KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    METHOD OF IMPROVING SLOPE STABILITY IN ARAH SAMARINDA – BALIKPAPAN KM 60 – 61 JALAN TAHURA BUKIT SOEHARTO KALIMATAN TIMUR

    Get PDF
    Tanah sebagai material konstruksi sekaligus sebagai tanah pondasi dari suatu konstuksi/struktur seperti bendungan urugan, tanggul sungai, tembok penahan, konstruksi pekerjaan tanah, Gedung dan jembatan, memerlukan suatu persyaratan tertentu baik dari segi kekuatan maupun ekonomis. Untuk meningkatkan stabilitas lereng, ada beberapa metode yang bisa digunakan , salah satunya adalah dengan menggunakan konstruksi dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah adalah konstruksi yang berfungsi untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah dibelakang dinding penahan tanah. Perhitungan tekanan tanah dihitung dengan menggunakan teori Rankine, coulomb dan perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas daya dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Hansen dan Vesic berdasarkan data-data karakteristik keteknikan ( c dan ). Dinding penahan tanah yang sering digunakan dilapangan, yaitu type kantilever. Studi ini bertujuan untuk merencanakan dimensi dinding penahan tanah dan disain konstruksi penulangan. Hasil perhitungan stabilitas dinding penahan tanah menunjukan bahwa pada ketinggian lereng 5.00 m, angka kemampuan pada type kantilever lebih tinggi, baik untuk stabilitas terhadap penggulingan, penggeseran maupun keruntuhan kapasitas daya dukung tanah

    PERHITUNGAN EARNED VALUE ANALYSIS PADA PEMBANGUNAN KANTOR DESA SUMBER SARI KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    Get PDF
    Kondisi suatu proyek dipengaruhi banyak faktor lingkungan sehingga suatu proyek akan berbeda dengan proyek yang lain. Pengendalian dalam proyek konstruksi pada umumnya menyangkut tiga aspek utama, yaitu, biaya, waktu dan SDM. Pengendalian pada umumnya dilakukan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien. Oleh karena itu diperlukan analisis yang memerlukan suatu sistem pengendalian biaya dan jadwal terpadu agar parameter yang di kontrol benar-benar efisien dan dapat menunjukkan dengan tepat kondisi proyek. Suatu bentuk pelaporan perkembangan proyek juga diperlukan agar produktivitas pekerjaan terhadap rencana jadwal dan biaya dapat terekam secara objektif, tercatat secara rinci dan dapat dipertanggung jawabkan kepada masing-masing pelaksana proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya pelaksanaan proyek terhadap nilai kontrak, memprediksi prakiraan biaya pada bulan terakhir, mengetahui kontraktor mengalami keuntungan atau kerugian dalam mengerjakan proyek ini dan apakah pekerjaan di lakukan tepat sesuai jadwal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, studi ini menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Analisis data menggunakan metode analisis dan deskriptif. Analisis berarti data yang sudah ada diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan. Sedangkan deskriptif maksudnya adalah dengan memaparkan masalah- masalah yang sudah ada atau tampak. Dari hasil Penelitian Prakiraan biaya akhir pada bulan terakhir yaitu di bulan ke-5. Dari hasil nilai estimasi biaya akhir proyek diperoleh EAC (Estimate Temporary Cost), dan dari hasil perhitungan bahwa pekerjaan terlaksana tepat sesuai rencana (on schedule). Dari hasil evaluasi dan analisis data diperoleh status biaya dan waktu saat pelaporan. Biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor hingga akhir proyek Rp.991.484.500,00 dan waktu pelaksanaan lima bulan. Dalam hal ini pelaksana mengalami keuntungan sebesar Rp.88.442.010,99 dan waktu yang dilaksanakan sesuai dengan rencana

    PERENCANAAN KAWASAN KULINER DENGAN KONSEP WATERFRONT DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk pauk, makanan (penganan), dan minuman. Karena setiap daerah memiliki cita rasa kuliner tersendiri, maka tak heran jika Kota Samarinda yang dihuni oleh berbagai macam suku memiliki kuliner yang berbeda-beda. Berdasarkan itu maka perlunya merencanakan suatu kawasan kuliner di Kota Samarinda dengan menjadikan Sungai Mahakam sebagai brand dari kawasan itu. Bagaimanakah rumusan konsep perencanaan kawasan kuliner dengan konsep waterfront yang dapat mencitrakan fungsi suatu kawasan dengan penerapan arsitektur waterfront. Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukankan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dari perencanaan kawasan kuliner dengan konsep waterfront ini adalah untuk menyediakan suatu kawasan kuliner sebagai tempat makan, berkumpul, bersantai dan bersenang-senang pada daerah tepi air. Dalam melakukan pendekatan perancangan ada beberapa tahapan penelitian studi yang harus dilakukan antara lain pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, pendekatan analisis tapak dan lingkungan. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam perencanaan ini menggunakan  beberapa metode yaitu sebagai berikut studi literatur, wawancara, pengamatan langsung. Dari hasil penelitian ini terciptanya suatu perencanaan kawasan kuliner dengan konsep bangunan dan kawasan open space, sehingga desain arsitektur yang dihasilkan akan mengedepankan Sungai Mahakam sebagai brand dari kawasan kuliner dengan konsep waterfront tersebut

    PERENCANAAN KANTOR OPERASIONAL DAN BANGUNAN PENUNJANG GALANGAN KAPAL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN KONTEMPORER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan merancang bangunan penunjang dan fasilitas galangan kapal di Samarinda Dengan Pendekatan Arsitektur  Modern Kontemporer,  dengan merencanakan bangunan kantor operasional, Mess karyawan, Musholla, QSHE dan Medis, Kantin dan Pos Security di galangan kapal yang sesuai dengan standar safety K3 di Samarinda, serta merencanakan Galangan kapal yang mampu menjadi contoh baik untuk desain galangan kapal di samarinda dan terbangunnya suatu galangan kapal dengan fasilitas penunjang yang memadai. Atas dasar inilah Kalimantan Timur khususnya daerah Samarinda mempunyai potensi dalam memajukan perekonomian dalam bidang perkapalan karena sepanjang sungai Mahakam merupakan tempat rute perekonomian dalam hasil alamnya yang bermacam-macam salah satunya batubara dan kayu. Hal inilah yang menjadi alasan untuk mendirikan galangan kapal di wilayah Samarinda

    PERENCANAAN PEMELIHARAAN JALAN DALAM KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Karena begitu pentingnya fungsi jalan, maka agar fungsi dari jalan itu sendiri dapat dimaksimalkan oleh penggunanya diperlukan kondisi jalan yang baik. Bertitik tolak dari kondisi yang baik tersebut, suatu perkerasan jalan sekuat apapun seiring dengan waktu dan tingginya aktifitas yang melintasinya akan dengan mudah menurun kekuatannya sebagai akibat dari melemahnya kepadatan lapisan pondasi dan terurainya butiran agregat dari bahan pengikatnya. Kerusakan pada struktur perkerasan jalan dapat terjadi dengan kondisi yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kerusakannya : berat, sedang, ataupun ringan. Disarankan pada saat kerusakan ringan dapat segera diperbaiki dengan cara pemeliharaan rutin, agar kerusakan tidak berkembang lebih lanjut atau semakin parah yang berakibatkan semakin mahal biaya untuk perbaikannya. Adapun dalam penelitian ruas Jalan Harmonika, Jalan Pintu Masuk Stadion Timur Gor Segiri, Jalan Pulau Sebatik, Jalan Abdul Muthalib, Jalan PM. Noor ini menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Metode AASTHO 93, yang diuraikan berdasarkan jenis-jenis kerusakan jalan, tingkat kerusakan jalan, data CBR tanah dan data LHR. Dalam penelitian ini dapat dihasilkan penggolongan tingkat kerusakan pada setiap jalan seperti pada ruas jalan Harmonika dengan nilai PCI 12 (sangat Jelek) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 43 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. Rp. 23.521.000,00, Jalan Pintu Masuk Stadion Timur Stadion Segiri dengan nilai PCI 12 (Sangat Jelek) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 42 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 23.521.000,00, Jalan Pulau Sebatik dengan nilai PCI 12 (Sangat Jelek) dan lapis perkerasan AASTHO 93 32 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 37.097.000,00, Jalan Abdul Muthalib dengan nilai PCI 66 (Baik) dan lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 46 cm dan pada Jalan PM. Noor dengan nilai PCI 71 (Sangat Baik) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 35 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 44.612.000,00

    ANALISA KINERJA TERHADAP WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS PADA PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM IAIN SAMARINDA

    Get PDF
    Planning, cost control, and time are part of the overall construction project management. In addition, quality, projects can also be known in terms of cost and time. The danger of deviations from plans in terms of costs and time that are very important for construction construction must be measured continuously. Significant cost and time deviation. Poor depreciation. As for the Performance Analysis of Time and Cost with Earned Value Analysis Method at the Construction of the IAIN Samarinda Auditorium Building using Earned Value Analysis Method by collecting data in the field at the IAIN Auditorium Building Construction Project in Samarinda. In this study the Performance Analysis of Time and Cost with Earned Value Analysis Method in the Construction of the IAIN Samarinda Auditorium Building results in the SPI value of 0.853 while the CPI is 1.006, which means that the project experiences delays in terms of schedule but issues less actual costs of work already done. For the ETC value of Rp. 13,380,535,283 and an EAC value of Rp. 30,483,085,771 while the ECD value to 294 days for project completion time is recommended so that the relevant parties control the progress of the performance in the following weeks and find a solution so that the project is completed on time with the remaining costs

    KAJIAN PERBANDINGAN PORTAL BETON BERTULANG BERDASARKAN BEBAN GEMPA SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726- 2012 PADA PEMBANGUNAN GEDUNG SEKRETARIAT KONI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Dalam dunia konstruksi di Indonesia terdapat standar mengenai Peraturan mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung yang diatur dalam SNI 03-1726-2002. Akan tetapi menurut para ahli gempa di Indonesia, peraturan ini dirasa sudah tidak sesuai lagi diaplikasikan sebagai pedoman perencanaan struktur tahan gempa karena mengingat banyak gempa besar yang terjadi dan menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Seiring berjalannya waktu dan teknologi, maka dilakukan pembaharuan dengan disusunnya standar kegempaan SNI 1726:2012. Di standar tersebut, terdapat faktor respons gempa yang nilainya bergantung pada parameter percepatan gerak tanah yang kemudian dibuat kurva terlebih dahulu sehingga dapat ditentukan nilai faktor respons gempa berdasarkan waktu getar alami. Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis perbandingan antara SNI 03-1726-2002 dengan SNI 1726:2012. Perbandingan dilakukan pada beban gempa, hasil analisis gempa statis linier dan dinamis dengan model 3 dimensi gedung 10 lantai dengan fungsi bangunan sebagai perkantoran

    PERENCANAAN INSTALASI PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA LAHAM KECAMATAN LAHAM KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Kebutuhan Pokok Masyarakat akan air bersih yang layak merupakan masalah yang berkembang di Desa Laham Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur. Pendistribusian air bersih masih belum merata, sehingga sebagian masyarakat belum mendapatkan air bersih secara optimal. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan jaringan distribusi air bersih yang baik dan mampu melayani kebutuhan air bersih sesuai dengan proyeksi kebutuhan air di masa yang akan datang bagi penduduk di daerah tersebut. Dilihat dari peta desa Laham berada di sepanjang sungai mahakam yang membuat desa Laham memiliki sumber air bersih yang sangat berlimpah sehingga memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Dari hasil suevei di dapat panjang jaringan yang akan di rencanakan sepanjang 4524 meter, pipa yang akan di gunakan yaitu pipa PVC dengan diameter 75 mm, dengan tingkat kekerasan sebesar 150. Hasil perhitungan dan analisa kebutuhan air bersih harian maksimum desa Laham Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2028 sebesar 2,769 liter/detik dan kebutuhan air pada jam puncak tahun 2028 sebesar 3,775 liter/detik. Dari hasil analisa perhitungan pipa distribusi utama di perlukan kecepatan aliran dalam pipa sebesar 0,853 meter/detik sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi ke rumah - rumah penduduk

    ANALISIS PEMILIHAN RUTE JALAN MT. HARYONO, JALAN AHMAD YANI DAN MELEWATI JALAN SUNGAI AMPAL DI KOTA BALIKPAPAN

    Get PDF
    Pembangunan coastal road di Kota Balikpapan ini direncanakan dengan mengintegrasikan sistem eksisting kota dengan sistem yang baru melalui pembuatan jalan kolektor dan pembuatan jalan pesisir pantai (coastal road) agar dapat meningkatkan aksesibilitas kawasan dan meningkatkan kinerja kota dan kawasan. Penentuan rute pada kawasan coastal road Kota Balikpapan memegang peranan penting untuk aksesibilitas pergerakan orang dan barang karena dapat mengefisiensikan jarak, waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai suatu daerah tujuan tertentu. Penelitian ini mengetahui skenario pemilihan Rute yang melewati Jalan MT. Haryono, Jalan Ahmad Yani dan melewati Jalan Sungai Ampal di Kota Balikpapan Skenario dan hasil analisis pemilihan rute yang melewati Jalan MT. Haryono, Jalan Ahmad Yani dan melewati Jalan Sungai Ampal di Kota Balikpapan sebagai berikut ; Skenario 1 : Kondisi Pemilihan Rute 1 dan Rute 2, tingkat pelayanan untuk Rute 1 dan Rute 2 “C” waktu tempuh 44 menit; Skenario 2 : Asumsi Pertumbuhan Zona A ke Zona B (Rute 1 dan Rute2), tingkat pelayanan kedua rute adalah "E" dan waktu tempuh 88 menit, yang artinya perlu dilakukan beberapa skenario untuk meminimalkan keterlambatan ini; Skenario 3 : Penambahan Pertumbuhan dan Rute 3, tingkat pelayanan untuk rute 1 adalah "E", rute 2 “D” dan Rute 3 adalah "C" dan Ta diperoleh 68 menit, lebih cepat 20 menit; Skenario 4 : Gabungan Asumsi Pertumbuhan dan Penambahan Kapasitas Zona A ke Zona B (Rute 1 dan Rute 2), tingkat pelayanan untuk rute 1 dan rute 2 adalah "D" dengan waktu tempu skenario ini lebih cepat 35 menit dari waktu tempuh kondisi pertumbuhan; Skenario 5 : Gabungan Asumsi Pertumbuhan, Penambahan Kapasitas Zona A ke Zona B di Rute 1, Rute 2 dan Penambahan Rute 3, tingkat pelayanan untuk rute 1, 2, 3 secara berturut-turut adalah "D","C","B" dengan waktu tempuh 30 menit yang artinya skenario ini memiliki waktu tempuh yang lebih cepat 58 menit dari waktu tempuh kondisi pertumbuhan. Keuntungan biaya waktu perjalanan (BWP) setiap kendaraan per jam masingmasing skenario pemilihan Rute adalah jumlah kendaraan/jam dikalikan okupansi untuk menghitung total keuntungan biaya waktu perjalanan ; Skenario 1 : Rp. 12.378.056.004,60/jam ; Skenario 2 : Rp. 7.538.407.759,35 /jam; Skenario 4 : Rp. 18.095.039.498,25 /jam; Skenario 5 :Rp. 22.677.208.920,60 /jam

    PERHITUNGAN STRUKTUR RIGID PAVENMENT / SEMENISASI PADA STA 51+450 s/d 59+800 PADA LOKASI PROYEK DESA TUANA TUHA KECAMATAN KENOHAN MENUJU DESA GUNUNG SARI KECAMATAN TABANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    No full text
    Jika perkerasan kaku telah mencapai akhir dari masa layannya, sehingga tidak mampu lagi untuk menahan beban lalu lintas yang berada di atasnya, maka ada dua pilihan untuk meningkatkan kemampuan perkerasan kaku tersebut, yaitu dengan rekonstruksi atau mengganti perkerasan tersebut dengan perkerasan beton yang baru, ataupun dengan pelapisan tambah (overlay) pada perkerasan beton yang sudah ada. Dengan adanya overlay diharapkan dapat meningkatkan masa layan dari perkerasan lama dan juga dapat menambah kapasitas struktur, mengurangi pemakaian peralatan untuk pemeliharaan atau maintenance, serta menghemat biaya.Pada tugas akhir ini akan dibahas perhitungan struktur pekerasan kaku dengan menggunakan Metode SNI, untuk data lalu lintas dan tebal perkerasan lama yang di ambil sama. Dari hasil perhitungan menggunakan metode SNI tersebut diperoleh parameter yang digunakan disetiap pelaksanaan dilapanga

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇