Widya Teknik (E-Journal)
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
Gelatin Dari Tulang Ikan Lele (Clarias Batrachus): Pembuatan Dengan Metode Asam, Karakterisasi Dan Aplikasinya Sebagai Thickener Pada Industri Sirup
Gelatin merupakan senyawa turunan yang dihasilkan dari serabut kolagen jaringan penghubung, kulit, tulang dan tulang rawan yangdikonversi dengan larutan asam atau basa. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi HCl pada proses demineralisasi dan waktu ekstraksi terhadap yield serta karakteristik gelatin dari tulang ikan lele. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode asam. Larutan HCl dengan konsentrasi HCl 2%, 4%, 6%, dan 8%, merupakan variasi konsentasi asam untuk tahap demineralisasi. Ekstraksi dilakukan dengan ratio massa ossein : volume aquades 1:2 dan suhu 70°C serta variasi waktu ekstraksi 1, 3, 5, dan 7 jam. Setelah proses ekstraksi, larutan ekstrak disaring dan dikeringkan kemudian dihitung yield. Gelatin yang diperoleh dengan yield yang tertinggi dianalisa menggunakan FTIR dan dilakukan karakterisasi. Untuk mempelajari pengaruh penambahan gelatin terhadap viskositas sirup, bubuk gelatin dilarutkan ke dalam sirup dengan berbagai macam variasi konsentrasi, kemudian diukur viskositasnya.Yield tertinggi yang didapat dari percobaan adalah dengan konsentrasi HCl 4% pada waktu ekstraksi 5jam, yaitu 10,9%. Hasil karakterisasi yang diperoleh adalah : pH = 4, kadar protein = 64,76 %, kadar air = 3,7 %, kadar abu = 13,37 %, kadar kalsium = 0,336 %, viskositas = 5,5 cp, bloom gel strength = 177 gBloom. Sedangkan analisa FTIR menunjukkan bahwa gelatin hasil percobaan dengan gelatin komersial memiliki gugus fungsional yang hampir sama. Dari percobaan penambahan gelatin ke dalam sirup disimpulkan bahwa gelatin berpotensi mejadi thickener sirup karena dapat meningkatkan viskositas sirup dengan signifikan.
Kata kunci : Gelatin, ikan lele, thickene
Perancangan Sistem Manajemen Jasa dan Analisis Kelayakan Restoran Ayam Goreng
Bisnis penjualan makanan merupakan peluang bisnis yang baik untuk dikembangkan. Ayam goreng merupakan menu yang banyak digemari oleh konsumen khususnya di kawasan Surabaya Timur, sehingga peluang sukses sebuah restoran ayam goreng di kawasan Surabaya Timur ini cukup besar. Dari sekian banyak restoran ayam goreng yang telah ada, banyak restoran ayam goreng yang tidak memiliki sistem manajemen jasa yang baik. Hal ini memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen terhadap restoran ayam goreng tersebut.
Dalam penelitian ini akan dibahas perancangan sistem manajemen jasa dan analisis kelayakan restoran ayam
goreng. Tujuannya adalah untuk merancang sistem manajemen jasa yang baik dan menganalisis kelayakan
usaha restoran ayam goreng tersebut. Penelitian ini dilakukan di kawasan Surabaya Timur. Restoran ayam
goreng yang dirancang ini bukan restoran ayam goreng fastfood dan perancangan sistem manajemen jasa restoran mengacu pada model 8-P manajemen jasa. Perkiraan demand awal restoran ayam goreng ini adalah 1.917 konsumen. Dari demand tersebut perhitungan net profit per tahun restoran ayam goreng ini adalah Rp 127.159.445,00. Nilai NPV dari restoran ayam goreng ini dalam waktu 5 tahun adalah positif Rp 152.977.213,00. Hasil analisis sensitivitas dengan perkiraan biaya operasional naik, biaya sewa ruko naik menunjukkan bahwa usaha restoran ayam goreng ini layak untuk dijalankan
Perancangan Sistem Informasi Produksi di CV. Bintang Selatan
CV. Bintang Selatan merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang furnitur rotan. Produk-produk yang dibuat oleh perusahaan bervariasi, dan beraneka macam jenis mulai dari: kursi, meja, rak, tongkat, dan lain-lainnya. Kepuasan pelanggan akan mutu produk, dan jenis produk yang lebih bervariasi merupakan tujuan utama perusahaan. Untuk menampung segala macam data dari produk, dan bahan, maka dibuat suatu database yang terintegrasi, dan terkomputerisasi.
Sistem yang ada di perusahaan sekarang ini memiliki kekurangan seperti dalam proses penyimpanan data, pembuatan laporan, penyampaian informasi, updating data, dan pencarian data. Untuk itu, diusulkan sistem baru yang lebih terintegrasi dengan baik, sehingga dapat mengatasi permasalahan pada sistem yang lama, dan dapat memudahkan dalam pengawasan pada lantai produksi
Penjadwalan Preventive Maintenance di PT. Wahana Lentera Raya
PT. Wahana Lentera Raya didirikan pada tahun 2002 dan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Furniture. PT. Wahana Lentera Raya mengalami kesulitan dengan sering terjadinya kerusakan yang tidak terduga pada mesin, sehingga mengakibatkan mesin harus berhenti untuk berproduksi. Oleh karena itu PT. Wahana Lentera Raya meminta dilakukan penelitian untuk penjadwalan preventive maintenance. Dari 18 jenis mesin yang dimiliki oleh PT. Wahana Lentera Raya, yang dapat dilakukan penjadwalan maintenance-nya hanya 3 jenis mesin karena data yang dimiliki perusahaan masih kurang. Ketiga jenis mesin tersebut, yaitu BST, HPL dan BHC. Dari 3 jenis mesin ini dicari yang termasuk mesin kritis, dengan melihat tingkat utilitas mesin. Kemudian dari waktu antar kerusakan dicari distribusi data waktu antar kerusakannya agar dapat dilakukan perhitungan untuk menemukan nilai mean time of failure (MTTF), tingkat keandalan mesin, dan nilai ekspektasi
kerusakan dari masing-masing mesin. Perhitungan nilai MTTF, tingkat keandalan mesin dan nilai ekspektasi
kerusakan mesin ini nantinya digunakan dalam menentukan penjadwalan preventive maintenance. Penjadwalan preventive maintenance dilakukan dalam 3 skenario yang berbeda. Dari ketiga skenario penjadwalan maintenance ini, yang disarankan untuk perusahaan adalah skenario ketiga, karena effisiensi biaya yang cukup tinggi dan tingkat keandalan mesin yang di atas 80%
Implementasi Metode Hasil Modifikasi Metode Soa Thomas Erl Dan Soma Untuk Pembangunan Aplikasi Berbasis Layanan Web (Studi Kasus: Kebun Tebu Di Lampung)
Aplikasi berbasis layanan web merupakan aplikasi yang menggunakan XML untuk melakukan pertukaran data melalui jaringan untuk melakukan interaksi langsung dengan aplikasi lain. Keuntungan yang diperoleh dari aplikasi berbasis layanan web salah satunya adalah layanan yang dapat diakses oleh banyak aplikasi yang berbeda platform. Hal ini sangat menguntungkan di sektor bisnis jika suatu perusahaan atau organisasi akan membangun aplikasi dengan skala besar dimana pengembangan aplikasi akan dilakukan secara bertahap. Dengan karakteristik aplikasi berbasis layanan web yaitu platform yang netral maka sangat mudah melakukan integrasi sistem saat proses pengembangan yang dilakukan bertahap. Oleh karena itu pada penelitian ini akan merancang aplikasi berbasis layanan web berdasarkan proses bisnis khususnya yang terjadi di kebun tebu. Metode yang digunakan adalah metode hasil modifikasi dari metode SOA Thomas Erl dan SOMA. Hasil yang diperoleh adalah suatu metode yang akan menjadi panduan untuk menghasilkan prototipe dari aplikasi berbasis layanan web manajemen kebun tebu.
Kata kunci : Aplikasi berbasis layanan web, SOA Thomas Erl, SOMA, Manajemen kebun teb
Kinerja Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) Dalam Penjernihan Air Sungai Kalimas Surabaya Menjadi Air Bersih
Poly Aluminium Chloride (PAC) sebagai koagulan dalam proses penjernihan air telah dilakukan penelitiannya dalam skala laboratorium untuk mengetahui kinerja PAC ini. Proses penjernihan air dilakukan pada sampel air sungai Kalimas Surabaya yang diambil di dekat lokasi Monumen Kapal Selam Surabaya. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, turbiditas, Total Suspended Solid (TSS), dan Total
Dissolved Solid (TDS) dari air sungai. Koagulan PAC yang digunakan memiliki karakteristik pH 4,35; basisitas 31,22%; kadar Al2O3 4,5726%; kadar Cl 4,24%; densitas 1,095 gram/mL. Dari penelitian di laboratorium didapat hasil penelitian terbaik pengolahan air sungai Kalimas Surabaya pada musim hujan kadar PAC 75 ppm, waktu pengadukan 10 menit, dan kecepatan pengadukan 100 rpm di mana nilai turbiditas air sungai hasil penjernihan 0,8 NTU, TSS 141,8 mg/L, pH larutan 5,86, dan TDS-mg/L. Pada musim kemarau hasil penelitian terbaik pada kadar PAC 50 ppm, waktu pengadukan 10 menit, dan kecepatan pengadukan 100 rpm di mana nilai turbiditas hasil penjernihan air sungai 0,7 NTU, TSS 96,4 mg/L, pH larutan 6,53, dan TDS-mg/L
Perancangan Preventive Maintenance pada Mesin Corrugating dan Mesin Flexo di PT. Surindo Teguh Gemilang
PT. Surindo Teguh Gemilang (PT.STG) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur
pembuatan corrugated carton box yang berlokasi di Gresik. PT. STG memiliki masalah berupa seringnya kerusakan
yang timbul pada mesin utama produksi, yaitu mesin corrugating dan mesin flexo. Masalah ini menyebabkan
berkurangnya jumlah waktu saat produksi sehingga tejadi kerugian yang besar. Langkah perawatan yang selama
ini digunakan adalah mengganti komponen jika terjadi kerusakan. Pembuatan jadwal perawatan yang baru
dilakukan dengan cara menentukan interval waktu perawatan optimal berdasarkan hasil perhitungan C(tp) terendah. Kemudian dilanjutkan dengan penggabungan jadwal agar mengurangi mesin berhenti untuk melakukan perbaikan dan meminimalkan kehilangan jam untuk mesin beroperasi. Perbandingan biaya perawatan sebelum dan sesudah penjadwalan, menghasilkan penghematan sebesar Rp 31,072,364 atau 22.16% jika dibandingkan dengan
jadwal korektif perusahaan
Perancangan Usulan Tata Letak Gudang Bahan Baku Penunjang di PT. Multi Manao Indonesia
PT. Multi Manao Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor furniture. Sebuah
perusahaan yang bergerak di bidang furniture membutuhkan bahan baku penunjang yang beraneka macam.
Oleh karena itu gudang bahan baku penunjang tersebut perlu dilakukan penataan agar proses mencari bahan
baku yang diminta menjadi lebih mudah.
Perbaikan tata letak gudang ini membutuhkan data permintaan, penempatan pada layout awal, dan
kebutuhan luas. Untuk merancang tata letak yang baru digunakan prinsip kesamaan (similarity) dan keseringan
(popularity). Bahan baku penunjang yang memiliki kesamaan jenis dikelompokkan menjadi satu kelompok.
Bahan baku penunjang yang memiliki frekuensi pengambilan besar diletakkan pada lokasi yang mudah
dijangkau. Dari hasil perhitungan kebutuhan luas diperoleh perbandingan antara tata letak awal dan usulan adalah penambahan pemakaian kebutuhan luas gudang sampai 12,39%. Penempatan bahan baku penunjang pada tata letak awal berdasarkan kategori jarak tempuh dan frekuensi pengambilan diperoleh penambahan sebesar 4,75% dari bahan baku penunjang keseluruhan pada kategori dekat, pengurangan sebanyak 7,30% dari bahan baku penunjang keseluruhan pada kategori sedang dan penambahan 2,55% dari bahan baku penunjang keseluruhan pada kategori jauh. Secara keseluruhan jarak tempuh pada tata letak usulan untuk proses pengambilan bahan baku penunjang berkurang sebesar 4,77% dari jarak tempuh pada tata letak awal. Untuk
mendukung perencanaan tata letak gudang maka dibandingkan antara tata letak awal dan usulan berdasarkan
prinsip kesamaan (similarity) dan keseringan (popularity)
Pengendali Otomatis Kualitas Air Kolam Ikan Berbasis Wireless dengan RFM12-433S
Permintaan produksi ikan di pasar semakin meningkat, sehingga banyak masyarakat yang mencoba membudidayakan ikan air tawar. Untuk membudidayakan ikan, kualitas air menjadi faktor yang paling mendukung dalam perkembangan ikan. Banyak ikan yang mati karena kualitas air yang buruk dan pembudidaya ikan tidak mengetahui standar kualitas air yang baik, sehingga produksi ikan pun menjadi menurun dan pembudidaya mengalami kerugian.
Dengan adanya alat ini, penulis berharap pembudidaya ikan dapat menjaga kualitas air kolam ikan untuk mendapatkan kualitas ikan yang baik tanpa menggunakan instalasi kabel yang sulit, karena sistem ini menggunakan wireless untuk mengendalikan pintu air pada kolam. Sistem yang dibuat menggunakan ATmega128 sebagai pusat kendalinya, dan menggunakan RFM12-433S sebagai transmitter. Sistem akan mengambil data dari setiap sensor kemudian mengatur pintu air masuk kolam, pintu air keluar kolam dan pompa sumur untuk mendapatkan kualitas air yang dibutuhkan, kemudian data tersebut dapat dikirimkan ke pengguna untuk memonitoring kualitas air kolam melalui PC atau Laptop. Sumber daya yang digunakan untuk supply pusat kendali menggunakan accu.
Pengendali otomatis kualitas air kolam ikan berbasis wireless dengan RFM12-433S sudah berhasil dibuat dan dapat bekerja untuk mengatur kualitas air yang dibutuhkan. Jarak pengujian dilakukan kurang dari 30 meter untuk komunikasi wireless.
Kata kunci : kualitas air, kolam ikan, RFM12-433
Usulan Perbaikan Sistem Persediaan dan Tata Letak Gudang di PT. GG Nasional Indonesia
PT. GG Nasional Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi alat-alat rumah tangga. Permasalahan yang ada adalah pada gudang bahan baku, penempatan barang-barang yang tidak teratur, jumlah stok tidak dapat dihitung, dan barang banyak yang rusak karena sistem penyimpanan barang yang hanya ditumpuk begitu saja. Prosedur yang dilakukan adalah perhitungan perkiraan permintaan tahun 2009, perhitungan lot pemesanan yang ekonomis dengan menggunakan metode EOQ untuk Joint Order, penentuan profil aktivitas barang, perhitungan dimensi wadah penyimpanan, perhitungan jumlah wadah
penyimpanan, penentuan sistem penyimpanan bahan baku, perhitungan dimensi rak, penentuan posisi rak, perhitungan space, dan pembuatan denah gudang. Pengaturan tata letak didasarkan popularitas, volume perpindahan, dan kesamaan (similarity). Ukuran performansi yang digunakan adalah rasio pemakaian luas gudang, cube utilization, accessibility, jarak penyimpanan bahan baku dari pintu dibandingkan dengan
frekuensi pengambilan. Tata letak usulan akan lebih baik, jika dilihat dari ukuran-ukuran performansinya, yaitu peningkatan rasio pemakaian gudang sebesar 20,830% dari tata letak awal, pemakaian luas gudang yang efisien berdasarkan cube utilization yang tinggi, accessibility yang baik, dan jarak yang ditempuh untuk pengambilan bahan baku yang berfrekuensi pengambilan tinggi lebih dekat dibandingkan dengan tata letak awal