GEOMATIKA
Not a member yet
49 research outputs found
Sort by
GPS-DERIVED SECULAR VELOCITY FIELD AROUND SANGIHE ISLAND AND ITS IMPLICATION TO THE MOLUCCA SEA SEISMICITY: (Kecepatan Sekuler Kepulauan Sangihe Berdasarkan Data GPS dan Impilkasinya Terhadap Seimisitas Laut Maluku)
Sangihe-Moluccas region is the most active seismicity in Indonesia. Between 2015 to 2018 there is four M6 class earthquake occurred close to the Sangihe-Moluccas region. These seismic active regions representing active deformation which is recorded on installed GPS for both campaign and continuous station. However, the origin of those frequent earthquakes has not been well understood especially related to GPS-derived secular motion. Therefore, we intend to estimate the secular motion inside and around Sangihe island. On the other hand, we also evaluate the effect of seismicity on GPS sites. Since our GPS data were conducted on yearly basis, we used an empirical global model of surface displacement due to coseismic activity. We calculate the offset that may be contained in the GPS site during its period. We remove the offset and estimate again the secular motion using linear least square. Hence, in comparison with the secular motion without considering the seismicity, we observe small change but systematically shifting the motion. We concluded the seismicity in the Molucca sea from 2015 to 2018 systematically change the secular motion around Sangihe Island at the sub-mm level. Finally, we obtained the secular motion toward each other between the east and west side within 1 to 5.5 cm/year displacement. 
PERFORMA DAN STRESS TESTING DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN WEBGIS OPEN SOURCE Studi Kasus WebGIS Ekowisata Sungai Mudal Kulon Progo: (Performance and Stress Testing to Optimize Open Source WebGIS, Case Study WebGIS of Ekowisata Sungai Mudal Kulon Progo)
Web-based Geographic Information System atau yang dikenal dengan WebGIS merupakan suatu teknologi baru yang berfungsi untuk mengelola data spasial dan terus mengalami perkembangan. Pemanfaatan WebGIS pada media open source digunakan untuk memperkenalkan kondisi spasial, salah satunya pada kegiatan pariwisata agar mudah diakses oleh wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur performa dan tingkat stres pada aplikasi WebGIS dengan beberapa kriteria. Metode pengujian menggunakan aplikasi perangkat lunak meliputi Pagespeed Insight, GTmetrix, dan Webserver Stress Tool. Hasil dari pengujian performa WebGIS menggunakan Pagespeed Insight mendapatkan nilai 78 yang termasuk pada kelas medium, sedangkan hasil pengujian menggunakan GTmetrix didapati hasil nilai pagespeedmencapai 61 % dengan waktu download 3,7 detik. Hasil pengujian tingkat stres menggunakan Webserver Stress Tool diperoleh hasil rata-rata kejadian error 0,056 % dari 5 sesi pengujian dengan jumlah penggunayang berbed
PEMETAAN AREA POTENSI BANJIR BERDASARKAN TOPOGRAPHIC WETNESS INDEX (TWI) DI KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR: (Mapping Flood Potential Area using Topographic Wetness Index (TWI) in Cigudeg District Bogor Regency)
Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Kabupaten Bogor, terutama Kecamatan Cigudeg. Secarahidrologis, Kecamatan Cigudeg dialiri daerah aliran sungai Ci Durian dengan debit air mencapai 2.648,04 m3/detik, rata-rata curah hujan 2.225 mm/tahun dan suhu udara antara 25-260C. Kecamatan Cigudeg merupakan daerah lereng perbukitan dengan kemiringan lereng >300 dengan tutupan dan penggunaan lahan berupa belukar, kebun campuran dan perkampungan, sedangkan area di bagian bawah lereng berupa alur sungai, persawahan dan tegalan. Untuk mengantisipasi bencana banjir tersebut maka diperlukan peta potensi banjir. Metode Topographic Wetness Index (TWI) sangat efektif untuk memvisualkan adanya area dengan potensi banjir khususnya di wilayah lereng. TWI dapat menilai secara kuantitatif efek topografi lokal terhadap limpasan air hujan karena nilai TWI mampu menggambarkan tingkat kebasahan lahan yang diasumsikan berasosiasi dengan kerawanan terhadap bencana banjir, khususnya banjir genangan. Penelitian ini bertujuanmemetakan area potensi banjir yang berada di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor berdasarkan data dari DEMNAS (Digital Elevation Model Nasional). Indeks TWI Kecamatan Cigudeg memiliki rentang kelembaban sebesar 9,657-22,185 RH. Nilai indeks tersebut menunjukkan daerah potensi bahaya banjir sangat tinggi dengan cakupan luas 1% dari luas wilayah yang dipetakan dalam penelitian ini yaitu 184.176,314 ha
VISUALISASI PEMODELAN HASIL ANALISIS JARINGAN ANGKUTAN UMUM DI KABUPATEN KULON PROGO: (Visualization of Modeling Results Regarding Public Transport Network Analysis in Kulon Progo Regency)
Pembangunan Bandar Udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo berdampak pada berubahnya trayek jaringan angkutan umum yang telah ada. Perlu adanya perencanaan trayek baru yang sesuai dengan permintaan penumpang. Multimoda transportasi perlu direncanakan untuk pembangunan transportasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan trayek angkutan umum di Kabupaten Kulon Progo serta memvisualisasikannya dengan metode analisis visual. Pemodelan trayek angkutan umum diolah menggunakan metode analisis jaringan spasial (SpNA). Hasilnya divisualisasikan dalam tampilan grafik dan peta menggunakan metode analisis visual yang memanfaatkan Operations Dashboard for ArcGIS. Visualisasi pemodelan jaringan transportasi angkutan umum ini bersifat visual interaktif untuk memudahkan pengambil kebijakan dalam menyusun rencana penentuan jaringan trayek. Berdasarkan hasil pemodelan ini, ada tujuh rencana lokasi pembangunan pemberhentian baru. Selain itu, terdapat sebelas pemodelan trayek lintasan yang menghubungkan lokasi-lokasi pemberhentian. Terminal dapat melayani seluruh wilayah di Kabupaten Kulon Progo dalam rentang waktu 50 menit. 
KAJIAN JUMLAH DAN SEBARAN TITIK KONTROL TANAH MENGGUNAKAN ANALISIS DIAGRAM VORONOI UNTUK GEOREKTIFIKASI CITRA ORTHOMOSAIK SPOT 6/7 DALAM RANGKA PEMUTAKHIRAN PETA DASAR 1:25.000 Studi Kasus di DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta: (Study on the Number and Distribution of Ground Control Points using Voronoi Diagram Analyses to Georectify the SPOT 6/7 Orthomosaic Image for 1:25.000 Base Map Updating, Case Study DKI Jakarta and Special Region of Yogyakarta)
Peta dasar merupakan salah satu komponen penting untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan. Ketersediaan citra orthomosaik sistematis SPOT 6/7 per tahun yang mencakup wilayah daratan Indonesia yang disediakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dapat dimanfaatkan sebagai data geospasial dasar masukan untuk pemutakhiran peta dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas jumlah dan sebaran titik kontrol tanah (TKT) berdasarkan analisis diagram Voronoi untuk georektifikasi citra orthomosaik SPOT 6/7 dalam rangka memenuhi spesifikasi pemutakhiran peta dasar skala menengah. Jaringan jalan yang terdapat pada peta dasar 1:25.000 tersedia digunakan sebagai referensi dalam georektifikasi. Area penelitian mencakup dua provinsi yang memiliki jaringan jalan cukup merata, yaitu DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebaran TKT berdasarkan analisis diagram Voronoi akan diperbandingkan dengan sebaran TKT secara manual, masing-masing sebaran menggunakan 7, 20 dan 30 TKT. Kajian komprehensif terhadap enam skenario TKT tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa metode analisis spasial yaitu Root Mean Square Error (RMSE), autokorelasi spasial Indeks Moran dan geostatistik Kriging. Berdasarkan uji akurasi, penambahan jumlah TKT tidak meningkatkan ketelitian horizontal secara signifikan sebagaimana distribusi TKT. Secara umum, penggunaan sejumlah 30 TKT menghasilkan akurasi tertinggi pada kedua area penelitian. Selain itu, terlepas dari jumlah TKT, sebaran TKT berdasarkan analisis diagram Voronoi menghasilkan ketelitian horizontal yang lebih tinggi dibandingkan hasil georektifikasi dengan sebaran manua
EVALUASI KUALITAS TEMATIK PETA PENGGUNAAN LAHAN YANG DIPEROLEH DARI DATA VOLUNTEERED GEOGRAPHIC INFORMATION Studi Kasus di Kota Yogyakarta: (Thematic Quality Assessment of Land-use Map Derived from Volunteered Geographic Information Data, Case study in Yogyakarta City)
Perkembangan kawasan perkotaan yang dinamis dan kompleks tidak diikuti dengan kecepatan perolehan data pemerintah daerah, seperti data penggunaan lahan. Pemerintah daerah biasanya memetakan penggunaan lahan menggunakan teknologi penginderaan jauh (citra satelit) dan survei lapangan. Kedua metode pemetaan tersebut memerlukan biaya yang besar dan waktu yang lama. Kondisi tersebut merupakan pendorong kebutuhan suatu metode akuisisi data yang murah, cepat dan tepat seperti metode Volunteered Geographic Information (VGI). VGI adalah suatu fenomena penggunaan web dalam membuat, mengumpulkandan menyebarluaskan informasi geospasial secara sukarela oleh individu yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda (bukan profesional). Data VGI yang bersumber dari platform seperti OpenStreetMap, Geonames, Twitter, Flickr dan Geo-Wiki, dapat menjadi suatu alternatif untuk memperoleh data penggunaan lahan yang riil dan terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi data VGI, yaitu OpenStreetMap (OSM) sebagai sumber data dalam pembuatan peta penggunaan lahan riil. Data acuan yang digunakan untuk menguji kualitas peta penggunaan lahan adalah data penggunaan lahan dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa hasil ditunjukkan pada penelitian ini antara lain (1) nilai overall accuracy peta penggunaan lahan yang diperoleh sebesar 73% untuk klasifikasi penggunaan lahan level 1, dimana kelas transportasi dan hunian masing-masing memiliki user accuracy tertinggi yaitu 100% dan 74%; kelas hunian dan layanan kesehatan masing-masing memiliki nilai producer accuracy tertinggi yaitu 98% dan 24%; (2) terdapat 42% penggunaan lahan di area studi belum terpetakan di OSM, sebagian besar di Kelurahan Mergangsan dan Kelurahan Pringgokusuman; dan (3) kesalahan dalam klasifikasi disebabkan oleh tidak terdapatnya informasi atribut penggunaan lahan pada data OSM dan kekeliruan pengguna dalam memberikan tag atau data atribut
ANALISIS KEMAMPUAN KLASIFIKASI CITRA BERBASIS OBJEK UNTUK PEMETAAN PENUTUP LAHAN SKALA DETIL DI SEBAGIAN KOTA BANDAR LAMPUNG: (Analysis of Object Based Image Classification Capabilities for Detailed Scale Landcover Mapping in Part of Bandar Lampung City)
Pemetaan skala detil penutup lahan penting dilakukan untuk mendukung kegiatan memantauperkembangan wilayah, perencanaan wilayah, dan evaluasi sumberdaya alam. Metode interpretasi visual sangat efektif untuk kegiatan pemetaan objek penutup lahan, terutama dari aspek akurasi tematik dan geometrik objek. Akan tetapi, metode interpretasi visual sering kali tidak menghasilkan peta yang konsisten karena bergantung pada kemampuan interpreter dan kurang efektif dari segi waktu. Metode klasifikasi berbasis objek berpotensi untuk mengatasi kelemahan tersebut, yaitu dapat dilakukan pemetaan secara digital, sistematis dan konsisten, dapat direplikasi (diulang), serta mampu mempertimbangkan aspek geometrik objek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan klasifikasi berbasis objek untuk pemetaan penutup lahan skala detil, dilihat dari nilai uji akurasi yang dihasilkan. Penilaian akurasi pemetaanuntuk klasifikasi berbasis objek membutuhkan area-based accuracy assessment yang menilai akurasi dari segi semantik (tematik) dan geometrik objek hasil pemetaan dibandingkan dengan data referensi. Data referensi untuk uji akurasi menggunakan hasil interpretasi visual yang dikonfirmasi dengan survei lapangan. Kedua peta diperoleh dari citra WorldView-2 pan-sharpened (ukuran piksel 0,5 m), kemudian hasil pemetaan di-overlay dan dihitung akurasi berdasarkan user’s accuracy (UA), producer’s accuracy (PA), overall quality (OQ), dan overall accuracy (OA). Hasil pemetaan menunjukkan klasifikasi berbasis objek menghasilkan overall accuracysebesar 71,27 %. Angka ini menunjukkan bahwa pada penelitian ini, hasil klasifikasi berbasis objek belum mampu menyamai akurasi atau kemampuan hasil pemetaan skala detil dari interpretasi visua
THREE-DIMENSIONAL TOPOGRAPHIC MAPPING OF VERTICAL AND OVERHANGING SURFACES OF COASTAL CLIFFS USING UAV-BASED LIDAR DATASET A Case Study in South Kuta District, Bali Island: (Pemetaan Topografi Tiga Dimensi Permukaan Vertikal dan Menggantung dari Tebing Pantai Menggunakan Data LiDAR Berbasis Wahana Tanpa Awak: Studi Kasus di Kecamatan Kuta Selatan, Pulau Bali)
The availability of high-density LiDAR datasets, enabled by UAV-based airborne laser scanning, has allowed topographic mapping surveyors to see unprecedented details on the earth’s surface. One of the problems faced in large-scale topographic mapping is generating proper three-dimensional contour lines for vertical cliffs, recesses, and overhangs, especially when the surface is covered by vegetation, which is quite common in the tropical area. This paper showcases the practical application of the LiDAR survey using an unmanned aerial vehicle and ground point classification process using the Simple Morphological Filter (SMRF) algorithm to produce high-fidelity, three-dimensional digital contour maps of coastal cliffs. By rotating the LiDAR dataset before the classification process to minimize overlapping surfaces, the entire dataset can be simulated as a 2.5-D surface. Therefore, the SMRF algorithm can be executed to classify all ground points on the cliff surface, including the overhangs and recesses. The resulting ground surface derived from this classification process provided a sufficient approximation of the real-world surface in overhanging cliffs and recesses while maintaining the conventional way to convey local landscape topography through three dimensional contour line