Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
    272 research outputs found

    Perbaikan Sistem Produksi di PT. X dengan Memperhatikan Lintasan Perakitan dan Tata Letak Fasilitas

    Get PDF
    PT. X merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konveksi yang bersifat job order. Produk yang dihasilkan antara lain adalah baju, kaos kerah, dan kaos oblong/olahraga. Akhir-akhir ini demand/permintaan meningkat, sehingga PT. X mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar. Hal ini disebabkan perusahaan belum mengatur keseimbangan lini perakitan, dan tata letak mesin di lintasan penjahitan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sistem usulan yang dapat mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengatur keseimbangan lintasan di bagian penjahitan agar lebih seimbang, dan dengan jarak momen perpindahan yang kecil

    Analisis Kelayakan Bisnis Kue Muffin dari Tepung Uwi

    Get PDF
    Kue muffin merupakan salah satu jenis cupcake yang sedang populer di pasaran dan sangat disukai oleh banyak orang mulai dari anak hingga orang dewasa. Pada umumnya, kue muffin dibuat dari tepung terigu. Namun, pada penelitian ini kue muffin dibuat dari tepung gembili/uwi. Kue muffin selain dapat dikonsumsi oleh semua orang, juga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dan anak berkebutuhan khusus (autis). Kue muffin dari tepung gembili/uwi ini merupakan produk baru, sehingga permasalahan yang dihadapi yaitu penentuan parameter faktor pada proses pembuatan. Untuk memproduksi kue muffin, perlu ditentukan kombinasi level faktor yang optimal. Penelitian ini menggunakan tiga faktor, yaitu tepung gembili/uwi, mentega, dan baking powder. Untuk setiap faktor digunakan dua level, yaitu tepung gembili/uwi dengan takaran 75 dan 100 gr, mentega dengan takaran 75 dan 100 gr, serta baking powder dengan takaran ½ dan 1 sdt. Langkah yang diambil untuk penelitian ini ialah mengujicobakan kue muffin dari tepung gembili/uwi kepada responden kemudian responden memberikan penilaian pada kuesioner terhadap tingkat kesukaan. Dari data yang diperoleh lalu diolah dan dianalisis lebih lanjut untuk mendapatkan satu resep yang akan digunakan dalam pembuatan kue muffin dari salah satu tepung yang lebih disukai oleh konsumen. Bisnis kue muffin ini ditinjau kelayakannya dari segi teknis maupun finansial

    Robot Beroda Yang Berjalan Menurut Jalur Yang Digambar Pada Personal Digital Assistant

    Get PDF
    Dengan berkembangnya teknologi dan rumitnya jalur yang harus dilalui oleh robot, maka dibuatlah Robot Beroda Yang Berjalan Menurut Jalur Yang Digambar Pada Personal Digital Assistant (PDA). Tujuan dari pembuatan alat tersebut untuk mempermudah operator dalam menentukan jalur yang harus dilalui oleh robot. Cara kerja robot adalah membaca titik yang digambar oleh operator, lalu PDA akan menghitung jarak jalur yang akan dilalui, setelah itu PDA berkomunikasi dengan mikrokontroler untuk berjalan sesuai dengan jalur tersebut. Cara menggambar jalur pada layar PDA adalah dengan menyentuh suatu titik pada layar sentuh, lalu program akan menempatkan titik pada daerah yang disentuh untuk kemudian dihubungkan secara otomatis dengan titik jalur sebelumnya, sehingga terbentuklah jalur, dan proses itu akan berulang-ulang sampai operator menekan tombol “selesai”. Setelah jalur selesai digambar, maka titik jalur yang digambar pertama kali dianggap sebagai titik START dan yang digambar terakhir sebagai titik END. PDA berkomunikasi dengan mikrokontroler secara 2 arah (kirim–terima) dengan menggunakan rangkaian transmisi data infra merah. Untuk mengenali jarak yang telah dilalui robot, maka digunakan sensor optocoupler pada kedua roda belakang. Sensor optocoupler ini juga digunakan pada saat memutar haluan robot sesuai dengan sudut yang dikehendaki. Aplikasi robot ini pada dunia nyata antara lain robot pembawa barang

    Pengaruh Pasteurisasi Terhadap Kualitas Jus Jeruk Pacitan

    Get PDF
    Jeruk Pacitan adalah salah satu hasil perkebunan asli Indonesia dan menjadi hasil unggulan daerah Pacitan. Jeruk Pacitan mempunyai rasa yang manis, kandungan air yang banyak, dan memiliki kandungan vitamin C yang tinggi sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat terutama anak– anak. Jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk jus. Pada pembuatan jus jeruk dalam kemasan terlebih dahulu dilakukan pasteurisasi sebelum dikemas untuk mematikan mikroba dan menginaktifkan enzim–enzim yang menyebabkan reaksi pencoklatan. Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari pengaruh suhu dan waktu pemanasan pada proses pasteurisasi jus jeruk Pacitan serta menentukan kondisi terbaik agar didapatkan jus jeruk dengan jumlah mikroba sesuai SNI

    Sistem Pengering Tempat Telur Karton Yang Ada Di Atas Troli Secara Otomatis

    Get PDF
    Penelitian ini bermaksud meneliti suatu sistem pengering tempat telur karton yang bekerja secara otomatis. Sistem menggunakan mikrokontroler AVR ATMEGA8535. Sistem pengering ini terdiri atas beberapa bagian yaitu sistem pemantau cuaca, eggtray, dan sistem pengerak. Pada sistem penggerak terdapat troli untuk memindahkan tempat telur dari gudang ke lapangan penjemuran atau sebalikya. Troli-troli tersebut akan ditarik dengan menggunakan sebuah motor DC. Dalam sistem ini juga digunakan sensor cahaya dan sensor suhu untuk memantau keadaan cuaca. Sensor cahaya diletakkan pada tempat penjemuran. Sensor suhu digunakan sebagai pendukung sensor cahaya dan berfungsi mengukur suhu udara. Kedua sensor tersebut akan memantau keadaan cuaca. Dari informasi inilah, sistem akan menentukan posisi troli-troli penjemur. Selain itu sistem ini dapat mendeteksi kering atau tidaknya tempat telur yang dijemur. Hal tersebut dapat diketahui dari besarnya kadar air yang terkandung di dalam tempat telur berdasarkan berat tempat telur yang diukur dengan menggunakan sensor berat. Sistem juga dilengkapi sebuah LCD untuk menampilkan informasi tentang keadaan cuaca. Pada sistem ini terdapat dua mode yaitu mode otomatis dan mode manual. Pada mode otomatis, sistem bekerja dengan memantau terlebih dahulu keadaan cuaca di tempat penjemuran. Troli akan dimasukkan kembali ke gudang apabila, cuaca terdeteksi mendung atau tempat telur yang sedang dijemur telah kering

    Penerapan Model Optimasi Line Balancing dan Genetic Algorithm (Studi Kasus: PT Karya Mekar Dewatamali)

    Get PDF
    Keseimbangan dalam suatu lintasan perakitan (Line Balancing) sangatlah penting bagi industri perakitan. Sebuah produk yang memiliki N elemen kerja memerlukan suatu keseimbangan lintasan karena jika keseimbangan tidak tercapai, maka keterlambatan akan terjadi akibat dari kemacetan. Dua permasalahan utama dalam lintasan perakitan adalah menyeimbangkan stasiun kerja sekaligus mempertahankan lintasan perakitan agar terus menerus berproduksi. PT. Karya Mekar Dewatamali (PT. KMD) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri perakitan sepatu. Pada perusahaan ini akan diterapkan model Algoritma Genetik yang kemudian akan divalidasi oleh model Subiantoro. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi jumlah stasiun kerja dan mengalokasikan elemen kerja yang ada agar menjadi optimal sehingga biaya pengadaan stasiun kerja, biaya waktu siklus, biaya operator, dan biaya idle operator dapat diminimalkan. Adapun penelitian dimulai dari tahap pengamatan awal, studi literatur, pengumpulan data, input data (model optimasi Subiantoro dan Algoritma Genetik), verifikasi dan validasi model, analisa dan pembahasan, serta kesimpulan. Hasil dari penerapan model ini adalah Algortima genetik hanya menyimpang 0,0001% dari hasil model optimasi dan terbentuk 5 stasiun kerja dengan total biaya sebesar Rp 75.017.690,98

    Applied E-Learning of Kolintang Musical Instruments Case Study: University of De La Salle Manado

    Get PDF
    Kolintang (Indonesian’s xylophones) is popular nationwide as the traditional music instruments from Minahasa, a regency in North Sulawesi. It is usually played in ancestor worshipping rituals as it was believed that Kolintang had a close relationship with the traditional belief of North Sulawesi's natives and as their culture. Currently, there are several Kolintang applications developed that run either on Windows or Android operating system. They also use different types of controllers like a web camera, touch screen, and keyboard. Unfortunately, these applications are mostly intended for advanced users who have knowledge and skills in playing the Kolintang instruments. In addition, there remains a general lack of research on how to play the five instruments of Kolintang. Thus, this research will develop an e-learning application for the Kolintang musical instruments that are best suited the needs of novice and advanced users. An evaluation framework is developed to assess the quality and efficiency of learning objects of this application on the selected users by incorporating the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Four criteria identified in this framework that are learning goal alignment, presentation design, interaction usability, and accessibility. The findings revealed that this e-learning application can help both novice and advance users to play the five instruments of Kolintang with ease and smoothness. The learning process can be done at the individual’s choice of pace and time. Key words: E-learning, Kolintang, Multimedia, North Sulawes

    Prototipe Alat Pengekstrak Kunyit Otomatis Menggunakan Aktuator Motor DC

    Get PDF
    Di dalam kunyit terdapat kurkuminoid dengan kandungan utama berupa kurkumin. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat alat ukur kadar kurkuminoid portabel. Sebelum kadar kurkumin diukur, kunyit harus diekstrak dahulu. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibuat prototipe alat pengekstrak kunyit otomatis. Alat pengesktrak otomatis terdiri dari motor DC sebagai komponen utama penumbuk kunyit. Setelah kunyit selesai ditumbuk maka mikrokontroler akan mengaktifkan solenoid valve sehingga cairan etanol keluar ke tempat penumbuk kunyit sehingga kunyit larut dalam etanol. Larutan ini kemudian diukur absorbansinya menggunakan alat ukur spektrofotometer. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan hasil pengekstrakan kunyit secara manual. Sampel kunyit yang diambil adalah satu ruas kunyit pada bagian pangkal, tengah dan ujung. Dari hasil pengukuran ekstraksi secara manual, ekstrak kunyit pada bagian pangkal mempunyai absorbansi sebesar 1,083, bagian tengah 0,888 dan bagian ujung 0,62. Hasil ekstraksi secara otomatis menunjukkan semakin lama penumbukan maka error absorbansi semakin kecil. Penumbukan selama 15 detik diperoleh error absorbansi sebesar 66,76% dan penumbukan selama 3 menit 26,87%. Dengan hasil ini maka dapat diketahui bahwa proses penumbukan optimal dalam waktu 5 menit. Dengan penambahan proses pelarutan maka total waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 8 menit. Waktu proses pengekstrakan secara otomatis ini lebih singkat daripada proses pengekstrakan secara manual (15 menit)

    Ekstraksi Oleoresin Dari Jahe

    Get PDF
    Jahe adalah salah satu tanaman rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan dan obat-obatan. Selama penyimpanan, jahe dapat mengalami pengeriputan, perkecambahan, dan pencemaran oleh berbagai mikroba. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka jahe diolah dalam bentuk oleoresin. Dalam penelitian ini, oleoresin jahe dibuat dari jahe putih besar dengan ekstraksi solven organik. Variabel yang diteliti adalah variasi jenis solvent dan waktu perendaman jahe. Solvent yang digunakan adalah etanol dan n-heksana, dan waktu perendamannya divariasi selama berkisar 0-30 jam. Ekstraksi dilakukan pada jahe putih besar berukuran cmxcmxcm, sebanyak 50 g. Perbandingan massa jahe terhadap volume solvent yaitu 1:4. Ekstraksi dilakukan selama 6 jam dengan kecepatan pengadukan 150 rpm. Hasil ekstraksi merupakan campuran antara fixed oil dan minyak atsiri yang mudah menguap. Oleorein jahe berwarna kuning cerah, kuning sampai coklat gelap. Oleoresin yang dihasilkan masih mengandung sisa solvent. Pemurnian oleoresin jahe menggunakan alat rotary evaporator, di mana oleoresin dapat dipisahkan dari sisa solvent. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstraksi menggunakan etanol menghasilkan yield yang lebih tinggi dibandingkan ekstraksi menggunakan nheksana. Untuk semua jenis solvent yang digunakan dalam ekstraksi, semakin lama waktu perendaman potongan jahe maka oleoresin yang terekstrak semakin banyak. Kondisi optimum diperoleh pada ekstraksi jahe menggunakan etanol dan perendaman 30 jam dengan yield 85,40%

    Pengaruh Suhu Pemasakan dan Laju Penambahan Air Terhadap Distribusi Waktu Tinggal Permen Jelly Dalam Single Screw Extruder

    Get PDF
    Dari berbagai jenis permen yang beredar di pasaran saat ini terdapat produk jenis permen yang khas dan menarik, yaitu jenis permen jelly. Permen jelly mempunyai tekstur yang unik yaitu kenyal dan bisa dibentuk menjadi berbagai model yang disukai oleh konsumen. Proses pembuatan permen jelly yang banyak diterapkan selama ini adalah proses batch. Namun, proses batch ini mempunyai banyak kelemahan sehingga digunakan proses yang lebih efisien yaitu proses kontinyu dengan cara ekstrusi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan penambahan air terhadap distribusi waktu tinggal permen jelly dalam single screw extruder serta menghitung waktu tinggal rata-rata permen jelly di dalam ekstruder. Pada penelitian digunakan tracer untuk mengukur distribusi waktu tinggal permen jelly dalam ekstruder yang berkaitan dengan tingkat pencampuran dan kualitas produk. Penelitian dilakukan dengan variasi laju alir air dan variasi set suhu pemasakan. Variasi laju alir air yang digunakan adalah 1,38; 1,57; 2,22; dan 3,32 ml/s. Variasi set suhu pemasakan yang digunakan yaitu 50;80;80;50oC (set A), 60;100;100;70oC (set B), 60;110;110;70oC (set C) dan 70;120;120;80oC (set D). Dari hasil penelitian dengan variasi suhu pemasakan dan penambahan laju alir air yang semakin besar menyebabkan distribusi waktu tinggal permen jelly semakin menyebar serta waktu tinggal rata-rata permen jelly dalam alat semakin besar

    262

    full texts

    272

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widya Teknik (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇