Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Nyamplung dengan Menggunakan Katalis Berbasis Kalsium
Konsumsi minyak bumi di Indonesia semakin lama semakin meningkat yaitu 88 juta barrel/hari, angka tersebut lebih banyak 0,7% dibandingkan pada tahun 2010 tetapi cadangan minyak bumi semakin menurun yaitu 7,73 milyar barrel pada tahun 2011. Oleh sebab itu, banyak penelitian yang merujuk pada bioenergi yang berasal dari minyak tanaman. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk memproduksi biodiesel adalah minyak nyamplung. Tanaman nyamplung banyak ditemui di Indonesia khususnya daerah sekitar pantai, selain itu pemanfaatan dari minyak nyamplung belum terlalu banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu reaksi dan kadar katalis yang digunakan pada proses transesterifikasi terhadap yield biodiesel dan mengetahui karakterisasi biodiesel pada yield terbesar serta membandingkannya dengan Standar Nasional
Indonesia (SNI). Biji nyamplung pertama-tama diekstraksi dengan menggunakan pelarut heksana, selanjutnya minyak yang didapat didegumming untuk mengurangi pengotornya. Kemudian minyak tersebut dilakukan proses esterifikasi untuk menurunkan kadar Free Fatty Acid (FFA) sampai batas yang diijinkan. Selanjutnya minyak tersebut ditransesterifikasi menggunakan katalis CaO yang dipreparasi dari tulang sapi.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar katalis yang digunakan semakin tinggi yield biodiesel yang dihasilkan hingga mencapai titik optimumnya yaitu 2% b/b dengan yield biodiesel sebesar 85,94%. Sedangkan semakin tinggi suhu reaksi yang digunakan, semakin tinggi pula yield biodiesel yang dihasilkan hingga mencapai titik optimumnya yaitu 60°C dan setelah itu mengalami penurunan yield biodiesel. Karakterisasi biodiesel yang diuji meliputi: viskositas biodiesel yaitu 5,8804 mm2/s, densitas biodiesel yaitu 872,0393 kg/m3, flash point biodiesel yaitu 160°C, cetane number biodiesel yaitu 61,3. Biodiesel yang dihasilkan sudah sesuai dengan SNI, dimana viskositas biodiesel berkisar 2,3-6 mm2/s, densitas biodiesel berkisar 850-890 kg/m3, flash point biodiesel ≥ 100°C, cetane number ≥ 51
Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas Komposit Alternatif
Sabut kelapa adalah bagian penting dari buah kelapa dengan porsi 35% dari seluruh berat buah kelapa.
Serat sabut kelapa memiliki kandungan selulose cukup tinggi sehingga serat tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pulp, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bahan kertas komposit yang terdiri dari campuran pulp serat sabut kelapa dan pulp pembentuk HVS. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu hidrolisis dan konsentrasi NaOH terhadap kadar alfa seluluse, dan mempelajari karakteristik kertas komposit.
Pertama, pulp yang dibuat dari serat sabut kelapa dengan variasi waktu hidrolisis dan kosnentrasi NaOH. Selanjutnya pulp dari serat sabut kelapa yang memiliki tingkat alfa selulose tertinggi dicampur dengan pulp dari limbah kertas digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas komposit. Kemudian kertas komposit yang terbentuk diuji karakteristiknya meliputi: kuat tarik, kemampuan menyerap tinta, kemampuan ditulisi, dan keawetan.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pulp dengan kualitas yang diinginkan yaitu pulp dengan kandungan alfa selulose 94,24% dicapai dengan kondisi operasi: waktu hidrolisis 4 jam dan konsentrasi NaOH 6%. Selain itu, kertas dengan kualitas yang relatif baik dicapai dengan komposisi campuran pulp serat sabut kelapa:pulp dari limbah kertas HVS = 20:80. Kertas tersebut memiliki kuat tarik = 65,28x106N/m2 dan kertas tersebut bisa ditulisi
IN SYSTEM PROGRAMMING AVR MENGGUNAKAN KONEKSI BLUETOOTH
Salah satu produk ISP yang berada di pasaran antara lain: DT-HIQ AVR USB ISP, dan USB ASP masih menggunakan kabel sebagai transmisi datanya. Sehingga jika ingin men-download suatu program ke chip mikrokontroler harus berdekatan antara kompuer dan mikrokontroler target. Kondisi ini akan menjadi masalah jika mikrokontroler target bergerak, seperti halnya mikrokontroler target yang berada pada badan robot. Jika program pada robot itu masih bermasalah, maka robot tersebut harus didekatkan kembali ke komputer untuk diprogram ulang. Oleh karena itu dibutuhkan alat untuk men-download program tanpa melalui media kabel. Dengan demikian akan memudahkan programmer dalam memprogram suatu device dan dapat menghemat tenaga, karena jika ingin memprogram ulang suatu device tidak perlu lagi mendekatkan device ke komputer programmer.
Pada protokol STK500, data yang dikirimkan berupa paket. Sehingga alat ini mempunyai fungsi untuk memeriksa paket data yang diterima. Setelah paket data benar, alat ini akan mengklasifikasikan perintah yang diterima. Alat ini berfungsi untuk men-download program ke mikrokontroler target. Jalur yang digunakan ialah pin MOSI, MISO, dan SCK.
Alat ini dapat menghemat tenaga programmer karena koneksi yang digunakan ialah menggunakan koneksi bluetooth (tanpa kabel). Area coverage alat ini mencapai sekitar 16 meter dari jarak komputer pengguna
EKSTRAKSI SENYAWA PHENOLIC PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB. SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI
Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. Pandan wangi adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki aroma wangi yang khas dan mempunyai kandungan kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Zat antioksidan dalam pandan ini yang akan diambil menggunakan metode ekstraksi pelarut dengan pelarut etanol 96%.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu ekstraksi senyawa phenolic dari daun pandan terhadap yield ekstrak dan kadar senyawa phenolic (Total Phenolic Content: TPC), menentukan suhu dan waktu ekstraksi yang menghasilkan yield senyawa phenolic terbesar, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun pandan yang diperoleh pada kondisi yield phenolic terbesar. Mula-mula daun pandan dikecilkan ukurannya menjadi sekitar 0,5 x 0,5 cm, ditimbang sebanyak 10 gram, kemudian diekstrak dengan 100 mL etanol 96% dengan suhu dan waktu ekstraksi yang divariasi. Setelah itu hasil ekstrak yang didapat dipisahkan menggunakan oven vakum. Ekstrak pandan yang telah dipisahkan dari pelarutnya diuji kadar senyawa phenolic dengan metode Folin-Ciocalteu, dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH
PEMBUATAN PULP DARI ALANG-ALANG
Alang-alang merupakan tanaman gulma yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hingga saat ini pemanfaatan dalam jumlah yang besar terhadap alang-alang di Indonesia belum ada. Alang-alang mempunyai kandungan selulosa yang cukup tinggi. Pada penelitian pendahuluan terhadap bahan baku alang-alang mengandung kadar alfa selulosa sekitar 41,7% dan mempunyai bilangan Kappa sebesar 37,1886. Maka alang-alang bisa dijadikan sebagai bahan dari pulp untuk pembuatan kertas.
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu hidrolisis, pengaruh suhu pemasakan dan pengaruh penambahan larutan pemasakan dengan beda konsentrasi dalam pembuatan pulp kertas dengan menggunakan proses asetosolv terhadap kadar alfa selulosa dan bilangan Kappa berdasarkan acuan terhadap pulp yang digunakan sebagai bahan kertas. Mula-mula, pada penelitian ini dibuat pulp dari alang-alang dengan proses asetosolv. Pulp alang-alang yang telah dibuat tersebut kemudian diuji nilai KAS untuk menentukan kadar alfa selulosa dan uji bilangan Kappa untuk menentukan jumlah ligninnya, dan juga dihitung nilai yield.
Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan kondisi terbaik untuk pemasakan pulp alang-alang dengan proses asetosolv, yaitu dengan kadar asam asetat 90% dan pada suhu proses 100ºC, dengan waktu proses 1 jam, menghasilkan pulp dengan kadar alfa selulosa 84,6%, yield 62,8%, dan bilangan Kappa sebesar 23,6628
POTENSI SENYAWA FENOLIK BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI MINYAK GORENG NABATI
oai:ojs.jurnal.wima.ac.id:article/155Antioksidan adalah substansi yang dapat menghambat atau mencegah proses oksidasi pada substrat yang mudah teroksidasi (bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak) jika ditambahkan pada konsentrasi rendah. Berdasarkan sumbernya, antioksidan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu antioksidan sintetis dan antioksidan alami. Antioksidan sintetis yang dikenal sebagai antioksidan paling efektif untuk minyak nabati adalah tert-butyl hydroquinon (TBHQ), sedangkan antioksidan alami umumnya diperoleh dari senyawa fenolik atau polifenol tumbuhan yang dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, tokoferol, dan lain-lain.
Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari potensi senyawa fenolik bahan alam sebagai antioksidan alami minyak goreng kelapa sawit. Senyawa fenolik diperoleh dengan cara mengekstrak tongkol jagung dan kulit petai dengan menggunakan pelarut etanol. Ekstrak fenolik yang diperoleh selanjutnya diaplikasikan dalam simulasi proses penggorengan dengan minyak goreng kelapa sawit dan dibandingkan dengan simulasi penggorengan di mana ditambahkan antioksidan sintetis TBHQ.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa antioksidan alami ekstrak tongkol jagung dan kulit petai dapat menghambat oksidasi pada minyak goreng kelapa sawit selama proses penggorengan berlangsung. Antioksidan alami dari kulit petai mampu mengurangi nilai PV lebih besar dibandingkan dengan antioksidan sintetis TBHQ, demikian pula halnya dengan nilai p-AnV. Penambahan ekstrak fenolik pada minyak dapat meningkatkan kadar FFA, namun peningkatan ini masih memenuhi syarat SNI untuk minyak goreng
PERANCANGAN SISTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK MULTI PEMASOK DI UD. SAHABAT
UD. Sahabat adalah sebuah toko yang memiliki beberapa pemasok dalam memenuhi kebutuhan stoknya. Selama ini perusahaan melakukan pemilihan pemasok dengan pertimbangan harga saja, tanpa mempertimbangkan kebijakan pemasok yang lain seperti: waktu pengiriman dan juga jumlah minimum pemesanan, padahal setiap kebijakan yang diberikan oleh pemasok sangat berdampak pada total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Permasalahan yang sering terjadi adalah kesalahan alokasi jumlah pemesanan dan pemilihan pemasok, sehingga menimbulkan biaya yang besar. Selain itu, kesalahan pemilihan pemasok menyebabkan terjadinya out of stock, sehingga berdampak pada pengurangan keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemasok untuk setiap produk dengan mempertimbangkan: harga, waktu pengiriman, dan jumlah minimum pemesanan serta merancang sistem perencanaan dan pengendalian persediaan yang optimal. Metode yang digunakan adalah optimasi untuk mentukan pemasok untuk masing-masing produk yang terintegrasi dengan metode jointly order, sehingga dapat diperoleh total biaya minimal. Biaya simpan yang dihasilkan dengan penggunaan metode ini cenderung lebih besar daripada penggunaan metode awal akan tetapi metode ini dapat memberikan penghematan biaya pesan yang cukup banyak sehingga pada akhirnya total biaya yang dihasilkan masih relatif lebih kecil. Penggunaan metode ini dapat menghasilkan penghematan yang cukup besar bila dibandingkan dengan metode awal yang digunakan oleh perusahaan, yaitu sebesar 17,37%
PENENTUAN KOMBINASI KOMPOSISI PAVING DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL FAKTORIAL DESIGN
CV. Sumber Jaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan paving yang memperhatikan kualitas dan mutu sebuah produk yang dihasilkan. CV. Sumber Jaya yang berlokasi di Mojokerto digunakan sebagai objek penelitian. Objek penelitian ini adalah menentukan kombinasi komposisi terbaik untuk menghasilkan kekuatan paving yang sesuai dengan harga produksi dibawah harga standard CV. Sumber Jaya. Pada penentuan komposisi paving menggunakan metode full faktorial design, terdapat 3 tahap dalam penentuan komposisi paving. Tahap pertama adalah penentuan variabel-variabel yang digunakan. Tahap kedua yaitu penentuan level. Dan tahap ketiga yaitu pengujian objek penelitian. Setelah dilakukan penelitian maka diperoleh komposisi baru terdiri dari komposisi semen, abu batu dan pasir sebesar 5,5 % : 76,8% : 8,3% dengan umur paving 28 hari. Pengujian uji tekan objek penelitian dilakukan di PT. Borland. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kekuatan dari objek tersebut. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini mencapi mutu kekuatan 357,8 Kg/cm2. Dengan harga pokok produksi sebesar Rp.475,00. Dari penelitian ini maka diperoleh harga pokok produksi yang lebih murah yaitu 2 % dari harga pokok produksi dari CV.Sumber Jay
PENERAPAN ALGORITMA GENETIK UNTUK PENYELESAIAN MASALAH VEHICLE ROUTING DI PT.MIF
Transportasi merupakan komponen yang vital dalam manajemen logistik suatu perusahaan. Pengurangan biaya transportasi dapat dilakukan dengan menentukan rute pengiriman yang efisien.Penulisan penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu rute pengiriman yang memiliki total jarak tempuh terpendek Vehicle Routing Problem with Time Windows (VRPTW) merupakan permasalahan membentuk sekumpulan rute yang optimal dengan menggunakan model matematis berdasarkan pertimbangan jarak dan waktu.untuk dapat memperoleh solusi dari permasalahan ini digunakan algoritma genetik (GA), Genetic Algorithm dipilih karena Genetic Algorithm tidak mempunyai kriteria khusus yang dijumpai pada algoritma heuristik lainnya, maka waktu komputasi juga relatif lebih singkat, serta dapat menghasilkan beberapa alternatif solusi yang mempunyai nilai obyektif yang sama. Karena GA bersifat iteratif dan jadwal pengiriman di PT MIF berubah-ubah, maka perlu dibuat suatu program khusus untuk menyelesaikan tiap iterasi dan tiap perubahan customer dan jadwal di PT MIF. Dari hasil penelitian diperoleh rute untuk kendaraan 1 adalah dari depo menuju customer 6, customer 1, customer 18, customer 7 kemudian kembali ke depo, dengan total jarak tempuh 140km,sedangkan rute kendaraan 2 dari depo menuju customer 8 kemudian kembali lagi ke depo dengan total jarak 17,9 km. Persentase penghematan yang dapat diperoleh apabila rute hasil perhitungan metode optimasi ini diterapkan pada perusahaan adalah sebesar 7,88 %
PENJADWALAN PERAWATAN DI PT. STEEL PIPE INDUSTRY OF INDONESIA
PT. SPINDO (Steel Pipe Industry of Indonesia) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri penghasil produk pipa besi, tiang besi, dan pipa stainless steel. PT. SPINDO mengalami kesulitan dikarenakan seringnya terjadi kerusakan pada mesin ERW/Mill. Untuk mengatasi hal ini, PT. SPINDO telah membuat dan melakukan penjadwalan perawatan mesin pada ERW/Mill. Kerusakan pada mesin memang tidak dapat diketahui secara pasti kapan terjadinya sehingga perawatan mesin yang telah dibuat tidak selalu berjalan tiap 3 dan 4 bulan sekali, sehingga perlu dilakukan perbaikan penjadwalan perawatan mesin. Data waktu kerusakan yang diolah menjadi waktu antar kerusakan dicari ditribusinya dengan menggunakan software statfit.
Dari software tersebut, fungsi keandalan dan MTTF dapat diketahui. Interval jadwal pergantian dicari berdasarkan tingkat downtime yang minimum. Dengan diketahuinya interval pergantian yang optimal, maka jadwal perawatan untuk mesin ERW 3, jadwal pergantian untuk submesin uncoiler adalah sebagai berikut: komponen air cylinder diganti setiap 129 hari, komponen bearing dan as diganti setiap 18 hari, komponen solenoid valve diganti 201 hari, komponen rem diganti 170 hari. Dengan adanya preventive maintenance, terjadi penghematan biaya pada submesin uncoiler adalah sebagai berikut: air cylinder penghematan biayanya 41,48%, bearing dan as penghematan biayanya 94,62%, solenoid valve penghematan biayanya 7,45%, rem penghematan biayanya tidak ada