557 research outputs found
Sort by
MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN IPS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik sekolah dasar dalam pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu peserta didik kelasV SDN Kamasan 01. Teknik penarikan sampel menggunakan sampel jenuh yang diperoleh dari kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas V B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tes berpikir kreatif (soal pretes dan postes). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalen pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Kriteria penilaian masing-masing indikator dalam berpikir kreatif semuanya meningkat. Dapat diketahui rata-rata indeks gain kelas eksperimen 0,2783 sedangkan kelas kontrol 0,1180. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik khususnya pada mata pelajaran IPS
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini membahas tentang “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Pembelajaran IPA melalui Model Pembelajaran Picture and Picture di Sekolah Dasar” (Studi Kasus di Kelas 5C SDN 114 Bojongkoneng Bandung). Penelitian ini dilakukan untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPA tentang organ gerak hewan dan manusia dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dan analisis data menggunakan uji statistik. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah peneliti, pengamat, dan juga peserta didik kelas 5C di SDN 114 Bojongkoneng Bandung sebanyak 30 orang peserta didik. Pengumpulan data peneliti menggunakan lembar observasi, tes berupa pre-test dan juga post-test. Hasil dari penelitian ini menunjukan terjadinya peningkatan kemampuan berpikir kreatif pada peserta didik dalam pembelajaran IPA tentang organ gerak hewan dan manusia dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture secara signifikan. Selain itu, kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif, materi yang tersampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta didik dan juga perencanaan pebelajaran telah dilaksanakan dengan baik. Kemudian peneliti juga menyarankan dengan penggunaan model pembelajaran picture and picture sebagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dan guru harus dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Guru juga harus lebih memperhatikan waktu yang digunakan jika ingin menggunakan model pembelajaran dengan baik
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar, pemahaman, dan motivasi peserta didik pada mata pelajaran tertentu di jenjang sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Scramble pada peserta didik sekolah dasar dan untuk menganalisis apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Scramble dapat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah studi literatur dengan menggunakan artikel dan skripsi yang diperoleh empat artikel dan dua skripsi yang masuk kriteria kemudian disimpulkan keseluruhan hasil-hasil dalam kesimpulan yang kuat. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa model pembelajaran kooperatif Scramble dapat diterapkan pada mata pelajaran tertentu dan dapat diterapkan di semua jenjang yaitu kelas rendah maupun kelas tinggi sekolah dasar. Dari hasil analisis data, terdapat juga pengaruh penerapan model pembelajaran tipe Scramble terhadap peningkatan motivasi belajar, hasil belajar, dan pemahaman peserta didik sekolah dasar
META-ANALISIS KEMAMPUAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT
Kemampuan mengemukakan pendapat merupakan kemampuan yang harus dimiliki setiap siswa, dengan mengemukakan pendapat siswa dapat menyampaikan apa yang diketahui, apa yang ingin ditanyakan atau apa yang
siswa tidak setujui selama pembelajaran berlangsung. Namun dalam pembelajaran siswa sering kali kesulitan dalam mengemukakan pendapat. Berdasarkan paparan di atas peneliti tertarik untuk mendeskripsikan kemampuan mengemukakan pendapat melalui hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metaanalisis. Populasi dalam penelitian ini yaitu jurnal/skripsi yang berhubungan dengan kemampuan mengemukakan pendapat sebanyak 44 artikel, sampel yang digunakan yaitu 15 jurnal/skripsi yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Instrumen penelitian yang digunakan berupa coding meta-analisi kemampuan mengemukakan pendapat untuk mencatat hasil-hasil analisis artikel ilmiah. Analisis datapenelitian dilakukan dengan bantuan tabel frekuensi dengan perhitungan persentase dari setiap kategori yang dianalisis.
Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa tidak hanya dapat dilakukan dengan metode atau model pembelajaran tetapi bisa juga dengan pola asuh demokratis yang dilakukan orang tua kepada ana
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL MENGGUNAKAN POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK
Penelitian pengembangan ini di latar belakangi oleh terbatasnya media pembelajaran
yang digunakan dalam pembelajaran daring sehingga hal tersebut dapat berimbas pada
kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik sekolah dasar. Oleh karena
itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran menggunakan microsoft powerpoint
berbentuk audio visual yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dalam
pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan media audio visual
menggunakan microsoft powerpoint untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta
didik. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and
Development (R&D)sedangkan model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model
pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analysis, design,
development, implementation, dan evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di kelas III di
SD Negeri Kamasan 01 Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung dengan subjek
berjumlah 23 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah observasi, angket, wawancara, dan tes. Media audio visual dianggap layak
digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dilihat dari rata-rata penilaian ahli materi
95% dan ahli media 97,95%. Penggunaan media audio visual efekti digunakan
berdasarkan uji n-gain yang mendapatkan hasil 57,3% dalam kategori cukup efektif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media audio visual menggunakan
microsoft powerpoint layak digunakan dalam pembelajaran dan mampu meningkatkan
pemahaman konsep peserta didik
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK PESERTA DIDIK MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI SD
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik gerak tari bagi Peserta didik di SDIT Al-jihad bekasi.melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) . penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motoric peserta didik dalam pembelajaran seni tari. Media pembelajaran sangatlah diperlukan oleh guru dalam menunjang dan mendukung suatu pengajaran dalam pendidikan. Sifat penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain Pretest-postest Control group desaign. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDIT Al-jihad yang berjumlah 40 orang. Tenik pengambilan sampelnya adalah sample sampling sehinga berjumlah 20 orang yang terdiri dari 10 peserta didik di kelas ekperimen dan 10 orang di kelas kontrol. Intrumen pada penelitian ini berupa tes praktek dan lembar observasi. Data yang diuji dengan SPSS 2, seperti uji normalitas, uji homogenitas, uji t dan uji n-Gain. Hasil penelitian yaitu terdapat peningkatan kemampuan motoric peserta didik sekolah dasar setelah menggunakan pendekatan contextual teaching learning. Peningkatan kemampuan motoric peserta didik di kelas ekperimen lebih baik dibandingkan dengan di kelas kontrol
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA MICROSOFT POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan prestasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen setelah menerapkan media PowerPoint. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode eksperimen dengan sifat penelitian kuantitatif dan desain penelitian quasi eksperimen dan desain yang dipilih yaitu Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan IV A sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen test uraian dan teknik analisis data dengan statistic parametric menggunakan bantuan aplikasi software SPSS 21. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan prestasi belajar peserta didik yang pembelajarannya dengan menggunakan media powerpoint serta peningkatan prestasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan peningkatan prestasi belajar peserta didik pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Populasi pada penelitian ini seluruh peserta didik kelas IV dan sampel penelitian ini Kelas IV A sebagai Kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini berjudul ’’Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Example Non Example terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menerapkan model cooperative learning tipe example non example untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V di SD T yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Instrumen pada penelitian ini adalah Lembar Observasi dan Soal Tes. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik disekolah dasar setelah diterapkan model pembelajaran cooperative learning tipe example non example terjadi sangat baik, peningkatan hasil belajar peserta didik yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran cooperative learning tipe example non example lebih baik dari pada yang mendapat pembelajaran konvensional. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model cooperative learning tipe example non example dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW ( SQ3R ) DAN SURVEY, QUESTION, READ, REFLECT RECITE, REVIEW ( SQ4R ) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecehan masalah matematis melalui model pembelejaran Survey, Question, Read, Recite, Review ( SQ3R ) dan Survey, Question, Read, Reflect Recite, Review ( SQ4R ).
Penelitian ini merupakan penelitan jenis kuantitatif. Metode Penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini ialah siswa SMK Negeri 3 Bandung. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yang keduanya merupakan kelas eksperimen yaitu kelas X OTKP 1 sebagai kelas SQ3R dan kelas X AKL 1 sebagai kelas SQ4R. Instrumen dalam penelitian yang digunakan ialah tes uraian dengan instrumen penunjangnya ialah RPP dan lembar observasi sebanyak tiga kali pertemuan untuk masing-masing kelas. Data yang dikumpulkan berupa pretest diberikan sebelum pembelajaran berlangsung dan postest diberikan setelah tiga pertemuan dilaksanakan. Data hasil pretest dan postest kemudian dianalisis menggunakan software SPSS untuk melihat pengaruh model pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, Review ( SQ3R ) dan Survey, Question, Read, Reflect Recite, Review ( SQ4R ). Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa model pembelajaran Survey, Question, Read, Reflect Recite, Review ( SQ4R ) memiliki keunggulan dibandingkan dengan model pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, Review ( SQ3R ) secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SOCRATES DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR ANALISIS SISWA
Penelitian ini berjudul “ Penerapan Metode Pembelajaran Socrates dalam Meningkatkan Berpikir Analisis Siswa”.latar belakang Penelitian ini Masalah pendidikan tentunya sulit dilalui oleh daerah setempat, dimana para wali berperan sebagai pendidik atau pengajar ketika belajar disekolah.siswa diberikan 2 tugas sebagai cara untuk menentukan pencapaian atau penilaian kemampuan siswa.Kondisi realita sekarang pembelajaran telah berubah untuk sementara waktu menyesuaikan karena virus corona membuat masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan maka dari itu pembelajaran menjadi daring atau belajar dirumah adalah solusi yang tepat untuk saat ini.oleh karena perlu adanya metode yang flexibel agar siswa bisa belajar dengan baik dan dapat berpikir secara analisis tentang materi yang diajarkan.metode pembelajaran yang cocok dalam meningkatkan berpikir analisis siswa adalah metode pembelajaran socrates.tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat peningkatkan berpikir analisis siswapada kelompok eksperimen menggunakan metode pembelajaran socrates yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional materi kerja sama internasional pada mata pelajaran ekonomi kelas XI.Penelitian ini dilakukan dikelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen menggunakan metode pembelajaran socrates dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol menggunakan metode konvensional di SMA Negeri 8 Kota Bandung dengan jumlah sampel 36 orang dari masing-masing kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan lembar observasi.metode penelitian ini metode eksperimen bersifat kuantitatif