E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
RELEVANSI PERUBAHAN KURIKULUM 2013 TERHADAP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI ERA DIGITAL
The curriculum is a very important part of the educational process, because the curriculum is the main substance in the material being taught. The Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia emphasized the need for changes and developments in the 2013 curriculum Besides that, the 2013 curriculum also develops information and communication technology literacy, as well as strengthening character education in character building and spiritual values. All education standards in Indonesia are formulated into the Indonesian Partnership for 21st Century Skill Standards. The author takes a study where the curriculum was made when the times were so fast with the use of technology, namely the 2013 curriculum or better known as K13 with the independent learning curriculum. The rapid changes in the Indonesian education curriculum where the 2013 curriculum has begun to be seen and can be felt has born a new system, a new curriculum that is echoed as the Independent Curriculum which has started in the 2022/2023 school year. This research uses a systematic review approach because the writing of this article is based on several references in the form of books and articles as well as scientific publications online. The 2013 curriculum is a competency and character-based curriculum that aims to increase educational attainment and is expected to produce productive, creative, innovative and effective young people. independent learning focuses on the freedom to learn independently and creatively. It is very appropriate that now a different curriculum is needed from the previous curriculum in dealing with the digital era
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN KEBANGSAAN DALAM SYAIR YALAL WATHON
This study aims to provide an explanation of the values of Islamic religious education and national education contained in a series of verses or poems of Yalal Wathon written by KH. Abdul Wahab Hasbullah (later written by researchers with Kiai Wahab). The writing of poems composed by Kiai Wahab is one form of effort and effort he made in providing education as well as building awareness of the nation's citizens in loving the homeland (hubb al-Wathon), defending the state and nation, and adding the soul (rûh) patriotime and nationalism in them. The type of research used is library research using documentation methods that are used as data sources. In analyzing the data that has been obtained, the techniques used are content analysis and also descriptive analysis. The findings and research found and studied by researchers there are at least three clusters of Islamic religious education values, namely: (1) creed, (2) shari'ah, and (3) morals. While the values of national education found by researchers in the poem Yalal Wathon consist of empath al, namely: (1) unity and unity of the nation, (2) love of the motherland, or hubb al-Wathon (3) defending the country and homeland, (4) building national unity
TRANSFORMASI PBI KE POJK DALAM KAITANNYA DENGAN PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA: Tinjauan Eksistensi Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan OJK di Indonesia
Tulisan ini membahas tentang bagaimana perubahan yang dialami oleh lembaga pengawas keuangan di Indonesia khususnya terkait perubahan regulasi yang dikeluarkan atas perubahan tersebut dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap ekonomi syariah, yang semula melalui Peraturan Bank Indonesia hingga ke Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan diharapkan mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Sejak awal berdirinya OJK hingga saat ini telah banyak menghadirkan perubahan bagi industri keuangan syariah di Indonesia. Perbaikan dalam sektor pengawasan dan pengaturan yang telah diambil peranannya oleh OJK telah mampu meningkatkan efektifitas perbankan syariah dan juga lembaga keuangan syariah lainnya. Salah satu fungsi tersebut dicerminkan dengan lahirnya beberapa regulasi yang berupa Peraturan OJK (POJK). Sehingga dengan adanya peraturan OJK kini telah menambah daftar sumber rujukan regulasi dan menjadi dasar atas bebrapa hal yang belum dapat tercover dengan regulasi yang dilahirkan oleh regulator lain seperti Dewan Syariah Nasional. Sebagai contoh adanya POJK Nomor: 72/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi dengan Prinsip Syariah dan yang lainnya, lahinya peraturan tersebut telah mampu mengakomodir kebutuhan dan kepentingan perekonomian syariah di Indonesia
KESETARAAN DAN KEPEMILIKAN HARTA BENDA DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF FIKIH DAN HUKUM POSITIF INDONESIA
Abstrak: Kesetaraan dan kepemilikan harta benda dalam perkawinan perspektif hukum positif diatur dalam UU. Perkawinan tahun 1974 dalam tiga pasal, pasal 35 sampai dengan pasal 37. Menurut Ulama’ Madzhab Fikih dalam kitab-kitab fikih disebut dengan syirkah atau syarikah. Menurut Mazhab Hanafi : Syirkah Atau Syarikah dibagi menjadi dua bagian, yaitu syarikah milik dan Syirkah atau Syarikah Uqud. Menurut Mazhab Maliki, pembahasan syirkah dibagi menjadi enam, yaitu syirkah mufawadhah, syirkah inaan, syirkah amal, syirkah dziman, syirkah jabar, dan syirkah mudharabah, Menurut mazhab Syafi’i : Syirkah dapat dibagi menjadi empat bagian. Menurut Mazhab Hambali : Syirkah dibagi menjadi dua, yaitu syirkah fil maal dan syirkah fil uqud. Adapun dalam KHI menyatakan bahwa suami adalah kepala keluarga, dan istri sebagai ibu rumah tangga. Hak dan kedudukan istri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat. Sedangkan dalam hukum adat Indonesia ada 3 pilihan, apakah menggunakan struktur masyarakat patrinial, Struktur masyarakat matrinial, atau Struktur masyarakat parental atau bilateral. Adapun dalam Pasal 27 Ayat (1) UUD. 1945 bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak terkecuali
IMPLIKASI CERAI GUGAT TERHADAP HAK ISTRI PERSPEKTIF MAQASHID AL-SHARIAH JASSER AUDA
Perkara gugatan cerai di Pengadilan Agama tidak serta-merta menggugurkan kewajiban suami untuk tetap memberikan nafkah iddah dan mut’ah kepada istrinya, selama pihak penggugat tidak terbukti berbuat nusyuz. Secara eksplisit Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam tidak terdapat pasal yang menerangkan tentang kewajiban suami untuk memberikan hak kepada mantan istrinya berupa nafkah iddah dan mut’ah apabila istri menggugat cerai, namun kewajiban tersebut terdapat dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa dalam perkara cerai gugat, istri dapat diberikan mut’ah dan nafkah iddah sepanjang tidak terbukti nusyuz kepada suaminya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan hak-hak yang dapat diperoleh istri apabila terbukti tidak nusyuz ketika melakukan gugatan cerai di Pengadilan Agama dengan menelaah Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 yang berkaitan terhadap kewajiban suami akibat perceraian istri, dikaji menggunakan pendekatan maqashid al-shariah Jasser Auda dengan metode yuridis normatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan bahan hukum primernya SEMA Nomor 3 Tahun 2018 dan buku maqashid al-shariah Jasser Auda, sementara bahan hukum sekundernya yaitu UU Perkawinan, KHI, buku fiqh munakahat, artikel, jurnal yang berhubungan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 sangat berperan untuk mengisi kekosongan hukum terhadap hal-hal yang belum diatur secara eksplisit dalam UU Perkawinan dan KHI, sehingga dapat memberikan kepastian hukum terkait hukum-hukum secara detail (ahkam tafsiliyyah) berupa pemberian perlindungan hukum dan jaminan atas hak-hak perempuan yang seharusnya dapat diperoleh pasca perceraian sesuai dengan rasa keadilan dan kepatutan dalam rangka memperoleh hak yang sama dihadapan hukum demi terciptanya kemaslahatan secara menyeluruh (maslahah al-ammah)
Tanggung Jawab Sosial Pemimpin Dalam Al-Qur’an
In the era of globalization, the social responsibility of leadership is increasingly crucial. Every country and organization has a role in building a just and sustainable society. A leader in Islam must be fair, avoid injustice, and set a good example in all things. However, in reality there are still many leaders who are unjust towards their people, so that they do not carry out their social responsibilities as they should. This research uses a library research basis with qualitative methods, namely analyzing interpretive texts and library studies. The findings in this research are regarding social responsibility and its arguments, forms of social responsibility of leaders and criticism if it is not carried out
Aneka Metode dan Pendekatan dalam Studi Hadis
Methods and approaches in the study of hadith have experienced rapid and increasingly diverse developments. The hadith approach has also begun to venture into interdisciplinary realms by combining other perspectives in understanding hadith. However, there is currently no widely used classification of methods and approaches in the study of hadith within the field of hadith scholarship. This is because there are methods and approaches in the study of hadith that are popularly used due to their compatibility with interdisciplinary studies, while others are not. This article aims to present the popular methods and approaches implemented in the study of hadith within the academic and scholarly world. The method employed in this article is qualitative research using a literature review approach, focusing on the types of research, data sources, data collection techniques, and data analysis techniques. The data for this article were obtained from journals, books, and relevant texts that are related to the discussed topic
Kewajiban Wasiat Wajibah Bagi Orang Tua Angkat Dalam Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam Perspektif Fiqih
Anak angkat bukanlah ahli waris, maka tidak mendapat bagian harta warisan. Namun satu-satunya jalan untuk mendapatkan bagian harta dari orang tua angkatnya adalah dengan wasiat wajibah karena tidak sedikit masalah mucul ketika anak angkat tidak diberi wasiat wajibah, anak angkat tersebut mengalami kesulitan dalam menyambung kehidupannya, tidak sidikit pula terjadi sengketa mengenai bagian harta untuk anak kandung dan juga anak angkat. Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam yang mengatur tentang hak anak angkat maupun orang tua angkat atas harta peninggalan. Ketentuan Pasal tersebut dilatarbelakangi oleh semangat hukum progresif yang mengacu pada kemaslahatan anak angkat maupun orang tua angkat dan temyata menimbulkan problematika baik filosofis, yuridis, maupun teoritis.
Didalam perkembangan hukum islam kontemporer telah dikenal dengan adanya wasiat wajibah, yang dikenal seperti Mesir, Suriah, Maroko dan Tunisia adalah untuk mengatasi persoalan cucu yang orang tuanya meninggal lebih dahulu daripada kakek neneknya. Sedangkan di Indonesia wasiat wajibah diberlakukan untuk mengatasi hubungan antara anak angkat dan orang tua angkat yang tidak dapat menerima waris dengan diberikan wasiat wajibah sebanyak-banyaknya 1/3 dari harta wasiat atau harta warisan.
Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan(field research) atau studi kasus lapangan, dengan pendekatan hukum normatif empiris, teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pemberian wasiat wajibah harus sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku untuk menghindari masalah/konflik didalam keluarga dikemudian hari
MANIFESTASI MODERASI PERSPEKTIF BUKU AL-WASATHIYAH KHASISAH AL-UMMAH AL-ISLÂMIYYAH: ANALISIS TEORI DAN IMPLEMENTASI
This study aims to determine the manifestation of moderation (wasathiyah) from the perspective of the book al-Wasathiyah Khasisah al-Ummah al-Islâmiyyah and its implementation in the educational environment (school). This study uses library research methods (library research). The primary data source used in this research is the book al-Wasathiyah Khasisah al-Ummah al-Islâmiyyah, while the secondary data source is a number of books and journal articles related to this research. The data analysis process in this study uses the content analysis method which includes: (1) Identifying and describing; (2) Interpret and analyze; (3) Drawing conclusions. The results of this study indicate that Muhammad Abû al-Fath al-Bayânûnî gave the concept of meaning to this moderation with the meanings al-i'tidal and at-tawazun, these values ??are manifested in the aspects of aqîdah, ubûdiyah, morals, mu'amalah and rule of law, and the manifestation of this moderation can be implemented in the educational environment through character education methods which include: teaching, exemplary, setting priorities, praxis priorities and reflection
PEMANFAATAN LEMBAR KERJA SISWA DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI KASUS DI SMP DARUL MAARIF SAMPANG
The study discusses the use of Student Worksheet (Lembar Kerja Siswa) in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam) subject in SMP Darul Maarif. Student Worksheet is a tool that helps to activate students in learning and improve communication in the classroom. Student Worksheet contains instructions and guidance that assist students in completing their tasks by covering the basic competencies that need to be achieved. Student Worksheet has different functions for teachers and students, where Student Worksheet makes it easier for students to understand the subject matter, while for teachers, Student Worksheet serves as a guide in directing students and considering the thought process that needs to be developed in students. This study aims to determine the process, interest, and influence of Student Worksheet utilization in Islamic Religious Education subject. The research methodology uses a qualitative approach with descriptive research. The data collection techniques are a questionnaire, observation, interview, and documentation. The results show that Student Worksheet helps students understand the subject matter, saves time, and serves as an evaluation tool. The use of Student Worksheet in Islamic Religious Education subject in SMP Darul Maarif is still not maximized; therefore, this study is conducted to optimize its usage. The study concludes that Student Worksheet can improve students' interest and understanding of the subject matter, and teachers need to develop teaching materials that are attractive and easily understood by students, especially in the field of Islamic Religious Education subject