E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
    750 research outputs found

    Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Madrasah Hidayatul Muhibbin

    No full text
    ABSTRAK Dalam suatu lembaga pendidikan keberadaan kepala madrasah adalah suatu aspek penting, selain tenaga pendidik, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, dan lain – lain. Kepala madrasah harus mampu mempengaruhi orang lain dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Hidayatul Muhibbin Tambakberas jombang. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu informasi berupa huruf bukan angka. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah, Tenaga Pendidik, dan Tenaga Kependidikan. Kunci informan pada penelitian ini adalah Kepala Madrasah karena setiap hari terlibat secara langsung dengan kegiatan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran di Madrasah Hidayatul Muhibbin Tambakberas jombang. Teknik pengumpulan data ialah menggunakan teknik wawancara atau interview, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru sudah baik, karena dari 7 indikator sudah terlaksana dengan baik yaitu, pemberian motivasi, pembinaan kedisiplinan, kegiatan kunjungan kelas, pemberian konsultasi, sikap dan perilaku teladan, dan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik. Sedangkan untuk kinerja guru sudah baik pula, karena dilihat dari 3 indikator sudah terlaksana dengan baik yaitu, kemampuan menyusun rencana pembelajaran, kemampuan melaksanakan pembelajaran, dan kemampuan melaksanakan penilaian hasil pembelajaran. Dengan demikian bahwa Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru sangat berperan penting terhadap kemajuan kualitas pembelajaran sehingga dapat mendorong mutu pendidikan terhadap kemajuan kualitas pembelajaran sehingga dapat mendorong mutu pendidikan dimana kinerja para tenaga pendidik merupakan kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan. ABSTRACT In an educational institution, the presence of a madrasa head is an important aspect, apart from teaching staff, educational staff, facilities and infrastructure, etc. The madrasa head must be able to influence other people and the surrounding environment. This research aims to find out how the leadership of the madrasah head improves teacher performance at madrasah hidayatul muhibbin tambakberas, jombang. This research method uses a descriptive qualitative method, namely information in the form of letters, not numbers. The informants in this research were madrasah heads, educators, and education personnel. The key informant in this research is the madrasah head because every day he is directly involved with the activities of teaching staff in the learning process at madrasah hidayatul muhibbin tambakberas, jombang. The data collection technique is to use interviews, observation and documentation techniques. Test the validity of the data using source triangulation and technical triangulation. Data were analyzed by data reduction, data presentation, and data conclusions. The results of the research show that the leadership of madrasah heads in improving teacher performance is good, because the 7 indicators have been implemented well, namely, providing motivation, fostering discipline, class visits, providing consultations, exemplary attitudes and behavior, and increasing the professionalism of teaching staff. Meanwhile, teacher performance is also good, because it can be seen from 3 indicators that it has been implemented well, namely, the ability to prepare learning plans, the ability to carry out learning, and the ability to carry out assessment of learning outcomes. Thus, the leadership of the madrasah head in improving teacher performance plays a very important role in the progress of the quality of learning so that it can encourage the quality of education to progress in the quality of learning so that it can encourage the quality of education where the performance of teaching staff is the key to success in the world of education

    PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG PENJULAHAN BILANGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEMPOA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS II MI MA’ARIF PENDOWOKUMPUL

    No full text
    ABSTRAK Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah keterampilan berhitung. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentingnya, maka perlu ada perhatian besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Salah satu tujuan Kurikullum 2013 adalah terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan adanya media pembelajaran, diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna sesuai salah satu dari tujuan K13 tersebut. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah kemampuan berhitng. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentinya, maka perlu ada perbaikan besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik Kelas II MI Ma’arif Pendowokumpul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data (Data Display), dan tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Subyek dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran Tematik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik kelas ii MI Ma’arif Pendowokumpul sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan sempoa dengan metode kooperatif tipe STAD dapat mempercepat pemahaman berhitung dan keaktifan peserta didik dalam merespon materi dari guru didalam dalam pembelajaran.. Peningkatan kualitas belajar secara lebih jelas   dapat dilihat melalui peningkatan kegiatan nilai harian maupun penilaian tengah semester peserta didik. Kata kunci: Media Sempoa, Keterampilan Berhitung ABSTRACT One of the basic skills that must be mastered at the basic education stage is numeracy skills. In addition, in everyday life a person cannot be separated from mathematical problems. Because it is so important, there needs to be great attention to the success of elementary school children's numeracy learning. One of the objectives of the 2013 Curriculum is the creation of more meaningful learning. With the learning media, it is expected that learning will be more meaningful according to one of the objectives of the K13. In this study, the authors wanted to know the improvement of addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of Class II MI Ma'arif Pendowokumpul. This study uses a descriptive qualitative approach. In obtaining data, researchers used the methods of observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study includes the data reduction stage, the data display stage, and the conclusion drawing stage. Checking the validity of the data using triangulation of data sources. Subject of this research is the teacher of Thematic subjects. The results of this study concluded that the increase in addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of class II MI Ma'arif Pendowokumpul has been going well. This can be proven by the use of the abacus with the STAD type cooperative method can accelerate the understanding of arithmetic and the activeness of students in responding to the material from the teacher in learning. The improvement in the quality of learning can be seen more clearly through the increase in daily value activities and mid- semester assessments of students. Keyword : Abacus Media, Counting Skill

    Menyemai Inspirasi: Membimbing Mahasiswa dalam Perjalanan PKL

    No full text
    Practical Work Experience (PKL) is a crucial stage in higher education that allows students to apply the knowledge they have learned in a real-world context. This article aims to evaluate the implementation of PKL for students of the Faculty of Ushuluddin Adab and Dakwah IAIN Kerinci at KUA Depati Tujuh. The methods used in this study include observation, interviews, and periodic monitoring, focusing on the development and challenges faced by students during their PKL. Important findings indicate that although most students were able to adapt to the work environment, there were several obstacles, such as low levels of discipline and adherence to the instructions given. The results of this service highlight the need for improved communication and coordination between supervising lecturers and students, as well as enhanced pre-PKL training to better prepare students before entering the workforce. The conclusion of this study emphasizes the importance of ongoing support during the PKL period to achieve optimal outcomes while providing recommendations for the future development of the PKL program to make it more effective and beneficial for students

    Implementasi Pengembangan Wakaf Produktif Untuk Pemberdayaan Pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang

    No full text
    Wakaf memiliki peran penting dan kontribusi positif dalam berbagai bidang khususnya dalam pengembangan pendidikan pesantren. Berdasar  urgensi tema tersebut, penelitian ini berfokus pada pengimplementasian pengembangan wakaf produktif untuk pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng, terutama dari segi strategi pengembangan wakaf, mekanismenya, dan peran pengambangan wakaf produktif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan pada bulan Juni 2023, dimana data-datanya diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan pengecekan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil riset menunjukkan: Pertama, strategi pengembangan wakaf produktif dalam pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang bertujuan memandirikan pesantren dan mengembangkan sumberdaya manusia sebagai pelaku usaha dengan berbagai aset dan program yang dijalankan dibawah manajemen Badan Wakaf Pesantren Tebuireng. Kedua, mekanisme wakaf produktif dilakukan dengan tahapan yang sistematis, legal dan terstruktur. Ketiga, pengembangan wakaf produktif berperan penting dalam pengembangan dan pensejahteraan pendidikan santri Pesantren Tebuireng. Bentuknya adalah alokasi pemanfaatan wakaf produktif yang diperioritaskan pada pemberdayaan pesantren dan support pendidikan baik pengadaan logistik, penyediaan gedung, sarana prasarana, dan operasional pesantren yang sebagian berasal dari hasil surplus aset-aset wakaf produktif

    Prevention of Child Marriage to Create a Family Problem Badriyah Fayumi's Perspective

    No full text
    Early childhood marriage has many negative impacts, especially for girls. For girls aged 10 to 14 years. With the high school dropout rate, there are fewer job opportunities for women. Apart from being a wife, sexual partner or taking care of children, quite a few women still want to have a career at work. Psychological and mental problems also cannot be underestimated. At an immature age, quarrels will often occur and often lead to violence, both physical and verbal. This researcher uses a juridical analysis approach because the study or research context uses cases in the field and is analyzed using legislation. If you look at this research based on its type, this research uses a type of library research. The data used are books about child marriage and the mashlahah family. Men and women must be able to work together and live in harmony. One form of cooperation and the embodiment of harmonious living is marriage. Humans marry and build households. In fact, it's not just humans who marry or pair up, all creatures have partners. As stated in QS.Adz-Dzariyat 51: 49 which means "we have created everything in pairs so that you remember" and also in QS.Yasin 36:36 which says truly! "Glorified is He who created all pairs, both from what the earth grows and from themselves (humans) and from (creatures) that they do not know." A marriage must form family functions

    Reinterpretasi Term Larangan Aklu Al-Amwāl bi Al- Bāṭil dan Relevansinya dengan Perampasan Lahan

    No full text
    Land grabbing is a common occurrence in many parts of the world, including Indonesia.  The reasons vary, from public interests to the interests of certain groups or individuals. This paper aims to examine the Qur'anic view of land grabbing and look for the maqāṣidi  contained in the Qur'an. The selection of verses will focus on the term prohibition of aklu al-amwāl bi al- bāṭil. Among the dozens of verses containing these words, the author only focuses on three verses, namely: This research is qualitative in nature using the library research method and using the maqāṣidi interpretation analytical knife initiated by Abdul Mustaqim.  The results obtained from this study are (1) the Qur'an strictly prohibits eating other people's property by false means, including land grabbing. (2) Qs. al-Baqarah verse 188, al-Nisa verse 29 and al-Taubah verse 34 have maqāṣidi , especially ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ  al-mal, and ḥifẓ  al-daulah. (3) The revocation of private property rights is allowed in Islam as long as it is through procedures that do not violate the Shari'ah

    Determinan Peningkatan Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

    No full text
    Abstract: That investigate points to determine the impact of education, work involvement, entrepreneurial attitudes on the pay of road sellers within the Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Islamic Boarding School region, at the same time or mostly. The populace in this consider were all 112 road merchants. The sample in this ponder was 28 traders who were gotten through a sampling technique using random sampling. This inquire about employments numerous direct relapse investigation procedures. The comes about of this investigate appear that education has an immaterial impact, work experience and entrepreneurial attitude have a significant effect, whereas at the same time having a noteworthy impact on the wage of road. This investigate is as it were constrained to street vendors in the Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Islamic Boarding School area, therefore it is recommended to use a wider research sample in future research. As well as adding survey variables that influence business income

    PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ ‘AMMA METODE ‘UMMI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MENGHAFAL AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MIN I JOMBANG)

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran Juz 'Amma di MIN 1 berbeda dengan sekolah pada umumnya, karena menggunakan metode Ummi yang mana sebelum sampai di kelas Tahfidz Juz 'Amma mereka sudah menyetorkan Tajwid dan ghorib (menghafal dan memahami ilmu-ilmu tersebut), serta telah melalui ujian disebut munaqosyah. Proses menghafal dan menyetorkan hafalan juga dilakukan secara langsung dan apabila belum hafal maka dilakukan pengulangan pada saat proses muroja’ah. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif atau yang sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting), dan sering berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai suatu proses penyelidikan atau pemeriksaan yang mendalam, terperinci, dan terperinci terhadap suatu peristiwa tertentu atau sosial yang terjadi. Pembelajaran tahfidz juz ‘Amma metode Ummi terdiri dari 7 tahap, yaitu : a) pembukaan, menurut sukiman dan kasmad pembukaan bertujuan untuk menciptakan suasana kegembiraan mental, dan memusatkan perhatian siswa. b) apersepsi, mengulangi materi yang telah diajarkan sebelumnya, c) pelapisan konsep, d) pemahaman, e) keterampilan mengamalkan, F) evaluasi, g) penutup mengkondisikan anak agar tertib kemudian membaca doa penutup, dan diakhiri dengan a kata penutup dan diakhiri dengan salam penutup dari ustadz atau ustadzah. Jadi, pembelajaran tahfidz juz Amma dengan metode Ummi sebagai alasan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menghafal Al-Qur’an, untuk memperoleh bacaan yang berkualitas telah melalui proses yang cukup panjang dan melibatkan para ahli, serta disiplin untuk selalu muroja’ah, demi kepentingan menjaga hafalan Al-Quran. Kata Kunci : Menghafal Juz ‘Amma, Metode Ummi, Kedisiplinan Menghafal Qur’an ABSTRCT Juz ‘Amma lerning at MIN 1 is different from schools in general, because it uses the Ummi method whinch before arriving at the Tahfidz Juz ‘Amma class they have deposited Tajweed and ghorib (memorized and understands these sciences), and has gone trough a test called munaqosyah. The process of memorizing and depositing memorization is also carried out immediately and if you have not memorized it, then is the repeated durin the muroja’ah process. The research used is a type of qualitative research, or what is often called a naturalistic research method because the research is carried out in natural conditions (natural settings), and often develops after the researcher enters the field. This type of research uses a case study approach. This type of research uses a case study approach. A case study is simply defined as an in-depth, detailed, and detailed investigation or examination process on a particular or secial event that occurred..Tahfidz juz ‘Amma’s learning in the Ummi method consists of 7 stages, namely: a) opening, according to sukiman and kasmad, the opening aims to create an atmosphere of mental radiness, and to focus students’ attention. b) apperception, repeating the material that has been taught previously, c) concept plating, d)understanding, e) skills of practice, F) evaluation, g) closing conditioning the child to be orderly then reading closing prayer, and ending with a closing pryer and ending with a closing greeting from the ustadz or ustadzah. So, learning tahfidz juz Amma with the Ummi method as a reason to improve student discipline in memorizing the Qur’an, to obtain quality reading has gone through a fairly long process and involves experts, and discipline to always muroja’ah, for the sake of maintaining memorization of the Qur’an. Keywords: Tahfidz Juz ‘Amma, Ummi Method, Disciplin to Memorize the Qur’ane

    IMPLEMENTASI MATEMATIKA MODEL RME DENGAN MEDIA RODA PUTAR DALAM MENGATASI KEJENUHAN SISWA

    No full text
    ABSTRAK Model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) dalam pelajaran matematika digunakan untuk membuat para siswa terbiasa belajar dengan berdiskusi dan musyawaroh. Sehingga mereka bisa berpikir kritis tentang apa yang mereka pikirkan, dan fahami. Sedangkan media roda putar adalah media yang digunakan untuk membuat para siswa mudah mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari dan juga membuat para siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Untuk melakukan penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dan Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang (1) penggunaan, (2) langkah-langkah serta (3) kelebihan dan juga kekurangan model pembelajaran RME dengan media roda putar untuk mengajar matematika di MI Roudlotul Banat Pereng Sepanjang Sidoarjo, khususnya materi bangun datar, di kelas IV. Namun nyatanya beberapa siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran dan masih kesulitan dalam memecahkan konsep yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.. hal ini disebabkan karena berbagai faktor seperti siswa tidak memperhatikan karena jenuh dengan rutinitas kelas yang monoton atau dari siswa sendiri yang memang malas dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini akan  memastikan, bahwa peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan menikmati proses pembelajaran yang tidak monoton dengan cara yang menarik dan relevan. Kata Kunci : Bangun Datar, Matematika, Media Roda Putar Realistic Mathematic Education (RME)   ABSTRACT The Realistic Mathematic Education (RME) learning model in mathematics lessons is used to make students accustomed to learning through discussion and deliberation. So they can think critically about what they think and understand. Meanwhile, the spinning wheel media is a medium used to make it easy for students to relate mathematical concepts to everyday life and also makes students play an active role in learning. To conduct this research, a qualitative approach was used and the type of this research was a case study. The main objective of this research is to find out about (1) the use, (2) steps and (3) the advantages and disadvantages of the RME learning model using a rotating wheel as a medium for teaching mathematics at MI Roudlotul Banat Pereng Throughout Sidoarjo, especially the material on flat figures, in class IV. However, in fact, some students are not actively involved in learning and still have difficulty solving concepts related to everyday life. This is due to various factors, such as students not paying attention because they are bored with the monotonous class routine or the students themselves being lazy in following along. learning. Therefore, this research will ensure that students can be actively involved in learning and enjoy a non-monotonous learning process in an interesting and relevant way. Keywords : Flat Figures, Mathematics, Rotating Wheel Media Realistic Mathematic Education (RME

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NAHWU AL-JURUMIYAH DENGAN METODE BERNYANYI PADA SISWA MI AL-ANWAR CANGKRING RANDU JOMBANG

    No full text
    ABSTRAK Motivasi adalah dorongan dalam diri masing-masing untuk melakukan suatu hal, motivasi belajar adalah dorongan dalam diri masing-masing siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar siswa mengalami penurunan, disebabkan kurang edukatif dan kurangnya refleksi terhadap bahan ajar dan metode yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengembangkan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah dengan metode bernyanyi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (penelitian dan pengembangan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan angket. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV MI Al-Anwar Cangkring Randu Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1. Penerapan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah. 2. Para siswa sangat antusias saat pembelajaran menggunakan produk pengembangan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah. Para siswa lebih mudah dalam memahami dan menghafal materi nahwu lewat lagu yang dimuat dalam bahan ajar. 3. Bentuk peningkatan motivasi belajar siswa dapat dilihat melalui hasil latihan soal sebelum dan sesudah produk diterapkan, dengan nilai rata-rata sebesar 76,9%    sebelum  pelaksanaan  pengembangan  bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah,  sedangkan  nilai  rata-rata  sebesar  87.5%  diperoleh  setelah pelaksanaan pengembangan bahan ajar kitab nahwu Al-Jurumiyah Kata kunci: Nahwu, Metode Bernyanyi, Motivasi Belajar     ABSTRACT Motivation is the encouragement within each student to do something, learning motivation is the encouragement within each student to carry out learning activities. Students' learning motivation has decreased, due to lack of education and lack of reflection on the teaching materials and methods used. This research aims to find out and develop teaching materials for the book Nahwu Al-Jurumiyah using the singing method to increase students' learning motivation. This research is a type of R&D (research and development) research. The data collection instruments used were interviews, observations and questionnaires. The subjects in this research were fourth grade students at MI Al-Anwar Cangkring Randu Jombang. The results of this research show that, 1. Application of teaching materials from the book Nahwu Al-Jurumiyah. 2. The students were very enthusiastic when learning using the product of developing teaching materials for the book Nahwu Al-Jurumiyah. It is easier for students to understand and memorize nahwu material through the songs included in the teaching materials. 3. The form of increased student learning motivation can be seen through the results of practice questions before and after the product is implemented, with an average score of 76.9% before the implementation of the development of the Nahwu Al-Jurumiyah book teaching materials, while an average score of 87.5% was obtained after implementation of the development of teaching materials for the book Nahwu Al-Jurumiyah Keywords: Nahwu, Singing Method, Learning Motivation

    0

    full texts

    750

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAI Bani Fattah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇