Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
    180 research outputs found

    STRATEGI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENGHADAPI VANDALISME (Studi Kasus Mengenai Strategi Manajemen Perpustakaan dalam Menghadapi Vandalisme oleh Pengguna di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara)

    Get PDF
    The research was conducted to determine library management strategies in the face of vandalism, viewed from the aspects such as: human resources, budget, infrastructure and services. The research was conducted in the Library of Northern Sumatera University. The sample of the research amounted to 12 people. Respondents in this research were employees in the Library of Northern Sumatera University, including librarians. Research method used was the case study method with qualitative approach. Results of this study that in the aspects of human resources, USU library puts a number of employees and security officers (guards) at some point the library building which is prone to vandalism. From the aspect of the budget, USU Library allocates a budget for the maintenance and repair of the damaged collections. Then aspects of infrastructure, USU Library designing appropriate placement of infrastructure building a unique design that creates a spatial comfortable and safe for the user and is also equipped with a security system for library collections that include the use of security magnetic tape, CCTV, convex mirrors and magnetic detector. Meanwhile, judging from the aspect of services, the strategy pursued USU Library is providing various kinds of services to support the use of the collections by the user according to his needs, including standard collection services, circulation services, short loan collection service, maintenance services and collection services user guidance.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi manajemen perpustakaan dalam menghadapi vandalisme dilihat dari aspek sumber daya manusia (SDM), anggaran, sarana prasarana dan layanan perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Informan dalam penelitian ini adalah para pegawai termasuk pustakawan di Perpustakaan USU. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa dari aspek SDM, Perpustakaan USU menempatkan sejumlah pegawai dan petugas keamanan (satpam) di beberapa titik gedung perpustakaan yang rawan terjadi vandalisme. Dari aspek anggaran, Perpustakaan USU mengalokasikan sejumlah anggaran untuk perawatan dan perbaikan koleksi yang rusak. Kemudian aspek sarana prasarana, Perpustakaan USU merancang penempatan sarana prasarana sesuai desain gedung yang unik sehingga menciptakaan tata ruang yang nyaman dan aman bagi pengguna dan juga dilengkapi dengan sistem pengamanan untuk koleksi perpustakaan yang meliputi penggunaan pita magnetic, CCTV, cermin dan magnet detector. Sementara itu, dilihat dari aspek layanan, strategi yang dilakukan Perpustakaan USU adalah menyediakan berbagai jenis layanan untuk mendukung pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhannya, meliputi layanan koleksi standar, layanan sirkulasi, layanan koleksi pinjam singkat (KPS), layanan perawatan koleksi dan layanan bimbingan pengguna

    PERTUKARAN INFORMASI OLEH MAHASISWA JURUSAN ILMU JURNALISTIK MELALUI MEDIA KOMPASIANA

    Get PDF
    This research was conducted to find out information exchange by college student of Department Journalism Fikom Unpad 2010 generation. The purpose of this research is to find out the goal of using Kompasiana, the formulation of information process, the presentation of information and the information exchange that journalism college students did in social media Kompasiana. The method that used in this research is qualitative method with case studies approach. Obtainable data is by observation, deep interview and supported by social media expert. The result show that the purpose of college students used Kompasiana is to practice of writing and to share the information.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertukaran informasi oleh mahasiswa jurnalisme Departemen Fikom Unpad generasi tahun 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tujuan menggunakan Kompasiana, perumusan proses informasi, presentasi informasi dan pertukaran informasi yang mahasiswa jurnalisme di Kompasiana media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dapat diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam dan didukung oleh pakar media sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan mahasiswa digunakan Kompasiana adalah untuk latihan menulis dan untuk berbagi informasi

    KEGIATAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN BATU API (Studi Kasus Mengenai Proses Pelayanan Perpustakaan Dan Jenis Pelayanan Di Perpustakaan Batu Api)

    Get PDF
    Batu Api Library is one of the personal library in the sub-district Jatinangor. In this research done to know the process of library services, quality of service and Library Promotion elements with the case study research method. The results of the study showed that in the process of the ministry has 4 categories, including the questions and a search through the tool telusur done by members of the library and the help of the owner of the library and the acceptance of the information through the collection of the owner of the library and the discussion fellow members of the library, request from the members of the library, allocation by the owner of the library. The quality of service has 3 categories, including in the affect of service owner of libraries have an open attitude and provide recommendations, in information control no provision of the catalog and have a collection of lent, purchased and given in the U.S. libraray place no service share space. Promotion elements have 4 categories, advertising (advertising) using the writing to the mass media and library bulletin, sales personal selling) using social media facebook, twitter, instagram and forsquare, sales promotion (promotion selling) using flyers and posters, publicity (leading) using their own activities and activities that work with outside parties.Perpustakaan Batu Api merupakan salah satu perpustakaan pribadi di Kecamatan Jatinangor. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pelayanan perpustakaan, kualitas pelayanan perpustakaan, dan unsur promosi dengan metode penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pelayanan memiliki 4 kategori, diantaranya pertanyaan dan pencarian melalui alat bantu telusur dilakukan oleh anggota perpustakaan dan bantuan pemilik perpustakaan, penerimaan informasi melalui koleksi, pemilik perpustakaan dan diskusi sesama anggota perpustakaan, permintaan dari anggota perpustakaan, alokasi oleh pemilik perpustakaan. Kualitas pelayanan memiliki 3 kategori, diantaranya dalam affect of service pemilik perpustakaan memiliki sikap terbuka dan memberikan rekomendasi, dalam information control tidak ada penyediaan katalog dan memiliki koleksi yang dipinjamkan, dibeli dan diberikan, dalam libraray as place ada layanan berbagi ruang. Unsur promosi memiliki 4 kategori, periklanan (advertising) menggunakan tulisan ke media massa dan buletin perpustakaan, penjualan pribadi (personal selling) menggunakan  media sosial facebook, twitter, instagram dan forsquare, promosi penjualan (promotion selling) men-ggunakan pamflet dan poster, publisitas (publicity) menggunakan kegiatan yang dilakukan sendiri dan kegiatan yang bekerja sama dengan pihak luar

    PENIPUAN DALAM INTERAKSI MELALUI MEDIA SOSIAL (Kasus Peristiwa Penipuan melalui Media Sosial dalam Masyarakat Berjejaring)

    Get PDF
    The development of Internet had given birth to new society named network society who are virtually social interacting. As it has happened in unmediated social interaction, in this virtual interaction, there are deviances in the interaction participants, one of these is deception in social mediated interaction. In terms of understanding how this deception happened in the interaction, a research was conducted on the cases of female victims of deceptions by using Facebook. The research uses Phenomenology theory, and for analyzing the acts of deceptions, it uses dramaturgy and framing analyses by Erving Goffman. From the research it is understood that the deceptions could happen by victims’ internal and external factors that pushed them to interact, image creation and framing strategy by deceivers, and the strength of social media that created realities in the victims mind. Furthermore, the existence of network society had also given birth to a new identity as a member of the sociey who has an equality among them, thus each member is willing to socially interact the global sphere.Perkembangan teknologi Internet telah melahirkan sebuah masyarakat baru yang disebut sebagai masyarakat berjejaring yang melakukan interkasi sosial secara maya. Seperti juga dalam interaksi sosial tanpa media, dalam interaksi maya terdapat perilaku menyimpang dari peserta interaksi. Salah satunya adalah penipuan dalam interaksi melalui media sosial. Untuk memahami bagaimana praktik penipuan terjadi dalam interaksi melalui media sosial, dilakukan penelitian dengan kasus korban penipuan wanita pengguna Facebook. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi, kemudian analisis peristiwa penipuan dilakukan   dengan pendekatan teori dan konsep dramatugi dan analisis bingkai dari Erving Goffman. Dari hasil analisis data dipahami bahwa terjadinya peristiwa penipuan di akibatkan faktor internal dan eksternal korban yang mendorong untuk melakukan interaksi, strategi penciptaan kesan dan strategi pembingkaian oleh pelaku penipuan, dan karakteristik media sosial yang mampu menciptakan realitas dalam pikiran korban penipuan. Di samping itu kehadiran masyarakat berjejaring telah melahirkan identitas baru bagi individu sebagai anggota masyarakat berjejaring yang memiliki kesetaraan dengan semua angota masyarakat berjejaring lainnya sehingga masing-masing bersedia untuk berinteraksi sosial dalam tatanan global

    TINGKAT BUDAYA MEMBACA MASYARAKAT (Studi Kasus Pada Masyarakat Di Kabupaten Bandung)

    Get PDF
    This study aims to determine the level of community reading culture in Bandung Regency West Java Province. By using the sequential exploratory methodand datacollecting through observation, interviews, focus group discussions and questionnaire, the results of the study showed that the level of community reading culture is quite high. It is seen from the results of readingcultureindicator measurement which consist of 1) Availability of facilities which is measured from the availability of school libraries and  the availability of public libraries - including the village library andbook corner. 2) Utilization of resources reading measured from the  average of  holdings of  library materials (number and type), reading materialswhich are read, the average visit to the communitylibrary, the collection usage rate, library memberships. and 3) The communityreadinghabit measured from the average duration of reading (per-times reading), the average read frequency (in weeks), and the purpose of reading.Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat budaya baca masyarakat di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan metode eksploratori berurutan dan mengumpulkan data melalui pengamatan, wawancara, diskusi kelompok terfokus, dan kuesioner, hasil-hasil dari riset ini menunjukkan bahwa tingkat budaya baca masyarakat sangat tinggi. Ianya dilihat dari hasil pengukuran indikator budaya baca yang terdiri dari 1) Tersedianya fasilitas yang diukur dari ketersediaan perpustakaan sekolah dan ketersediaan perpustakaan umum - termasuk perpustakaan desa dan sudut buku. 2) penggunaan sumber-sumber membaca diukur dari rata-rata holdings bahan pustaka (jumlah dan jenis), bahan bacaan yang membaca, rata-rata kunjungan ke perpustakaan masyarakat, koleksi tingkat penggunaan, keanggotaan perpustakaan dan 3) kebiasaan membaca masyarakat diukur dari rata-rata durasi membaca (per-kali membaca), rata-rata frekuensi baca (dalam minggu), dan tujuan membaca

    PENGARUH GAYA KOMUNIKASI PIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (Survei Eksplanatori Tentang Pengaruh Gaya Komunikasi Pimpinan Terhadap Kinerja Pegawai di UPT Perpustakaan ITB)

    No full text
    The communication style is defined as a specialized set of interpersonal behaviours that are used in a given situation. Every leader has a communication style that is different in moving the organization to achieve the goals of the organization and every leader will build their own style. This study examines the effect of communication styles of the leadership, formally or informally, to employee performance improvement in the Technical Executing Unit of ITB Library. The method used is an explanatory survey and the data collection techniques used are questionnaires, interviews, observation, and literature study. Target population in this study is all of staffs in the Technical Executing Unit of ITB Library by using hypothesis testing using path analysis (path analysis). The results of this study indicate that the communication styles of the leadership, both formally and informally, include downward communication, upward communication and horizontal communication, influence on employee performance improvement in the Technical Executing Unit of ITB Library. If the communication activities frequency is increased (formal and informal communication), the employee’s performance will increase. If the communication activities frequency is reduced (formal and informal communication), the employee's performance will decrease. The informal communication has a greater influence on employee performance. This means that the higher the leadership’s informal communication to the employee, the higher the employee's performance.Gaya komunikasi didefinisikan sebagai seperangkat perilaku antar pribadi yang terspesialisasi yang di gunakan dalam situasi tertentu. Setiap pimpinan memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda dalam menggerakkan organisasinya untuk mencapai tujuan organisasi dan setiap pimpinan akan membangun gayanya sendiri-sendiri. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh gaya komunikasi pimpinan secara formal maupun informal terhadap peningkatan kinerja pegawai di UPT Perpustakaan ITB. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksplanatory, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Populasi sasaran pada penelitian ini adalah seluruh pegawai di lingkungan UPT Perpustakaan ITB dengan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi pimpinan baik komunikasi formal dan komunikasi informal  yang meliputi komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas dan komunikasi horisontal, berpengaruh terhadap peningkatan kinerja pegawai di UPT Perpustakaan ITB. Jika aktivitas komunikasi (komunikasi formal dan informal) volume frekuensinya bertambah maka kinerja pegawai akan meningkat. Jika aktivitas komunikasi (komunikasi formal dan informal) volume frekuensinya berkurang, maka kinerja pegawai akan menurun. Komunikasi informal tampak memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja pegawai. Artinya semakin tinggi komunikasi informal yang dilakukan pimpinan terhadap pegawai, semakin tinggi kinerja pegawai

    ANALISIS LITERASI INFORMASI PEMAKAI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

    Get PDF
    This research examines about user information literacy community Reading Park. Community Reading Park that made the sample in this study is the community Reading Park in the city of Semarang, represented by the community Reading Park in Semarang Semarang, North West and South Semarang. The reason for the election of three sub-this is because in three sub-this is the many community Reading Park active, besides keterbatasn research time. Information Literacy at TBM there is very important to be examined because the user community Reading Park is most is the karanng taruna who have dropped out of school and the mother of the housewife, which is difficult to get the reading in school library. This research uses the Literature Review or reviews the literature as a method of research types of research is qualitative research with the data type also qualitative data and data collection methods using the document. Data analysis used Qualitative analysis. Research results show that many developed countries that use Information Literacy to improve the quality of education in the community. There are some models of Information Literacy is applied. In Indonesia, the government based the development of slimming education with developing community Reading Park (TBM). From some of the community Reading Park has examined, most of the user community Reading Park in Semarang City Sub-district have been implementing Information Literacy, proved that they be aware of the information needed and they know how to search for and use it. They use the information they can according to their needs. There are used to working on the task to develop business and the household business them. Penelitian ini mengkaji tentang literasi informasi pemakai TBM. TBM yang dijadikan sampel dalam kajian ini adalah TBM di kota Semarang, yang diwakili TBM di daerah Semarang Utara, Semarang Barat dan Semarang Selatan. Alasan pemilihan tiga kecamatan ini adalah karena di tiga kecamatan inilah banyak TBM yang aktif, disamping keterbatasn waktu penelitian. Literasi informasi di TBM sangat penting untuk dikaji, karena pemakai TBM ini sebagian besar adalah para karanng taruna yang telah putus sekolah dan ibu-ibu rumah tangga, yang sulit mendapatkan bacaan di perpustakaan sekolah. Penelitian ini menggunakan Literature Review atau tinjauan literature sebagai metode penelitiannya Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan jenis data juga data kualitatif, dan metode pengumpulan data menggunakan dokumen. Analisis data yang digunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak negara-negara maju yang menggunakan Literasi Informasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakatnya. Ada beberapa model Literasi Informasi yang diterapkan. Di Indonesia, pemerintah memprogramkan pengembangan progarm pendidikan dengan mengembangkan Taman Baca Masyarakat (TBM). Dari beberapa TBM yang telah diteliti, sebagian besar pemakai TBM di kecamatan Kota Semarang telah menerapkan Literasi Informasi, terbukti bahwa mereka menyadari akan informasi yang dibutuhkannya, dan mereka tahu bagaimana cara mencari serta menggunakannya. Mereka menggunakan informasi yang telah mereka dapat sesuai dengan kebutuhan mereka

    BELAJAR BERSAMA PARA JAMAAH DI PERPUSTAKAAN MASJID

    Get PDF
    The  mosque is  a  place  of  worship for Muslims, both in nature mahdoh and ghoerumahdhoh. In the context of worship latter, very broad and diverses, one of which is a mosque used as a place of activities for the benefit of mankind. One of the activities is to build mosque to learn add to the general knowledge and religious through reading. Means and facilities for reading in mosque activities carried out by the Mosque Library. These activities are not directly become binding pilgrims to stay longer while reading in the library of the mosque. One example of such activities include: (1) discussion and shared learning and reading and its implications for the intellectual development   of   Muslims   in   general;   (2)   the provision of facilities books and other media that are   useful;   (3)   The   activities   of   assistance  to pilgrims in learning and reading according to their specialization.Masjid adalah tempat ibadah bagi Muslim, baik di alam mahdoh dan ghoerumahdhoh. Dalam konteks penyembahan kedua, dan diverses sangat luas, salah satu yang adalah sebuah masjid digunakan sebagai tempat kegiatan-kegiatan untuk kepentingan manusia. Salah satu kegiatan adalah untuk membangun masjid untuk mempelajari menambahkan ke pengetahuan umum dan melalui agama membaca. Berarti fasilitas dan untuk membaca masjid di kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Masjid. Kegiatan ini tidak langsung menjadi mengikat peziarah untuk tinggal lebih lama di saat membaca di perpustakaan masjid. Salah satu contoh dari kegiatan-kegiatan seperti ini mencakup: (1) diskusi dan belajar bersama dan membaca dan implikasi untuk perkembangan intelektual Muslim secara umum; (2) penyediaan fasilitas buku dan media lain yang berguna; (3) aktiviti-aktiviti bantuan kepada peziarah dalam pembelajaran dan membaca menurut spesialisasi mereka

    INTERNET DAN GAYA FASHION MAHASISWA

    Get PDF
    The aim of the research: to know and explain the behavior of shopping on line with the presence of internet campus; know and explain the result of consuming the internet information that is associated with the orientation of the actions symbolically. Research Method: grounded research. Research Results: Students provide the welcoming response of the presence of free internet. They choose to approach the library campus with free internet. The intensity of the visit to the library increased since the presence of free internet. Users like line online for information fashion. User Men prefer merk and newness to select fashion. While user women prefer unique to choose fashion. User men like fashion hair that moderate, such as old school. While user women tend to select hair care and more conservative. Here consumers online have dual needs response. The presence of students as consumers online in the library campus original purpose to do the task - the task lecture and then ( secondary ) to shopping online information world fashion. In the habit of behavior ( information behavior ), the destination position can may upside down, even before they were looking for lecture material online, they first need rilek moment (enjoy) with internet browsing activities. They have the level of need, i.e. if an information that is he was looking for it to have the value of the high needs, then they will find the information in more detail, complete, and hunt ( Quarry ). If a information while he was looking for it have the value that needs less, so they will search for information hopefully alone without you walk further. They prefer to compare fashion that used in its social environment. Online information about fashion looks powerful and made the primary source of information. While they are rarely use secondary sources of information. In his social environment, they usually prefer a friend that gadgetry and fashionable as a source of information.Tujuan penelitian: untuk mengetahui dan menjelaskan perilaku shopping on line dengan hadirnya internet kampus; mengetahui dan menjelaskan akibat mengkonsumsi informasi internet, yang dikaitkan dengan orientasi tindakan simboliknya. Metode penelitian: grounded research. Hasil penelitian: Mahasiswa memberikan respon welcoming atas kehadiran internet gratis. Mereka memilih untuk mendekat perpustakaan kampus dengan internet gratis. Intensitas kunjungan ke perpustakaan meningkat semenjak hadirnya internet gratis. Users menyukai shoping online untuk informasi fashion. User laki-laki lebih menyukai merk dan newness untuk memilih fashion. Sementara user perempuan lebih menyukai yang unik untuk memilih fashion. User laki-laki menyukai fashion rambut yang moderat, seperti old school. Sementara user perempuan cenderung untuk memilih perawatan rambut dan lebih konservatif. Disini konsumen online memiliki respon kebutuhan ganda. Kehadiran mahasiswa sebagai konsumen online di perpustakaan kampus tujuan awalnya untuk mengerjakan tugas – tugas perkuliahan dan selanjutnya ( secondary ) untuk shopping online informasi dunia fashion. Dalam kebiasaan perilakunya ( information behavior ), posisi tujuan bisa mungkin terbalik, yakni sebelum mereka mencari materi perkuliahan online, mereka terlebih dahulu butuh rilek sejenak (enjoy) dengan melakukan aktivitas browsing internet. Mereka  memiliki level of need, yakni jika suatu informasi yang sedang ia cari  itu memiliki nilai kebutuhan yang tinggi, maka mereka akan mencari informasi itu secara lebih detail, lengkap, dan memburu ( Quarry ). Jika suatu informasi yang sedang ia cari itu memiliki nilai kebutuhan yang kurang, maka mereka akan mencari informasi sedapatnya saja tanpa menelusur lebih jauh. Mereka suka membandingkan fashion yang digunakan di lingkungan sosialnya. Informasi online tentang fashion tampak kuat sekali dan dijadikan sumber informasi primer. Sementara mereka itu jarang sekali menggunakan sumber informasi sekunder. Dalam lingkungan sosialnya, biasanya mereka lebih memilih teman yang gadget dan fashionable sebagai sumber informasi.

    KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SEBAGAI PEMBENTUK CITRA PUSTAKAWAN DI BAPUSIPDA

    Get PDF
    This research entitled Interpersonal Communication as image builder of Librarian at Bapusipda Jawa Barat. Conducted at Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Jawa Barat, this research is purposed to find out relation of nonverbal communication, send of message, technique of communication and frequency/ intensity at communication between librarian and users towards the image of librarian. This research used survey method with descriptive analysis. The data of this research is obtained from three sources: questionnaire, interview for primary data and literatures as secondary data. The technique used an accidental sampling. It requires 91 respondents. All results show that nonverbal communication, send of message, technique of communication done by librarian to their customers take the role towards the image building of librarian in Bapusipda, and frequency/ intensity of communication does not take enough role towards the image of librarian. The conclusion of this research are the aspects of interpersinal communication done by librarian to their customers take the role towards the image building of librarian in Bapusipda, nad the frequency/ intensity of communication does not take enough role towards the image of librarian.Penelitian berjudul “Komunikasi Antarpribadi sebagai Pembentuk Citra Pustakawan di Basusipda Jawa Barat”, dilakukan di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Jawa Barat. Bertujuan untuk mengetahui kaitan komunikasi nonverbal, penyampaian pesan, cara berkomunikasi dan frekuensi/intensitas komunikasi pustakawan dengan pemustaka terhadap citra pustakawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, dengan jenis penelitian deskriptif. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui tiga sumber, yaitu kuesioner, wawancara untuk data primer dan studi kepustakaan sebagai data sekunder. Teknik yang digunakan adalah accidental sampling dengan sampel 91 responden. Hasil yang diperoleh munjukkan bahwa komunikasi nonverbal, penyampaian pesan, cara berkomunikasi pustakawan dengan pemustaka berperan terhadap citra pustakawan di Bapusipda, Bandung. Sedangkan frekuensi/ intensitas komunikasi pustakawan kurang berperan terhadap citra pustakawan. Kesimpulan dari penelitian ini, aspek-aspek komunikasi antarpribadi berperan terhadap citra pustakawan di Bapusipda Bandung, sedangkan frekuensi/ intensitas komunikasi kurang berperan terhadap citra pustakawan

    175

    full texts

    180

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇