RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa
Not a member yet
    344 research outputs found

    Pembelajaran Bahasa Berbasis Lingkungan: Perspektif Ekolinguistik

    No full text
    Tulisan ini ditujukan untuk memberikan konsep pembelajaran bahasa berbasis lingkungan dalam perspektif Ekolinguistik. Perubahan lingkungan kebahasaan, tentu juga lingkungan sosial, kemanusiaan, dan kebudayaan, patut dikaji secara kritis. Demikian pula perkembangan budaya media khususnya, dan perubahan tata nilai kehidupan yang “sangat mendunia†ini perlu dicermati, disikapi, dan dievaluasi kembali secara lebih dalam. Kehidupan ini memang selalu berubah dan berkembang ke tingkat peradaban dan kebudayaan yang lebih tinggi. Akan tetapi, ke arah manakah hidup ini bergerak dan berubah, (secara khusus perubahan peran dan fungsi bahasa serta sikap para pemakainya), itulah sesungguhnya yang perlu direnungkan dan dievaluasi. Pembelajaran bahasa berbasis lingkungan diupayakan agar keanekabahasaan dan juga keberagaman bahasa yang merepresentasikan keanekaragaman hayati di lingkungan tertentu, dapat menjadi sumber penulisan dan upaya pelestarian bahasa-bahasa lokal, bahasa Indonesia, dan penguasaan bahasa asing. Melalui pembelajaran bahasa-bahasa yang berbasis lingkungan itu, peserta didik memulihkan kembali interaksi, interelasi, dan interdependensi dengan lingkungan hidup mereka, sekaligus mencegah gejala ketidakberakaran hidup mereka. Kata kunci: pembelajaran bahasa, perspektif ekolinguisti

    CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU “KIS BANDâ€

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang penggunaan bahasa campur kode di dalam lirik lagu Kis Band. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) bagaimanakah bentuk-bentuk campur kode berdasarkan tata tingkat perangkat kebahasaan dan berdasarkan unsur bahasa serapan dalam lirik lagu dari Kis Band, 2) unsur-unsur apa saja yang dicampur dalam lirik lagu dari Kis Band, dan 3) faktor apa sajakah yang memengaruhi terjadinya campur kode pada lirik lagu dari Kis Band. Penelitian ini dilaksanakan dengan berlandaskan pada teori campur kode oleh Muysken (2000) dan Ju (2009). Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini antara lain: teknik rekaman, wawancara, dan observasi. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode agih. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) jenis-jenis campur kode yang digunakan dalam lirik lagu Kis Band adalah insersi, alternasi, dan leksikalisasi kongruen; 2) unsur-unsur yang dicampur dalam lirik lagu Kis Band adalah kata seperti playboy, frasa seperti jadi pemenang, kata yang terintegrasi secara morfologis dengan prefiks bahasa Bali nge- seperti ngekiss dan klausa lari dari kenyataan, dan 3) faktor-faktor yang mempengaruhi campur kode yang terjadi di dalam lirik lagu Kis Band antara lain 1) persepsi tentang latar belakang bahasa bicara, 2) dominasi bahasa, 3) sikap bahasa, dan 4) motivasi psikolinguistik untuk mengisi kesenjangan leksikal, dan pencampuran dalam kata atau frasa yang sering diakses. Kata Kunci: campur kode, lirik lagu, faktor campur kod

    Konstruksi Pasif Bahasa Manggarai: Sebuah Analisis Leksikal – Fungsional

    No full text
    Data dalam artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan dengan menggunakan suatu metode pengamatan, wawancara secara mendalam, dan intuitif. Dari hasil analisis data diperoleh gambaran bahwa konstruksi pasif yang ditemukan dalam bahasa Manggarai adalah konstruksi pasif sintaktis, yang terdiri atas pasif kanonis dan pasif nonkanonis. Pasif morfologis tidak terdapat pada bahasa ini. Hal ini beralasan karena bahasa Manggarai tidak memiliki pemarkah morfologis, terutama afiksasi. Argumen inti satu-satunya dalam konstruksi pasif pada bahasa ini muncul tanpa pemarkahan, sedangkan argumen noninti muncul dengan pemarkahan sintaksis, berupa preposisi le ’oleh’ yang bisa muncul bervariasi menjadi preposisi li dan preposisi l

    Syntactical Marker {-Nya} In Indonesian

    No full text
    This study discusses the syntactic marker {-nya} in Indonesian, and aims at finding the answers to the three research questions; (i) what hosts can be appended by {-nya},(ii)what syntactic functions can be filled by {-nya}, and (iii) what is the meaning of {-nya}contextually. The data to support the analysis was collected from the source with the help of a data collection tool [antconc3.2.1w window2007]. Two theories are relevant to the discussion of {-nya}, namely; morphosyntactic theory that searched the occurrence of {-nya} in a text and discourse theory to discover the meaning of {-nya} contextually.The result of analysis showed three occurrence of {-nya}; pronoun clitics, determiner, and as adverbial formation. As a core argument {-nya} can be attached to the nasal verbs, passive verbs, zero intransitive verbs, and category of nouns, prepositions, and reflexive pronouns. As adverbial formation {-nya} is attached to the adjective, bound root, and is combined with {se-} to form confix {se-baik-nya}. As pronoun, {-nya} can serve as; Grammatical Subjects and Objects, Possessive determiner, Oblique Agent, Reflexive pronoun. As determiner it is always attached to the noun, forming nouns from verbs, and as an adverbial it can serve as an adjunct, conjunct, and disjunct. The meaning of {-nya} with pronominal category should be traced in the text and always refers to the third person singular. Keywords: syntactic markers, pronouns, argument, adverbial, discours

    Dinamika Pembentukan Kata Bahasa Indonesia

    No full text
    Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa di dunia tidak mungkin mempertahankan kemurnian dan kemandiriannya. Bahkan, bahasa Indonesia tergolong bahasa yang tidak murni karena dari awal kelahirannya tidak ada bahasa Indonesia. Istilah Indonesia baru muncul belakangan. Tilikan terhadap dinamika pembentukan kata bahasa Indonesia bertolak dari dua sudut pandang. Pertama, sudut pandang internal, yaitu sudut pandang yang terfokus pada kaidah pembentukan kata yang ada dalam sistem bahasa Indonesia. Kedua, sudut pandang eksternal, yaitu sudut pandang  yang menekankan pembentukan kata dari pengaruh bahasa lain, baik asing maupun lokal. Proses pembentukan kata secara internal yang lazim terjadi dalam bahasa Indonesia mencakup: afiksasi, reduplikasi, pemajemukan, pemendekan, dan derivasi balik. Dari beberapa pembentukan kata ini, tidak semua dianalisis tetapi hanya dikhususkan pada pembentukan kata yang dinamis (mengalami pasang surut). Hasil pengkajian membuktikan bahwa pembentukan kata dalam bahasa Indonesia dewasa ini, senantiasa mengalami dinamika. Kecenderungan dinamika mengarah pada munculnya afiks asing atau afiks bahasa serumpun, penanggalan afiks, munculnya leksikal baru, dan menyusutnya pemakaian kata yang sebelumnya sangat tinggi. Di sisi lain, ada kecenderungan bahwa morfem unik berubah menjadi morfem bebas. Kata Kunci: Proses pembentukan kat

    Kajian Teks Kendala Penggunaan Istilah Teknologi Informasi Berbahasa Indonesia

    No full text
    Istilah diciptakan sebagai intisari (rangkuman) suatu konsep agar dalam penyampaiannya dapat menjadi representasi pengalaman pengguna bahasa ketika berinteraksi dengan bidang yang berhubungan dengan penggunaan istilah tersebut. Fungsi komunikatif suatu istilah, dalam hal ini, dengan demikian berkaitan dengan fungsi praktisnya bagi para penggunanya. Jika suatu istilah hanya mengedepankan esensi konseptual tanpa mengindahkan pemahaman pengguna terhadap fungsi istilah tersebut, dimungkinkan penerapan istilah tersebut terbatas pada kalangan tertentu saja. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini berusaha mengungkap keefektifan istilah teknologi informasi berbahasa Indonesia yang kosakatanya diserap atau diterjemahkan dari bahasa asing. Fokus penelitian terletak pada asumsi akan digunakannya istilah tersebut oleh para pengguna teknologi informasi. Sejalan dengan ini, uraian tentang peluang serta tantangan penerapan kosakata sejenis menjadi hal yang penting. Analisis dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan komunikatif yang dikemukakan oleh Agnes Kukulska-Hulme.  Kata kunci: istilah TI, pendekatan komunikati

    Kajian Transitivitas Teks Terjemahan Takepan Serat Menak Yunan Dan Kontribusinya Terhadap Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Di Smp: Analisis Berdasarkan Linguistik Fungsional Sistemik

    No full text
    Penelitian ini mendeskripsikan: (1) tipe proses transitivitas dalam teks terjemahan Takepan Serat Menak Yunan (TSMY;. (2) tipe proses transitivitas yang mendominasi dalam TSMY; dan (3) kontribusi TSMY pada materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) dengan pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan wawancara. Data dianalisis dengan mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods).Analisis data dan pembahasan menyimpulkan tiga hal, yaitu: (1) Tipe proses transitivitas dalam TSMY meliputi: proses material, mental, tingkah laku, relasional, verbal, dan ekstensial. Sirkumstan dalam TSMY meliputi sirkumstan rentang, lokasi, sebab, lingkungan, penyerta, peran, masalah, pandangan, cara, dan kualitas. (2) Tipe proses transitivitas yang mendominasi dalam TSMY adalah proses material yang berjumlah 127 (36,10%). Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa TSMY lebih condong menggunakan kata-kata yang mengisyaratkan adanya tindakan, kegiatan, dan aktivitas fisik pelibat teks (partisipan). Tipe proses lainnya yang mendominasi adalah proses verbal yang berarti bahwa aktivitas fisik maupun mental selalu didahului dengan informasi dan dialog antarsemua elemen sehingga roda pemerintahan berjalan dengan baik. (3) hasil penelitian terhadap TSMY berkontribusi positif pada materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di SMP, yakni dapat digunakan sebagai bahan ajar terutama yang terkait dengan teks. Kata kunci: transitivitas, takepan serat menak yunan (TSMY), linguistik fungsional sistemik (LFS)Â

    Morfologi Kultural Dan Nilai Budaya Dalam Gawe Beleq Di Bayan Lombok Utara Serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Muatan

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang proses morfologis bahasa Sasak dialek Bayan dalam upacara Gawe Beleq dan Nilai-nilai yang terkandung dalam gawe beleq serta relevansinya terhadap pembelajaran muatan lokal di SMA, Lombok Utara. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah bentuk-bentuk dan proses morfologis leksikon dalam upacara adat gawe beleq?  dan (2) nilai-nilai budaya apasajakah yang terdapat dalam upacara gawe beleq?. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif yaitu mengungkapkan fenomena kebahsaan yang terjadi dalam upacara adat gawe beleq. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode observasi, simak dan cakap. Metode analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan secara langsung hasil temuan  dan menyimpulkan  berdasarkan data yang di peroleh. Bentok-bentuk leksikon yang terdapat dalam adat gawe beleq ini terjadi adanya perubahan dari bentuk dasar menjadi morfem atau kata yang terjadi perubahan makna setelah terjadinya proses morfologis. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam adat gawe beleq yaitu adanya nilai-nilai yang berhubungan dengan alam, hubungan manusaia dengan sesame manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan.Kata Kunci : leksikon, morfologi, etnolinguistik dan gawe bele

    ANALISIS IKLAN RUMAH SPA DAN SALON KECANTIKAN DI KECAMATAN UBUD

    No full text
    Abstrak Judul penelitian ini adalah analisis iklan rumah spa dan salon kecantikan di kecamatan Ubud. Penelitian ini membahas tentang struktur wacana, unsur verbal dan unsur nonverbal yang terdapat pada iklan yang digunakan oleh rumah spa sebagai media promosi. Penelitian ini menggunakan teori wacana oleh Van Dijk (2009) dan teori semiotik oleh Pierce (2007). Sumber data pada penelitian ini adalah iklan yang dipajang dipinggir jalan yang berada di kecamatan Ubud. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan pencatatan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisa menggunakan metode hermeutika dan teknik analisis data kualitatif berdasarkan ruang lingkup permasalahannya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, terdapat tiga temuan dalam analisis ini yaitu, (1) Enam iklan rumah spa tersebut memiliki strukur makro yang lengkap, sedangkan pada tatanan superstrukur, ada beberapa iklan yang memiliki superstruktur iklan kurang lengkap, pada tatanan struktur mikro setiap iklan memiliki unsur semantik dan sintaksis, namun ada beberapa iklan yang memiliki unsur retoris seperti. (2) Enam iklan yang dianalisis pada penelitian ini memiliki makna verbal yang dianalisis melalui strukur makro dan mikro yang merupakan bagian struktur wacana pada iklan. (3) Enam iklan yang dianalisis pada penelitian ini memiliki makna nonverbal yang diungkapkan melalui tanda yang terdapat pada iklan tersebut berupa ikon, indeks dan simbol. Kata kunci: Wacana dan teks, iklan, semiotik, verbal, nonverba

    PENYIMPANGAN TEORI BROWN DAN LEVINSON DALAM TINDAK TUTUR PESERTA TALK SHOW INDONESIA LAWYERS CLUB (ILC) DI TV ONE DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

    No full text
    Abstract This research purpose to describe forms of deviation Brown and Levinson's theory of politeness in speech act participant Indonesia Lawyers Club on TV One and its relevance to the Indonesian language learning in high school. The theory is used to solve the problem in this research is the pragmatic theory. While the approach used is descriptive qualitative approach with data collection technique is a technique of documentation and observation. The results showed that the forms of deviations Brown and Levinson's theory of politeness that occur in the speech act participant Indonesia Lawyers Club edition of May 27, 2014 and 7 April 2015 consisted of threatening the positive face and negative face threats. Participants utterances that threaten positive face expression covers complaints, charges, disapproval, criticism, expressions that do not koopratif, embarrass opponents said, and words taboo. While the band is used in the expression of negative advance threatening the expression of rejection, suggestions, advice, requests, prohibitions, promises and praise. Types of speech acts band is used that speech acts directive, declarative, expressive, and refresentatif. Meanwhile, the offense Brown and Levinson’s theory in speech acts ILC participants more based on an awareness for justice, self-defense, solidarity groups, power, recognition of self and groups, law enforcement, the fight against corruption and advocacy on behalf of the people. Relevance of the research results can be applied in learning Indonesian in class XI SMA second half, KD 9. 2 with the subject matter by providing comments on the discussion

    0

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇