KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALIS WAKTU TEMPUH KENDARAAN RINGAN KOTA SAMARINDA (Studi Kasus: Jl. Ir.Sutami-Teuku Umar-Mt.Haryono-Pangeran Suryanata)
Jalan Ir.Sutami – Teuku Umar – Mt. Haryono – PangeranSuryanata merupakan salah satu ruas jalan dimana daerah perkotaan yang sering terjadi kemacetan, tundaan, kecelakaan dan gangguan lalu lintas lainnya yang pada akhirnya akan menyebabkan kerugian waktu biaya dan kerugian lainnya yang tidak sedikit nilainya bagi para pengguna jalan. Hal ini juga akibat kurang disiplinya pengguna jalan itu sendiri.Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Ir. Sutami selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (29.29 km/jam ) jalur 2 (28.85 km/jam), Waktu perjalanan Jalur 1 (308 detik) jalur 2 (308 detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp3.668) jalur 2 (Rp 3.676).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Teuku Umar selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (39.97 km/jam) jalur 2 (40.22 km/jam), Waktu perjalanan Jalur 1 (171 detik ) jalur 2 (166 detik) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 (Rp 2.939) jalur 2 (Rp 2.827).Hasil Analisa dan Survei di lapangan di ruas jalan Mt. Haryono selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (40.48 km/jam ) jalur 2 ( 40.65 km/jam ), Waktu perjalanan Jalur 1 (198detik ) jalur 2 ( 198detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraanjalur 1 ( Rp 2.818 ) jalur 2 ( Rp 2.820 ).Hasil Analisa danSurvei di lapangan di ruas jalan Pangeran Suryanata selama 4 hari pada tanggal hari senin 25 mei, hari rabu 27 mei, hari sabtu 30 mei, Hari Minggu 31 mei 2015 terdapat hasil kecepatan rata-rata jalur 1 (29.22 km/jam ) jalur 2 ( 28.71 km/jam ), Waktu perjalanan Jalur 1 (100 detik ) jalur 2( 100detik ) dan hasil Biaya Operasional Kendaraan jalur 1 ( Rp 3.674 ) jalur 2 ( Rp 3.674 )
KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE DI JALAN BEDENG, KELURAHAN LEMPAKE SAMARINDA UTARA
Seiring berjalannya waktu perkembangan pembangunan terjadi sangat pesat di jalan Bedeng Kelurahan Lempake Samarinda Utara, Selain masalah pesatnya pembangunan, ada masalah lain yang harus di cari solusinya yaitu masalah saluran drainase yang mengalami penurunan kapasitas daya tampung akibat sampah dan sedimentasi yang tinggi.Untuk menangani permasalahan banjir di jalan Bedeng Kelurahan Lempake ini perlu ditinjau kondisi eksisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode gumbel, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode manning. Hasil penelitian menunjukkan dalam jangka waktu 10 tahun seluruh saluran tidak mampu menampung debit air, sehingga diperlukan perubahan dimensi yang lebih besar yaitu lebar 2,70 m dan tinggi 2,70
EVALUASI BUNDARAN JALAN JENDERAL SUDIRMAN – JALAN CUT NYAK DIEN – JALAN S. PARMAN DI KOTA TENGGARONG
Jalan merupakan salah satu fasilitas yang digunakan dalam transportasi untuk kelancaran transportasi dalam pendistribusian baik orang maupun barang. Pelayanan jalan yang baik maka kelancaran transportasi akan menjadi baik ditentukan oleh faktor geometrik jalan dan para pengemudi yang saling memahami rambu-rambu atau peraturan yang telah ditentukan oleh yang berwenang. Seiring dengan kemajuan zaman dan pertambahan jumlah penduduk, maka pelayanan transportasi yang baik dan teratur sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya gangguan lalu lintas di jalan raya.Sistem lalu lintas jalan raya pada dasarnya terdiri dari sub-sub sistem yang antara lain adalah pemakai jalan (pengemudi dan pejalan kaki), sarana angkutan (kendaraan), prasarana jalan (lingkungan) dimana dalam gerak dan dinamiknya, interaksi dan kombinasi daripada sub-sub sistem tersebut akan menghasilkan karakteristik tersendiri dalam pergerakan barang dan penumpang.Perencanaan simpang berbentuk bundaran merupakan bagian dari perencanaan jalan raya yang amat penting. Pada bundaran terjadi konflik antara kendaraan yang berbeda kepentingan, asal maupun tujuan. Berkaitan dengan hal tersebut perencanaan bundaran harus direncanakan dengan cermat, sehingga tidak menimbulkan akses yang lebih buruk, misalnya kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas menimbulkan kerugian yang lebih besar yaitu biaya yang makin tinggi akibat pemborosan bahan bakar, polusi udara, kebisingan dan keterlambatan arus barang dan jasa
MODIFIKASI DESAIN KOLOM, BALOK, DAN PELAT PADA GEDUNG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA KOTA SAMARINDA MENGGUNAKAN BETON BERTULANG
Gedung kantor dinas cipta karya dan tata kota merupakan gedung barumilik pemerintah kota Samarinda. Gedung yang terletak di jalan D.I Panjaitantersebut dibangun untuk menggantikan gedung lama yang berada di jalan kesumabangsa. Komponen struktur gedung merupakan struktur komposit yang terbuatdari profil baja yang diberi selubung beton di sekelilingnya. Baja merupakankomponen yang paling dominan pada struktur gedung. Baja sangat rentanterhadap buckling (tekuk) sehingga seringkali tidak ekonomis bila digunakansebagai elemen tekan karena banyak material yang perlu digunakan untukmemperkuat elemen tekan terhadap buckling.Dari uraian diatas akan direncanakan ulang komponen struktur gedungmenggunakan beton bertulang dan penambahan jumlah lantai. Analisa strukturmenggunakan permodelan 3 Dimensi dengan bantuan software EtabsDari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, desain kolomdengan dimensi 80x80 cm menggunakan tulangan lentur 24 D25 dan tulangangeser menggunakan 10-100. Desain balok dengan dimensi 60x80 cmmenggunakan tulangan lentur tekan 5 D22, tulangan lentur tarik 3 D22, dantulangan geser menggunakan 10-150. Pelat lantai dan atap dengan tebal 16 cmmenggunakan tulangan tumpuan 12-250, dan tulangan lapangan 12-250
PERHITUNGAN BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE PADA PEMBANGUNAN PUSKESMAS LONG MESANGAT
Dalam manajemen konstruksi, perencanaan, pelaksanaan serta pengendalian dari industri jasa konstruksi dapat diatur sesuai dengan sumber daya yang ada. Karena dalam jasa konstruksi dituntut untuk mampu melaksanakan proyek secara tepat waktu , tepat biaya dan mutu. Dalam pelaksanaan suatu proyek jarang ditemui proyek yang berjalan tepat sesuai dengan waktu dan biaya yang telah direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang telah direncanakan. Untuk menghindari kerugian dalam kegiatan proyek kita dapat meramalkan (forecasting) terhadap biaya penyelesaian proyek dengan Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, studi ini menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Analisis data menggunakan metode analitis dan deskriptif. Analitis berarti data yang sudah ada diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan. Sedangkan deskriptif maksudnya adalah dengan memaparkan masalah-masalah yang sudah ada atau tampak. Dari hasil Penelitian Prakiraan biaya akhir pada minggu ke-19 biaya melebihi anggaran dan dari hasil perhitungan bahwa pekerjaan terlambat dari rencana jadwal proyek sehingga membutuhkan waktu tambahan. Dalam melaksanakan proyek hendaknya mencermati faktor biaya dan waktu supaya dapat mencapai hasil yang maksimal.
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN TIPE PRECAST PRESTRESS SUNGAI LONG SEMAMU KABUPATEN MALINAU
Prestress concrete bridge is one kind of bridge that can be used to connect the mainland edge to further inland, but the effective capabilities of precast prestress bridge span is from 30 meters to 60 meters, so the existence of the bridge of this type encountered in the span - long span.Bridge in Long Semamu River Planned with the type of precast prestress that will be able to accommodate the volume of vehicles and combination of the load acting on the bridge include permanent action, while the action and environmental action.Precast prestress bridge structure calculation using SNI T-02-2005 regulation on loading on the bridge. Overview calculation includes the calculation of the upper structure consisting of poles parapet, sidewalk, tread plate, the vehicles floor, prestress concrete beams and the bottom structure consisting of abutments, pier, wing wall, and foundation.From the calculations, the reinforcement needs of each structural element is varies, from a diameter of 13 mm to 32 mm. For construction of foundation used type of pile with a diameter of 40 cm and depth of 14 m for abutments, and 19 m for pier
Pusat Pendidikan Seni Tari Tradisional Dayak Kalimantan Timur Di Kota Samarinda 2017
Perencanaan Pusat Pendidikan Seni Tari Tradisional Dayak Kalimantan Timur merupakan salah satu bentuk wujud melestarikan budaya seni tari Kalimantan timur. Skema perencanaan dan perancangan menggunakan beberapa metode yaitu pengumpulan data primer dan data skunder. Berdasarkan hasil perencanaan dan perancangan ini bahwa Pusat Pendidikan Seni Tari Tradisional Dayak Kalimantan Timur ini dirancang dengan pendekatan konsep kearifan arsitektur lokal di kota samarinda dan dengan konsep bangunan ramah lingkungan. Konsep tersebut dibuat dengan tujuan melestarikan kearifan arsitektur lokal serta meminimalisir dampak bangunan pada lingkungan
ANALISA PERENCANAAN RIGID PAVEMENT PADA RUAS JALAN RING ROAD II KOTA SANGATTA
Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia.Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya.Jenis beton semen (rigid pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta sering mengalami banjir.Dengan telah dikembangkannya beton semen (rigid pavement) untuk pembangunan prasarana jalan di daerah perkotaan maupun di pedesaan, maka pemerintah terus menggalakkan pembangunannya baik pada ruas jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten maupun jalan desa ataupun lingkungan, mengingat perkerasan jalan ini lebih mampu mendukung beban kendaraan berat serta tahan terhadap genangan air.Ruas jalan Ring Road 2 kota Sangatta ini adalah ruas jalan yang banyak dilalui oleh kendaraan pengangkut barang baik berupa truk-truk besar dan mobil pick up.Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi beton semen (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen serta tulangan berupa dowel dan tie bar yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN KOTA SAMARINDA TERHADAP LINGKUNGAN ( studi kasus jalan Wahid Hasyim II )
Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan bertambahnya tingkat kebisingan di jalan raya. Dampak dari kebisingan ini menimbulkan ketidaknyamanan baik oleh para pengguna jalan mau pun masyarakat disekitarnya. Jalan dengan volume kendaraan berat mau pun kendaraan ringan yang cukup banyak semakin beresiko menghasilkan suara bising, penelitian ini mengambil lokasi di jalan Wahid Hasyim II Samarinda Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh lalu lintas dan model prediksi kebisingannya. Variabel yang di cari adalah volume lalu lintas dan tingkat kebisingan. Data ini kemudian digunakan untuk mencari tingkat kebisingan yang kemudian dibandingkan dengan baku tingkat yang di ijinkan sesuai keputusan SK Menteri LH No.48/MenLH/11/1996. Penelitian dilaksanakan pada satu ruas jalan dengan lama pengukuran tiap titik adalah 7 jam, pengukuran dilakukan per 10 menit setiap jamnya yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 05.00 WITA. Pengukuran dilaksanakan menggunakan Sound Level Meter GM1356 USB ditempatkan sejarak 10 meter dari tepi jalan pada ketinggian 1,2 meter di atas permukaan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan terbesar adalah sabesar 72 dB. Dari hasil penelitian ini menunjukan tingkat kebisingan di jalan Wahid Hasyim II Samarinda Utara tersebut sudah melebihi baku tingkat yang di ijinkan. Salah satu usaha penanganannya adalah dengan pemasangan alternatif peredaman suara
PRODUKTIFITAS KERJA ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH PROYEK PENGEMBANGAN DAN PERLUASAN STADION MADYA SEMPAJA SAMARINDA
Di masa sekarang ini pembangunan di negara kita semakin meningkat dan berkembang, terlebih dengan dilaksanakannya kebijakan pemerintah yaitu otonomi daerah, khususnya Kalimantan Timur yang membuat pemerataan pembangunan disegala bidang baik berupa pembangunan sarana umum seperti sarana olahraga seperti stadion maupun pembangunan-pembangunan yang bersifat pribadi seperti ruko, tempat penginapan (hotel), ataupun perumahan.Seperti diketahui bahwa kontur diwilayah Kalimantan Timur adalah merupakan daerah perbukitan dan rawa, sehingga dalam proses pembangunan di wilayah ini dibutuhkan batuan alat berat untuk menyiapkan lahan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Alat-alat berat yang dikenal dalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan suatu pengerjaan proyek. Tujuan penggunaan alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada waktu relatif yang lebih singkat. Alat berat yang umumnya dipakai didalam suatu proyek antara lain Buldozer, Excavator (alat gali) seperti Backhoe, Dump Truk dan lain-lain.Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih haruslah tepat sehingga proyek tersebut berjalan dengan lancar. Kesalahan dalam memilih alat berat dapat mengakibatkan proyek menjadi tidak lancar. Dengan demikian keterlambatan penyelesaian proyek dapat terjadi yang menyebabkan biaya yang membengkak. Produktivitas yang kecil dan tanggung jawab yang dibutuhkan untuk pengadaan alat lain yang lebih sesuai merupakan hal yang menyebabkan biaya yang lebih besar