RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa
Not a member yet
    344 research outputs found

    INTERROGATIVE SENTENCE IN MINANGKABAU LANGUAGE: X-BAR THEORY

    No full text
    This study discusses the grammatical function of the question words and the internal structure of interrogative sentence in Minangkabau language. The study of this interrogative sentence structure applies X-bar theory as one of the generative syntax subtheories. The data is gained from the interview of Minangkabau language native speaker and analysed by using the distributional method. The result of the analysis shows that the question words for wh-question has two grammatical functions, specifier and complement. For yes-no question, the question word “iyonyo†has one grammatical function, that is complement. The internal structure of interrogative sentence in Minangkabau language is constructed by specifier, complement, and adverb. Key words: interrogative sentence, question word, Minangkabau languag

    Ekoleksikon Maulid Adat Bayan Lombok Utara sebagai Suplemen Bahan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Lingkungan di SMA

    No full text
    Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk, kategori, makna dan keterkaitan leksikon dalam prosesi MAB serta upaya revitalisasi  sebagai suplemen bahan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis lingkungan di SMA. Teori yang digunakan untuk membedah masalah tersebut adalah ekolinguistik, morfologi, semantik dan kebudayaan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu mengungkapkan fenomena kebahasaan yang terjadi dalam masyarakat setempat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dengan menggunakan pendekatan padan intralingual dan padan ekstralingual. Bentuk leksikon yang ditemukan dalam prosesi MAB adalah bentuk dasar dan bentuk kompleks, sementara kategori yang ditemukan adalah kategori nomina biotik, abiotik, verba dan numeralia.Makna dan keterkaitan leksikon secara kultural (budaya) yang tedapat dalam penelitian ini meliputi makna dan keterkaitan tehadap Tuhan (agama), alam dan manusia (sosial). Proses MAB tersebut salah satunya berfungsi meningkatkan hubungan baik dengan sesama sehingga dapat dinyatakan bahwa proses MAB tersebut sebagai penuntun masyarakat dalam berprilaku di lingkungan masyarakat agar senantiasa berbuat baik. Penelitian ini akan dijadikan sebagai suplemen bahan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis lingkungan di SMA yang diwujudkan dalam bentuk pembelajaran teks dengan tujuan agar dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan prilaku kepada peserta didik.Kata kunci: Ekolinguistik, Leksikon dan Maulid Adat Baya

    THE MEANING OF THE VERB “TO SOUND†IN MUNA LANGUAGE: NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE

    No full text
    Abstract This paper aims at investigating the variations of lexicon having meaning of “produce of sound†in Muna language based on natural semantics metalanguage. The data collecting was done by participant speaking and scrutinize methods through interview and noting techniques. It was analyzed by using natural semantics metalanguage (NSM), an approach to investigate various lexicons with principle “one form for one meaning and one meaning for one formâ€. Based on the result of this study founded that meaning of “produce of sound†of Muna can be expressed by a number of lexicons and each form has distinctive meaning like in the lexicons of kobheghu, kobhondu, kotighi, kopisi, korasa, korangku, kondii, konduu, kopere, kombote, kopaka, koradha, kobuu, korapa, and kohuhu. All lexicons of Muna language has meaning ‘produce of sound’. The use of each lexicon depends on the sounded object/tool, object/tool that create the sound, and the way of creating the sound. Keywords: produce of sound, natural semantics metalanguage, distinctiv

    METAPHORICAL LEXICON IN MAENA LYRICS OF WEDDING IN NIAS: ECOLINGUISTICS STUDY

    No full text
    ABSTRACT This research is about language phenomena realized in Nias language. The title is “â€Metaphorical Lexicon in Maena Lyrics of Wedding in Nias: Ecolinguistics Studyâ€. Grammatical category of metaphorical lexicon and dimensionality of the social praxis realized in Maena lyrics of wedding Nias are the objectives of the research. Data of the research are obtained from Maena video in Nias language and then are transcribed into written form. There are two types of required data, such as metaphorical biotic lexicon and abiotic lexicon. Observation and taking note technique were employed in collecting the data. The data were analyzed by orienting dialectical ecolinnguistic theory of Bang and Døør. The result of the analysis were displayed in formal and informal methods. The result shows that there are two findings, namely (1) grammatical category of metaphorical lexicon realized in Maena lyrics of wedding are biotic ecology, such as mbala (papaya) and gae (banana) and abiotic ecology, such as te’u (mice), and mao (cat). (2) social praxis dimension of metaphorical lexicon realized in Maena lyrics of wedding in Nias are biological dimension as indicated in the use of natural lexicon in the lyrics, idelogical as indicated in the concept formed as genuine meaning communicated through Maena lyrics, and sociological dimension as indicated through conceptual deliverance in Maena lyrics. Keywords: maena lyrics of wedding, grammatical category, social praxis dimensio

    [MN] Sebagai Afiks Derivasional Dan Infleksional Dalam Bahasa Sasak Dialek Kuto-Kute

    No full text
    Bahasa Sasak Dialek Kuto-Kute (henceforth: BSDK) diangkat sebagai fokus kajian dalam artikel singkat ini karena keunikan yang dimiliki secara morfosintaksis. Salah satu keunikan tersebut adalah perubahan bentuk dasar suatu kata yang bisa terjadi dengan atau tanpa pelekatan afiks tertentu pada kata dasarnya. Bahasa tertentu hanya dapat mengalaminya dengan proses afiksasi, sementara sebagian bahasa yang lain hanya memungkinkan melalui derivasi zero, sedangkan bahasa sasak dialek Kuto-Kute, dimungkinkan melalui keduanya. Keunikan selanjutnya yang dimiliki oleh bahasa sasak dialek BSDK terletak pada afiks [M«N-] yang mampu berfungsi sebagai afiks derivasional dan infleksional. Kemampuannya sebagai afiks derivasional dibuktikan melalui fungsi derivatif {mәN-} ketika melekat dengan BD nomina dan mengubahnya menjadi verba, {mәN-} yang melekat pada verba dan mengubahnya menjadi nomina, serta {mәN-}yang melekat pada adjektiva dan mengubahnya menjadi verba. Adapun {mәN-}berfungsi inflektif ketika dilekatkan dengan BD yang berkategori verba

    The Functions Of Taboo Words And Their Translation In Subtitling: A Case Study In “The Helpâ€

    No full text
    Translating taboo words in subtitling especially translating them into Indonesian is quite difficult since most of the Indonesian people are not used to utter taboo or offensive words publicly. In addition, watching movie is more of social activity compared to reading and that is why reading taboo expressions while watching might be embarrassing. This is why this study tries to explore the functions of the taboo words found in “The Help†movie and tries to find out how the translator translate the taboo words into the target language in order to produce the closest functions to the source language without ignoring the technical aspects of subtitling. This study also deals with the strategy used by the translator to translate the taboo words. The main theories proposed herein are from Karamitroglou (1998), Ljung (2011), Toury (1995), and Gottlieb (1992).            There are 69 taboo words found in the raw data and the functions of those taboo words are to express sympathy, surprise, disappointment, disbelief, fear, annoyance, metaphorical interpretation, reaction to mishap, to emphasize the associated item, function as adjectival intensifier, name-calling, anaphoric use of epithet, oath, curse, unfriendly suggestion, and four of the taboo words show non-swearing word or in dysphemism form. The strategies applied are omission (17), transfer (27), and euphemism (25). In terms of the technical aspect in subtitling, all of the subtitles in the target language are presented at the maximum of two lines at once. However, there are three lines of the subtitles which exceed the maximum numbers of characters being proposed.            Since taboo word is not only used to offend someone, it is important for the translator to get the closest equivalence in the target language in order to maintain its function. The translator may choose whether he/she wants to follow the source language norms to produce adequate target text or follow the target language norms in order to produce acceptable target text. Keywords: translation strategy, subtitling, taboo word, dysphemism, omission, transfer, euphemis

    DURASI AKUSTIK PEMBELAJAR BAHASA ARAB DI MEDAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini menganalisis bunyi tuturan Bahasa Arab yang diujarkan oleh pembelajar Bahasa Arab melalui analisis durasi tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif. Tujuan menganalisis durasi tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif adalah untuk menemukan bunyi akustik tuturan oleh pembelajar Bahasa Arab dan menjelaskan faktor penyebab terjadinya durasi. Sumber data penelitian ini adalah enam tuturan Bahasa Arab yaitu dua tuturan dalam modus deklaratif, tiga tuturan dalam modus interogatif dan satu tututuran dalam modus imperatif yang dituturkan oleh empat penutur pembelajar Bahasa Arab. Kerangka teoritis Fonetik Akustik dan metode kualitatif dalam menganalisis durasi bunyi-bunyi setiap tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif. Metode eksperimental digunakan dalam menganalisis bunyi tuturan Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menemukan durasi penutur asli dalam menuturkan bunyi vokal rangkap, pembelajar tidak menuturkan vokal dengan bunyi yang panjang. Hal ini menunjukkan adanya sistem bunyi konsonan dan vokal Bahasa Arab berbeda dengan bahasa Indonesia dan sistem bunyi bahasa Indonesia tidak memiliki bunyi-buni vokal rangkap. Dari temuan ini disimpulkan bahwa perbedaan sistem bunyi mengakibatkan pembelajar Bahasa Arab mengujarkan bunyi-bunyi tidak pada titik artikulasi yang tepat. Untuk itu, pembelajar Bahasa Arab memerlukan penguasaan terhadap ilmu Aswat dan pelatihan terhadap pengucapan lafal Bahasa Arab secara artikulatoris. Penelitian ini menyarankan agar metode pembelajaran kemahiran lafal BA perlu ditingkatkan secara teknologi baru dan dengan menggunakan penutur asli. Kata kunci : fonetik eksperimental, frekuensi, intensitas, durasi, metode praat

    TRANSLATION TECHNIQUES USED IN TRANSLATING JOHN GRISHAM’S “A TIME TO KILL†NOVEL INTO INDONESIAN.

    No full text
    Understanding of the notion of translation techniques as textual analysis instrument in rendering meaning of a language to that of others results in conduction of this research which is designed through employing qualitative research to describe translation techniques and process applied in the translating “A Time to Kill†novel in Indonesian. Data collection instrument was document. Data analysis was carried out by orientating data analysis technique theory of Miles, Huberman and Saldana in 2014. Additionally, eighteen types of translation techniques of Molina and Hurtado Albir were oriented in describing translation technique types and processes of the application of the translation techniques . As a result, it is found seventeen translation techniques were applied in the translation of the novel. The application of Adaptation technique in the translation of the novel is 4 times, Amplification is 232 times, Borrowing is 96 times, Calque is 55 times, Compensation is 58 times, Description is 3 times, Discursive creation is 56 times, Established equivalent is 6 times, Generalization is 24 times, Linguistic amplification is 41 times, Linguistic compression is 56 times, Literal translation is 322 times, Modulation is 8 times, Particularization is 72 times, Reduction is 80 times, Transposition is 114 times, and Variation 19 times. The process of applying each of those seventeen translation techniques in the translation of the novel is carried out through emphasizing both the source and target language meaning and style. The finding yieds comprehensive insight that translation of “A Time to Kill†novel in Indonesian is qualified and accurate. Thus, translation technqiues of Molina and Albir are applicable in translating any kind of text

    Konteks Situasi Teks Ritual Ala Baloe (Makan Baru Padi) Masyarakat Bampalola

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konteks situasi atau mendaftar ala baloe ( upacara panen padi ) teks ritual masyarakat Bampalola. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan metode wawancara khususnya dengan menggunakan teknik rekaman . Data ala baloe ( panen padi ) teks ritual dianalisis dengan deskriptif kualitatif berdasarkan teori Linguistik Fungsional Sistemik. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan prosedur berikut : (1) transkripsi dan verifikasi data, (2) memodifikasi teks, dan (3) menganalisis konteks situasi teks. Hasilnya menunjukkan bahwa konteks situasi ala baloe teks ritual meliputi lapangan, tenor, dan modus

    Menerjemahkan Permainan Bahasa Dalam Novel Anak Judy Moody, Girl Detective

    No full text
    Novel anak merupakan suatu karya fiksi. Dalam novel anak banyak ditemukan permainan bahasa. Permainan bahasa tersebut terjadi pada tataran ejaan (permainan ejaan), bunyi (permainan bunyi), dan kata (permainan kata).  Ketika menerjemahkan permainan bahasa dalam novel anak (karya fiksi), penerjemah harus memertahankan efek yang ditimbul oleh permainan bahasa tersebut. Penerjemah harus menggunakan prosedur penerjemahan yang tepat dalam menerjemahkan permainan bahasa tersebut. Dalam novel anak Judy Moody, Girls Detective, prosedur penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan permainan ejaan adalah prosedur penerjemahan adaptasi. Sedangkan prosedur penerjemahan kuplet, padanan budaya, dan adaptasi digunakan untuk menerjemahkan permainan bunyi. Terakhir, prosedur penerjemahan parafrasa, kuplet, dan penjelasan tambahan digunakan untuk menerjemahkan permainan kata

    0

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇