E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
Program Kader Penulis Muda Bahasa Arab: Pendampingan Menulis Artikel Populer Dan Resensi Buku Bagi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) memiliki modal intelektual yang kuat dalam penguasaan kaidah linguistik, namun seringkali menghadapi kesenjangan dalam menerjemahkan kompetensi teoretis tersebut menjadi keterampilan menulis praktis yang komunikatif dan dapat diakses publik. Kesenjangan ini membatasi kontribusi mereka dalam wacana publik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui program "Kader Penulis Muda Bahasa Arab", yang dirancang untuk membekali mahasiswa PBA semester 4 di Institut Agama Islam (IAI) Bani Fattah Jombang dengan keterampilan menulis artikel populer dan resensi buku. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan kerangka Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam seluruh siklus program, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan lokakarya, pendampingan intensif, hingga evaluasi. Program yang dilaksanakan selama enam bulan (Februari-Juli 2025) ini menghasilkan peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual, keterampilan teknis, dan kepercayaan diri peserta dalam menulis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kualitas karya tulis mahasiswa pada aspek struktur argumentasi, kedalaman analisis, dan gaya bahasa populer. Luaran program mencakup portofolio karya tulis yang siap publikasi dan beberapa di antaranya telah berhasil dikirimkan ke media massa. Program ini terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan antara penguasaan teori bahasa dan praktik komunikasi publik, serta berhasil menginisiasi terbentuknya komunitas penulis muda yang berpotensi menjadi agen diseminasi pengetahuan keislaman dan bahasa Arab
Pembelajaran Berdiferensiasi Perspektif Al-Qur'an Surah Al-Hujurat Ayat 13
This research is qualitative in approach with a research method in the form of a literature study or library research that examines literature reviews related to differentiated learning and Q.S. Al-Hujurat verse 13. The data collected is based on the Qur'an as well as journals and related books as supporting data. The result of this research is the relationship between Q.S. Al-Hujurat verse 13 and differentiated learning is the similarity of views on the value of tolerance and justice. Differentiated learning tries to make differences in students' learning styles and interests as a unifying tool so as to achieve learning goals that prioritize student learning needs. Differentiated learning and Q.S. Al-Hujurat verse 13 both uphold equal rights to the diversity created by Allah Swt. All students must have their learning needs met fairly and equally so that they can achieve maximum.
Implementasi Google Workspace dalam Manajemen Pendidikan Islam di MTs Al Anwar Perak Jombang
Technological advancements have compelled schools and educational institutions in Indonesia to adapt without compromising their cultural identity and values. Traditional Islamic education is based on face-to-face learning and direct interaction between teachers and students. However, with the development of technology, Islamic educational institutions have begun to adapt to modern approaches without neglecting religious values. This is important to ensure that the implementation of technology can support Islamic values in education, including ethics, discipline, and openness to the times. In boarding school-based schools such as MTs Al Anwar, the integration of Google Workspace offers benefits in terms of information management and distribution, as well as more structured learning activity management. This implementation aims to improve operational efficiency, accelerate communication, and create a more collaborative work culture, and is expected to increase administrative efficiency and collaboration among teachers, students, and school staff as a whole. This research aims to explore the implementation of Google Workspace in Islamic education management at MTs Al Anwar Perak Jombang, particularly in the aspects of administration and learning
Mengembangkan Pemikiran Kritis Melalui Filsafat Ilmu Dalam Pendidikan Bahasa Arab
Artikel ini mengkaji peran filsafat ilmu dalam pendidikan bahasa Arab, dengan fokus pada pembentukan pemikiran kritis siswa. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting. Filsafat ilmu memberikan kerangka teoretis yang membantu siswa memahami pengetahuan dan metodologi berpikir. Melalui integrasi filsafat ilmiah dalam kurikulum, siswa didorong untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menganalisis dan mengevaluasi sumber-sumber yang ada. Pendekatan ini mencakup diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan analisis teks sastra, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi. Artikel ini juga membahas relevansi keterampilan abad 21, seperti kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital, dalam konteks pendidikan bahasa Arab. Dengan demikian, integrasi filsafat ilmu dalam pembelajaran bahasa Arab diharapkan dapat menghasilkan individu yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan
Peran Pelatihan Usaha dalam Meningkatkan Jiwa Entrepreneur Santri:: Studi di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Tambakberas Jombang
Pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi wirausaha yang berdaya saing tinggi, namun jiwa entrepreneur santri sering kali belum tergali secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pelatihan usaha dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Tambakberas Jombang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaksanaan pelatihan usaha yang mencakup produksi, manajemen, dan pemasaran produk santri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan usaha tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menumbuhkan sikap mandiri, kreatif, dan berorientasi pada solusi dalam diri santri. Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan usaha yang terstruktur dan berkelanjutan dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter wirausaha di lingkungan pesantren. Oleh karena itu, perlu dukungan dari pihak pesantren dan mitra eksternal agar pelatihan dapat terus dikembangkan dan berkontribusi pada kemandirian ekonomi santri
Strategi Pendekatan Pembelajaran Deep Learning dalam Meningkatkan Kompetensi Berpikir Kritis dan Kreatif di Era Digital
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran berbasis deep learning dalam membentuk kompetensi berpikir kritis dan kreatif peserta didik di era digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menekankan keterampilan analitis, inovatif, adaptif, dan pemecahan masalah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), di mana data diperoleh dari buku akademik, artikel jurnal, dokumen kebijakan, dan sumber digital kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis deep learning mampu meningkatkan pemahaman mendalam, keterlibatan aktif, serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Integrasi teknologi digital memperkuat efektivitas pembelajaran ini melalui pembelajaran berbasis proyek, diskusi kolaboratif, dan pemanfaatan media digital. Kesimpulannya, pendekatan deep learning sangat relevan untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21, dan dapat diterapkan baik di sekolah formal maupun di pesantren yang mengedepankan prinsip pembelajaran mendalam. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan deep learning dengan teknologi digital.
Kata Kunci: Deep Learning, Strategi Pembelajaran, Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif, Era Digital
ABSTRACT
This study aims to analyze learning strategies based on deep learning in developing students' critical and creative thinking competencies in the digital era. The background of this study is rooted in the demands of 21st-century education, which emphasize analytical, innovative, adaptive, and problem-solving skills. This research employed a qualitative approach using library research, with data collected from academic books, journal articles, educational policy documents, and credible digital sources. The findings reveal that deep learning strategies enhance meaningful understanding, active engagement, and higher-order thinking skills. The integration of digital technology strengthens the effectiveness of this approach through project-based learning, collaborative discussions, and the use of digital media. In conclusion, deep learning strategies are highly relevant to meet the demands of 21st-century education and can be applied in both formal schools and Islamic boarding schools (pesantren). This study recommends the development of curricula that integrate deep learning with digital technology.
Keywords: Deep Learning, Learning Strategy, Critical Thinking, Creative Thinking, Digital Er
Penguatan Literasi Siswa Kelas II MI Manbail Futuh Beji Jenu Tuban
ABSTRACT
The lack of interest in reading in children has a negative impact on students' academic achievement. For this reason, the Ministry of Education and Culture initiated a Student Literacy Movement abbreviated as GLS. So the purpose of this study is to: (1) find out how to strengthen students' literacy in the subject of aqidah and morals, material of commendable morals, class II at MI Manbail Futuh Beji Jenu Tuban, (2) find out what obstacles occur in strengthening students' literacy in the subject of aqidah and morals, material of commendable morals, class II at MI Manbail Futuh Beji Jenu Tuban, (3) find out the advantages in strengthening students' literacy in learning aqidah and morals, material of commendable morals, class II at MI Manbail Futuh Beji Jenu Tuban. In this study, the researcher used a qualitative approach. This data collection technique was carried out using interview, observation, and documentation techniques. This type of research is field research, namely research conducted by going directly to the field to examine the strengthening of student literacy in the subject of aqidah akhlak, material on commendable morals, class II at MI Manbail Futuh Beji Jenu Tuban. The results of this study indicate that: (1) through the implementation of literacy in the formation of student morals, namely through habituation activities that include 30-minute activities with the Qur'an, literacy activities at the end of learning, and other literacy activities that support literacy activities at school. (2) the obstacles to literacy in this activity are the lack of parental attention at home, the lack of reading books and several other obstacles that can hinder the existence of a literacy program at school. (3) the advantages of the literacy program at this school play a very important role for students and teachers, because with this literacy students can better master the tasks given by the teacher, and can obtain more accurate information. Based on the results of the study, the researcher can conclude that the literacy program at the school is good even though there are still a few obstacles. Because with this literacy program, it can help students to better understand and also understand various information easily, and they can also learn optimally.
Keywords: Strengthening Literacy, Aqidah Akhlak, Commendable Morals
ABSTRAK
Minimnya minat baca pada anak-anak memberikan pengaruh buruk pada prestasi akademik siswa. Untuk itu Kemendikbud menggagas sebuah Gerakan Literasi Siswa yang disingkat GLS. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) untuk mengetahui bagaimana penguatan literasi siswa pelajaran aqidah akhlak materi akhlak terpuji kelas II di MI Manbail Futuh Beji Jenu Tuban, (2) untuk mengetahui kendala apa saja yang terjadi dalam penguatan literasi siswa pelajaran aqidah akhlak materi akhlak terpuji kelas II di MI Manbail futuh beji jenu tuban, (3) untuk mengetahui kelebihan dalam penguatan literasi siswa dalam pembelajaran aqidah akhlak materi akhlak terpuji kelas II di MI Manbail futuh beji jenu tubam. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatuf. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk meneliti penguatan literasi siswa pelajaran aqidah akhlak materi akhlak terpuji kelas II di MI Manbail Futuh Beji Jenu Tuban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) melalui pelaksanaan literasi dalam pembentukan akhlak siswa yaitu dengan kegiatan pembiasaan yang meliputi kegiatan 30 menit bersama Al-Qur’an, kegiatan literasi di akhir pembelajaran, serta kegiatan literasi lainnya yang mendukung kegiatan literasi disekolah. (2) kendala literasi dalam kegiatan ini adalah dengan kurangnya perhatian orang tua pada saat dirumah, kurangnya buku bacaan dan beberapa kendala-kendala lain yang dapat menghambat adanya program literasi disekolah. (3) kelebihan dalam program literasi disekolah ini sangatlah berperan bagi siswa dan guru, karena dengan adanya literasi ini siswa dapat lebih menguasai tugas-tugas yang diberikan oleh guru, serta dapat memperoleh informasi yang lebih akurat. Berdasarkan dari hasil penelitian maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa program literasi di sekolah tersebut sudah baik walaupun masih ada sedikit kendala yang ada. Karena dengan adanya program literasi ini dapat membantu siswa untuk lebih mengerti dan juga memahami berbagai informasi dengan mudah, dan mereka juga dapat belajar dengan maksimal.
Kata Kunci: Penguatan Literasi, Aqidah Akhlak, Akhlak Terpuj
Tembang Lir Ilir Sumber Belajar Pendidikan Agama Dan Budi Pekerti
Penelitian ini membahas tentang lagu Lir Ilir, yang merupakan lagu ciptaan Sunan Kalijaga, lagu ini bukan hanya sekedar lagu daerah, tetapi memiliki makna filosofis dan religius yang dalam. Lagu ini memiliki nilai pendidikan yang tinggi, terutama dalam konteks pendidikan karakter, moral, dan spiritual. Sunan Kalijaga menggunakan simbol sederhana namun kaya makna untuk mengajarkan ajaran Islam dan etika moral kepada masyarakat melalui lagu Lir Ilir. Nilai atau pesan yang dapat diambil dari lagu Lir Ilir antara lain; kesadaran spiritual, rasa syukur, semangat untuk belajar, disiplin dalam ibadah dan pembelajaran, ketekunan dan kesabaran, kesadaran akan kefanaan dunia. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif, lagu ini akan dikaji, dengan tujuan untuk menggali sumber pendidikan agama dan moral dalam bait-bait lagu. Hasil penelitian ini adalah; Bahwa lagu ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan dalam membangun karakter, moral, dan kesadaran spiritual generasi muda melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai lokal. Menyampaikan bahwa generasi muda saat ini juga harus mempelajari nilai-nilai tersebut, dan menjaga budaya yang terkandung dalam makna lagu Lir Ilir. Karena ini akan menghasilkan anak-anak muda yang berakhlak mulia, memiliki pendidikan agama yang baik, dan menjaga budaya kebangsaan dengan terus memanfaatkannya sebagai sumber pembelajaran, sehingga tidak hilang berabad-abad
Pemikiran Fazlur Rahman (Pragmatis-Instrumental) Tentang Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Dunia Pendidikan Islam Kontemporer
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pemikiran Fazlur Rahman mengenai pendidikan Islam, khususnya dalam pendekatan pragmatis-instrumental, serta menganalisis relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah stagnasi dalam sistem pendidikan Islam tradisional yang ditandai dengan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia, pendekatan literalistik, serta minimnya pengembangan nalar kritis dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah terhadap karya-karya utama Fazlur Rahman seperti Islam and Modernity, Major Themes of the Qur’an, serta berbagai artikel akademik dan kajian sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks dan pemikiran Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fazlur Rahman menawarkan paradigma pendidikan Islam yang integratif, dinamis, dan kontekstual. Ia menolak pemisahan antara ilmu agama dan ilmu dunia, serta mengusulkan pendekatan hermeneutik historis melalui metode “double movement” untuk menafsirkan ajaran Islam secara relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan, menurut Rahman, harus menjadi alat transformasi sosial yang membentuk intelektualisme Islam yang kritis dan etis, bukan sekadar pewarisan teks klasik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman dapat dijadikan dasar konseptual dan praktis untuk merancang sistem pendidikan Islam yang lebih adaptif dan transformatif di era modern
The Role of Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas on Religious Ethos Surrounding Community
Pesantren is a traditional educational environment where students live together and study under the guidance of a teacher who is better known as a kiai. This paper aims to add a special study related to impact of existence in Bahrul Ulum Islamic Boarding School Tambakberas, Jombang, on the Behavior or Attitude the Religious Ethic of Surrounding Community. This paper uses a qualitative research type. And is the result of field research, And is the result of field research, the use of Sociological and Anthropological approaches by understanding socio-religious practices, this writing uses the Theory of Use of Religious Theory as a Cultural System from Clifford Geertz, to see the culture of community around in pesantren. The Bahrul Ulum Tambakberas Jombang as one of subcultural institutions introduced the idea of village Development and a center for community learning activities with Islamic principles that deal directly with all kinds of community problems. The results of writing show that pesantren play a very effective role in empowering and transforming society. Islamic boarding schools were born to respond to the situation and social conditions of a society which is being faced with the collapse of moral foundations, through the transformation of the values offered