E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
Perhitungan Weton di Desa Banjaragung Sebagai Upaya Mewujudkan Keluarga Sakinah dalam Perspektif ‘Urf
Tradisi perhitungan weton sebelum pernikahan adalah sebuah tradisi yang di jalankan oleh masyarakat desa banjaragung kecamatan rengel kabupaten tuban, namun fiqih munakahat sebagai acuan hukum islam tidak ada aturan khusus tentang memperbolehkan atau melarang tradisi tersebut. Sehinga tradisi tersebut dalam aplikasinya masih menjadi perdebatan antara tradisi masyarakat yang berjalan dan hukum islam. Masalah inilah yang menjadi titik fokus dan kajian oleh peneliti.
Penelitian ini di harapkan memberikan jawaban terhadap rumusan masalah (1) Bagaimana Praktek Perhitungan Weton Untuk Pernikahan Dalam Perspektif Urf di Desa Banjaragung? (2) Bagaimana Persepsi Masyarakat Terhadap Praktek Perhitungan Weton Dalam Proses Pernikahan Di Desa Banjaragung?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui bagaimana proses penentuan hari nikah melalui weton jawa di desa banjaragung rengel (2) untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap praktek perhitungan weton dalam proses pernikahan di desa banjaragung.
Pendekatan dalam penelitian ini mengunakan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggali makna dan fungsi weton dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa banjaragung serta bagaimana perhitungannya dilihat dari sudut pandang urf. Data di peroleh melalui studi kasus, wawancara mendalam dengan masyarakat yang sudah menikah dan menggunakan perhitungan weton dalam pernikahannya dan para ahli/ sesepuh desa banjaragung yang menghitung weton, dan observasi langsung di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan weton memiliki landasan yang kuat dalam tradisi masyarakat desa banjaragung dan masih dipraktikkan hingga saat ini. Dari perspektif 'urf, weton dianggap sah dan memiliki nilai-nilai positif selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar
syariat Islam. Selain itu, weton juga berfungsi sebagai sarana memperkuat ikatan sosial dan budaya dalam masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan weton dalam perspektif 'urf dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan diapresiasi. Dalam konteks modern, penting untuk memahami dan menghargai tradisi-tradisi lokal seperti weton, sambil tetap memperhatikan kesesuaian dengan ajaran Islam
Pluralitas & Pluralisme Agama Dalam QS. Al-Baqarah Ayat 62 Perspektif Double Movement Fazlu Rahman
Abstrak: Kemajemukan adalah fenomena yang tidak dapat dihindari karena eksistensinya yang melekat dipelbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kehidupan beragama, sehingga dikenal istilah pluralitas Agama yang didukung legitimasi Al-Qur’an. Namun seiring berjalannya waktu, dinamika penafsiran yang didukung kondisi sosio-historis masyarakat menjadikan ayat pluralitas sebagai landasan isu pluralisme Agama dengan berbagai factor yang menguatkan argument relevansi antara ayat pluralitas dengan isu pluralism agama. Berangkat dari transisi atau pergeseran makna pluralitas menjadi pluralisme agama dengan pendekatan teori Double Movement Fazlu Rahman, maka pertanyaan yang perlu dibahas dalam pembahasan ini adalah Bagaimana proses pemaknaan & penafsiran QS. Al-Baqa>rah Ayat 62 perspektif teori Double Movement? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, Teknik pengumpulan data dengan proses dokumentasi dan dianalisis dengan teknik deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tunas pergeseran makna pluralitas menjadi pluralisme agama disinyalir mulai muncul di penafsiran mufassir era kontemporer, diantaranya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Mannar, lantas menjadi pondasi dasar dan dikembangkan oleh para pemikir kontemporer seperti Djohan Efendi, Abdul Moqsith Ghazali, Ulil Abshar Abdala dan Nurcholis Majid. Sedangkan faktor pergeseran makna tersebut dipengaruhi beberapa factor internal diantaranya: adanya lafadz musytarak, dhamir, naskh Mansukh, qira’at dan gramatika, serta faktor eksternal, seperti: akidah mufassir, perbedaan kritik sanad dan matan, madzhab, kondisi geografis dan konteks social politik lainnya
Eksistensi Kecerdasan Akal Dalam Al-Qur’an : Studi Tematik Tafsir Al-Manar
Ada tiga fokus permasalahan dalam penelitian ini, yakni: (1) bagaimana eksistensi kecerdasan akal perspektif Tafsir Al-Manar?, (2) bagaimana penafsiran ayat-ayat al-Qur’an tentang konsep dan fungsi keberadaan akal menurut Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Manar?, (3) bagaimana kontribusi akal karya Muhammad Abduh dalam tafsir ayat-ayat tentang akal?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kecerdasan dan proses akal dalam mengkonsep dan berfungsi atas perwujudannya serta penafsiran dan kontribusi Muhammad Abduh dalam ayat-ayat tentang akal. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan menetapkan tokoh yang dikaji, menginventaris dan menyeleksi data, mengklasifikasi dan mengkaji, menganalisis kemudian menyimpulkan. Pendekatan kualitatif ini menerapkan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) kecerdasan intelektual sangatlah penting untuk terus dikembangkan dan tingkatkan sehingga dapat existere dalam keberlangsungan hidup manusia, bahkan menurut Muhammad Abduh, perbedaan manusia tidak lagi ditentukan oleh ketakwaannya, tetapi oleh kekuatan akalnya. (2) Akal juga berfungsi sebagai instrumen yang dapat membedakan mana perkara yang baik dan buruk, dalam memahami rahasia-rahasia dari hukum serta faidah yang telah disyari’atkan oleh Allah SWT sehingga dapat menjadi muslim yang kaffah. (3) Akal dapat mengetahui adanya Tuhan dan sifat-sifat Allah SWT
Peran Lembaga Keuangan Syariah di BMT NU Jombang dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM: Studi Kualitatif di Wilayah Jombang
Access to formal financial services remains a major challenge for MSMEs, particularly in rural areas such as Jombang. This gap leads to limited business capital and low financial literacy. On the other hand, Islamic microfinance institutions such as BMT NU Jombang hold great potential to bridge this financial inclusion gap and empower MSMEs sustainably.
This study employs a qualitative approach using a case study method. The theoretical framework is based on the concepts of Islamic financial inclusion, community-based economic empowerment, and the social intermediation function of microfinance institutions. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving BMT managers and MSME beneficiaries.
The findings indicate that BMT NU Jombang plays an active role in providing sharia-compliant financing, business management training, and financial literacy education. The uniqueness of this study lies in identifying a collaborative model between BMT and the local community, which not only improves financial access but also fosters the economic independence of the ummah. This research offers an institutional approach rooted in sharia values as a contextual inclusive strategy for strengthening MSMEs in rural areas
Pengaruh Metode Hiwar Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab
Keterampilan berbicara (maharah al-kalam) merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa yang ingin dicapai dalam pengajaran bahasa modern termasuk bahasa arab, perlu adanya penerapan metode yang membuat pembelajaran menjadi lebih baik karena metode menjadi salah satu alat untuk menjapai tujuan, diantaranya adalah dengan metode hiwar. Al Hiwar menurut bahasa mempunyai arti percakapan,dialog, dan tanya jawab. Percakapan merupakan pertukaran pikiran atau pendapat mengenai suatu topik antara dua orang atau lebih Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data metode hiwar dan keterampilan berbicara bahasa arab dilaksanakan melalui angket yang diberikan kepada siswa mts fattah hasyim dengan jumlah sampel sebanyak 70. Tehnik analisis data yang dipakai adalah jenis analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data yang dilaksanakan peneliti bisa disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh yang signifikan antara metode hiwar terhadap keterampilan berbicara bahasa arab sebesar 56,1%
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Permainan Tradisioanal “Cublak-Cublak Suweng” di Madrasah Ilmu Al-qur’an Tembelang Jombang
This research aims to describe the application of speaking skills through the traditional game cublak cublak suweng as well as the advantages and disadvantages of this game in improving Arabic speaking skills. In this research, the researcher used descriptive qualitative research by explaining the stages of implementing the cublak cublak suweng game in Arabic speaking skills and the steps of the game. With this cublak cublak suweng game which makes female students more enthusiastic and active in learning, the female students' speaking skills tend to improve because they are more confident in expressing their opinions using Arabic with more fluent makhorijul letters than before and correct intonation. Meanwhile, the advantage of implementing this game is that female students are more enthusiastic, focused and active while learning speaking skills. On the other hand, the disadvantage of implementing the cublak cublak suweng game is that the sound of female students' laughter and cheering can disrupt the implementation of learning in other classes, and this game is still not considered a language learning program, but only as a distraction
Praktik Nikah Mut’ah Pra dan Pasca Revolusi Islam Iran
The practice of temporary marriage (nikah mut'ah) in Iran has a long and complex history, closely related to the interpretation of Islamic law and social dynamics within Iranian society. This is marked by the complex unfolding of the Islamic revolution in Iran. Therefore, this study aims to understand the journey of family law in Iran and its development related to the phenomenon of nikah mut'ah practice before and after the Islamic revolution. This research is a literature study. The results of this study show that before the Islamic Revolution in 1979, this practice was less common and often viewed with diverse perspectives by society. However, after the Islamic Revolution, with the new government based on Sharia, the practice of nikah mut'ah gained legal legitimacy and broader support as part of the interpretation of Shia law. Nevertheless, this practice remains controversial and sparks debate among scholars and the wider community regarding its ethical and social aspects
Konsep Meningkatkan Taqwa dalam Implementasi Kehidupan Perspektif Hamka dalam Tafsir Al-Azhar
Abstract: The implementation of piety is a form of faith to improve the characteristics of people who are devout in life. According to the Qur'an, taqwa is a person's personality towards Allah and this piety makes him submit and obey religious teachings by carrying out all commands and avoiding all prohibitions of Allah SWT. The aim of this research is to find out how to achieve devotion based on the perspective of Hamka's interpretation of Al-Azhar. The research uses qualitative methods with the type of library research with the Al-Azhar book as the main source, reinforced with secondary sources such as books, scientific works and related journals. The results of this research conclude that according to Buya Hamka, taqwa is not only limited to protecting oneself from the punishment of Allah SWT, but has a broader meaning, namely the spirit of worship, increasing pious deeds to be closer to Allah and spreading love and caring for fellow humans. In its implementation, piety is divided into 2 aspects, namely habluminallah and hablumminnas, namely maintaining a relationship with Allah, a devout servant must always carry out His commands and avoid His prohibitions and in maintaining relationships with other humans, a devout servant will spread a sense of compassion and affection. caring for others
Karakter Peserta Didik Melalui Implementasi Manajemen Kurikulum K-13 di MTs Al-Manar Nganjuk
ABSTRAK
Pentingnya Pendidikan dalam Pembentukan karakter yang kuat merupakan tujuan utama pendidikan yang mendukung pembangunan masyarakat yang harmonis. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter peserta didik melalui implementasi manajemen kurikulum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Setelah memperoleh perolehan data kemudian dianalisis maka dapat ditemukan makna yang berkaitan dengan pengelolaan kurikulum serta pelaksanaan kurikulum didalam meningkatkan karakter di MTs Al-Manar prambon. Dalam tahap pengolahan data, peneliti melakukan observasi, mengumpulkan data, menganalisis data dan melaporkan hasil pengamatan yang diperoleh atau dilakukan peneliti strategi penelitian, untuk menganalisi secara empiris yang dapat mengungkap suatu gejala dalam kehidupan nyata. Tempat penelitian adalah MTs Al-Manar Prambon. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MTs Al-Manar memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan karakter peserta didik. Melalui pendekatan yang kooperatif, komprehensif, setematik dan sistemik dalam perencanaan kurikulum, madrasah ini berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter yang kuat, yang penting untuk kesuksesan akademis dan kehidupan sosial yang harmonis. Implementasi program pendidikan karakter yang efektif memerlukan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan komunitas, serta pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan untuk memastikan pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik.
Kata Kunci : Karakter Peserta Didik, Manajemen Kurikulum, Kurikulum K-13
ABSTRACT
The Importance of Education in Forming strong character is the main goal of education that supports the development of a harmonious society. For this reason, this research aims to determine the character of students through the implementation of curriculum management. The method used in this research is qualitative method. After obtaining the data and then analyzing it, meaning can be found related to curriculum management and curriculum implementation in improving character at MTs Al-Manar Prambon. In the data processing stage, researchers make observations, collect data, analyze data and report the results of observations obtained or carried out by researchers using research strategies, to analyze empirically which can reveal a symptom in real life. The research location is MTs Al-Manar Prambon. Data collection methods through interviews, observation and documentation. The results of the research show that character education at MTs Al-Manar has a significant impact on the character development of students. Through a cooperative, comprehensive, thematic and systemic approach in curriculum planning, this madrasa has succeeded in creating an educational environment that supports the development of strong character, which is important for academic success and a harmonious social life. Implementing an effective character education program requires collaboration between schools, families and communities, as well as a systematic and sustainable approach to ensure better achievement of educational goals. Keyword : Student Character, Curriculum Management, Curriculum K-1
PENGEMBANGAN BUKU DONGENG BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN TEMATIK TEMA 2 KELAS III DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SOSIAL SISWA
ABSTRAK
Kurangnya intensitas interaksi saat ini menyebabkan peserta didik membentuk kelompok pertemanan tertentu sehingga sulit menumbuhkan kerjasama serta karakter sosial dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengembangkan buku dongeng bergambar pada mata pelajaran tematik tema 2 kelas III dalam meningkatkan karakter sosial siswa di MI PPI Bintang Sembilan Babat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (penelitian dan pengembangan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan angket. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswi kelas III MI PPI Bintang Sembilan Babat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Penerapan dongeng fabel bergambar menggunakan dongeng fabel dengan cuplikan ilustrasi. 2. Peserta didik sangat antusias saat pembelajaran menggunakan produk buku dongeng bergambar. Peserta didik mampu memahami serta menerapkan nilai-nilai karakter yang telah diajarkan model pengembangan borg and gall dengan melalui berbagai prosedur pengembangan. 3. Bentuk peningkatan kepedulian social siswa dapat dilihat melalui beberapa sikap peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 66.97% sebelum pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar, sedangkan nilai rata-rata sebesar 87.10% diperoleh setelah pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar.
Kata Kunci: Buku Bergambar, Dongeng, Pendidikan Karakter, Karakter Sosial
ABSTRACT
The current lack of interaction intensity causes students to form certain friendship groups, making it difficult to foster cooperation and social character in the classroom. This research aims to find out and develop picture fairy tale books in thematic subjects of theme 2 class III in improving the social character of students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. This research is a type of R&D (research and development) research. The data collection instruments used were interviews, observations and questionnaires. The subjects in this research were class III students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. The results of this research show that 1. The application of illustrated fables uses fables with illustrated excerpts. 2. Students are very enthusiastic when learning using picture fairy tale book products. Students are able to understand and apply the character values that have been taught in the borg and gall development model through various development procedures. 3. Forms of increasing students' social awareness can be seen through several student attitudes with an average score of 66.97% before the development of the illustrated fairy tale book, while an average score of 87.10% was obtained after the implementation of the development of the illustrated fairy tale book.
Keywords: Picture Books, Fairy Tales, Character Education, Social Characte