Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DI KALANGAN PARA PENGRAJIN GOLOK (Studi Kasus Perilaku Pencarian Informasi Para Pengrajin Golok di Kampung Galonggong Tasikmalaya)
The purpose of this study is to disscussed about how the information behavior of the machetes craftsmen in the village Galonggong Tasikmalaya to search information to meet the needs of the information. The research methodology used in this study is a qualitative method with case study approach. The data collection was done by in-depth interviews, observation, and literature. The informant are four craftsmen who life and work in kampong Galonggong Tasikmalaya, selected through a purposive sampling of which is taking a data source with a certain considerations. The data collection was done by in-depth interviews, observation, and literature. The informant are four craftsmen who life and work in kampong Galongong Tasikmalaya. consideration this particular is a craftsman who has more than 10 years, and has been active in the search for information using many sources, both by using media-based communications and information technology as well as using conventional media such as books or small notes or also conduct discussion with colleagues to meet their information needs. The result showed that all the informants go through several stages of information search, there are five major stages that artisans do, namely the prefix stage, the stage of selection of topics, focusing the selection stage, the information gathering stage and the last stage is the presentation of information.Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana perilaku para pengrajin golok di kampung Galonggong Tasikmalaya dalam melakukan pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Informan merupakan 4 orang pengrajin yang berada dikampung Galonggong Tasikmalaya, yang dipilih melalui cara purposive sampling yaitu pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini adalah pengrajin yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun, serta aktif dalam mencari informasi menggunakan berbagai sumber baik itu dengan menggunakan media berbasis teknologi komunikasi dan informasi maupun menggunakan media konvensional seperti buku atau catatan kecil atau juga melakukan forum diskusi bersama rekan seprofesi untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua informan menempuh beberapa tahapan pencarian informasi, ada 5 tahapan besar yang pengrajin lakukan, yakni tahap awalan, tahap pemilihan topik, tahap pemilihan fokus, tahap pengumpulan informasi dan yang terakhir tahap penyajian informasi
MANAJEMEN DOKUMEN PRODUK BIRO HUKUM DAN HAM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
The purpose of this research is to understand the activities of the document management of legal products in legal counseling activities at Legal Bureau and Human Rights of Regional Secretariat in West Java Province. The method in this research used qualitative study. Technical data collection conducted through by observation, interviews and literature study. Data analysis technique done with triangulation and based to Miles and Huberman namely data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of research showed that the document management of legal products in Legal Bureau and Human Rights following based of documentation from Landau that which recording includes legislation program activities, organization includes processing and storage, and dissemination includes counseling and information disseminated. Based on research results it can be concluded that the document management of legal products in Legal Counseling activities at Legal Bureau and Human Rights Regional Secretariat of West Java Province has been done based to the documentation from Landau.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan manajemen dokumen produk hukum dalam kegiatan penyuluhan hukum di Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan triangulasi dan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu Data Reduction, Data Display dan Conclusion Drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan manajemen dokumen produk hukum di Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat mengikuti kaidah dokumentasi menurut Landau yang mencakup recording yang meliputi kegiatan perumusan, organization yang meliputi kegiatan penyusunan dan penyimpanan serta dissemination yang meliputi kegiatan penyuluhan dan penyebarluasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen dokumen produk hukum di Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat telah dilakukan sesuai dengan kaidah dokumentasi menurut Landau
PENGELOLAAN INFORMASI SEBAGAI UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI MASYARAKAT
The purpose of the research is to find out the information management at Garut Department of Communication and Informaticts as an effort to fulfill the information needs of Garut citizens. Garut Department of Communication and Informaticts is a facility in managing and providing the government information, region development, and social needs in Garut regency. Qualitative is used as a method in this research as observation, interview, and literary study were the techniques for collecting the data. The main focus on this research is the transformation process which starts from data collecting, data processing, information analysis, and information dissemination and information presentation to data documentation/ data recording which describe information management conduction at Garut Department of Communication and Informaticts. From the research, it was discovered that data collecting process was conducted by three steps; data collecting planning, data searching from the field directly, and indirect data search. The data processing was conducted by sortation, editing, validating, and processing using computer. Information analysis was conducted based on checking and reviewing rationally towards the information contents. The result which was ready presented and disseminated well directly or indirectly. The data documentation/ data recording process were conducted by manually and electronically. The conclusion of this research is that the information management at Garut Department of Communication a Informaticts has been conducted appropriately and it is resulting advantageous information for all citizens of Garut regency. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi management di Garut Departemen Komunikasi dan Informaticts sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan informasi dari warga Garut. Garut Departemen Komunikasi dan Informaticts adalah fasilitas dalam mengelola dan menyediakan informasi pemerintah, pembangunan daerah, dan kebutuhan sosial di Kabupaten Garut. Kualitatif dan digunakan sebagai metode dalam penelitian ini sebagai pengamatan, wawancara, dan studi sastra adalah teknik-teknik untuk mengumpulkan data. Fokus utama pada penelitian ini adalah proses transformasi yang mulai dari pengumpulan data, data processing, analisis informasi, dan penyebaran informasi dan presentasi informasi ke dokumentasi data/ rekaman data yang menerangkan komplek penghantaran manajemen informasi di Garut Departemen Komunikasi dan Informaticts. Dari research, ditemukan bahwa proses pengumpulan data dilaksanakan oleh tiga langkah; perencanaan pengumpulan data, data mencari dari lapangan secara langsung, dan pencarian data tidak langsung. Pemrosesan data yang dilakukan oleh sortation, mengedit, memvalidasi, dan memproses menggunakan komputer. Analisis informasi ini dilaksanakan berdasarkan memeriksa dan meninjau rasional terhadap isi informasi. Hasil yang telah siap mempresentasikan dan disebarluaskan dengan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dokumentasi data/ rekaman data dilaksanakan secara manual dengan proses dan secara elektronik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen informasi di Garut Departemen Komunikasi sebuah Informaticts telah dilakukan dengan benar dan ia merupakan hasillevel informasi bermanfaat untuk semua warga negara dari Kabupaten Garut
PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA KARYA CETAK DI KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH (KAPD)
This study aims to determine the processing operations of library materials in the Regional Office of Archives and Library (KAPD) Bogor in detail, which is based on four main points, namely inventory, classification, cataloging, and shelving. This research was conducted from February until April 2015. The method used is qualitative method with descriptive case study approach to give a deep and detailed overview. The techniques of data collection used are observation, interviews, library and documents research. The results of the survey shows that the inventory is mplemented under the written policy according to the Law of library including assigning and recording the identification numbers, stamping the identity of a library on the book, etc. The books come from APBD, BAPUSIPDA, and PERPUSNAS. The classification mostly done manually by using the DDC book, while the process of entry is done by using the SLIMs program. The making of card catalog has been discontinued since 2010 and OPAC is currently used in exchange. The shelving is conducted based on classification number, notation number, and the code number. The public books are adjusted by the classification numbers and the reference books are adjusted by the code number. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pengolahan bahan pustaka karya cetak di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (KAPD) Kota Bogor, didasarkan pada 4 poin, inventarisasi, klasifikasi, cataloging dan shelving. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari hingga April 2015. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif melalui deskriptif, pendekatan studi kasusu untuk memberikan pendalaman dan rinci. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi literatur dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan perundang-undangan tertulis termasuk menugaskan dan merekam nomor dan pelabelan identitas buku perpustakaan. Buku-buku tersebut berasal dari APBD, BAPUSIPDA, dan PERPUSNAS. Klasifikasi sebagian besar digunakan secara manual melalui buku DDC, lalu menggunakan program SLIM setelah kegiatan entri selesai. Pembuatan kartu katalog telah dihentikan sejak 2010 dan saat ini menggunakan OPAC dalam pertukaran rak yang dilakukan berdasarkan nomor klasifikasi, jumlah notasi dan nomor kode. Buku-buku umum disesuaikan dengan nomor klasifikasi dan buku referensi disesuaikan dengan jumlah kode.
PROTEKSI ARSIP VITAL PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH DI YOGYAKARTA
Vital archives are vital records and also records the class that requires special treatment both in terms of security and protection, because the information it has is closely related to the existence and survival of the organization. Therefore, there is no reason whats over for the organization to ignore the existence of these vital records. Vital records protection is a preventive action performed before the occurrence of an event that affects the damaged and destruction of records. This is what lies behind the author to reveal about the protection of vital records at the National Library and Regional Archives in Yogyakarta. As this study aims to determine the general protection of vital records at the National Library and Regional Archives in Yogyakarta. Based on the results of this study concluded that, protection of archives vital conducted by the National Library and Regional Archives in Yogyakarta, which prefer the physical archive vital itself to remain intact saved and survived the disaster, and archive vital is stored on each work unit always use it.Arsip vital merupakan arsip dinamis dan juga arsip kelas satu yang memerlukan perlakuan khusus baik dalam hal pengamanan maupun perlindungan, karena informasi yang dimilikinya sangat terkait dengan keberadaan dan kelangsungan organisasi. Oleh karenanya, tidak ada alasan apapun bagi organisasi untuk mengabaikan keberadaan arsip vital ini. Proteksi arsip vital merupakan tindakan preventif yang dilakukan sebelum terjadinya suatu peristiwa yang berdampak kepada rusak dan musnahnya arsip. Inilah yang melatarbelakangi penulis untuk mengungkap tentang proteksi arsip vital pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Yogyakarta. Adapun penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui proteksi arsip vital pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, proteksi arsip vital yang dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Yogyakarta, yaitu lebih mengutamakan fisik dari arsip vital itu sendiri supaya tetap utuh tersimpan dan selamat dari berbagai bencana, dan arsip vital tersebut disimpan pada setiap unit kerja yang selalu memanfaatkannya
MEMBANGUN KOMUNIKASI PARTISIPATIF MASYARAKAT UPAYA MELESTARIKAN TANAMAN SALAK LOKAL DI MANONJAYA TASIKMALAYA
The purpose of this study was to determine the communications community participation in the preservation of local barking plant in the district of Tasikmalaya regency Manonjaya. The focus of the study include mental engagement and sense of community in an effort to preserve local plant Manonjaya bark; people's willingness to make a move replanting barking in their respective communities; responsibilities of members of the public in maintaining and sustaining the plant bark and participatory communication activities were made public in building awareness of the importance of conserving plant bark. The method used in this research using mixed methods (mixed method). The combined method is essentially a strategy that uses quantitative and qualitative research in a single study. The results of this research note that 1). Mental and feeling of community involvement Salak farmers in the district and subdistrict Manonjaya Cineam seen from the fear of loss of crops barking in the area that has become the hallmark of their area. 2). Regarding the willingness of society, especially farmers replant barking to start barking. 3). As a form of community responsibility in maintaining the plant bark is to keep and maintain their plants. As for other measures that do well is to find the seeds of the plant bark with trying to combine local salak with pondoh. 4). Then the communication process of public participation in the preservation of local bark visible with the more active farmers in the bark and community leaders to discuss and determine the ideas for solving the problem of the scarcity of plants barking in the District and Sub-district Manonjaya Cineam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian tanaman salak lokal di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Fokus penelitian ini meliputi keterlibatan mental dan perasaan masyarakat dalam upaya melestarikan tanaman salak lokal Manonjaya; kesediaan masyarakat untuk melakukan gerakan penanaman kembali salak di lingkungannya masing-masing; tanggungjawab anggota masyarakat dalam memelihara dan mempertahankan tanaman salak serta kegiatan komunikasi partisipatif yang dilakukan masyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya melestarikan tanaman salak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode campuran (mixed method). Hakekatnya metode gabungan adalah merupakan strategi yang mengunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa 1). Keterlibatan mental dan perasaan masyarakat petani Salak di Kecamatan Manonjaya dan kecamatan Cineam terlihat dari adanya rasa kekhawatiran akan hilangnya tanaman salak di daerahnya yang telah menjadi ciri khas daerah mereka. 2). Mengenai kesediaan masyarakat khususnya para petani salak untuk mulai menanam kembali salak. 3). Sebagai wujud tanggungjawab masyarakat dalam mempertahankan tanaman salak yaitu dengan tetap menjaga dan memelihara tanaman mereka. Adapun upaya lain yang dilakukan juga adalah dengan mencari bibit tanaman salak dengan mencoba memadukan antara tanaman salak lokal dengan salak pondoh. 4). mengenai proses komunikasi partisipasi masyarakat dalam pelestarian salak lokal terlihat dengan semakin aktifnya para petani salak dan tokoh masyarakat dalam membicarakan dan menentukan ide untuk pemecahan masalah mengenai kelangkaan tanaman salak di wilayah Kecamatan Manonjaya dan Kecamatan Cineam.
PERILAKU INFORMASI PARA PENGGALI EMAS TRADISIONAL (GURANDIL) DALAM MELAKUKAN KEGIATAN EKSPLORASI DAN PENGOLAHAN TAMBANG EMAS
In this study researchers are interested to examine how the behavior of information among the traditional gold mining or "gurandil" in the know and perform a search for information about the new gold mining location area that is done by the group pengalian sedan other gold. The method used in this research is a qualitative method with fenomenologi approach. In the use of the channel information that is done by the gold mining Districts Cineam Tasikmalaya District to obtain information about the development of gold digging other groups they use the channel in the form of media phone or HP to ask the condition and development of other gold digging groups either do pengalian saloon in other areas or on the new mining come from other areas. In addition, the probing this gold also usually using traditional channels, means the pengali gold that is located in the area of the Sub-district Cineam venom orally ask probing the gold that chance arrived or on the family/kin about the development of gold digging in other areas.Dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana perilaku informasi di kalangan para penggali emas tradisional atau “gurandil” dalam mengetahui dan melakukan pencarian informasi mengenai daerah lokasi penggali emas baru yang sedan dilakukan oleh kelompok pengalian emas lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penggunaan saluran informasi yang dilakukan para penggali emas di Wilayah Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya dalam memperoleh informasi tentang perkembangan penggalian emas kelompok lainnya mereka menggunakan saluran yang berupa media telepon atau HP untuk menanyakan kondisi dan perkembangan kelompok penggalian emas lainnya baik yang sedan melakukan pengalian di daerah lain atau pada para penggali yang baru datang dari daerah lain. Selain itu, para penggali emas ini juga biasanya mengunakan saluran secara tradisional, artinya para pengali emas yang sedang berada di wilayah Kecamatan Cineam bisanya secara lisan menanyakan kepada para penggali emas yang kebetulan baru datang atau pada keluarga/kerabatnya mengenai perkembangan penggalian emas di daerah lainnya
KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI SISWA TENTANG APOTEK HIDUP BERBASIS INDIVIDUAL COMPETENCE FRAMEWORK (Studi Terhadap Siswa SMA di Kota Bandung)
The availability of medicinal plants of the family as the pharmacy life has many used and increasing its use by the community. Increasing the utilization of herbal medicines and medicinal plants cause scientific information related to drugs have important position to become the scientific basis by the public and the company as well as a reference to "state of the art" research on medicinal plants for the scientists. Ideally, all this scientific information both in the form of a hard copy or in the form of electronic files can be obtained from the nearest library. However, this condition cannot be met because enough costs to subscribe to the source of the scientific information. Therefore, the knowledge of the knowledge that developed in the community about the medications are necessary documented and preserved as well as possible in order to be kept and learned by the next generations. Thus the concept of "dug from the community by the community, developed and used by the community" can be accomplished. The importance of research is that you want to measure the ability of literacy students about medicinal plants as pharmacy life.Ketersediaan tanaman obat keluarga sebagai apotek hidup telah banyak dimanfaatkan dan semakin meningkat penggunaannya oleh masyarakat. Meningkatnya pemanfaatan obat-obat herbal dan tanaman obat menyebabkan informasi ilmiah yang berkaitan dengan obat-obat tersebut memiliki kedudukan penting, baik untuk menjadi landasan ilmiah oleh masyarakat dan perusahaan maupun sebagai rujukan “state of the art” penelitian tentang tanaman obat bagi para saintis. Idealnya, semua informasi ilmiah ini baik dalam bentuk cetakannya ataupun dalam bentuk file elektroniknya bisa didapatkan dari perpustakaan terdekat. Namun, kondisi ini tidak dapat terpenuhi karena cukup tingginya biaya untuk berlangganan sumber informasi ilmiah tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan-pengetahuan yang berkembang di masyarakat tentang obat-obat tersebut perlu didokumentasikan dan dilestarikan sebaik mungkin agar dapat dipelihara serta dipelajari oleh generasi-generasi berikutnya. Dengan demikian konsep “digali dari masyarakat, oleh masyarakat, dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat” dapat terlaksana. Urgensi penelitian adalah ingin mengukur kemampuan literasi siswa tentang tanaman obat sebagai apotek hidup
LITERASI INFORMASI MASYARAKAT PESISIR DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KECAMATAN CIPATUJAH KABUPATEN TASIKMALAYA
This research examined information literacy in coastal community towards woman empowerment program in Cipatujah District – Tasikmalaya Regency. It used mixed methods and technique of collecting data were questionnaire, interviews, focus group discussion, observation and literature study. The research aims to determine the level of information literacy in coastal community towards woman empowering program, started from planning, executing, benefit decision, and evaluation of woman empowerment program. The benefit of this research is a form of evaluation, especially against government policy implementation of Tasikmalaya Regency. The results showed levels of community literacy towards woman empowerment program started from planning, executing, benefit decision, and evaluation can be categorized as positive. It means the community have been already literate. It is based on a statistical calculation results illustrate that the median value is smaller than the value of the score and the value of score is less than the value of the third quartile. Based on the results of data processing, it can be concluded that the coastal community in the Cipatujah District – Tasikmalaya Regency already literate towards woman empowerment program. Penelitian ini mengkaji mengenai Literasi Informasi Masyarakat Pesisir dalam Program Pemberdayaan Perempuan di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan menggunakan mixed methods dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, wawancara, Focus Group Discussion, observasi, dan studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi Masyarakat Pesisir dalam Program Pemberdayaan Perempuan mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat. Manfaat penelitian ini yakni sebagai bentuk evaluasi program terutama terhadap im-plementasi kebijakan pemerintah Kabupaten Tasik-malaya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi masyarakat Pesisir terhadap program pemberdayaan perempuan baik pada tahap pe-rencanaan, pelak-sanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi program dapat dikategorikan positif artinya masyarakat sudah literat. Hal ini didasarkan pada hasil perhitungan statistic yang menggambarkan bahwa nilai median lebih kecil dari nilai skor dan nilai skor lebih kecil dari nilai kuartil III. Berdasarkan hasil pengolahan data, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Masyarakat Perisisir di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya sudah literat terhadap program pemberdayaan perempuan.
URGENSI KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
The quality of the library service refers to the needs of users. Therefore, a good service is a service that can meet the needs and wishes of the user. Then a good library is a library which is able to provide services to every pemustaka quickly and accurately. Now the theory that is used in this study among others: service quality, the dimension of the quality of service, the determining factors in the quality of service and supervision. The discussion is a total quality services can be influenced by several factors among others: word of "communication, personal need, good past experience, external communications to customer. The conclusion is that there are several factors that can improve the quality of the service on an institution that is the purpose of the organization, incentive system that used the system accountability and power structures. As an institution that performs the activity of the ministry and the library has an obligation to continually improve the quality of the service in order to meet the needs of users.Kualitas layanan perpustakaan mengacu kepada kebutuhan pemustaka. Oleh sebab itu, layanan yang baik adalah layanan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pemustaka. Maka perpustakaan yang baik merupakan perpustakaan yang dapat memberikan pelayanan kepada setiap pemustaka secara cepat dan tepat. Adapun teori yang digunakan dalam kajian ini antara lain: Kualitas pelayanan, dimensi kualitas pelayanan, faktor penentu kualitas pelayanan dan pengawasan. Pembahasannya adalah Kualitas total suatu jasa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: word of mouth communication, personal need, past experience, external communications to customer. Kesimpulannya adalah Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kualitas layanan pada sebuah lembaga yaitu tujuan organisasi, sistem insentif yang dipakai, sistem akuntabilitas dan struktur kekuasaan. Sebagai sebuah lembaga yang melakukan aktifitas pelayanan, maka perpustakaan berkewajiban untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanannya, agar dapat memenuhi kebutuhan dari para pemustaka