Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
Prototipe Pintu Lintasan Rel Kereta Api Otomatis
Kecelakaan lalu lintas pada perlintasan rel kereta api kerap terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Kecelakaan tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa baik yang hanya luka-luka maupun yang meninggal serta sejumlah kerugian material lainnya. Penyebab terjadinya kecelakaan tersebut umumnya karena tidak adanya pintu perlintasan, atau kegagalan pintu menutup saat dibutuhkan atau kegagalan operator untuk
memerintahkan penutupan pintu perlintasan (human error). Dalam rangka mengurangi kecelakaan tersebut perlu kiranya setiap perlintasan diberi pintu perlintasan. Dan untuk mengurangi human error sebaiknya pintu tersebut bekerja secara otomatis. Untuk itu perlu dikembangkan teknologi yang mampu mengatasi masalah tersebut Jurnal ini bermaksud menguraikan sebuah prototipe teknologi hasil rancangan sendiri berupa pintu perlintasan rel kereta api yang otomatis. Komponen utama yang dipakai pada sistem ini adalah mikrokontroler dan teknologi komunikasi frekuensi radio (modul FR). Berdasarkan hasil uji coba ternyata alat ini bekerja dengan baik. Pintu dapat menutup secara otomotis jika ada kereta api yang akan lewat. Sebaliknya jika kereta api sudah lewat maka pintu akan terbuka secara otomatis. Implementasi alat ini pada lokasi yang sesungguhnya membutuhkan ketersediaan sumber energi listrik bolak-balik. Oleh sebab itu alat ini perlu dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat dioperasikan dengan sumber energi listrik menggunakan aki atau sel surya
Aplikasi Pengenalan Citra Warna Dasar
Pengenalan warna primer dan sekunder menjadi salah satu hal mendasar yang harus diajarkan kepada seorang anak, karena banyak peraturan yang berlaku di dalam kehidupan hanya disimbolkan dengan warna, demikian juga dengan berbagai hal penting lain yang memerlukan pemahaman mengenai warna. Contoh penggunaan simbol warna adalah pada rambu-rambu peraturan lalu lintas di jalan raya yang berlaku sama di seluruh tempat di dunia ini.
Paper ini menyodorkan sebuah contoh aplikasi deteksi warna merah, hijau, biru, cyan, magenta, dan kuning atau warna RGB-CMY pada suatu citra warna masukan. Prinsip yang dipergunakan untuk mendeteksi warna adalah dengan melihat rentang warna setiap piksel di kanal merah, hijau, dan biru. Apabila dalam rentang intensitas warna suatu piksel di setiap kanal berada dalam jangkauan warna tertentu sesuai aturan rentang warna yang ditetapkan, maka piksel tersebut berwarna tertentu.
Dari hasil pengujian pada 20 citra data uji, diperoleh informasi bahwa untuk setiap citra masukan dengan tingkat kecerahan yang baik, warna pada citra tersebut dapat dideteksi dengan baik. Namun, untuk citra masukan yang mempunyai intensitas warna keabuan dan hitam, sistem tidak dapat mendeteksi warna yang muncul, karena rentang warna keabuan dan hitam berlaku dari 0 sampai dengan 255
Improvement waktu pelayanan pasien bagian ultrasonografi dengan metode lean di RSUP Prof dr. R.D Kandou
Patient care process for the ultrasound section starting from the registration of patients and will be conducted further examination schedule patient and the patient will perform an ultrasound process according a predetermined time. Based on the observations made, in the process of scheduling a patient to wait long to turn the examination, this
is because the number of patients that a lot of time and service time, so the capacity of patient care on average per day is 8 people with the time of service with service time 47 minutes / people . By using Lean with VALSAT (value stream mapping analysis tools) to identify waste that does not provide added value (non-value added activity), the type of waste that often occurs is waiting and overproduction. Furthermore, the fishbone diagram sought the cause of waste that is then given to the proposal in the form of recommendations to the party responsible for such repairs SOP and supervision at each ultrasound process.
Based on the minimization of waste the time of patient care becomes 31.28 minutes / person. By the time the patient care capacity increased to 11 people / day
Pengendalian Persediaan Barang Dengan Demand dan Lead Time yang Bersifat Probabilistik di UD. Sumber Niaga
UD. Sumber Niaga merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang ritel. Permasalahan yang sering terjadi pada perusahaan ini adalah pada jumlah persediaan barang yang tidak terencana akibat tidak adanya sistem pemesanan, sehingga pengaturan persediaan barang menjadi tidak terkontrol. Hal ini berpengaruh terhadap besarnya tingkat biaya pesan dan biaya lost sales yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan persediaan barang, sehingga kontinyuitas proses bisnis terjamin, sehingga perusahaan dapat melakukan penghematan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Metode yang
digunakan adalah metode jointly order dengan demand dan lead time yang bersifat probabilistik untuk mencari reorder point, jumlah, dan frekuensi pemesanan optimal dengan biaya yang minimum. Dengan menggunakan metode jointly order, pemesanan dapat dilakukan secara bersamaan digabungkan menjadi satu, sehingga biaya pesan dapat ditekan sekecil mungkin. Selain itu, dengan mengetahui frekuensi dan jumlah pemesanan, maka sistem pemesanan dapat dilakukan secara teratur. Hal ini berguna untuk memudahkan proses pengaturan persediaan barang di gudang. Dengan metode awal perusahaan, biaya simpan memang dapat ditekan sekecil mungkin, tetapi hal ini berdampak pada membengkaknya biaya lost sales dan biaya pesan secara keseluruhan. Berbanding terbalik dengan metode awal, penggunaan metode jointly order mempunyai biaya simpan yang lebih besar, tetapi dapat menghemat biaya lost sales dan biaya pesan secara keseluruhan
Studi Alternatif Pembuatan Bakpao dengan Menggunakan Tepung Suweg Sebagai Pengganti Tepung Terigu
Tepung suweg adalah hasil olahan dari umbi suweg yang dihilangkan kulitnya, dikeringkan, dihaluskan, dan diayak halus. Tepung suweg digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan bakpao. Pada penelitian ini tepung suweg diolah menjadi suatu makanan yaitu kulit bakpao. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari pengaruh perbandingan komposisi tepung terigu dan tepung suweg, ragi, dan mentega terhadap warna, rasa, tekstur, dan kekenyalan kulit bakpao. Dalam hal ini penelitian terbagi dalam dua tahap. Tahap yang pertama adalah mencari faktor, dan level yang berpengaruh pada kulit bakpao terhadap respon warna, rasa, tekstur, dan kekenyalan. Tahap yang kedua adalah memperoleh kombinasi yang berpengaruh pada respon warna, rasa, tekstur, dan kekenyalan.
Berdasarkan hasil analisis data pada desain faktorial yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh bahwa semua faktor secara statistik adalah signifikan. Residual dari masing-masing respon telah memenuhi asumsi IIDN (0,σ2 ), yaitu bahwa residual tersebut independent, dan berdistribusi normal(0,σ2 ). Hasil analisis data menunjukkan dari empat respon sifatnya signifikan semua, maka dipilih salah satu respon yaitu respon rasa. Kombinasi rasa yang didapat yaitu perbandingan antara komposisi tepung terigu dan tepung suweg 200 gram:100 gram, komposisi ragi 2 sendok teh, dan komposisi mentega 50 gram. Selanjutnya dilakukan perancangan usaha bakpao suweg
Menentukan Persamaan Kecepatan Pengendapan pada Sedimentasi
Sedimentasi merupakan metode pemisahan antara padatan dengan cairan menggunakan gaya gravitasi. Proses sedimentasi berperan penting dalam berbagai proses industri, misalnya pada proses pemurnian air limbah,
pengolahan air sungai , pengendapan partikel padatan pada bahan makanan cair, pengendapan kristal dari larutan
induk, pengendapan minuman partikel terendap pada industri beralkohol, pengendapan bubur kertas atau pulp
pada industri kertas, dan sebagainya. Dalam proses sedimentasi, salah satu faktor yang ikut menentukan waktu
sedimentasi adalah kecepatan partikel padatan yang turun ke bawah, sehingga dengan mengetahui kecepatan
pengendapan dapat memperkirakan waktu pengendapan yang efektif guna merancang tempat sedimentasi. Cara ini
dapat dilakukan dengan cara menentukan kecepatan sedimentasi melalui berbagai metode yang ada di literatur,
namun dari beberapa metode tersebut akan menghasilkan harga kecepatan sedimentasi yang berbeda-beda. Oleh
karena itu untuk mengetahui metode perhitungan yang paling baik per penelitian guna membandingkan antara
metode yang sudah ada di literatur dengan data percobaan di laboratorium.
Pada sedimentasi waktu pengendapan efektif terjadi pada keadaan free settling. Dalam literatur, cara yang dapat digunakan untuk menentukan kecepatan sedimentasi tersebut adalah dengan persamaan Stokes-Newton Law,
Persamaan Farag, persamaan Fergusson-Church, menggunakan grafik sedimentasi, serta pendekatan dengan
metode garis singgung.
Bahan yang digunakan dalam percobaan adalah lumpur lapindo yang diambil dari Porong Sidoarjo. Percobaan dilakukan dengan variasi konsentrasi lumpur pada 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% serta diameter alat sedimentasi yaitu 6 cm; 6,5 cm; 7 cm; 8 cm; 8,5 cm; 10,5 cm. Perhitungan yang dilakukan adalah menentukan harga kecepatan partikel yang mengendap dengan menggunakan metode yang diperoleh dari literatur lalu dibandingkan dengan kecepatan turunnya partikel dari hasil percobaan. Dari hasil ralat yang didapat menunjukkan bahwa pendekatan dengan metode garis singgung menghasilkan cara yang paling mendekati dengan data percobaan, ralat terbesar dengan memakai persamaan garis singgung terjadi pada diameter alat 8,5 cm yaitu sebesar 61,29% dan ralat terkecil terjadi pada diameter alat 10,5 cm sebesar 11,3%
Penetapan Jadwal Perawatan Mesin Speed Master CD di PT. Dharma Anugerah Indah (DAI)
PT. Dharma Anugerah Indah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan kemasan. Sistem penjadwalan perawatan mesin sangatlah penting bagi perusahaan untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan. Penjadwalan perawatan akan dilakukan pada plate, blanket dan lampu pemanas UV yang merupakan komponen dari mesin speed master cd di departemen Offset Printing.
Dari data komponen kritis, kemudian dilakukan fitting distribusi untuk mengetahui distribusi yang paling
cocok beserta parameternya. Melalui parameter-parameter distribusi dapat dilakukan penghitungan Mean Time
To Failure (MTTF), kemudian dilakukan analisis kuantitatif untuk menentukan interval perawatan yang paling
ekonomis berdasar metode C(tp). Model perawatan yang digunakan akan memperhitungkan komponenkomponen
biaya yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya kehilangan produksi dan harga komponen. Model ini bertujuan untuk menentukan interval waktu perawatan dengan mengoptimalkan biaya. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa interval perawatan plate, blanket dan lampu pemanas UV yang paling ekonomis pada mesin 1 berturut-turut adalah 183 jam, 432 jam dan 906 jam. Sedangkan interval perawatan pada mesin 2 berturutturut adalah 185 jam, 421 jam dan 741 jam
Efek kapilaritas absorber pada unjuk kerja destilasi air energi surya jenis vertikal
Permasalahan umum pada alat destilasi air energi surya jenis vertikal saat ini adalah masih rendahnya efisiensi yang dihasilkan. Penelitian ini akan meneliti pengaruh sifat kapilaritas absorber terhadap efisiensi yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) membuat model alat destilasi air energi surya jenis vertikal, (2) menganalisis pengaruh sifat kapilaritas absorber terhadap efisiensi yang dihasilkan alat destilasi air energi
surya jenis vertikal dan (3) menganalisis pengaruh temperatur kaca penutup dan jumlah energi surya yang diterima terhadap efisiensi yang dihasilkan alat destilasi air energi surya jenis vertikal. Alat destilasi air energi
surya pada penelitian ini terdiri dari 4 (empat) konfigurasi sebagai berikut: (1) Alat destilasi berpendingin udara tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa, (2) alat destilasi berpendingin air tanpa
reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa, (3) alat destilasi berpendingin air dengan reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa dan (4) alat destilasi jenis konvensional sebagai pembanding. Variabel yang
divariasikan adalah (1) jenis aliran kapilaritas sebanyak 2 variasi (alami dan paksa), (2) temperatur kaca penutup, divariasikan dengan mevariasikan fluida pendingin kaca sebanyak 2 variasi (udara dan air) dan (3) jumlah energi surya yang diterima sebanyak 2 variasi (divariasikan dengan menggunakan dan tidak menggunakan reflektor). Hasil penelitian menunjukkan pada variasi pendingin air dan reflektor alat destilasi vertikal dengan aliran kapilaritas alam menghasilkan efisiensi teoritis 14,69 %, efisiensi aktual 5,76 % dan air destilasi 0,87 liter/m2 per hari pada kondisi yang sama efisiensi aktual alat destilasi konvensional mencapai
27,56 % dan air destilasi 1,85 liter/m2 per hari. Alat destilasi vertikal dengan aliran kapilaritas paksa menghasilkan efisiensi teoritis 47,26%, efisiensi aktual 26,26% dan air destilasi 1,12 liter/m2 per hari pada
variasi pendingin udara. Pada kondisi yang sama alat destilasi konvensional dapat menghasilkan efisiensi teoritis sebesar 32,63% dan air destilasi 1,34 liter/m2 per hari
Pendekatan metode bayes untuk menentukan jenis penyakit pada ternak babi
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model penentuan jenis penyakit yang dialami oleh ternak babi. Metode yang digunakan adalah metode bayes. Gejala-gejala yang digunakan sesuai dengan gejala umum
yang terdapat pada ternak babi. Metode penelitian dilakukan dengan proses observasi dan wawancara pada pelaku ternak babi. Selain itu dilakukan wawancara dengan dokter hewan yang mengetahui persis tentang ternak babi. Diambil 2 tempat ternak babi yang ada di Kota Kupang dan 1 di Kabupaten Kupang. Penelitian ini belum mewakili semua ternak babi secara keseluruhan di Kota dan Kabupaten Kupang. Namun bisa dijadikan sebuah model penentuan jenis penyakit sebuah ternah babi.Penelitian ini belum sampai pada sebuah solusi terhadap penyakit ternak babi. Penelitian ini masih dikembangkan sampai pada tingkat diagnosis penykait ternak babi. Dan pada akhirnya dibuatkan sebuah aplikasi. Hasil penelitian ini masih sebatas model penentuan penykait ternak babi berdasarkan gejala yang dialami dan diamati secara fisik pada ternak bab
Pemodelan Matematika untuk Perancangan Produk Lemari Kabinet
Quality Function Deployment (QFD) merupakan cara untuk mengembangkan suatu produk berdasarkan kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan ukuran karakteristik teknis lemari kabinet yang dapat memenuhi kepuasan konsumen. Untuk itu digunakan model matematika Askin dan Dawson agar dapat mengoptimasi kepuasan konsumen. Model matematika ini memiliki batasan range ukuran karakteristik teknis, batasan hubungan antar kebutuhan konsumen dan karakteristik teknis, serta batasan sumber daya. Hasil rancangan karakteristik teknis yang diperoleh dapat memaksimalkan nilai kepuasan konsumen yaitu sebesar 95.59%.
Kata kunci : Quality Function Deployment(QFD), model matematika, kepuasan konsume