E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
    750 research outputs found

    OPTIMALISASI METODE BERMAIN, CERITA, MENYANYI (BCM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS I DI MI UMAR ZAHID SEMELO

    No full text
    ABSTRAK: Proses pembelajaran di MI Umar Zahid Semelo khususnya kelas 1 guru, masih menggunakan metode konvensional yaitu metode yang berpusat pada penjelasan guru, penelitian ini dilakukan karena hasil belajar siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah dan akhlak. Subjek yang diteliti adalah kelas 1 yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini menggunakan analisis model aliran data, data yang dikumpulkan berasal dari observasi, wawancara, dokumentasi foto, dan tes. Pada tahap prasiklus hanya 8 siswa yang mampu tuntas dengan persentase 28,57% dengan rata-rata 65,71%, hasil belajar dari siklus 1 berjumlah 13 siswa dengan persentase ketuntasan 46,42% dengan rata-rata 74,10 %, pada siklus 2 hasil belajar siswa berjumlah 20 siswa mencapai persentase ketuntasan sebesar 71,42% dengan rata-rata 79,28%. Sedangkan pada siklus 3 meningkat menjadi 28 siswa yang tuntas dengan hasil belajar persentase ketuntasan 100% dengan rata-rata 98,03%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bermain, bercerita, bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 Asmaul Husna MI Umar Zahid Semelo. Keywords:   Playing   Method,   Story,   Singing   (BCM),   Learning Outcomes. ABSTRACT : The learning process at  MI  Umar  Zahid  Semelo Especially Class 1, teachers still use the conventional method, namely the method that is centered on the teacher's explanation,  this research was conducted because student learning outcomes are still low. The purpose of this study was to improve student learning outcomes in the subjects of aqidah and morals. The subjects studied were class 1 totaling 28 students. This study uses a data flow model analysis, the data collected comes from observations, interviews, photo documentation, and tests. At the pre-cycle stage only 8 students were able to complete with a percentage of 28.57% with an average of 65.71%, learning outcomes from cycle 1 consisted of 13 students with a percentage of completeness of 46.42% with an average of 74, 10%, in cycle 2 the student learning outcomes consisted of 20 students achieving a mastery percentage of 71.42% with an average of 79.28%. while in cycle 3 it increased to 28 students who completed with learning outcomes the percentage of completeness was 100% with an average of 98.03%. It can be concluded that by using playing, storytelling, singing methods, it can improve the learning outcomes of grade 1 students in Asmaul Husna at MI Umar Zahid Semelo

    PENDAMPINGAN PENERJEMAHAN KITAB SAFINATUN NAJA BAGI SISWI PRA TAMATAN DI PONDOK PESANTREN AN-NAJAH DENANYAR JOMBANG

    No full text
    Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat, santri Pondok Pesantren An-Najah, sasaran yang dikenai program. Permasalahan yang muncul adalah penerjemahan santri Pra Tamatan yang tekadang tidak sesuai kaidah bahasa Arab karena kurangnya ketlatenan para siswi dalam penerjemahan kitab. Metode pendekatan yang dipakai dalam pelaksanaan pengabdian ini meliputi membaca naskah atau kitab materi, belajar menerjemah sesuai kaidah bahasa Arab. Kedua proses ini dalam pembelajaran menerjemah dilaksanakan pada awal kegiatan pembelajaran. Materi yang digunakan pada kegiatan ini adalah kitab fikih klasik yang masyhur dengan sebutan kitab Safinatun Naja melalui bentuk teks dan pendampingan secara efektif sampai pelajar dapat menerjemah kitab Safinatun Naja denagn benar dan sesuai kaidah bahasa Arab. Melalui kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh siswi Pra Tamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat kemampuan siswi dalam menerjemah kitab. Kegiatan ini dilakukan dengan mendampingi siswi dalam menerjemah kitab fikih secara mandiri. Melalui kegiatan observasi, para santri sangat antusias. Selain itu pembelajaran juga sesuai dengan target yang diharapkan. Penerapan pembelajaran ini menunjukkan bahwa para santri tekun dalam belajar menerjemah. Selain itu, pembelajaran tersebut dapat meningkatkah hasil menerjemah kitab klasik

    PEMBERDAYAAN SANTRI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH KAYU BANGUNAN SEBAGAI SOUVENIR DI PONDOK PESANTREN AL-GHOZALIYAH DESA SUMBERMULYO KEC JOGOROTO JOMBANG

    No full text
    Pemanfaatan limbah kayu bangunan secara optimal sebagai souvenir di Pondok Pesantren Al-Ghozaliyah telah diupayakan dalam sebuah program pemberdayaan santri. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan adalah Pendekatan edukatif), di mana tim pelaksana pengabdian dan mitra pengabdian (pengurus bidang kesenian dan pengelola limbah kayu) menggunakan aset yang sudah ada setelah itu dikembangkan dan didayagunakan. Pemberdayaan pengurus pondok bidang kesenian ini menunjukkan upaya peningkatan kapasitas kader. Pengurus bidang kesenian dan tutor dari pengelola /pertukangan terbukti dapat mengakui potensi peserta pelatihan sekecil apapun. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa setiap manusia terlahir dengan kelebihan masing-masing. Tidak ada yang tidak memiliki potensi, walau hanya sekedar kemampuan untuk tersenyum. Semua berpotensi dan semua bisa berkontribusi. Keberhasilan desiminasi keterampilan dalam bidang pertukangan untuk pemanfaatan limbah kayu bangunan untuk souvenir bernilai jual membuktikan telah terjadi difusi inovasi pendidikan. Praktik service learning melalui pelatihan yang dilaksanakan menunjukkan upaya pengurus dan santri memupuk soft skill nya. Keberhasilan tim pelaksana pengabdian dalam dinilai dari dampak-dampak perubahan, antara lain: Kemunculan kader baru yang memiliki bekal ketrampilan pembuatan souvenir yang nantinya akan dipasarkan pengurus bidang kesenian di kalangan santri serta Pengalaman para pengurus membangun kemitraan sehingga dapat mengoptimalkan potensi dan asset yang mereka miliki untuk mengembangkan kreativitas santri di bidang pertukangan

    STRATEGI PONDOK PESANTREN SEBAGAI NOUBEL INDUSTRY DALAM MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT

    No full text
    The purpose of this research is to describe how the Nurul Jadid Islamic boarding school's strategy maintains public trust as a noble industry. This research was conducted with a qualitative approach with a descriptive type. The data collection technique used was interviews with the Bureau of Education, Bureau of Islamic Boarding Schools, regional heads of West and East Islamic boarding schools, as well as documentation. Data analysis was carried out through three steps, namely: (1) data reduction; (2) data exposure; and (3) drawing conclusions and verification. Data validity with source and technique triangulation process. The results show that the Nurul Jadid Islamic Boarding School has two main strategies, namely understudy with the trilogy of students and coaching-counseling with the five awareness of students in maintaining its existence as a noble industry. The two strategies above illustrate that Nurul Jadid Islamic boarding school is not only central and focuses on religious education for students. However, the existence of a pesantren strategy as an Islamic educational institution that has a dual mission (studying profit and social) can make it a noble institution (nouble industry). By placing human capital and social capital as a means of meeting the needs of society and the demands of the times, Nurul Jadid Islamic Boarding School is able to improve itself, so that it is not only capable of becoming a medium for transmitting da'wah, knowledge and expertise, but also as a potential and socio-cultural interaction

    Perkembangan Hukum Keluarga Islam Pada Masa Kerajaan di Indonesia

    No full text
    This article discusses three Islamic kingdoms in Indonesia, namely the Aceh Darussalam Kingdom (1496 AD – 1903), the Islamic Mataram Kingdom (1588-1681), and the Gowa-Tallo Kingdom (1591-1669). The main focus is on the government system, judiciary, and legal sources used by the three kingdoms. The Kingdom of Aceh Darussalam, located in Aceh, Sumatra, has an organized and efficient government system. They developed a military education system, fought European imperialism, and had a strong commitment to Islam. Sources of law include custom, law, qanun, reusam, and the book of fiqh, with the Sultan as the supreme law maker. The Islamic Mataram Kingdom, established in Java, combined Hindu-Islam through Islamization. The government system integrates Islamic law and Javanese customs. Sultan Agung implemented Islamic law in the judiciary, incorporating civil and criminal law, and appointed individuals with an understanding of Islam in the judiciary. The Kingdom of Gowa-Tallo in Sulawesi adopted Islam as its official religion in 1605 AD. The King of Gowa-Tallo appointed sharia officials equivalent to adek officials, established a level III court, and managed zakat and alms funds to support Islamic religious justice. These three kingdoms demonstrate the importance of Islam in the government, justice and legal systems of Indonesia's past, combining religious teachings with local traditions to create a system that functioned effectively

    FORMULASI STRATEGI MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH NGORO JOMBANG

    No full text
    ABSTRACT: Research on the formulation of Al-Qur'an learning strategies needs to be done. The findings obtained can be used as the basis for implementing the formulation strategy to increase the competitiveness of Islamic educational institutions. This study aims to describe the formulation of Al-Qur'an learning strategies at MI Islamiyah Ngoro Jombang which is focused on two research focuses, namely: (1) Analysis of the position of Al-Qur'an learning in the SWOT quadrant. (2) Determination of strategies in the development of Al-Qur'an learning to increase the competitiveness of madrasas. TPQ Al-Ichsany is part of the business unit strategy managed by MI Islamiyah Ngoro Jombang to serve the learning of the Qur'an. Analysis of the total IFAS score for strength is 2.38 and weakness is 1.96. The EFAS score for opportunity is 2.52 and threat is 1.6. The position of learning the Qur'an at MI Islamiyah Ngoro Jombang is in Quadrant I (+,+). Learning the Qur'an is in a prime and steady condition. The strategy formulation applied is to support an aggressive growth policy (growth oriented strategy). Intensive strategies by conducting market penetration and market development are strategies to expand, increase growth, and seize opportunities to the fullest for the advancement of sustainable Al-Qur'an education. Keywords: Strategic Management, Strategy Formulation, SWOT ABSTRAK: Penelitian tentang formulasi strategi pembelajaran Al-Qur’an perlu dilakukan. Temuan yang diperoleh dapat menjadi dasar penerapan strategi formulasi untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan formulasi strategi pembelajaran Al-Qur’an di MI Islamiyah Ngoro Jombang yang difokuskan pada dua fokus penelitian yakni: (1) Analisis posisi pembelajaran Al-Qur’an pada kuadran SWOT. (2) Penentuan strategi dalam pengembangan pembelajaran Al-Qur’an untuk meningkatkan daya saing madrasah. TPQ Al-Ichsany merupakan bagian dari strategi unit bisnis (business unit strategy) yang dikelola MI Islamiyah Ngoro Jombang untuk melayani pembelajaran Al-Qur’an. Analisis total skor IFAS untuk kekuatan adalah 2,38 dan kelemahan 1,96. Skor EFAS untuk peluang adalah 2,52 dan ancaman 1,6. Posisi pembelajaran Al-Qur’an di MI Islamiyah Ngoro Jombang berada pada Kuadran I (+,+). Pembelajaran Al-Qur’an sedang berada dalam kondisi yang prima dan mantap. Formulasi strategi yang diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Strategi intensif (intensive strategies) dengan melakukan penetrasi pasar (market penetration) dan pengembangan pasar (market development) menjadi strategi untuk melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan, dan meraih peluang secara maksimal demi kemajuan pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Strategi, Formulasi Strategi, SWO

    LEARNING METHOD WHILE PLAYING DALAM MENINGKATKAN VERBAL SMART ANAK

    No full text
    This study aims to find out how the application of the learning method while playing or also called the learning method while playing in improving verbal smart language and speaking skills in early childhood. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques are carried out systematically starting with data display, condensation, and drawing conclusions. The results of the field research found that the learning process in which the learning while playing method was applied through role playing, playing flash cards, and singing while playing, was able to improve verbal smart children's language and speaking abilities. because the child will easily absorb, remember and get new vocabulary from the surrounding environment. The implication is that there is a need for an approach used by teachers using other game methods that are able to stimulate the development of language and speech in early childhood to optimize children's verbal smarts

    LARANGAN PERKAWINAN AYAH KANDUNG DENGAN ANAK HASIL HUBUNGAN DI LUAR NIKAHNYA (ZINA): Perspektif Genetika Dan Hukum Islam

    No full text
    Perkawinan disyariatkan agar manusia dapat meneruskan keturanannya dan menyalurkan kebutuhan biologisnya secara benar. Dalam pelaksanaannya pun segala bentuk ketentuan dan aturan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Hal yang paling penting sebelum perkawinan terjadi adalah dengan siapa perkawinan tersebut akan dilaksanakan. Dalam hukum islam bagi seorang laki-laki terdapat dua konsep jenis perempuan, pertama adalah perempuan yang boleh dinikahi dan yang kedua adalah perempuan yang boleh dinikah. Berkaitan dengan konsep tersebut terdapat satu kasus dimana perempuan itu dalam hukum islam dan keperdataan tidak diakui status nasabnya dengan ayahnya sehingga boleh dinikahi (ayahnya), akan tetapi secara biologis mereka terhubung sebagai ayah dan anak, kasus tersebut terjadi bagi anak perempuan yang lahir diluar hubungan perkawinan yang sah. Disinilah kemudian hal ini menjadi penting untuk dikaji dikarenakan baik undang-indang dan fikih yang ada di Indonesia sama-sama hanya mengakui kenasaban anak perempuan tersebut kepada ibunya dan keluarga ibunya, dan tidak kepada ayahnya. Sehingga untuk menjawab dan memberikan kepastian hukum boleh tidaknya perkawinan antara ayah kandung dengan anak hasil hubungan di luar nikah. Untuk menjawab masalah tersebut penulis menggunakan metode hukum islam dalam hal ini adalah Qiyas yang digunakan untuk mencari persamaan kriteria mahram yang dimaksud dalam fiqih, kriteria ini dalam qiyas dinamakan sebagai illat hukum. Dan illat hukum ini dapat ditemukan dalam dua cara yaitu dengan metode aqli dan naqli. Salah satu yang termasuk dalam illat tersebut adalah DNA dan Kromosom yang diwarisi keturunan dari induknya sebagaimana terdapat dalam persusuan, sehingga dalam kategori mahram apabila ditemukan illat yang sama dengan salah satu dari kedua hal tersebut dalam diri seorang perempuan, maka sudah dapat dikatakan sebagai mahram sehingga dilarang untuk dinikahi

    MENELISIK MAKNA HIJRAH DALAM AL-QUR’AN: Studi Komparatif Atas Penafsiran Ibnu Katsir dan Quraish Shihab

    No full text
    The trend of hijrah being a new choice in the life of a Muslim today hijrah is connoted with repentance, which tends to be synonymous with significant changes to the way of dressing that was not closed aurat, dressed tight, now changed to cover aurat, dress more Syar'i with a long veil and loosely dressed, some even wear veils. This research uses qualitative methods with this type of library reaserch and uses data collection techniques with the collection of records, books, books and others referring to the research of Maryam verse 46, al-Mu'minun verse 67, al-Furqon verse 30, al-Muzzammil verse 10, and al-Muddatsir verse 5 by consolidating the interpretation of Ibn Katsir Muhammad Quraish Shihab

    Konsep Manusia dan Budaya dalam al-Qur'an

    No full text
    This article aims to analyze human concepts, culture and the relationship between the two according to the Koran. This research was carried out using a literature review with a descriptive-analysis method, namely by collecting data from several existing sources and then explaining it again. In this research it was found that human concepts can be analyzed from several words in the Koran such as the words insan, basyar, and nas, ins, all four of which have different meanings according to the function of their use in the Koran. Apart from the human concept, this research also puts forward the cultural concept in the Koran, namely referring to the word "amal" which means human actions. This article also discusses the relationship between humans and culture, as well as the relationship between culture and religion

    0

    full texts

    750

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAI Bani Fattah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇