KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERHITUNGAN SIMPANG BERSINYAL PADA RUAS JALAN LETJEND SUPRAPTO, MUHAMMAD YAMIN, SISWONDO PARMAN, DR. SOETOMO DI KOTA SAMARINDA
Salah satu sector dalam usaha mengembangkan salah satu daerah adalah membangun sarana dan prasarana transportasi. Kebutuhan akan pelayanan jasa dan angkutan umum sangat berdapampak pada semakin tingginya angka kemampuan kepemilikan kendaraan bermotor maupun yang bukan kendaraan bermotor dan seterusnya serta ditunjang perubahan jalur jalan dan angkutan umum di kota Samarinda.Dari hasil perhitungan pada persimpangan Jalan Letjend Suprapto – Jalan Muhammad Yamin – Jalan Siswondo Parman – Jalan Dr. Soetomo didapat harga derajat Kejenuhan (DS) pada jam – jam puncak rata – rata diatas 0,926, Kejenuhan (DS) pada jam – jam rata – rata diatas 1,069, dengan factor – factor utama yang mempengaruhi dan harus diatasnya dengan : Kedisiplinan pengemudi perlu ditertibkan. Untuk mengatur pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi harus ada polisi yang berjaga pada jam – jam puncak untuk mengawasi dan mengatasi terjadinya kemacetan.Hendaknya instansi terkait selalu mengontrol secara rutin
PENJADWALAN WAKTU PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN SALURAN SEKUNDER BLOK PIMPING TANJUNG SELOR PROVINSI KALIMANTAN UTARA
PENJADWALAN WAKTU PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN SALURAN SEKUNDER DI BLOK PIMPING TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN yang merupakan sebagian persyaratan dalam rangka mencapai gelar Sarjana Teknik pada jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Tantangan pada pelaksanaan proyek adalah bagaimana merencanakan jadwal waktu yang efektif dan perencanaan biaya yang efisien tanpa mengurangi mutu. Di dalam industri konstruksi dikenal beberapa metode penjadwalan proyek, antara lain : Kurva S,dengan Software Microsoft Project. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari metode perencanaan dan penjadwalan proyek yang umum dipakai di Indonesia, membandingkan masing-masing metode perencanaan dan penjadwalan proyek untuk mencari karakter yang sesuai dengan sifat proyek, dan melakukan simulasi masing-masing metode perencanaan dan penjadwalan proyek serta menganalisa kelebihan dan kekurangannya. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan 1 jadwal proyek yang meliputi proyek pekerjaan. Kemudian dilakukan analisis data, elaborasi dan komparasi dari 1 sampel proyek, yaitu berupa metode Kurva S yang diubah ke dalam bentuk metode Software Microsoft Project. Hasil analisa menunjukkan bahwa Bar Chart masih umum digunakan di dalam penjadwalan proyek konstruksi,.Agar dapat saling menutupi kekurangan masing-masing metode, maka sebaiknya tidak hanya menggunakan satu metode perencanaan dan penjadwalan proyek, tapi juga dapat mengombinasikannya dengan metode yang lain. Sebagai tindak lanjut dari studi ini adalah perlu adanya penerapan dan penggunaan metode perencanaan dan penjadwalan proyek yang sesuai dengan karakteristik proyek. Selanjutnya dapat dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui hubungan logika ketergantungan dan lintasan kritis pada proyek
ANALISIS PERKERASAN BETON SEMEN PADA KAWASAN INDUSTRI PELABUHAN INTERNASIONAL (KIPI) MALOY KABUPATEN KUTAI TIMUR
Surya Adhan, Analisis Perkerasan Beton Semen Pada Kawasan Industri Pelabuhan Inernasional (KIPI) Maloy Kabupaten Kutai Timur , di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT dan Tukimun, ST, MTBeton merupakan suatu campuran yang berisi pasir, kerikil dan agregat lainnya yang dicampurkan dengan semen serta air sehinngga membentuk suatu massa yang menyerupai batu. Dalam bidang transportasi, beton dapat digunakan sebagai bahan konstruksi perkerasan yang dikenal dengan perkerasan kaku (rigid pavement). Rigid pavement ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatiF dalam mengatasi keadaan tanah dasar yang kurang baik dan besarnya beban yang bekerja. Dalam hal ini dibutuhkan bahan konstruksi beton yang mampu menahan beban tersebut. Oleh karena itu, pada pelaksanaan pembangunan jalan beton harus memperhatikan tahapan-tahapan dari setiap pekerjaannya.Berdasarkan Pd T-14-2003 tentang Perencanaan perkerasan jalan beton semen (rigid pavement) atau Perkerasan Kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan di mana sebagai lapisan atas digunakan pelat beton yang terletak di atas pondasi atau di atas tanah dasar pondasi atau langsung di atas tanah dasar (subgrade).Perencanaan persimpangan dengan metode beton semen (Rigid Pavement) bertujuan apabila dibuka untuk umum maka kendaraan bertonase berat yang akan melewati ruas jalan ini diharapkan tahan lama dan tidak cepat rusak.Perencanaan perkerasaan beton semen (rigid pavement) pada kawasan industri pelabuhan internasional (KIPI) Maloy, Kabupaten Kutai Timur direncanakan pada Blok A1 sepanjang 5,563 kilometer dan A2 sepanjang 0,499, total perencanaaan 6,062 kilometer. Hasil analisis penulangan yang disyaratkan sesuai dengan tebal perkerasan beton semen (rigid Pavement) didapat dowel (Ruji) : Ø 33 mm, panjang 450mm dengan jarak antar dowel = 300mm dan tie Bar : Ø 16 mm, panjang 688 mm dengan jarak antar tie bar = 750mm dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 147.997.090.107 (Seratus Empat Puluh Tujuh Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Sembilan Puluh Ribu Seratus Tujuh Rupiah)
MANAJEMEN RISIKO KONTRAK KONSTRUKSI PADA SISTEM UNIT PRICE TERHADAP PROYEK PEMBANGUNAN FLY OVER JALAN JUANDA-ABDUL WAHAB SYAHRANI DI SAMARINDA
INTISARI : Saat ini dengan membaiknya perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, Samarinda menjadi pusat bisnis property dalam bentuk apartemen, real estate dan masih banyak macam lainnya, ada beberapa jenis tipe kontrak secara garis besar dan yang sering di gunakan oleh owner yaitu system kontrak lump sum dan unite price. Dari hal-hal yang telah dijelaskan diatas tampak bahwa masing-masing tipe kontrak memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dijadikan bahan pertimbangan oleh kontraktor untuk menentukan tindakan dalam mengatasi risiko. Sistem yang digunakan untuk mengelola risiko agar dampaknya tidak berpengaruh terlalu besar pada tujuan proyek dinamakan sistem manajemen risiko. Masalah yang ingin diteliti adalah bagaimana identifikasi risiko kotrak pembangunan fly-over ? dan bagaimana tingkat risiko kontrak pada proyek pembangunan fly-over bagi kontraktor pelaksana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi perhitungan tingkat risiko menggunakan metode matrik probabilitas-dampak, lokasi dalam penelitian ini yaiti di Jalan Juanda – Abdul wahab syahrani di samarinda. Berdasarkan hasil tingkat risiko kontrak didapat 6 indikator risiko yang signifikan terhadap proyek. Yaitu Harga perkiraan sementara (HPS) dari owner, nilai proyek, jadwal pelaksanaan, system kontrak, hubungan proyek ini dengan proyek lain, keahlian dalam membuat RAB. Sedangkan risiko yang sangat berpengaruh terhadap kontrak ada 12 variabel berisiko
PENATAAN LANSEKAP PINGGIRAN SUNGAI KARANG MUMUS PADA JEMBATAN 2 – JEMBATAN 3 DI KOTA SAMARINDA
Kota merupakan lingkungan dengan tingkat aktivitas yang tinggi. Sebagai pusat aktivitas penduduk seperti perdagangan, pendidikan dan jasa, kualitas lingkungan kota sering kali terimbas oleh aktivitas penduduknya. Pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah adalah bentuk dampak yang ditimbulkan oleh tingginya tingkat aktivitas tersebut. Berbagai cara telah ditempuh untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, antara lain menata lansekap pada jalur hijau kota. Ruang terbuka hijau menjadi kebutuhan bagi masyarakat perkotaan.Perencanaan ruang terbuka hijau yang memperhatikan segala aspek, yaitu aspek fisik, sosial dan ekologi, telah menciptakan suatu evolusi baru terhadap pengendalian lingkungan. Tingginya pengaruh ruang terbuka hijau terhadap pengendalian kualitas lingkungan menambah kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka hijau.Kota Samarinda merupakan ibu kota Propinsi Kalimantan Timur. Pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan pembangunan infrastruktur kota berkembang pesat. Pembagian ruang kota disusun agar dapat mengakomodasi setiap aktivitas masyarakat perkotaan. Sesuai dengan visi kota, “Terjuwudnya Kota Samarinda sebagai Kota Metropolitan Berbasis Industri, Perdagangan dan Jasa yang Maju Berwawasan Lingkungan dan Hijau, serta Mempunyai Keunggulan Daya Saing Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”.Untuk mewujudkan Kota Samarinda sebagai kota yang berwawasan lingkungan dan hijau. Maka perlu dilakukan banyak hal, di antaranya dengan melakukan penataan kawasan sekitar tepian sungai kota maupun tengah kota sebagai bagian dari koridor Kota Samarinda. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang publik tepi sungai, menambah keindahan arsitektur kota dan menjadikan koridor kota lebih menimbulkan kesan baik, sehingga apa yang menjadi motto Kota Samarinda sebagai Kota TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman) dapat terlaksana.Sungai Karang Mumus adalah salah satu sungai yang terdapat di tengah Kota Samarinda. Kawasan tersebut merupakan fasilitas Kota Samarinda yang harus diperhatikan dan ditata kembali. Beberapa permasalahan yang terdapat pada tepian Sungai Karang Mumus adalah :Penataan kawasan yang belum terpadu.Kompleksitasnya kegiatan yang ada di kawasan tepian Sungai Karang Mumus, baik kegiatan rekreatif, komersial, kawasan hijau, maupun fungsi transportasi.Tidak adanya fasilitas untuk bermain dan bersantai yang aman dan nyaman.Belum ada tempat khusus untuk pedagang kaki lima (PKL).Belum ada tempat parkir khusus untuk kendaraan roda 2 maupun 4. Untuk lebih mengoptimalkan kegiatan baik pembangunan, peningkatan serta pemeliharaan fasilitas umum dan sosial, maka diperlukan perencanaan yang sistematis dan tepat guna. Dengan harapan agar didapat hasil perencanaan yang memenuhi persyaratan dan kaidah-kaidah arsitektur kota. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014 mengenai RTRW Kota Samarinda, daerah Tepian Sungai Karang Mumus merupakan jalur hijau. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Kota telah melakukan kegiatan Perencanaan Teknis Monitoring dan Pengendalian Pekerjaan Perencanaan Teknis RTH Sungai Karang Mumus pada tahun 2012, dan telah direalisasikan pada kawasan sisi darat Jl. Jelawat. Untuk mendukung program Pemerintah Kota Samarinda tersebut maka Judul yang penulis ambil adalah Penataan Lansekap Pinggiran Sungai Karang Mumus Pada Jembatan 2 – Jembatan 3 di Kota Samarinda (pada sisi jalan Muso Salim sampai jalan Abdul Muthalib)
TINJAUAN PENGUKURAN TINGKAT RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KEGIATAN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN HOTEL MIDTOWN SAMARINDA
Kegiatan konstruksi memiliki berbagai macam risiko salah satunya adalah risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembangunan hotel Midtown Samarinda merupakan pekerjaan konstruksi bertingkat 12 lantai, membutuhkan tenaga kerja yang banyak, melibatkan alat-alat berat, sehingga mempunyai potensi risiko terhadap bahaya kecelakaan kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3, analisa risiko K3, perhitungan risiko K3, urutan risiko K3, respon risiko K3, dan rekomendasi terhadap risiko K3. Teknik pengumpulan data antara lain observasi, kuesioner, data kontraktor dan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah deskripsi perhitungan tingkat risiko K3 sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Tahun 2014 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Dari hasil penelitian disimpulkan teridentifikasi 36 risiko dari 13 kegiatan konstruksi, pada perhitungan tingkat risiko didapat 1 variabel risiko tinggi yaitu material jatuh (ke arah pekerja) pada kegiatan pengangkatan material menggunakan tower crane
KAJIAN POTENSI WADUK BENANGA UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU (IRIGASI, AIR BERSIH DAN KONSERVASI SUNGAI) DI DAS KARANG MUMUS BAGIAN HULU
Waduk Benanga terletak di Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Pada awal pembangunannya yaitu sekitar tahun 1978, Waduk Benanga memiliki volume tampungan total 1,323 juta m3. Seiring berjalannya waktu, tampungan Waduk Benanga mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Waduk Benanga mempunyai banyak kegunaan, selain sebagai pengendali banjir Kota Samarinda, juga sebagai penyedia kebutuhan air irigasi di DI. Lempake Jaya dan sekitarnya seluas 350 hektar. Selain itu juga dimanfaatkan sebagai penyedia kebutuhan air baku untuk air bersih. Untuk itu diperlukan simulasi pengoperasian waduk dari sisi neraca air, agar diketahui bagaimana kemampuan Waduk Benanga untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air bersih.Dalam kajian ini, langkah pertama adalah menentukan curah hujan regional rata-rata di Daerah Tangkapan Air Waduk Benanga menggunakan metode Poligon Thiessen. Kemudian menentukan curah hujan andalan menggunakan metode Bulan Dasar. Analisa evapotranspirasi dilakukan dengan metode Penmann Modifikasi. Nilai curah hujan andalan dan evapotranspirasi dibutuhkan dalam perhitungan kebutuhan air irigasi dan perencanaan pola tata tanam. Perhitungan debit andalan waduk menggunakan metode NRECA. Berdasarkan nilai debit andalan dan data lengkung kapasitas serta nilai kebutuhan air irigasi, maka akan diketahui gambaran neraca air waduk. Selanjutnya dilakukan simulasi untuk mencari luas daerah irigasi maksimal serta volume kebutuhan air bersih.Dari hasil simulasi dengan menggunakan 2 alternatif awal masa tanam, yaitu awal bulan November (alternatif 1) dan awal Desember (alternatif 2), bisa diketahui bahwa pada alternatif 2 kemampuan Waduk Benanga lebih baik dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan mampu melayani daerah irigasi seluas 378 hektar. Mengingat luas daerah irigasi eksisting hanya sekitar 350 hektar, maka debit Waduk Benanga masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Dari hasil simulasi juga diketahui, kebutuhan air bersih adalah sebesar 0,21 m3/detik, dan kebutuhan konservasi sungai ditentukan sebesar 0,50 m3/detik
PERENCANAAN TENGGARONG CHILDRENS SCIENCE CENTRE
Akhmad Yasir, Perencanaan Tenggarong Childrens Science Centre, di bawah bimbingan Arman Efendi, ST, MT dan Ir. Gusti Alam Saad ,M. Si. Childrens Science Center adalah sebuah tempat yang menjadi tujuan wisata yang didedikasikan untuk menambah pengetahuan tentang sains seluruh pengunjung dari segala usia, seiring dengan berkembangnya jaman dan meningkatnya ilmu pengetahuan & teknologi (iptek). Childrens Science Center juga merupakan wahana membangun budaya iptek masyarakat melalui alat peraga iptek yang ditampilkan, agar setiap pengunjung dapat merasakan mudahnya belajar memahami berbagai konsep dan prinsip iptek. Keberadaan Tenggarong Childrens Science Centre dapat menjadi salah satu alternatif hiburan bagi anak-anak maupun pengunjung untuk dapat menjadi salah satu wahana wisata sekaligus juga menjadi wahana pembelajaran diluar pendidikan formal. Mengingat kota Tenggarong merupakan salah satu kota budaya yang ada di Kalimantan Timur terdapat berbagai macam jenis wahana wisata yang bertemakan budaya. Dengan adanya Tenggarong Chldrens Science Centre ini dapat memperkaya keranekaragaman tempat wisata di Kota tenggarong
KAJIAN DEBIT BANJIR PADA DRAINASE JALAN APT PRANOTO KECAMATAN SANGATTA UTARA
Subdistrict North Sangatta, especially on the road Pranoto Apt is an area that is oftenflooded it is known by flood inundation maps and tables of points floodwaters City North Sangattaobtained from the Department of Public Works District. East Kutai. This thesis aims to analyze theability of existing drainage channels (existing) to accommodate surface runoff and stream flow,condition, shape, construction and see the direction of the flow channel in the area of thefloodwaters. Boundary problem in terms of this thesis is a hydrological analysis to analyze rainfallplans, rainfall intensity and time of concentration, while the analysis of hydraulics for analyzingthe ability of the secondary channels that already exist (existing) in a location that is reviewed isthe path Apt Pranoto District of North Sangatta to accommodate runoff and streamThe method used is the method of data collection and analysis. The data used are primarydata and secondary data are then analyzed based on the analysis of hydrology and hydraulicsanalysis and evaluated based on the value of the existing discharge chute with discharge planvalue.To determine rainfall plans to use two types of distributions are widely used in the fieldsof hydrology, distribution Person Log III and Gumbel distribution, then take the value of rainfallover a period of 2, 5, 10, 25 years of Distribution Log Person III to be used in further calculations.The time is determined by the equation concentration tc = to + td, rainfall intensity withMononobe method, discharge plan is calculated based on the Rational method and the evaluationof the channel cross section ≥ Qs equation QT.Rainfall value used to calculate the intensity of rainfall is the rainfall distribution value LogsPerson III repeated periods of 2.5, 10, 25 years,. From the analysis of the dimensions of thechannel turns all channels capable of accommodating the discharge channel to the next 25
EVALUASI TEBAL PERKERASAN BETON SEMEN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN KM. 38 SAMBOJA KE SEPAKU
Cement concrete pavement consists of Portland cement concrete slab which is located directly above the subgrade, or above the layer of granular material (subbase) situated on the land base (subgrade). Cement concrete pavement spread the load to a larger area of land to the base, so that the largest part of the strength of the pavement structure is given by the concrete slab itself. Cement concrete pavement can be a concrete slab without reinforcement, given little reinforcement, given the continuous reinforcement, prestressed concrete or fiber. Road km. 38 Samboja to Sepaku a provincial road that connects the Kutai Kartanegara regency and Penajam Paser Utara regency. This road is also a link from Balikpapan to Penajam Paser Utara or from Samarinda to Penajam Paser Utara. The existing road has a paved road, the condition of most points of damage caused by the weight of the vehicle across the road. Coupled rainfall in East Kalimantan high enough to increase the factor of higher road damage. This road should be dealt with quickly, so that the damage does not get worse, so as to provide comfort to the road users. Collecting data in the field that is the road location data, the data on average daily rate (LHR) and data documentation. Other supporting data, obtained from the relevant government institutions. While the data analysis method evaluation thick cement concrete pavement using cement concrete road pavement planning (Pd.T-14-2003) and the method of portland cement association (PCA). Calculation of the budget plan (RAB) using analytical methods K (Bina Marga). From the results of calculations can be concluded that the cement concrete pavement thickness 27 cm otherwise able to withstand the load of vehicles passing through the road km. 38 Samboja to Sepaku up to the age of the plan. The amount of a budget plan that is necessary to continue the construction of roads km. 38 Samboja to Sepaku on STA 9 + 300 s/d 12 + 000 (length 2,700 meters), is Rp. 26,409,916,000.00