E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
    750 research outputs found

    Tawkil Wali Perkawinan Masyarakat Pesantren Perspektif Fenomenologi Alfred Schutz

    No full text
    Artikel ini menganalisis praktik tawkil wali dalam masyarakat pesantren menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Fokus kajian diarahkan untuk mengungkap motif-motif yang melatarbelakangi tindakan menyerahkan hak wali kepada Kiai dalam pernikahan santri. Dengan menggunakan kategori because motive dan in-order-to motive yang dikembangkan Schutz, artikel ini menunjukkan bahwa praktik tersebut tidak semata-mata tindakan legal-formal, melainkan mengandung makna sosial dan religius yang mendalam. Dalam komunitas pesantren, Kiai bukan sekadar tokoh agama, tetapi juga figur spiritual yang menjadi pusat otoritas moral dan sosial. Oleh karena itu, praktik menyerahkan wali kepada Kiai saat akad nikah tidak hanya bertumpu pada argumentasi fikih yang membolehkan, tetapi juga dibangun atas kesadaran sosial dan relasi kultural antara santri dan Kiai. Melalui pendekatan Schutz, praktik ini dianalisis dari dua sudut pandang: motif masa lalu yang membentuk tindakan sekarang (because motive), seperti tradisi penghormatan kepada Kiai dan pengalaman hidup di pesantren, serta motif ke depan (in-order-to motive), seperti harapan mendapat berkah, penguatan relasi spiritual, dan penciptaan kesakralan dalam prosesi pernikahan. Temuan menunjukkan bahwa tindakan tawkil wali memiliki makna simbolik yang kuat sebagai ekspresi kesalehan, ketundukan, dan harapan atas masa depan rumah tangga yang diridlai secara spiritual. Kajian ini merekomendasikan agar pemahaman terhadap praktik hukum keagamaan di komunitas muslim tradisional selalu mempertimbangkan dimensi subjektif dan sosial dari pelakunya

    Rekonstruksi Konsep Hadanah dalam Fiqh Klasik dan Relevansinya Terhadap Kompilasi Hukum Islam

    No full text
    Konsep hadanah dalam fiqh klasik berakar pada kewajiban pemeliharaan dan pengasuhan anak oleh ibu dalam fase awal kehidupan, namun memiliki keterbatasan dalam merespons kompleksitas realitas sosial kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang konsep hadanah dalam tradisi fiqh empat mazhab serta menilai relevansinya terhadap ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia, khususnya dalam Pasal 105. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis kualitatif berbasis maqāṣid al-syarī‘ah, artikel ini menyoroti pentingnya transformasi pemikiran hukum Islam yang lebih adaptif dan humanistik. Penelitian menunjukkan bahwa fiqh klasik, meskipun memiliki fondasi normatif yang kuat, belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek psikologis, emosional, dan kesejahteraan anak secara holistik. Sementara itu, KHI memberikan langkah awal dalam reformasi hukum hadanah di Indonesia, namun masih bersifat rigid dan memerlukan pendekatan kontekstual dalam implementasinya. Oleh karena itu, rekonstruksi hukum hadanah harus diarahkan pada penguatan prinsip best interest of the child, integrasi nilai maqāṣid al-syarī‘ah seperti ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-nasl, serta penyusunan kebijakan hukum keluarga Islam yang responsif terhadap kebutuhan riil anak dan tantangan zaman modern. Kata Kunci: Hadanah, Fiqh Klasik, Kompilasi Hukum Islam

    Ayat-Ayat Khusyuk dalam Al-Qur’an: Studi Penafsiran Ayat-Ayat Khusyuk Dalam Tafsir Al-Munir

    No full text
    Penelitian ini mengkaji konsep khusyuk dalam Islam berdasarkan penafsiran Syaikh Wahbah Zuhayli dalam Tafsir Al-Munir. Fokus utama adalah pada penafsiran ayat-ayat tentang khusyuk dan implementasinya dalam kehidupan Muslim. Syaikh Zuhayli menekankan bahwa khusyuk bukan hanya tentang ketenangan fisik dalam ibadah, tetapi juga melibatkan ketundukan total kepada Allah SWT dan kesadaran akan konsekuensi pengingkaran. Beliau menggambarkan khusyuk sebagai aspek fundamental dalam ibadah yang mencakup keterlibatan hati dan pikiran secara menyeluruh, serta peringatan tentang bahaya tidak tunduk kepada Allah. Penafsiran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah umat Islam, mendorong kesadaran spiritual yang lebih tinggi, dan memperdalam hubungan dengan Allah SWT dalam menghadapi tantangan kehidupan modern

    Konsep Makanan Halal, Thayyib, dan Haram dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Asy-Sya’rawi

    No full text
    Allah menegasakan di dalam Al quran agar manusia mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik dan juga bergizi (halalan thayyiban), sedangkan dalam hal haram  maka, manusia diwajikan sejauh mungkin untuk meninggalkannya, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam konsep makanan halal dan thayyib serta menguraikan makna dan unsur yang terkandung dalam konsep halal dan thayyib menurut tafsir Asy-Sya’rawi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode penafsiran tematik. Hasil penelitian ini menurut tafsir Asy-Sya'rawi pada ayat Al-Baqarah ayat 168 menyatakan bahwa pentingnya menjaga kehalalan dan kebaikan makanan yang dikonsumsi. Pada ayat An-Nahl ayat 114 memberikan pemahaman yang komprehensif tentang konsep halal dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa halal bukan hanya terkait dengan makanan, tetapi juga dengan segala aspek kehidupan. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani dengan memakan makanan halal dan thayyib, serta mensyukuri nikmat Allah SWT dengan cara yang benar. Asy-Sya’rawi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa makanan haram terbagi menjadi dua kategori utama yaitu haram li dzatihi (haram karena zatnya) dan haram li ghairhi (haram karena sebab lain

    Petir, Hujan, Dan Kesuburan Tanah: (Perspektif Ilmiah Terhadap Makna Surah Ar-Rum: 24)

    No full text
    This study examines the scientific relevance of Surah Ar-Rum : 24 from the perspectives of classical and modern exegesis, as well as atmospheric science and agronomy. Utilizing a library research method with a tahlili approach, this study compares the interpretations of exegetes such as Fakhruddin al-Razi in Tafsîr al-Kabîr wa Mafâtîḥ al-Ghayb with scientific findings on the role of lightning in nitrogen fixation, which contributes to soil fertility. The results indicate that the Quran has provided scientific indications of the relationship between lightning, rain, and soil fertility, a phenomenon confirmed by modern science through nitrogen oxidation in the atmosphere due to lightning strikes. Furthermore, classical and modern exegeses show different approaches to interpreting this verse, with classical tafsir focusing more on theological and metaphorical aspects, while modern interpretations relate it to scientific principles. This study contributes to strengthening the integration of Quranic exegesis and modern science, while also opening opportunities for further research on the correlation between natural phenomena in the Quran and empirical scientific knowledge

    Analisis Karakteristik Kitab Manahil Al-‘Irfan Fi ‘Ulum Al-Qur’an Karya Al-Zarqany

    No full text
    Studi ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik-karakteristik yang ada dalam kitab Manahil Al-’Irfan karya Al-Zarqany, yang merupakan salah satu karya penting dalam tradisi pemikiran islam. Melalui pendekatan analisis teks dan studi literatur, studi ini berusaha untuk mengeksplorasi tema-tema utama, argumen, dan kontribusi Al-Zarqany terhadap berbagai pemikiran ke-agamaan; terutama pandangannya terkait ‘Ulumul Qur’an. Dengan menggunakan metode analisis teks, metode komparasi, dan metode historiografi; studi ini berusaha menjelaskan ide-ide mendasar dan dan kelebihan-kekurangan dari kitab Manahil Al-’Irfan serta konteks historis dan sosial yang melatarbelakangi penulisan kitab tersebut untuk mengetahui relevansi dan kontekstualitas kitab Manahil Al-‘Irfan dalam dunia intelektual islam abad 21 ini. Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa Manahil Al-'Irfan  tidak hanya menawarkan pemahaman mendalam tentang ‘Ulumul Qur’an, tetapi juga menunjukkan perkembangan ‘Ulumul Qur’an serta berbagai permasalahan terkait akidah dan syariah, serta mencerminkan dinamika intelektual islam pada masanya. Dan untuk kedepannya kami harap penelitian atau studi ini juga dapat memberikan wawasan baru pada segenap pembaca dan peneliti yang tertarik untuk mendalami kajian pemikiran islam dan kajian ‘Ulumul Qur’a

    Pembelajaran Unsur-Unsur Al-Ashwat Melalui Metode Yanbu’a Di Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin

    No full text
    ABSTRAK Di dalam pembelajaran bahasa Arab, ilmu Ashwat memegang peranan penting. Karena ilmu Ashwat merupakan unsur pokok pada setiap bahasa. Jika, ilmu Ashwat tidak dipahami dengan baik, maka keterampilan keterampilan berbahasa Arab, tidak akan bisa dikuasai secara sempurna. Seringkali akan ditemukan ketidakpahaman dalam proses berbahasa. Sehingga proses komunikasi juga akan terhambat. Dengan adanya metode pembelajaran dapat mempermudah dan mempercepat proses belajar menuju pemahaman. Pembelajaran ilmu ashwat terpraktekkan di Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Tambakberas Jombang melalui program antara lain ialah program diniyah dan program yanbu’a, adapun peneliti lebih merucut pada program yanbu’a dikarenakan program tersebut lebih konprehensif dalam mempraktekkan pembelajaran ilmu ashwat. Peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data Primernya yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara di lembaga Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Tambakberas Jombang. Dan data sekunder dari penelitian ini adalah melalui buku buku yang berkaitan dengan metode yanbu’a dan pembelajaran ilmu ashwat. Penelitian ini menghasilkan: 1 dari 5 siswa mampu melafalkan dengan baik huruf-huruf hijaiyyah dari metode yanbu’a sebanyak tiga kali diperaktekkan secara bersama, terprakteknya pembelajaran ilmu ashwat melalui program metode yanbu’a di pondok pesantren bumi damai al-muhibbin tambakberas jombang, dan terciptanya kualitas terhadap aspek-aspek pembelajaran bahasa arab secara mendasar dan konprehensif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Yanbu’a Mampu Meningkatkan Pembelajaran Ilmu Ashwat Bahasa Arab Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin. Kata Kunci: Pembelajaran, Ilmu Ashwat, Metode Yanbua   ABSTRACT In the study of the Arabic language, the science of phonetics (Ilmu Ashwat) plays an important role, as it is a fundamental element in every language. If phonetics is not well understood, mastery of Arabic language skills cannot be fully achieved. Misunderstandings often arise in the process of using the language, which in turn hinders communication. The presence of effective teaching methods can simplify and accelerate the learning process toward better understanding. The teaching of phonetics is practiced at the Bumi Damai Al-Muhibbin Islamic Boarding School in Tambakberas Jombang through programs such as the Diniyah program and the Yanbu’a program. The researcher focuses more on the Yanbu’a program because it is more comprehensive in applying phonetic learning. The researcher conducted field research using a descriptive qualitative method. Primary data was obtained through observation, documentation, and interviews at the Bumi Damai Al-Muhibbin Islamic Boarding School, while secondary data came from books related to the Yanbu’a method and phonetic learning. This research concluded that 1 out of 5 students could correctly pronounce the Hijaiyyah letters after practicing the Yanbu’a method three times together. The phonetic learning process was effectively implemented through the Yanbu’a method at the Bumi Damai Al-Muhibbin Islamic Boarding School in Tambakberas Jombang, resulting in improved quality in the fundamental and comprehensive aspects of Arabic language learning. It can be concluded that the application of the Yanbu’a method can enhance the teaching of Arabic phonetics at the Bumi Damai Al-Muhibbin Islamic Boarding School. Keywords: Learning, Phonetics, Yanbu’a Metho

    Between Code and Comprehension: Synchronising Bruner's Learning Model with Classical Islamic Learning

    No full text
    ABSTRACT Bruner's theory provides a framework for pesantren to introduce a more adaptive and flexible approach to processing information in classical islamic text learning. this study aims to describe the concept of bruner's learning model with three representative modes: enactive, iconic, and symbolic in classical islamic text learning. this research uses a qualitative approach of literature study type, data collection techniques with document analysis, primary data sources come from journals, books and other literature studies in accordance with the theme of the research discussed. data analysis techniques using the miles, huberman, and sadana model: data condensation, data presentation, and data verification, as stages used to analyze the data obtained. the results of this study indicate that bruner's learning model can be integrated with classical islamic text learning through several stages, namely 1) enactive, students perform real actions in the form of reading the reading text in classical islamic text directly guided and corrected directly by the teacher, by interacting directly both with the text and with the teacher. 2) iconic, at this stage the students try to understand the content and meaning of the reading of the classical islamic text through a visual process, namely transforming understanding in the form of a scheme in the form of a concept map related to understanding the contents of the classical islamic text learning which can better understand the students in understanding the concepts in the book. 3) symbolic, at this stage the students encode symbols that aim to understand the students to understand each position and meaning as well as marji' (initial reference) sentences in the contents of the classical islamic text. Keywords: Bruner Learning Model, Comprehension, Code, Classical Islamic Text.   ABSTRAK Teori Bruner memberikan kerangka bagi pesantren untuk memperkenalkan pendekatan yang lebih adaptif dan fleksibel untuk memproses informasi dalam mengkaji kitab kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep model belajar Bruner dengan tiga mode representatif: enaktif, ikonik, dan simbolik pada pembelajaran kitab kuning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka, teknik pegumpulan data dengan analisis dokumen,  sumber data primer berasal dari jurnal, buku dan kajian literatur lain yang sesuai dengan tema penelitian yang dibahas. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Sadana: kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data, sebagai tahapan yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model Bruner dapat diintegrasikan dengan pembelajaran kitab kuning melalui beberapa tahap yaitu 1) Enaktif, santri melakukan tindakan nyata berupa membaca teks bacaan dalam kitab kuning secara langsung dengan dibimbing dan dikoreksi langsung oleh guru, dengan berinteraksi langsung baik dengan teks maupun dengan guru. 2) Ikonik, pada tahap ini santri  berupaya memahami isi dan maksud dari bacaan kitab kuning melalui proses visual yaitu mentranformasi pemahaman dalam bentuk skema berupa peta konsep terkait pemahaman isi kitab kuning yang mana lebih dapat memahamkan santri dalam memahami konsep-konsep yang ada di dalam kitab. 3) Simbolik, pada tahap ini santri memberi pengkodean simbol yang bertujuan memahamkan santri untuk memahami setiap kedudukan dan makna maupun marji’ (rujukan awal) kalimat pada isi teks kitab kuning. Kata Kunci: Model Belajar Bruner, Pemahaman, Kode, Kitab Kunin

    Pembelajaran Muhadatsah Melalui Pendekatan Kontekstual Di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Lumajang

    No full text
    Pentingnya kemampuan belajar aktif dalam konteks pendidikan saat ini menjadi landasan penting dalam menyusun program pengajaran bahasa Arab.  Untuk menunjang keberhasilan dari sebuah pengajaran maka dibutuhkan metode dan pendekatan. Pendekatan pembelajaran kontekstual, yang dikenal sebagai Contextual Teaching and Learning (CTL), merupakan suatu metode pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran muhadatsah melalui pendekatan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengembangkan pembelajaran muhadatsah pada Lembaga. Signifikansi ini terlihat pada kemampuan peserta didik dalam berbicara dan mengungkapkan isi hati melalui lisan secara baik dan benar. Pada implementasinya, juga menghasilkan factor pendukung dan penghambat. Kedua factor tersebut didukung oleh dua komponen secara internal dan eksternal. Factor penghambatnya adalah kurangnya kepercayaan diri dari peserta didik dan manajemen Lembaga yang belum tertata. Adapun factor pendukungnya adalah latar belakang peserta didik dan model pembelajaran yang menarik. Kata Kunci : Metode Muhadatsah, Pendekatan Kontekstual, Pesantren   ABSTRACT The importance of active learning skills in the context of today's education is an important foundation in developing Arabic language teaching programs. To support the success of a teaching, methods and approaches are needed. The contextual learning approach, known as Contextual Teaching and Learning (CTL), is a learning method that links learning materials to students' real-world situations. The purpose of this study was to determine muhadatsah learning through a contextual approach. This study used a qualitative method. The results showed that the contextual approach showed significant results in developing muhadatsah learning at the Institution. This significance can be seen in the ability of students to speak and express their feelings verbally well and correctly. In its implementation, it also produces supporting and inhibiting factors. Both factors are supported by two components internally and externally. The inhibiting factors are the lack of self-confidence of students and the management of the Institution that has not been organized. The supporting factors are the background of students and an interesting learning model. Keywords: Muhadatsah Method. Contextual Approach, Cottag

    Peningkatan Maharah Qira’ah Kitab Kuning Pembelajaran Shorof Atas Dasar Prestasi Peserta Didik Di Madrasah Diniyah Pesantren Al-Mardliyah

    No full text
    ABSTRAK Shorof merupakan salah satu cabang keilmuan alat atau ilmu yang memiliki peran untuk kata dasar dalam bahasa Arab serta mengenal cara perubahannya sesuai makna yang ingin dibuat dengan cara mentashrifnya. Namun pembelajaran ilmu shorof peserta didik seringkali mengalami kendala dalam hal memahami pelajaran yang diajarkan, salah satunya oleh guru di Madrasah Diniyah Pesantren Al-Mardliyah. Ada beberapa kesulitan atau kendala peserta didik dalam mempelajari dan memahaminya. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui proses pembelajaran shorof dengan menggunakan beberapa pendekatan atau metode yang menyenangkan. 2) Mengetahui peningkatan maharah qira’ah pada kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Mardliyah. 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari pembelajaran shorof untuk meningkatkan maharah qira’ah kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Mardliyah. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran shorof di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Al-Mardliyah meliputi tiga tahap utama, yaitu persiapan guru (penyusunan perangkat dan penguasaan materi), pelaksanaan pembelajaran (meliputi kegiatan pembuka, inti seperti pengenalan materi dan setoran hafalan, serta penutup), dan evaluasi (melalui setoran hafalan, ulangan harian, pencarian contoh di kitab kuning, serta ujian akhir semester). Pembelajaran ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan membaca kitab kuning, ditandai dengan kemampuan siswa menghafal dan menyetorkan nadhom tashrifan serta identifikasi aspek nahwu, shorof, dan terjemahan. Faktor pendukungnya meliputi metode yang menyenangkan, motivasi siswa, dan dukungan guru berpengalaman, sedangkan hambatannya meliputi kesulitan materi, rendahnya motivasi dan kemampuan dasar siswa. Kata Kunci: Pembelajaran Shorof, Maharah Qira’ah, dan Kitab Kuning.   ABSTRACT Shorof is a branch of knowledge or science that plays a role in basic words in Arabic and understands how to change them according to the intended meaning by means of mentashrif. However, students in learning the science of shorof often experience obstacles in understanding the lessons taught, one of which is by teachers at the Madrasah Diniyah Pesantren Al-Mardliyah. There are several difficulties or obstacles for students in learning and understanding it. Therefore, the objectives of this study are 1) To determine the process of learning shorof using several fun approaches or methods. 2) To determine the increase in the maharah qira'ah of the yellow book at the Al-Mardliyah Islamic Boarding School. 3) To determine the supporting and inhibiting factors of shorof learning to increase the maharah qira'ah of the yellow book at the Al-Mardliyah Islamic Boarding School. This study uses qualitative techniques. Data collection used is interviews, observation and documentation. The results of the study indicate that the shorof learning process at the Al-Mardliyah Islamic Boarding School (Madrasah Diniyah) encompasses three main stages: teacher preparation (devising tools and mastering the material), learning implementation (including opening and core activities such as material introduction and memorization, and closing), and evaluation (through memorization, daily tests, searching for examples in the yellow book, and final semester exams). This learning contributes to improving the ability to read the yellow book, as indicated by students' ability to memorize and transcribe the nadhom tashrifan (pronouns), as well as identifying aspects of nahwu, shorof, and translation. Supporting factors include enjoyable methods, student motivation, and the support of experienced teachers, while barriers include material difficulty, low motivation, and students' basic abilities.  Keywords: Shorof Learning, Maharah Qira'ah, and Yellow Book

    0

    full texts

    750

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal IAI Bani Fattah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇