KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH PADA LAPANGAN OLAH RAGA UPTD BALAI PELATIHAN KESEHATAN (BAPELKES) SAMARINDA
Tanah yeng terdapat pada daerah Kalimantan khususnya wilayah Kota samarinda memiliki mempunyai permukaan yang beraneka ragam seperti pegunungan, lembah, ngarai, dataran tinggi, dataran rendah dan sebagainya. Akibatnya pada daerah – daerah tersebut sering mengalami perubahan dasar tanah yang terjadi akibat factor alam maupun kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang dapat merubah kestabilan suatu lahan.Secara umum apabila terjadi perubahan suatu lahan yang dapat menyebabkan kelongsoran tanah maka dibuatkan suatu struktur bangunan yang yang berdiri diatas tanah agar dapat menahan dapat menimilaisir terjadinya kelongsoran. Dinding penahan tanah adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menahan tanah lepas atau alami dan mencegah keruntuhan tanah yang miring atau lereng yang kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng tanah itu sendiri.Tanah yang tertahan memberikan dorongan secara aktif pada struktur dinding sehingga struktur cenderung akan terguling atau akan tergeser.UPTD BAPELKES merupakan salah satu sarana pelatihan yang dimiliki Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Timur yang ada di Kota Samarinda. UPTD Bapelkes tersebut berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi No. 39 Samarinda. Untuk pengembangan fasilitas kegiatan pada UPTD BAPELKES maka Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan penambahan sarana kegiatan tersebut dengan menggunakan lahan yang ada pada daerah UPTD BAPELKES Tersebut, Yang rencananya lahan tersebut akan dibangun lahan parker dan lapangan Olah Raga.Mengingat lahan yang akan dibangun tersebut terletak pada daerah berbukit sehingga tinggi elevasi tanah tidak sejajar, untuk itu diperlukan pengurukan tanah untuk meninggikan elevasi sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan, maka dari itu diperlukan dinding penahan tanah agar tanah urug tidak runtuh, sehingga diperlukan dinding penahan tanah yang stabil terhadap stabilitas penggeseran, penggulingan, daya dukung serta penurunannya dengan menggunakan. Dengan menggunakan Tipe Gravitasi Dinding Penahan Tanah pada Lokasi tersebut Olah Raga UPTD Bapelkes. Perhitungan tekanan tanah dihitung dengan menggunakan Teori Rankine dan Coulomb serta perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Hansen dan Vesic berdasarkan data-data karakteristik keteknikan (c dan Ø). Hasil perhitungan stabilitas tembok penahan dengan dimensi tipe Gravitasi : Lebar atas (a) 0,500 m, lebar dasar pondasi (B) 2,600 m, tinggi tembok (H) 3,500 m, tebal dasar fondasi (d) 0,600 m, serta penambahan tiang pada dasar pondasi dinding penahan tanah yang aman terhadap stabilitas penggulingan (Fgl), stabilitas penggeseran (Fgs), dan stabilitas terhadap daya dukung
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAWA SALIM BATU DENGAN LUAS AREAL 350 HA, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Sandi, Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi dan Pola Tanam Pada Daerah Rawa Salim Batu Dengan Luas Areal 350 Ha Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, di bawah bimbingan Purwanto, ST., M.T dan Viva Oktaviani, ST., M.T.Di Tanjung Buka adalah wilayah di Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam.Oleh karna itu, alokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien, dalam memnuhi kebutuhan air pada sector pertanian dan system irigasiPenelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang didapat dari survey maupun perhitungan, untuk mengetahui kebutuhan air tanaman padi- dan palawija
Perancangan Jaringan Irigasi Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara
I MADE ELLA AGUSRISTYANTO, Perancangan Jaringan Irigasi Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara dengan bimbingan Dr.Ir.H.Habir, MT dan Suharto, ST.MT. Kebutuhan irigasi desa manunggal daya Kabupaten Kutai Kartanegara sangat bergantung pada sungai kumpa kiri yang terletak di hulu sungai Mahakam jika sungai kumpa kiri pada bagian hulu tidak berfungsi akibat bergesernya alur sungai oleh sebab itu perlu di lakukannya perbaikan agar areal persawahan dapat berfungsi dengan baik.Merancang jaringan sistem irigasi pada ruas primer dan sekunder untuk Jaringan irigasi Manunggal Daya Kabupaten Kutai Kartanegara.Metode yang digunakan untuk menghitung adalah : Dasar Analisis Hidrologi, Analisis Frekuensi Curah Hujan, Uji SebaranPenelitian ini Mengidentifikasi potensi dan kendala dari aspek teknis terhadap penentuan luas areal irigasi dan pembangunan bendung serta jaringan irigasi, serta pembagian petak sawah, melakukan detail desain bendung, bangunan air dan jaringan irigasi, menyusun pedoman OP bendung, bangunan air dan jaringan irigasi
STUDI PERBANDINGAN ANALISA HARGA SATUAN BOW DAN SNI UNTUK MENCARI NILAI EFISIENSI DALAM PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KOPERASI
Salah Satu tujuan dari perusahaan konstruksi adalah mendapatkan hasil keuntungan yangmaksimal dari pelaksanaan pembangunan proyek. Dalam hal ini sangat penting adanya pengelolaanmanajemen yang baik khususnya yang berkaitan anggaran biaya, sehingga diperlu dibuat sebuahrencana anggaran biaya proyek yang efisien dan dapat dipertanggung jawabkan. Pada penyusunananggaran biaya terdapat metode perhitungan diantaranya metode SNI dan BOW.Berdasarkan latar belakang diatas adalah maka terdapat beberapa masalah yang terjadi, yaituapakah ada selisih dan rasio harga satuan material, upah dan pekerjaan antara metode BOW danSNI dan apa saja persamaan dan perbedaan yang didapatkan dalam perhitungan harga satuanpekerjaan?Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Mengetahui selisih hargasatuan material, upah dan pekerjaan antara metode BOW dan SNI dan Mengetahui perbedaan danpersamaan dalam Perhitungan harga satuan pekerjaan.Untuk membatasi luasnya ruang lingkup pembahasan dalam suatu penelitian, maka dalampenelitian ini terdapat beberapa batasan masalah yaitu Penelitian dilakukan pada proyekpembangunan gedung koperasi di kota Samarinda, Penelitian dilakukan pada pekerjaan Galian danUrugan,Pekerjaan Dinding dan Beton Bertulang, Biaya yang diperhitungkan adalah biaya material,upah dan pekerjaan, Indeks yang digunakan adalah indeks BOW dan indeks SNI 2008, dan Hargasatuan material dan upah yang digunakan adalah harga satuan dari dinas PU Kota Samarinda 201
ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN DI KOTA SAMARINDA
Melihat kondisi kota Samarinda saat ini, jika ditinjau dari segi sarana dan prasarana transportasi meskipun belum dapat dikatakan padat tapi sudah mulai berbanding terbalik. Dimana kebutuhan akan jalan tidak sebanding dengan banyaknya jumlah kendaraan yang ada. Sehingga hal ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap pergerakan lalu-lintas, misalnya terjadi peningkatan volume lalu-lintas pada ruas-ruas jalan tertentu yang mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk. Akibatnya, jarak yang sebenarnya singkat akan ditempuh dalam waktu yang cukup lama. Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset yang dilakukan pada ruas jalan Dr.Soetomo – jalan Pahlawan – jalan Kusuma Bangsa – jalan KH. Agus Salim – jalan Basuki Rahmat II – jalan Awang Long kota Samarinda dengan tujuan untuk menghitung kapasitas dan tingkat pelayanan, yaitu dengan cara melakukan survey selama 3 hari (dimulai dari Pagi jam 07.00 – 09.00, Siang jam 12.00 – 14.00 dan Sore jam 16.00 – 18.00) yang mana dari survey ini didapatkan data volume lalu-lintas, hambatan samping serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dimana derajat kejenuhan (DS) sebagai indikator perilaku lalu-lintas pada ruas jalan Dr.Soetomo – jalan Pahlawan – jalan Kusuma Bangsa – jalan KH. Agus Salim – jalan Basuki Rahmat II – jalan Awang Long Kota Samarinda. Dari hasil pengolahan data survey hari Senin, 25 april 2016 (jam puncak) diperoleh nilai kapasitas pada ruas jalan Dr.Soetomo yaitu sebesar 5707,680 smp/jam, Volume Kendaraan Q= 3751,100 Smp/Jam, Derajad Kejenuhan DS = 0,66, Kecepatan VLv = 42 Km/Jam. Maka diperoleh Tingkat Pelayanan LOS = C yang artinya bahwa volume lalulintas pada jalan Dr.Soetomo saat ini berada pada arus stabil kecepatan dikontrol oleh lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Dari hasil pengolahan data survey hari Senin, 02 Mei 2016 (jam puncak) diperoleh nilai kapasitas pada ruas jalan Pahlawan yaitu sebesar 4908,60 smp/jam, Volume Kendaraan Q= 4164,800 Smp/Jam, Derajad Kejenuhan DS = 0,85, Kecepatan VLv = 33 Km/Jam. Maka diperoleh Tingkat Pelayanan LOS = D yang artinya bahwa volume lalulintas pada jalan Pahlawan saat ini berada pada arus stabil kecepatan dikontrol oleh lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Dari hasil pengolahan data survey hari Senin, 09 Mei 2016 (jam puncak) diperoleh nilai kapasitas pada ruas jalan Kusuma Bangsa yaitu sebesar 5193,99 smp/jam, Volume Kendaraan Q = 2691,800 Smp/Jam, Derajad Kejenuhan DS = 0,52, Kecepatan VLv = 42 Km/Jam. Maka diperoleh Tingkat Pelayanan LOS = B yang artinya bahwa volume lalulintas pada jalan Kusuma Bangsa saat ini berada pada arus stabil, kecepatan sedikit terbatas oleh arus lalu lintas, pengemudi dapat memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR SANGATTA DAN PASIR KAUBUN TERHADAP NILAI CBR TANAH ASLI
Pada”Analisis Pengaruh Penggunaan Pasir Sangatta Dan Pasir Kaubun Terhadap Nilai CBR Tanah Asli. Didalam Penelitian ini Akan Digunakan Aditif Berupa Pasir Sangatta Dan Pasir Kaubun, Untuk Mengetahui Seberapa Besarnya Pengaruh Penggunaan Pasir Terhadap Tanah Asli.Dalam Penambahan Bahan Stabilitas Pasir Sangatta dan Pasir Kaubun Terhadap Nilai CBR Pada Tanah Asli, Pasir ini Diperoleh Langsung Dari Tempat Penumpukan Atau Kuari. Yang Pada Umumnya Berbutir Halus Dan Bulat-bulat Akibat Proses Gesekan.Tanah Asli Mempunyai Sifat Sangat Lepas, Dan Mempunyai Indek Konsistensi Yang Tidak Diinginkan Dilapangan Oleh Karna itu Perlu Penggolahan Kembali Agar Bisa Digunakan Sebagai Pendukung Konstruksi Yaitu Dengan Cara Stabilitas.Hasil Perbandingan Didapat Nilai CBR Sebagai Berikut.Dengan Penggunaan Tanah Asli 75 % Ditambah Pasir Sangatta 25 % Dan Tanah Asli 75 % Ditambah Pasir Kaubun 25 %, Perbandingan Antara Pasir Sangatta Dan Pasir Kaubun Didapat Nilai CBR.Dengan Penggunaan Tanah 756 % Ditambah Penggunaan Pasir Sangatta 25 % Didapat Nilai CBR 100 % ( 9,80 % )Dengan Penggunaan Tanah 75 % Ditambah Penggunaan Pasir Kaubun 25 % Didapat Nilai CBR 100 % (10.11 % )Dengan Penggunan Tanah Asli 100 % Maka Didapat Nilai CBR 100 % ( 6.60 % ).Jadi Semakin Besar Penggunaan Pasir Pada Tanah Asli Nilai CBR Akan Bertambah Besar Dan Semakin Bagus Untuk Digunakan Pada Jalan Dan Konstruksi Lainya
ANALISA PERHITUNGAN SEDIMEN BENDALI I DI KOTA BALIKPAPAN – KALIMANTAN TIMUR
Defi Andri Wahyuningtias, Analisa Perhitungan Sedimen Bendali I di kota Balikpapan – Kalimantan Timur dibawah bimbingan Bapak Ir. H. Benny Mochtar E.A., MT, selaku pembimbing I dan Bapak H. Habir ST,MT. Selaku pembimbing II. Bendali I Balikpapan merupakan bendungan terbesar di Balikpapan. Bendungan ini merupakanbendungan serbaguna dengan multi fungsi, antara lain pengendalian banjir, penyediaan air irigasi dan lain-lain. Berbagai upaya telah dilakukan antara lain dengan mengurangi laju erosi lahan yanag terbawa aliran air masuk bendungan BENDALI. Erosi terbesar berasal dari DAS keduang disisi timur. Akan tetapi sedimentasi yang terjadi dan mengancam kelestarian bendungan Balikpapan. Rangkaian bangunan tersebut berupa bangunan pengendali sedimen (check dam) di kali keduang untuk mengurangi sedimen dari hulu, tangul penutup di waduk dan saluran pengelak sedimen untuk mengalirkan sedimen ke hilir bendungan Balikpapan
PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN PERHITUNGAN PERENCANAAN JALAN KAMPUNG LEBAK LERONG MUARA ANCALONG KUTAI TIMUR
Darma, Yudha. 2012. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya dan Perhitungan Perencanaan Jalan Kampung Lebak Lerong Muara Ancalong Kutai Timur. Tugas Akhir, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Pembimbing: (1) Ir. H. Benny Mochtar EA, MT, (2) Ir. Jusuf Dea MT. Latar Belakang: Membantu meningkatkan kemajuan daerah dengan salah satu fasilitas seperti jalan yang merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya. Tujuan Penelitian: Mengadakan analisa perhitungan perkerasan kaku yang diperlukan pada konstruksi jalan dan menghitung rencana anggaran biaya dari proyek peningkatan jalan tersebut dengan menggunakan upah dan harga yang berlaku pada saat ini. Metodologi Penelitian: Melakukan pengumpulan data sekunder yang merupakan data yang berupa data umum proyek. Kesimpulan: Pada Perhitungan konstruksi jembatan bagian atas terdapat perhitungan tiang sandaran, plat lantai kendaraan, trotoar dan gelagar. Pada perhitungan bagian bawah jembatan terdapat perhitungan abutment dan tiang pancang.
ANALIS WAKTU TEMPUH KENDARAAN RINGAN KOTA SAMARINDA (Studi Kasus: Jl. Ir.Sutami-Teuku Umar-Mt.Haryono-Pangeran Suryanata)
Jalan Ir.Sutami – Teuku Umar – Mt. Haryono – PangeranSuryanata merupakan salah satu ruas jalan dimana daerah perkotaan yang sering terjadi kemacetan, tundaan, kecelakaan dan gangguan lalu lintas lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan kerugian waktu biaya dan kerugian lainnya yang tidak sedikit nilainya bagi para pengguna jalan. Hal ini juga akibat kurang disiplinya pengguna jalan itu sendiri.Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Ir. Sutami selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (29.29 km/jam ) jalur 2 (28.85 km/jam), Waktu perjalanan Jalur 1 (308 detik) jalur 2 (308 detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp3.668) jalur 2 (Rp 3.676).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Teuku Umar selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (39.97 km/jam) jalur 2 (40.22 km/jam), Waktu perjalanan Jalur 1 (171 detik ) jalur 2 (166 detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp 2.939) jalur 2 (Rp 2.827).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Mt. Haryono selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (40.48 km/jam ) jalur 2 ( 40.65 km/jam ), Waktu perjalanan Jalur 1 (198detik ) jalur 2 ( 198detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraanjalur 1 ( Rp 2.818 ) jalur 2 ( Rp 2.820 ).Hasil Analisa danSurvei di lapangan di ruas jalan Pangeran Suryanata selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (29.22 km/jam ) jalur 2 ( 28.71 km/jam ), Waktu perjalanan Jalur 1 (100 detik ) jalur 2( 100detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 ( Rp 3.674 ) jalur 2 ( Rp 3.674 )
Study Kajian Kapasitas Kolam Retensi Pada Kawasan Rumah Sewa Kelurahan Mangkurawang Kecamatan tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara
Tenggarong merupakan sebuah kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Sacara geografis, Kecamatan Tenggarong terletak di posisi antara 116o 47’ BT – 117o 04’ BT dan 0o 21’ LS – 0o 34’ LS.Wilayah Tenggarong berbatasan dengan Kecamatan Sebulu di bagian utara dan barat, Kecamatan Tenggarong Seberang di timur serta Kecamatan Loa Kulu di sebelah selatan.Kecamatan Tenggarong memiliki luas sebesar 398.10 km2dengan jumlah penduduk mencapai 128.211 (April 2014).Sedangkan kepadatan penduduk mencapai 322 penduduk / km2.Kecamatan Tenggarong secara administrative terbagi dalam 14 kelurahan yakni , Kelurahan Baru, Bukit Biru, Jahab, Loa Ipuh, Loa Ipuh Padat, Loa Tebu, Mahulu, Mangkurawang, Melayu, Panji, Rapak Lembur, Sukarame, Timbau, dan Bendangraya.Kelurahan Mangkurawang Kawasan Rumah Sewa merupakan daerah padat penduduk, dan saat ini sedang berkembang . Seiring dengan perkembangan kota pada umumnya, Kecamatan Tenggarong sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian ini, juga mengalami permasalahan bertambahnya jumlah penduduk sehingga banyak terjadi permukiman dimana - mana. Hal ini menyebab kan banyak daerah resapan yang berubah fungsinya.