E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
Adaptasi Dakwah Antar Budaya Sebagai Pembentuk Identitas Muslim Melayu di Makassar
This study aims to analyze the dynamics of intercultural da'wah adaptation in the Malay Muslim community in Makassar. The background of this research is based on the lack of information about the dynamics of intercultural da'wah for ethnic Malay Muslims in Makassar, which can affect people's understanding of cultural diversity. The research method uses a qualitative approach with an ethnographic study involving participatory observation, in-depth interviews, and qualitative data analysis. The results showed that the Malay Muslim community in Makassar plays an essential role in forming cultural identity amid ethnic and religious diversity. The adaptation of intercultural da'wah is observed in the location of Malay people and places of worship that are on the crossing path of cultural and religious diversity. The Makmur Melayu Mosque, as the centre of religious activities, is located close to Chinese and Arab settlements, reflecting the contribution of intercultural da'wah in forming Malay-Muslim identity in Makassar. The process of cultural acculturation is also observed through the adaptation of language, social systems and Islamic values For example, cultural adaptation was found through cross-cultural marriages, especially among Bugis Makassar aristocrats, which contributed to the formation of identity and social structure in Makassar.
 
Analisis Teori Keadilan John Rawls Dalam Penentuan Nafkah Madliyah Pada Perkara Cerai Talak di Pengadilan Agama Kabupaten Jombang
Pada perkara cerai talak dalam putusan Pengadilan Agama Kabupaten Jombang, nominal nafkah madliyah yang terkandung dalam setiap putusan berbeda-beda, sedangkan hakim yang ditunjuk untuk menangani perkara tersebut sama. Hal ini menunjukkan ketidak konsisten-an hakim dalam menentukan besaran nafkah madliyah. Dari sinilah timbul dua permasalah yang akan dikaji dalam penelitian ini; pertama, Bagaimana pertimbangan hakim dalam menentukan besaran nafkah madliyah pada perkara cerai talak dalam putusan yang ditetapkan oleh hakim Pengadilan Agama Jombang? Kedua, Bagaimana pertimbangan hakim dalam menentukan besaran nafkah madliyah pada perkara cerai talak perspektif teori keadilan John Rawls? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan pola deduktif-induktif. Dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa hakim Pengadilan Agama Jombang dalam menentukan besaran nafkah madliyah pada perkara cerai talak menggunakan pertimbangan 1. Kesepakatan bersama dalam mediasi; 2. Melihat penghasilan pekerjaan suami; 3. Jumlah nominal kebiasaan yang sudah berjalan ketika memberikan nafkah kepada istri; 4. Kesediaan suami. Kedua, hakim pengadilan agama jombang dalam menentukan besaran nafkah madliyah pada perkara cerai talak dengan ketiga prinsip-prinsip keadilan John Rawls diantaranya Equal Liberty Of Principle (prinsip kebebasan yang sama), Difference Principle (prinsip perbedaan), dan Equal Opportunity Principle (prinsip persamaan kesempatan) sudah selaras dan berkesinambungan dalam masing-masing prinsip
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN DI SD ISLAM ROUSHON FIKR JOMBANG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di SD Islam Roushon Fikr Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologi untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara, dengan mewawancarai kepala sekolah, waka kesiswaan, waka kesiswaan, dan 1 wali murid. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di SD Islam Roushon Fikr Jombang. cukup baik, artinya kepala sekolah bertanggung jawab menjalankan tugas dan fungsinya dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Peran yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan adalah dengan membuat programprogram pelayanan yang dikhususkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, menyediakan fasilitas sarana prasarana, kepala sekolah berupaya mengikut sertakan para ustadzah maupun karyawan untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan pembinaan maupun pelatihan administrasi untuk staf serta kepala sekolah mengupayan keterjalinan hubungan kekeluargaan antara pihak sekolah dengan wali murid.
Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, kepuasan pelanggan
ABSTRACT
This research aims to find out and describe the principal's leadership strategy in increasing customer satisfaction at Roushon Fikr Islamic Elementary School, Jombang. The method used in this research is a qualitative phenomenological method to determine the role of school principals in increasing customer satisfaction. Data collection techniques used documentation, observation and interview techniques, by interviewing the principal, head of student affairs, head of student affairs and 1 student guardian. The results found in this research are that the principal's leadership strategy increases customer satisfaction at Roushon Fikr Islamic Elementary School, Jombang. quite good, meaning that the principal is responsible for carrying out his duties and functions in increasing customer satisfaction. The role played by the school principal in increasing customer satisfaction is by creating service programs specifically to increase customer satisfaction, providing infrastructure and facilities, the school principal tries to involve the ustadzah and employees to take part in training and coaching activities as well as administrative training for staff and the school principal makes efforts the establishment of a family relationship between the school and the student's parents.
Keywords: principal leadership, customer satisfactio
MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MEWUJUDKAN LOYALITAS SANTRI DAN WALI SANTRI MELALUI PROGRAM ANAK ASUH DI PESANTREN
ABSTRAK
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam, tidak hanya sebagai penyedia pendidikan agama, tetapi juga dalam membangun ikatan kuat antara peserta didik dan lembaga. Program anak asuh di pesantren bertujuan untuk membantu santri yang tidak mampu secara finansial dan memperkuat loyalitas masyarakat terhadap pesantren. Manajemen keuangan menjadi kunci dalam keberhasilan program ini, mengatur perolehan dan pengelolaan dana secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen keuangan dan implementasinya dalam mewujudkan loyalitas santri dan wali santri melalui program anak asuh di pesantren Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan reduksi, penyajian, dan verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan, peningkatan ketekunan, trianggulasi dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program anak asuh layak dijalankan sebagai sistem keuangan pondok untuk meringankan beban ekonomi santri dan walisantri, serta memperkuat loyalitas mereka terhadap pesantren.
Kata Kunci: Manajemen Keuangan, Loyalitas, Anak Asuh, Pesantren
ABSTRACT
Pesantren as an Islamic educational institution, not only provides religious education, but also builds strong ties between students and the institution. The foster child program at Islamic boarding schools aims to help students who are financially disadvantaged and strengthen community loyalty to Islamic boarding schools. Financial management is the key to the success of this program, managing the acquisition and management of funds effectively and efficiently. Therefore, this research aims to describe financial management and its implementation in realizing the loyalty of santri and santri guardians through the foster child program in Islamic boarding schools. This research is qualitative research with data collection techniques through observation, interviews and documentation, as well as data analysis using reduction, presentation , and verify. Testing the validity of the data was carried out by extending participation, increasing persistence, triangulation and using reference materials. The research results show that the foster children program is feasible to run as a boarding school financial system to ease the economic burden on santri and guardians of santri, as well as strengthen their loyalty to the Islamic boarding school.
Keywords: Financial Management, Loyalty, Foster Children, Islamic Boarding Schoo
Kepemimpinan Visioner Kepala Madrasah Terhadap Peningkatan Kinerja Guru Di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Huda Jombang
ABSTRAK
Pemimpin, termasuk kepala madrasah, sering enggan mengubah pola yang ada dan cenderung otoriter. Sedangkan dalam peningkatan kinerja guru diperlukan pemimpin yang mau melibatkan pemangku kepentingan Pendidikan demi merumuskan tujuan dan capaian Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer diperoleh dalam bentuk kata-kata atau ucapan lisan (verbal) daaan data sekunder diperoleh melalui referensi dokumen, jurnal, buku, dan sumber informasi lainnya yang tidak diperoleh secara langsung dari lapangan penelitian. Prosedur pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi dokumen, dan kelompok fokus. Data kualitatif dianalisis melalui penerapan teknik-teknik analisis kualitatif deskriptif naratif logis. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini didasarkan pada empat kriteria inti, yaitu kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner Kepala Madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Huda Jombang mendorong guru-guru melalui peran sebagai penentu arah, agen perubahan, juru bicara, dan pelatih, yang meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan guru, dan mutu lulusan. Keberhasilan ini didukung oleh ketersediaan guru yang memadai dan peran stakeholder, serta kerjasama antara kepala madrasah, guru, siswa, dan stakeholder. Hambatan seperti kurangnya sumber daya dan keterbatasan teknologi dapat diatasi dengan kerjasama, dukungan institusional, komunikasi jelas, dan keterlibatan orang tua.
Kata kunci: Kepemimpinan Visioner dan Kinerja Guru. ABSTRACTLeaders, including madrasa heads, are often reluctant to change existing patterns and tend to be authoritarian. Meanwhile, improving teacher performance requires leaders who are willing to involve education stakeholders in order to formulate educational goals and achievements. This research uses a case study research method with a qualitative approach. This research uses primary data obtained in the form of words or verbal utterances and secondary data obtained through reference documents, journals, books and other sources of information that are not obtained directly from the research field. The data collection procedures used were interviews, observation, document study, and focus groups. Qualitative data was analyzed through the application of logical narrative descriptive qualitative analysis techniques. Checking the validity of the data in this research is based on four core criteria, namely trustworthiness, transferability, dependability and confirmability. The research results show that the visionary leadership of the Madrasah Head at Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Huda Jombang encourages teachers through their roles as direction makers, agents of change, spokespeople and trainers, which improves the quality of education, teacher skills and the quality of graduates. This success is supported by the availability of adequate teachers and the role of stakeholders, as well as cooperation between madrasa heads, teachers, students and stakeholders. Barriers such as lack of resources and technological limitations can be overcome with collaboration, institutional support, clear communication, and parental involvement.Key words: Visionary Leadership and Teacher Performanc
IMPLEMENTASI MODEL HABIT FORMING (PEMBIASAAN) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI KEGIATAN SHALAT DHUHA BERJAMA’AH (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS IV MI AL ANWAR CANGKRINGRANDU)
Mengimplementasikan kegiatan keagamaan dapat bertujuan untuk menjaga karakter religius yang sudah tertanam dalam diri siswa dengan menggunakan model pembiasaan. Pembiasaan merupakan model yang spontan dan terprogram. Sehingga, dengan adanya pembiasaan kegiatan keagamaan dapat melalui kegiatan shalat dhuha berjama’ah yang diharapkan agar pendidikan dapat lebih maksimal lagi dalam membentuk maupun mempertahankan karakter religius siswa. Penelitan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di MI Al Anwar dengan subjek guru Waka kesiswaan dan siswa kelas IV dalam mengambil data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dan menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa(1) implementasi pembiasaan melalui kegiatan shalat dhuha berjama’ah dilaksanakan di pagi hari sekitar jam 06.30 – 06.45 dengan membaca pancasila sebelum melaksanakan shalat Dhuha dan diakhiri dengan do’a setelah Shalat Dhuha berjama’ah serta dilanjutkan dengan pembiasaan lainnya saat sudah memasuki kelas,(2) masih ada beberapa siswa saat melaksanakan shalat dhuha datang terlambat dan bermain sendiri dan tidak khusyu’ saat melaksanakan shalat tersebut. Sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya kerjasama yang baik antara guru dan orang tua siswa sehingga implementasi pembiasaan dapat mempengaruhi karakter religius siswa dengan baik,(3) solusi yang diberikan oleh MI Al Anwar adalah memberikan nasehat dan menyuruh mengulangi lagi untuk shalat dari awal atau shalat sendirian
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Matematika
ABSTRAK
Dalam proses belajar mengajar terkadang guru menutup daya kritis siswa dikarenakan kurangnya interaksi yang diteapkan. Metode pembelajaran interaktif adalah teknik pembelajaran atau suatu cara yang dapat guru gunakan dalam menyampaikan materi, dengan melibatkan siswa untuk lebih aktif. Peneliti ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan media pembelajaran interaktif, mendiskripsikan pemahaman konsep perkalian matematika, dan mendiskripsikan pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap pemahaman konsep perkalian. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis desain Quasi Eksprimen. Penelitian ini menggunakan responden 26 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive sampling. Teiknik peinguimpuilan data yang diguinakan dalam peineilitian ini meingguinakan teis keimampuian dan peingamatan ataui obseirvasi. Dan keimuidian data yang suidah teirkuimpuil diolah deingan meingguinakan analisis statistik. Hasil peineilitian ini meinyatkan bahwa peingguinaan meidia peimbeilajaran inteiraktif dalam teiknik peimbeilajaran ataui suiatui cara yang dapat guirui guinakan dalam meinyampaikan mateiri, deingan meilibatkan siswanya uintuik teirlibar aktif. Kuialitas keimampuian meimahami konseip peirkalian siswa MISS banduing 3 teirdapat peirbeidaan antara klompok prei teist dan post teist dimana klompok post teist meindapatkan nilai 83.42308 leibih tinggi dari pada keilompok prei teist deingan nilai 69.84615. hasil uiji hipoteisis meingguinakan teiknik uiji wilcoxon deingan signifikasi (2-taileid) 0,002.<0.5 maka H0 ditolak, jika H0 ditolak maka Ha diteirima. Yang beiarti teirdapat peingaruih peingguinaan meidia peimbeilajaran inteiraktif teirhadap peimahaman konseip mateimatika peirkalian.
Kata Kunci : Meidia Peimbeilajaran Inteiraktif, Peimahaman Konseip Peirkalian
ABSTRACT:
In the teaching and learning process, teachers sometimes close students' critical abilities due to a lack of interaction. Interactive learning methods are learning techniques or methods that teachers can use to deliver material, by involving students to be more active.Inteiractivei leiarning meithods arei leiarning teichniquieis or meithods that teiacheirs can uisei to deiliveir mateirial, by involving stuideints to bei morei activei. This reiseiarcheir aims (1) to deiscribei thei application of inteiractivei leiarning meidia, (2) to deiscribei thei uindeirstanding of thei conceipt of matheimatical muiltiplication, (3) to deiscribei thei influieincei of inteiractivei leiarning meidia on uindeirstanding thei conceipt of muiltiplication. This reiseiarch meithod uiseis a quiantitativei approach with a Quiasi Eixpeirimeintal deisign typei. This reiseiarch uiseid 26 stuideint reispondeints. Thei sampling teichniquiei in this reiseiarch uiseid puirposivei sampling. Thei data colleiction teichniquiei uiseid in this reiseiarch uiseis ability teists and obseirvations. And thein thei data that has beiein colleicteid is proceisseid uising statistical analysis. Thei reisuilts of this reiseiarch indicatei that thei uisei of inteiractivei leiarning meidia in leiarning teichniquieis or a meithod that teiacheirs can uisei to deiliveir mateirial, involveis stuideints beiing activeily involveid. Thei quiality of thei ability to uindeirstand thei muiltiplication conceipt of MISS Banduing 3 stuideints theirei is a diffeireincei beitweiein thei prei teist and post teist grouips wheirei thei post teist grouip got a scorei of 83.42308 which was higheir than thei prei teist grouip with a scorei of 69.84615. Hypotheisis teist reisuilts uisei thei Wilcoxon teist teichniquiei with significancei (2-taileid) 0.002.<0.5 thein H0 is reijeicteid, if H0 is reijeicteid thein Ha is acceipteid. Which meians theirei is an influieincei of thei uisei of inteiractivei leiarning meidia on uindeirstanding thei matheimatical conceipt of muiltiplication.
Keyword: Inteiractivei Leiarning Meidia, Uindeirstanding thei Concept of Multiplicatio
Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa MTs
Kompetensi pedagogic guru merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru, kemampuan ini memberikan gambaran umum tentang setiap guru dalam mengelola kelas saat pembelajaran serta mampu meningkatakan kualitas hasil pembelajaran peserta didik. Sedangkan kualitas pembelajaran adalah tingkat keefektifan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kualitas pembelajaran melalui peningkatan aktifitas belajar dan peningkatan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogic dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa MTs-MA Al Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan wawancara. Adapun hasil penelitian ini adalah Kompetensi Pedagogik guru merupakan salah satu bentuk penilaian kualitas pembelajaran, kualitas pembelajaran merupakan tingkat keefektifan dalam proses pembelajaran untuk mecapai tujuan pembelajaran. Namun fakta di lapangan penggunaan kurikulum pesantren mengakibatkan kompetensi pedagogic guru tidak berjalan semestinya karena ketimpangan jam mengajar antara mata pelajaran umum dan agama sehingga peningkatan kualitas pembelajaran masih belum menyeluruh
Perda Syariah di Serambi Madinah: Studi Atas Perda No 6/2012 tentang Kewajiban Baca Tulis Al-Qur’an di Kota Gorontalo
Quranic education has long been a deeply ingrained tradition in Gorontalo City, often referred to as the "Veranda of Madinah." The enactment of Local Regulation Number 6 of 2012 on the Mandatory Reading and Writing of the Al-Quran in Gorontalo City can be seen as a form of state accommodation of this local wisdom. This study examines the background, legalization process, and implementation of Local Regulation Number 6 of 2012 among the people of Gorontalo City. Employing a qualitative descriptive research method based on George C. Edward's theory, the study finds that the implementation of Local Regulation Number 6 of 2012 was only active and had programs for two years during the leadership of Adhan Dambea. After Adhan Dambea's term ended, no further programs were implemented by the government related to the Local Regulation. However, Quranic education remains widespread in Gorontalo City. In reality, the people of Gorontalo provide Quranic education not based on their knowledge of Local Regulation Number 6 of 2012, but rather out of their own self-awareness as Muslims, a tradition deeply embedded in their society
Konsep Pemikiran Ekonomi Al-Ghazali: Relevansinya Dengan Perekonomian Di Era Modernisasi
This research aims to determine and analyze the concept of al-Gazali's economic thought and its relevance to the economy in the current era of modernization. The analytical method used is library research, which involves collecting data from various sources of information, such as previous scientific journals, books, and websites that discuss and present information regarding the concept of economic thought, according to Al-Ghazali. The results of this research show that in the context of modernization, al-Ghazali's principles extend to financial planning, a moderate lifestyle, voluntary trade, and market evolution. Additionally, his teachings influenced the development of the global halal industry, emphasizing the importance of halal production in accordance with Islamic principles. Al-Ghazali's views on the evolution of money and the role of the state in protecting basic needs remain relevant, encouraging countries like Indonesia to adapt and implement practices such as zakat and waqf for the welfare of society, despite facing challenges of aligning financial structures with Islamic principles