Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM)
Not a member yet
    142 research outputs found

    DETEKSI CITRA WAJAH DENGAN METODE HAAR FEATURE SELECTION

    Get PDF
    Banyak sistem biometrik yang dapat diterapkan pada proses verifikasi citra, tapi kebanyakan menggunakan teknik autentifikasi yang sama. Proses untuk pendeteksian citra wajah manusia dapat dilakukan secara digital dengan menggunakan komputer dan merupakan salah satu domain dalam aplikasi computer vision. Salah satu metode yang digunakan adalah metode haar feature selection yang merupakan bagian dari metote Viola-Jones. Penelitian ini bertujuan mengetahui  seberapa jauh metode haar feature selection tersebut dapat digunakan untuk deteksi wajah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan mengekstraksi ciri pada wajah manusia. Hasil yang diperoleh dari ujicoba yang dilakukan terbukti bahwa metode Haar Feature selection dapat digunakan untuk mendeteksi citra wajah dengan akurasi 91,34% dalam waktu 0,61 detik dengan pada jarak 55 cm dari kamera dengan ukuran 120x190 piksel

    Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Masalah Gizi pada Balita dan Ibu Hamil dengan Metode Forward Chaining

    Get PDF
    Gizi adalah suatu zat makanan yang diperlukan oleh tubuh yang melalui proses perubahan makanan yang masuk ke dalam tubuh untuk mempertahankan kehidupan. Masalah gizi khususnya gangguan gizi sangat rentan terjadi pada balita dan ibu hamil jika asupan gizinya tidak diberikan dengan baik. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 (RISKESDAS 2013) jumlah kasus masalah gizi kurang dan gizi buruk pada tahun 2013 sebesar 19,6% dibandingkan tahun 2007 sebesar 18,4 % dan tahun 2010 sebesar 17,9%. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya masalah gizi yaitu ekonomi, lingkungan, kebia-saan buruk dan pengetahuan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang masalah gizi dan biaya konsultasi yang mahal, sehingga dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat membantu kinerja konsultan atau dokter. Aplikasi tersebut berupa sistem pakar untuk mendiagnosa masalah gizi dengan menggunakan metode forward chaining. Metode forward chaining pada sistem pakar merupakan metode yang sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat mem-bantu kinerja konsultan atau dokter dalam mendiagnosa penyakit masalah gizi, serta memberikan informasi tentang masalah gizi dan pencegahannya

    APLIKASI PENJADWALAN PROGRAM PRAKTIKUM FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN (UNISKA) MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI BANJARMASIN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah memudahkan pelaksanaan program praktikum yang dilaksanakan di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, yang mana adaya program praktikum dikarenakan FTI ingin meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam keilmuan pemrograman yang berorientasi produk. Keinginan untuk memberikan kompetensi ini tidak dapat dilakukan melalui tatap muka perkuliahan seperti biasa dikarenakan semisal mata kuliah Pemrograman Web I hanya diajarkan dalam 16 (enam belas) pertemuan dan tidak berorientasi pada produk. Maka dari itu diperlukan praktikum untuk peningkatan skill pemrograman  diluar dari jadwal perkuliahan yang telah ada. Target yang ingin dicapai adalah membuat aplikasi yang membantu dalam pendaftaran mahasiswa yang akan mengikuti kelas praktikum, membantu dosen dalam memanajemen jadwal praktikum, mencetak daftar hadir kelas praktikum dan membantu agar dosen dan mahasiswa dapat membuat dan memilih jadwal yang tidak bertabrakan dengan jadwal perkuliahan

    RANCANG BANGUN APLIKASI ASESMEN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH INKLUSIF

    Get PDF
    Pendidikan inklusif adalah penyelenggaraan pendidikan yang tidak membatasi antara siswa normal dan siswa yang memiliki hambatan tertentu. Asesmen pada pendidikan inklusif dilakukan untuk memahami kebutuhan, menentukan derajat hambatan, dan menentukan model penanganan yang tepat bagi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan asesmen melibatkan dokumen yang cukup banyak, baik dalam hal biodata maupun juga instrumen asesmennya, ditambah terbatasnya jumpah guru pendamping khusus, sehingga diperlukan sebuah sistem yang mengelola data tersebut untuk mempermudah proses dokumentasi, analisis hasil asesmen, dan penyajian data hasil asesmennya. Aplikasi web dipilih untuk menyelesaikan permasalahan ini karena mudah untuk dioperasikan dan dapat diakses secara online tanpa harus mendatangi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Aplikasi dibangun dengan memperhatikan siklus hidup sistem dengan metode Incremental Model dimana model dirancang, diimplementasikan, dan diuji secara bertahap dengan penambahan sedikit demi sedikit pada tiap tahapan sampai produk perangkat lunak selesai dibuat. Sistem yang dihasilkan mampu mempermudah dokumentasi kegiatan asesmen, proses analisis, dan penyajian hasil asesmen tersebut

    PENGENALAN IKAN CUPANG (BETTA FISH) MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY

    Get PDF
    Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan objek maya atau virtual dengan lingkungan nyata. Pemanfaatan teknologi AR banyak digunakan pada bidang edukasi, kesehatan, militer, iklan, hiburan dan navigasi. Ikan Cupang adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Vietnam. Ikan cupang terdiri dari 73 spesies dan dibagi menjadi 13 kelompok, sehingga orang awam sulit untuk membedakan jenis ikan cupang. Serta banyak ditemukannya kasus ikan yang mati mendadak dikarenkan kurangnya pengetahuan tentang perawaatan ikan cupang tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis membuat aplikasi pengenalan ikan cupang (betta fish) menggunakan augmented reality dimana pengguna dapat memanfaatkan smartphone mereka untuk melihat jenis dan info tentang ikan cupang. Aplikasi ini dibuat menggunakan aplikasi Unity sebagai game engine dan Vuforia sebagai library. Cara penggunaanya adalah dengan mengarahkan kamera smartphone pada marker atau penanda yang telah tersedia. Kemudian dilayar smartphone akan muncul objek ikan cupang beserta penjelasannya. Untuk penelitian lanjutan disarankan memasukkan audio atau suara, membuat objek menjadi jauh lebih interaktif dengan menambahkan objek 3 dimensi (3D) dan mengganti marker menjadi lebih menarik atau mungkin dapat dikembangkan dengan metode pendeteksian objek secara langsung

    ANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN SENI DAN BUDAYA SUKU BANJAR BERBASIS AUGMENTED REALITY

    Get PDF
    Media pembelajaran yang bagus merupakan salah satu sarana penting penunjang pendidikan, dengan majunya teknologi saat ini menawarkan pembaharuan dalam pembuatan media pembelajaran. Salah satu bidang penting adalah pembelajaran seni dan budaya yang sangat beranekaragam di Indonesia, di mana saat ini mengalami penurunan antusiasme dari generasi muda untuk mempelajarinya. Hal ini dikarenakan media pembelajaran yang sama masih berbentuk 2 dimensi pada buku-buku pelajaran yang telah umum. Untuk mengatasi hal di atas salah satu teknologi yang semakin berkembang adalah augmented reality yang menawarkan fitur penggambaran objek menjadi lebih jelas dan rinci karena berbentuk 3 dimensi. Pada penelitian ini teknologi augmented reality diimplementasikan pada aplikasi android yang dapat menampilkan bentuk 3 dimensi antara lain rumah adat, alat transportasi, alat musik, pakaian tradisional dan senjata suku Banjar. Penggunaan rekayasa System Development Life Cycle (SDLC) dengan metode Waterfall untuk membuat aplikasi menjamin kualitas aplikasi yang dihasilkan. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini minat dan pengetahuan anak-anak dalam belajar budaya dan kesenian daerah menjadi meningkat

    ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ANTARA MEDIA KABEL SERAT OPTIK DENGAN KABEL TEMBAGA PADA ROUTER MIKROTIK

    Get PDF
    Kabel kawat tembaga dan kabel serat optik adalah dua media komunikasi yang banyak digunakan dalam membangun jaringan komunikasi data di era modern saat ini. Untuk administrator jaringan, memilih jenis kabel yang tepat dalam mem-bangun jaringan adalah suatu keharusan. Beberapa faktor, baik internal maupun eksternal dapat mempengaruhi kinerja peralatan jaringan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis komparatif tentang perbedaan kinerja antara penggunaan kabel serat optik dan kabel kawat tembaga yang mampu mentransfer data 1 Gigabit per detik. Analisis pengukuran kinerja mencakup kemampuan untuk mentransfer data dari dua node seperti latensi, throughput, dan packet loss. Untuk pengujian latency dan throughput dilakukan dengan mengirimkan sebanyak 65.000 data untuk 30 kali untuk setiap media. Sedangkan untuk paket loss testing dilakukan dengan mengirimkan 10.000 data dalam 1 menit menggunakan bandwidth uji pada router Mikrotik. Dari hasil pengujian, dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan kestabilan kinerja kabel kawat tembaga dan kabel serat optik. Semakin tinggi suhu udara, packet loss, dan latency akan meningkat. Adapun nilai throughput, suhu hanya mempengaruhi nilai throughput pada kabel serat optik dan tidak mempengaruhi throughput pada kabel kawat tembaga

    SISTEM E – PRESCRIBING DAN BARCODE SYSTEM UNTUK RESEP OBAT DI RUMAH SAKIT

    Get PDF
    Untuk meminimalkan medication error (kesalahan pembacaan resep dan dosis) yang dilakukan oleh apoteker maupun asisten apoteker, maka kami membuat aplikasi online e – prescribing, yaitu dokter entry secara langsung resep yang akan diberikan ke pasien, dan apoteker atau asisten apoteker langsung membaca di layar komputer dan langsung menerapkan resep yang sesuai dengan request dari dokter sehingga tidak terjadi kesalahan dan data menjadi akurat serta waktu yang diperlukan bisa lebih cepat. Dalam penelitian ini, kami juga menerapkan barcode system peresepan yang memudahkan apoteker/ asisten apoteker dalam menyesuaikan keakuratan data stok fisik obat, dengan menambahkan barcode system maka masuk dan keluarnya obat akan terkontrol dan akurat sehingga meminimalisir kesalahan dalam pengentrian data pabrik dengan merek obat yang sama. Penelitian ini diimplementasi kan di Rumah Sakit Pertamina Tanjung, Kalimantan Selatan. Development Tools yang di pergunakan adalah Power BuilderV.12 dengan database Sybase. Dari hasil uji kuesioner yang kami berikan kepada user/pemakai Aplikasi E-Pescribing dan bacode system, didapatkan hasil yang memuaskan yaitu: untuk Performance sebanyak 81.82% , Durability 84,24%, Confermence to Specipication untuk hak akses apotek sebanyak 93% sedangkan untuk hak akses poli/dokter yaitu 86,6%, untuk Feature 84,24%, realibity 83,64%, dan estetika 79,4%

    SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PEMILIHAN ATLET PANJAT TEBING MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

    Get PDF
    Sebagaimana diketahui, olahraga panjat tebing termasuk jenis kategori olahraga populer dikalangan remaja sekarang ini, terbukti dengan seringnya dilaksanakan kejuaraan panjat tebing baik skala nasional maupun interrnasional. Sebelum mengikuti sebuah ajang kompetisi, atlet akan menjalani program latihan yang dibuat oleh Pelatih dan koordinator Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk memaksimalkan kemampuan atlet sebelum mengikuti kejuaraan.Berdasarkan masalah tersebut, maka diperlukan sistem penunjang keputusan yang dapat membantu tim FPTI kab. Tapin dalam memilih kemampuan fisik dan mental atlet agar mencapai target juara yang diharapkan. Guna menentukan nilai bobot untuk kriteria penilaian sampai dengan terpilih alternatif terbaik, metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan dalam sistem ini dengan memberikan pertimbangan pemberian bobot atas empat kategori yaitu daya tahan, teknik, fisik, dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan antara proses manual (pretest) dan menggunakan aplikasi (postest) untuk data awal dengan total data sebanyak 30 data terdapat 0 data yang tidak sesuai (0%) dan 30 data yang sesuai (100%). Hal ini menunjukkan dengan adanya aplikasi penentuan atlet panjat pelatih tidak lagi membuat data manual dan dapat memilih kategori penilaian ketahanan, fisik, teknik dan taktik yang mana yang ingin di prioritaskan menggunakan faktor bobot aplikasi

    COMPARISON OF K-NN AND NAÏVE BAYES CLASSIFIER FOR ASPHYXIA FACTOR

    Get PDF
    Asphyxia is influenced by several factors, including the factors affecting the Immediate Was maternal factors That relates Conditions mother Pregnancy and childbirth such as hypoxia mother, Asphyxia factor data can be modeled using the classification approach. this paper will be compared k-nearest neighbor algorithm  and Naive Bayes classifier to classify asphyxia factor. Naive Bayes uses the concept of Bayes’ Theorem which assuming the independency between predictors. Basically, Bayes theorem is used to compute the subsequent probabilities. Analysis of the two algorithms has been done on several parameters such as Kappa statistics, classification error, precision, recall, F-measure and AUC. We achieved the best classification accuracy with KNN algorithm, 92,27%, for k=4. are lower than the rates achieved with Naïve Bayes 83,19%

    135

    full texts

    142

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇