49 research outputs found

    PENGGUNAAN NETWORK ANALYSIS UNTUK PENENTUAN AKSESIBILITAS LOKASI SEKOLAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA Studi Kasus: Kabupaten Malinau

    Get PDF
    Kabupaten Malinau merupakan wilayah perbatasan negara yang memerlukan perbaikan kualitas pendidikan karena angka partisipasi sekolah mengalami penurunan pada jenjang sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas lokasi sekolah di Kabupaten Malinau dengan memanfaatkan network analysis. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder seperti data persebaran sekolah, persebaran permukiman, jumlah penduduk dan jaringan transportasi. Metode penelitian menggunakan sistem informasi geografis berbasis kriteria untuk menentukan tingkat aksesibilitas sekolah di Kabupaten Malinau. Tingkat aksesibilitas diukur berdasarkan jarak sekolah dengan pusat permukiman terdekat melalui jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan 39,08% dari total jumlah sekolah di Kabupaten Malinau tergolong akses sulit dan akses sangat sulit. Sebagian besar persebaran sekolah tersebut terletak di wilayah perbatasan negara dengan kondisi akses jalan yang terbatas maupun akibat limitasi alam. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya rasio guru murid di Kabupaten Malinau. Penggunaan network analysis dapat membantu untuk mengurangi kesenjangan pembangunan di Kabupaten Malinau serta dalam perencanaan pembanguann fasilitas pendidikan dan jaringan transportasi

    KAJIAN KEANDALAN MODEL 3D HASIL AKUISISI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMBUATAN AS BUILT DRAWING

    Get PDF
    Penelitian yang menunjukkan bahwa model 3D hasil akuisisi Terrestrial Laser Scanner (TLS) mampu digunakan sebagai acuan untuk pembuatan as built drawing telah banyak dilakukan. Namun demikian, penelitian-penelitian tersebut tidak ada yang mendeskripsikan secara detail mengenai kriteria dan standar pembuatan as built drawing yang digunakan. Oleh karena itu, untuk menguji keandalan model 3D hasil akuisisi TLS untuk pembuatan as built drawing dalam penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengumpulan standar as built drawing dari 4 perusahaan konstruksi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasil pengumpulan kriteria apabila dirumuskan secara umum menunjukkan bahwa suatu as built drawing seharusnya memenuhi kriteria karakteristik model as built drawing dan kriteria informasi pada gambar, sementara hasil pengumpulan standar apabila dirumusukan secara umum suatu as built drawing harus memenuhi parameter validasi gambar. Selanjutnya, model 3D hasil akuisisi TLS dalam penelitian ini diuji kemampuannya dalam memenuhi kriteria dan standar as built drawing yang telah dirumuskan tersebut. Hasil kajian menunjukkan as built drawing hasil akuisisi TLS dalam penelitian ini mampu memenuhi seluruh standar parameter validasi gambar yang terdiri dari 8 parameter, yang salah satu diantaranya adalah akurasi ketelitian mencapai fraksi cm-mm yang mana nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 1,9 cm dan standar deviasi 1,4 cm. Selain itu, salah satu kriteria yaitu karakteristik model as built drawing yang terdiri dari 5 parameter dapat terpenuhi seluruhnya. Walaupun demikian, kriteria mengenai informasi pada gambar hanya dapat memenuhi 5 dari 7 parameter

    KOMPARASI GEOPORTAL KOTA DI INDONESIA DENGAN KOTA DI NEGARA EROPA Studi Kasus Geoportal Kota Payakumbuh dan Geoportal Kota Paris

    Get PDF
    Penelitian ini memberikan informasi mengenai geoportal Kota Paris, agar bisa membantu Kota Payakumbuh dalam mendukung tata kelola perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara Geoportal Kota Payakumbuh dengan Geoportal Kota Paris pada aksesibilitas data, ketersediaan data, fungsi dan fitur yang ada pada geoportal. Selain itu untuk mengetahui tantangan dalam pengelolaan data dan metadata di Geoportal Kota Payakumbuh, serta mengetahui dampak pemanfaatan Geoportal Kota Payakumbuh terhadap tata kelola perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif, pengumpulan data menggunakan studi literatur, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik komparatif yang digunakan untuk membandingkan informasi dari variabel-variabel yang akan dibandingkan pada geoportal, serta teknik analisis kelebihan dan kekurangan untuk meningkatkan pengembangan Geoportal Kota Payakumbuh agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna geoportal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi perbandingan ketersediaan data, metadata, fitur dan fungsional geoportal, terlihat Geoportal Kota Payakumbuh masih memiliki kekurangan data dibandingkan Geoportal Kota Paris. Di antara keduanya memiliki persamaan dalam penggunaan standar metadata yaitu ISO 19115, akan tetapi Geoportal Kota Paris memiliki banyak fitur tambahan dibandingkan Geoportal Kota Payakumbuh. Selain itu, pengelolaan data dan metadata pada Geoportal Kota Payakumbuh memiliki tantangan pada instansi produsen data, karena belum banyak memproduksi data yang disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dalam bidang SIG (Sistem Informasi Geografi). Dampak pemanfaatan Geoportal Kota Payakumbuh terhadap tata kelola kota, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik telah berdampak baik di Pemerintahan Kota Payakumbuh

    SIDARMA: SISTEM INTEGRASI DATA RADAR CUACA MANDIRI BERBASIS WEB-GIS DAN APLIKASI ANDROID

    Get PDF
    Radar cuaca merupakan salah satu instrumen pengindraan jauh yang penting dalam pengamatan kondisi cuaca terkini. Resolusi spasial dan temporal yang tinggi memberikan keuntungan dalam merepresentasikan struktur suatu sistem presipitasi secara lebih detail jika dibandingkan dengan satelit cuaca. Salah satu tantangan terbesar dalam pengoperasian radar cuaca di Indonesia adalah wilayah yang luas sehingga memerlukan lebih dari satu radar cuaca untuk dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia. Kondisi tersebut mengharuskan adanya suatu sistem untuk mengintegrasikan seluruh hasil pengamatan radar cuaca. Selain itu, kemudahan dalam pengoperasian untuk petugas operasional dan publik menjadi suatu tuntutan dalam era industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mengevaluasi penggunaan Sistem Integrasi Data Radar Cuaca Mandiri (SIDARMA) yang merupakan in house system Sub-Bidang Pengelolaan Citra Radar Cuaca BMKG berbasis web-GIS dan aplikasi Android. Tampilan interaktif web-GIS menampilkan citra integrasi 41 lokasi radar (mosaic) dan citra tunggal (single site) radar cuaca dengan produk reflectivity, rain rate, radial velocity, dan quantitative precipitation estimation (QPE) untuk akumulasi 1 jam dan 24 jam. Aplikasi Android dikemas lebih sederhana untuk memudahkan pengguna dalam memilih dan membaca jenis citra. Evaluasi dilakukan dengan menggunaakan uji usability suatu website dan aplikasi. Hasil usability web-GIS dan aplikasi Andorid SIDARMA mencapai nilai 88% yang dapat dikategorikan sangat baik

    Front Page Geomatika Vol. 30 No. 1 Tahun 2024

    No full text
    Sekretariat Redaksi GeomatikaPusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Badan Informasi Geospasia

    EVALUASI VARIAN DATA MODEL TERAIN DIGITAL DALAM PENENTUAN MODEL GEOID LOKAL Studi kasus: D.I. Yogyakarta: (Evaluation of Digital Terrain Models for Local Geoid Determination a Case Study in D.I. Yogyakarta Province, Indonesia)

    Get PDF
    Penentuan model geoid lokal teliti membutuhkan data topografi beresolusi tinggi sebagai representasi kondisi topografi. Sejak Juli 2018, Indonesia telah merilis model topografi mosaik (seamless) mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan resolusi spasial mencapai 0,27 arcsec, yaitu DEM Nasional (DEMNAS). DEMNAS dibangun dengan mengkombinasikan berbagai sumber data RADAR serta data masspoint hasil stereo-plotting. DEMNAS diklaim dapat menggantikan penggunaan DEM SRTM maupun peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dalam berbagai keperluan, salah satunya dalam penentuan model geoid lokal. Akan tetapi, pemanfaatan DEMNAS dalam penentuan model geoid lokal belum diuji. Penentuan model geoid lokal pada studi ini menggunakan metode Least Square Collocation (LSC). Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan varian data Digital Terrain Model (DTM) DEMNAS, peta RBI skala 1:25.000, dan SRTM30_plus dalam penentuan model geoid lokal di wilayah D.I. Yogyakarta. Hasil pemodelan geoid lokal menunjukkan bahwa nilai koreksi terrain terkecil dihasilkan dari DTM SRTM30_plus yaitu sebesar 22,196 mGal, sedangkan nilai indirect effect terkecil dihasilkan dari DTM peta RBI skala 1:25.000, yaitu sebesar 0,272 m. Ketelitian tertinggi undulasi geoid lokal D.I. Yogyakarta dihasilkan dari DTM peta RBI skala 1:25.000 dengan nilai simpangan baku sebesar 0,440 m. Penelitian ini menunjukkan bahwa DTM yang paling optimal digunakan untuk pemodelan geoid lokal D.I. Yogyakarta adalah peta RBI skala 1:25.000. Namun, penggunaan DTM peta RBI skala 1:25.000, DEMNAS, dan SRTM30_plus untuk pemodelan geoid lokal menunjukkan hasil ketelitian yang tidak berbeda secara signifika

    IDENTIFIKASI ARAH SEBARAN DAN KETINGGIAN ERUPSI GUNUNG BERAPI MENGGUNAKAN CITRA RADAR CUACA Studi Kasus Erupsi Gunung Agung, 28 Juni 2018 Studi Kasus Erupsi Gunung Agung, 28 Juni 2018: (Identification of Volcanic Ash Propagation and Height Using Weather Radar Imagery, Case study: Mt. Agung Eruption, June 28, 2018)

    No full text
    Erupsi vulkanik pada waktu yang lama dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan aktivitas penerbangan. Radar cuaca dapat dimanfaatkan untuk monitoring dan identifikasi sebaran debu vulkanik secara real time. Penelitian ini memanfaatkan radar Gematronik dengan produk yang digunakan antara lain: CMAX, VCUT, dan CAPPI sehingga dapat menganalisis debu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi gunung berapi. Dalam kasus kejadian erupsi Gunung Agung tanggal 28 Juni 2018 didapatkan nilai reflektivitas maksimum mencapai 30-35 dBZ, sedangkan pada produk VCUT didapatkan ketinggian kolom debu vulkanik mencapai 7.5 km. Jenis material erupsi dapat diketahui dengan produk VCUT. Produk CAPPI V yang telah ditentukan batasnya yaitu 3 km, 5 km, dan 7 km menggambarkan arah gerakan debu vulkanik berdasarkan lapisannya. Arah sebaran debu vulkanik dominan ke barat dan barat daya. Dilihat secara horizontal maupun vertikal, debu vulkanik mempunyai karakteristik yang khas yaitu nilai echo reflektivitas menurun seiring menjauhi pusat erupsi.&nbsp

    PENGAMATAN JANGKA PENDEK PERILAKU ARUS DAN KEKERUHAN RELATIF PADA KANAL ANTAR-TERUMBU PASCA-PASANG PERBANI Studi Kasus: Perairan Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu: (Short Term Observation of the Behaviour of Current and Relative Turbidity in an Inter-Reef Channel during the Post-Spring Tide, Case Study: Nearshore Waters of Pramuka and Panggang Islands, Seribu Islands)

    Get PDF
    Makalah ini membahas perilaku jangka pendek arus dan kekeruhan relatif. Pembahasan didasarkan pada analisis data dari pengamatan lapangan di satu titik pada kedalaman sekitar 30 m. Titik pengamatan terletak di kanal antar-terumbu sekitar 600 m timur laut Pulau Pramuka ke arah Pulau Panggang. Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) berfrekuensi 614,4 kHz digunakan dalam pengukuran selama 25 jam dan 50 menit, sekitar dua hari setelah pasang perbani. ADCP mengukur profil arus dan hamburan balik dengan interval 1 m. Analisis dilakukan dengan menghubungkan saat perubahan kecepatan arus dengan pasut. Selain itu, kekeruhan relatif dihitung dari hamburan balik menggunakan persamaan kalibrasi empiris. Dari analisis, diperoleh korelasi positif antara tunggang pasut dengan kecepatan arus. Kecepatan arus tertinggi (yaitu 0,42 meter per detik) berkorelasi dengan saat air tinggi yang lebih rendah (lower high water). Kecepatan arus terdistribusi secara merata di sepanjang kolom air. Dibandingkan dengan di lapisan bawah, kecepatan arus di lapisan atas meningkat lebih cepat. Kekeruhan relatif yang dihitung dari hamburan balik menunjukkan bahwa material padat tersuspensi lebih banyak terkumpul di lapisan bawah. Peningkatan kekeruhan relatif diidentifikasi terjadi saat air rendah setelah air pasang tinggi (higher high water). Arah gerak arus saling berkebalikan dengan jumlah kejadian yang dua kali lebih banyak dan kecepatan arus yang dua kali lebih kuat ke arah ke arah 33o dibandingkan dengan ke arah 226o.&nbsp

    Indeks JIG Vol. 26 No. 2 Tahun 2020

    No full text

    PEMODELAN BANJIR ROB MENGGUNAKAN METODE STEEL DAN TORRIE DI WILAYAH JAKARTA: (Tidal Flood Modeling using Steel and Torrie Methods in the Jakarta Region)

    Get PDF
    Pemanasan global telah mengakibatkan peningkatan air laut dan banjir rob yang melanda daerah dataran pantai termasuk wilayah Jakarta yang merupakan pusat perekonomian Indonesia yang mempunyai perkembangan pembangunan yang pesat. Model spasial banjir rob wilayah Jakarta yang didasarkan pada fluktuasi gelombang pasang, penurunan muka tanah dan ketinggian tempat, merupakan kajian utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah membuat model spasial banjir rob wilayah Jakarta yang terjadi pada tahun 1984-2014 dan prediksinya hingga tahun 2100. Melalui grid 2x2 m, penurunan muka tanah ekstraksi menjadi informasi spasial sebagai basis data pemodelan. Model regresi linear multivariate divalidasi melalui verifikasi lapangan pada 32 lokasi penelitian. Model menunjukkan bahwa wilayah yang akan tergenang pada tahun 2030, 2050, 2080 dan 2100 cenderung bertambah dari luasan tahun 2014, yakni 25% sampai 36% dari luas wilayah wilayah Jakarta.&nbsp

    36

    full texts

    49

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    GEOMATIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇