gumoti palm with addition of citric acid 0.1% of lime is able to maintain color preference level is still acceptable to consumers up to 9 days of storage However the effect on the change in taste with consumer acceptanceondy until 6 days after storage at 5OC. Packaging pouch made from PE + nylon combined with water (ratio 1: 3) and citric acid 0.1% were able to retain their galactomanan of 40.18 % to 31.48%. Abstrak Kolang kaling merupakan sumber pangan kesehatan yang masih minim perlakuan pascapanennya sehingga cepat rusak dan terbatas jangkauan pemasarannya. Kerusakan yang terjadi pada kolang kaling adalah perubahaan warna akibat reaksi oksidasi enzymatic browning. Penggunaan kemasan, perendaman air dan pemberian larutan jeruk nipis sebagai sumber asam sitrat alami dapat mengurangi enzymatic browning dan mempertahankan mutu kolang kaling. Tujuan penelitian mengkaji pengaruh rasio air dan konsentrasi asam sitrat dari jeruk nipis dan teknologi kemasan untuk mempertahankan mutu kolang kaling selama penyimpanan. Tahap pertama penelitian adalah penentuan rasio air dan konsentrasi asam sitrat dari jeruk nipis yang terbaik dalam mempertahankan mutu. Rasio air yang dikaji adalah 1:1,1:2 dan 1:3 sedangkan konsentrasi asam sitrat adalah 0.1%, 0.5% dan 1%, yang disimpan pada suhu ruang untuk mengetahui penurunan mutu selama penyimpanan. Hasil dari penelitian pendahuluan, kemudian digunakan pada tahap ke dua penelitian. Penelitian tahap ke dua adalah menentukan teknologi kemasan yang dikombinasikan dengan bahan tambahan untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan. Teknologi kemasan yang digunakan adalah teknologi vakum dan non vakum. Kolang kaling disimpan pada suhu 5OC hingga sampel mengalami kerusakan. Parameter mutu yang di amati adalah warna, kadar galaktomanan, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio air dengan kolang kaling yang terbaik adalah 1:3 dan konsentrasi larutan jeruk nipis yang terbaik adalah 0.1%. Teknologi pengemasan tidak berpengaruh terhadap perubahan, warna dan kekerasan kolang kaling dalam penyimpanan suhu 5oC sedang yang berpengaruh adalah jenis kemasan PE dan PE+nylon dengan hasil terbaik adalah kemasan PE+nylon. Kemasan pouch berbahan PE+nylon yang dikombinasikan dengan air dan asam sitrat 0.1% mampu mempertahankan kandungan galaktomanan dari 40.18% menjadi 31.48%
Kajian Efek Medan Elektromagnet terhadap Karakteristik Semburan Bahan Bakar Solar, Biodiesel dan Campuran Keduanya
AbstractResearch on optimization of diesel engine fuel have been conducted, among other, by utilizing the electromagnetic field. To prove that by using the electromagnetic field of the combustion process to be optimal among them is to analyze the character of atomization. The purpose of this research was to analyzethe effect of fuel magnetization on the fuel spray pattern. Experiments were conducted using several fuel including diesel fuel, mixtures of diesel fuel and biodiesel of 10%, 40%, 70%, and biodiesel. Before the spraying test, the fuel was exposed to strong electromagnetic field with variation of wound coil 5000-9000 winding (876-1300 Gauss) for 5 minutes. The spraying test used an injector tester at a pressure of 14.7 Mpa. The spray was observed using a high-speed camera. It was appeared that the larger magnetic field applied to the fuel caused the viscosity to fall in the range of 5-15%, increasing the angle of the sprays or widespread area of the bursts in the range of 3.5-12%, and the particle size of the bursts becomes smaller by 0.2916-0.975 nm. This information is considered to be useful for further research in order to resolutely clarify the phenomenon of efficient combustion process of fuel after exposure to magnetic field.AbstrakBerbagai penelitian tentang pengoptimalisasian bahan bakar motor diesel telah banyak dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan medan elektromagnet. Untuk membuktikan bahwa dengan menggunakan medan elektromagnet proses pembakaran menjadi optimal diantaranya adalah dengan menganalisis karakter semburan bahan bakar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efek magnetisasi bahan bakar terhadap pola semburan bahan bakar. Bahan bakar yang digunakan adalah solar, B10, B40, B70, dan biodiesel. Bahan bakar yang dicoba diberi paparan kuat medan elektromagnet dengan variasi jumlah lilitan kawat 5000-9000 lilitan 836.45 - 1353 Gauss selama 5 menit (300 detik) dan dilanjutkandengan proses penyemprotan melalui alat injector tester pada tekanan 14.7 Mpa. Hasilnya diamati dengan kamera kecepatan tinggi. Tampak bahwa makin besar medan magnet yang diberikan pada bahan bakarmenyebabkan viskositas turun pada kisaran 5-15%, meningkatkan sudut semburan atau luas daerah semburan menjadi lebih besar berkisar 3.5-12%, dan ukuran partikel semburan menjadi lebih kecil sebesar0.2916-0.975 nm. Informasi ini berguna untuk penelitian lebih lanjut agar secara jelas dapat mengklarifikasi fenomena magnetisasi bahan bakar terhadap proses pembakaran yang efisien