Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik
Not a member yet
75 research outputs found
Sort by
Pewarnaan titik Pada Graf Spesial dan Operasinya
Misal diketahui graf sederhana \emph{G}, visualisasi dari graf \emph{G} adalah dengan menyatakan objek dengan simpul, noktah,bulatan, titik atau vertex, sedangkan hubungan antara objek dinyatakan dengan garis atau edge.Salah satu aplikasi yang berkaitan dengan graf adalah pewarnaan graf ( graph colouring )yang terdiri dari pewarnaan simpul, sisi dan wilayah. Dalam makalah ini akan di bahas pewarnaan titik. Pewarnaan titik adalah memberi warna pada titik - titiknya pada suatu graf sedemikian sehingga tidak ada dua titik yang bertetangga yang mempunyai warna yang sama. Jumlah warna minimum yang dapat digunakan untuk mewarnai graf dinyatakan dengan bilangan kromatik. Dalam makalah ini akan dikaji tentang bilangan kromatik pada lima operasi graf khusus yaitu graf roda ,graf kipas ,graf helm ,graf anti prisma , dan graf prisma
Pengembangan E-Modul Statistika Terintegrasi dan Dinamik dengan R-shiny dan mathJax
Pemanfaatan teknologi berbasis web dalam mendukung pembelajaran saat ini semakin dirasakan. Salah satu yang sangat populer adalah pemanfaatan e-learning baik sebagai suplemen bagi program reguler, maupun sebagai komplemen untuk program pembelajaran jarak jauh. Program e-learning seperti Moodle sudah dilengkapi banyak fasilitas untuk mendukung pembelajaran terutama terkait dengan penguasaan teori. Untuk mendukung aktivitas e-learning, diperlukan modul pembelajaran yang bersifat elektronik (e-modul). Dalam bidang statistika contoh-contoh ilustrasi bisa dibangkitkan melalui simulasi kompuer. Tentu akan sangat bermanfaat apabila contoh-contoh simulasi ini bersifat dinamik yang bisa diubah pembaca secara fleksibel. Dalam paper ini dibahas pengembangane-modul terintegrasi dengan simulasi komputer, sehingga e-modul ini memuat notasi matematika dengan baik, dengan contoh-contoh merupakan simulasi yang sebagian bisa dikendalikan oleh pengguna modul, tanpa bergantung pada penguasaan program yang mengendalikan simulasi
METODE BEDA HINGGA DAN TEOREMA NEWTON UNTUK MENENTUKAN JUMLAH DERET
Permasalahan yang sering dihadapi untuk membuktikan kebenaran rumus suatu deret adalah jika yang disajikan rumus suatu deret yang bukan deret aritmatika dan bukan deret geometri. Salah satu pembuktian yang paling sering dipakai adalah pembuktian dengan induksi matematika. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan rumus jumlah n suku pertama dari: (1) deret aritmatika, deret arirmatika bertingkat dengan landasan deret aritmatika; (2) deret geometri; (3) deret aritmatika bertingkat dengan landasan deret geometri; dan (4) deret yang bukan deret aritmatika dan bukan deret geometri yang diketahui rumus suku ke-nnya, dengan menggunakan metode beda hingga dan teorema Newton. Rumus jumlah n suku pertama yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan induksi matematika
PERBANDINGAN SOLUSI MODEL GERAK ROKET DENGAN METODE RUNGE-KUTTA DAN ADAM-BASHFORD
Roket merupakan sebuah pesawat sejenis sistem propulsi yang membawa bahan bakar sendiri dan oksigennya dengan memiliki kecepatan yang tinggi. Pada saat terbang di udara, roket banyak mengalami gaya hambat yang disebabkan oleh angin yang terjadi pada bagian sirip dan sayap roket. Selain gaya hambat tersebut, gaya gravitasi juga menghambat gerakan roket untuk mencapai jarak horisontal, ketinggian, dan kecepatan tertentu. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah menyelesaikan solusi numerik dengan metode Runge-Kutta orde empat dan Adam-bashford. Tujuan kedua dari penelitian ini adalah membandingkan hasil penyelesaian model gerak roket menggunakan metode Runge-Kutta orde empat dan Adam-bashford. Tujuan ketiga dari penelitian ini adalah menganalisis profil model gerak roket yang diselesaikan dengan metode Runge-Kutta orde empat dan Adam-bashford. Hasil analisis simulasi menunjukkan bahwa metode Runge-Kutta orde empat dan Adam-bashford sama-sama metode yang baik untuk menyelesaikan model gerak roket yang dilihat dari hasil perhitungan yang telah dilakukan. Tetapi dari segi waktu komputasi, metode Runge-Kutta orde empat lebih cepat dari metode Adam-bashford
Bilangan Khromatik Pewarnaan Sisi pada Graf Khusus dan Operasinya
Misal adalah graf sederhana dan tidak berarah. Representasi visual dari graf adalah dinyatakan dengan himpunan titik dan sisi ditulis . Salah satu kajian terhadap graf yang mempunyai aplikasi luas adalah {\it graph colouring} yang terdiri dari pewarnaan simpul, sisi, dan wilayah.Dalam makalah ini akan dibahas pewarnaan sisi. Pewarnaan sisi adalah pemberian warna pada sisi graf sedemikian sehingga tidak ada duasisi yang bersisian mempunyai warna yang sama. Jumlah warna minimumyang dapat digunakan untuk mewarnai graf dinyatakan dengan bilangankhromatik. Makalah ini fokus mengkaji tentang bilangan kromatik pada graf-graf khusus dan operasinya
Super (a,d)-H Antimagic Total Covering Pada Graf Triangular Ladder
Pelabelan selimut ({\it a,d})- antimagic pada graf adalah sebuah fungsi bijektif sehingga semua subgraf yang isomorfik dengan memiliki bobot subgraf =\-\sum_{v\epsilon\- V(H')}\xi (v)+ yang merupakan deret aritmatika dengan dan adalah bilangan bulat positif dan adalah jumlah subgraf dari yang isomorfik dengan . Graf dikatakan sebuah graf super -antimagic jika dengan adalah sebuah jumlahan super antimagic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pelabelan selimut super --antimagic pada graf triangular ladder . Penelitian ini menghasilkan 5 teorema yang menentukan suku awal {\it a} dan nilai beda {\it d} pelabelan selimut super ({\it a,d})--antimagic pada graf triangular ladder.
Super (a,d)--Antimagic Total Selimut pada Graf Centipede
Diberikan graf sederhana, terhubung dan tidak berarah. memiliki selimut- jika setiap sisi pada bagian dari subgraf yang isomorphic dengan . Total selimut --antimagic adalah pelabelan total dari ke bilangan bulat , untuk setiap subgraf dari yang isomorfik dengan dimana merupakan barisan aritmatika. Jika , maka graf disebut graf super - antimagic. Pada makalah ini, kita mengkaji mengenai super -an\-timagic total selimut pada graf centipede dinotasikan dengan .
Super - Face Antimagic Total dari Graf Shackle
Suatu graf G memiliki orde p, size q dan face s dapat dikatakan super face antimagic total bilamana terdapat fungsi bijektif yaitu , sedemikian hingga bobot sisinya adalah dapat membentuk barisan aritmatika dengan suku awal , bedanya d dan jumlah wajah sisinya . Graf tersebut dapat dikatakan super apabila label terkecil yang mungkin muncul dalam label titik-titiknya. Dalam penelitian ini, kita akan mengkaji mengenai super face antimagic total dari Graf Shackle
ESTIMASI PARAMETER DAN PENGUJIAN HIPOTESISMODEL REGRESI BURRTIGA PARAMETER TIPE XII
Analisis regresi adalah metode statistik yang berguna untuk memeriksa dan memodelkan hubungan diantara variabel-variabel respon dan prediktor. Model regresi pada umumnya dibangun berdasarkan asumsi bahwa data mengikuti distribusi Normal, namun terbatasnya jumlah data dalam analisis dan pemodelan data statistika membuat asumsi kenormalan tidak tepat digunakan karena mungkin saja distribusi data bersifat menceng (asimetri) dan bahkan bisa juga berekor lebih tebal atau berekor lebih tipis dari distribusi normal (neo normal). Ada beberapa distribusi data yang relaksasinya mampu menangkap pola kemencengan dan ketebalan pada ekor datanya salah satunya adalah distribusi Burr.Ketika pola data menceng atau berekor tebal, pemodelan dan pengolahan data harus dilakukan secara hati-hati. Analisis klasik terutama dengan inferensi statistiknya terhadap parameter model tidak akan memberikan hasil yang lebih baik, oleh sebab itu distribusi Burr dirancang utuk mengatasi pola data yang sedikit miring atau tidak simetri karena distribusi ini didesain sebagai distribusi yang fleksibel dan adaptif. Untuk estimasi parameter regresi Burr menggunakan metode maximum likelihood estimation (MLE), namun hasil yang diperoleh tidak close form sehingga secara numerik digunakan metode iterasi Newton-Raphson. Dalam pengujian hipotesis menggunakan maksimum likelihood Ratio test (MLRT). Uji yang digunakan adalah uji serentak dan parsial yang dilakukan dengan statistik uji yang berdistribusi chi-square. Penelitian ini mengkaji estimasi parameter dan uji hipotesis model regresi Burr tiga parameter tipe XII. Hasil penelitian pada estimasi parameter dibawah populasi yaitu θ =[θ0 , θ1 , θ2 , ..., θJ], l, b dan parameter di bawah H0 yaitu l, b serta perbandingkan nilai lnlikelihood di bawah H0 dengan lnlikelihood di bawah populasi atau dengan perumusan , pada pengujian hipotesis
Analisis Pengaruh Kompetensi Tenaga Guru dan Kompetensi Kepala Sekolah Terhadap Capaian Standar Nasional Pendidikan
Standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional) dan keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Sedangkan kepala sekolah sebagai pelaksana kepemimpinan pendidikan di sekolah harus memiliki kemampuan dan ketrampilan yang menggambarkan tugas dan peranan kepala sekolah dalam penerapannya dituangkan dalam kompetensi kepala sekolah (kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial). Sementara itu standar nasional pendidikan yang meliputi delapan standar (isi, proses, kelulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembeayaan dan penilaian) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di Indonesia yang harus dicapai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kompetensi guru dan kompetensi kepala sekolah terhadap capaian standar nasional pendidikan serta mengetahui indikator-indikator yang paling dominan dalam mengukur peubah laten antara kompetensi kepala sekolah, kompetensi guru terhadap pencapaian standar nasional pendidikan tingkat sekolah menegah di Kabupaten Banyuwangi. Data yang digunakan adalah data nilai kinerja guru, nilai kinerja kepala sekolah dan nilai pencapaian standar nasional pendidikan (akreditasi sekolah), pada sekolah menengah di Kabupaten Banyuwangi. Metode analisis yang dipakai adalah covarian based SEM dengan estimasi maximum likelihood. Hasil yang diperolah adalah pengaruh kompetensi kepala sekolah berpengaruh kuat terhadap kompetensi guru, dan kompetensi guru juga berpengaruh kuat terhadap standar nasional pendidikan. Sedangkan indikator yang paling dominan dari varibel laten kompetensi kepala sekolah adalah kompetensi kewirausahaan, untuk variabel laten kompetensi guru adalah kompetensi kepribadian, sedangkan untuk variabel laten standar nasional pendidikan adalah standar sarana dan prasarana