E-Journal IAI Bani Fattah
Not a member yet
750 research outputs found
Sort by
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan MoU Kemitraan Link and Match untuk Meningkatkan Mutu Lulusan
ABSTRAK
Di era globalisasi yang semakin kompetitif, lembaga pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dan berinovasi guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja. Salah satu strategi yang efektif dalam mencapai tujuan tersebut adalah penerapan kepemimpinan transformasional yang berorientasi pada penguatan kemitraan strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui program MoU Kemitraan Link and Match. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mendorong pengembangan kemitraan di SMK Islam Sunan Kalijaga Ngunut Tulungagung, serta implikasinya terhadap peningkatan mutu lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Fenomenologis dengan mengambil objek SMK Islam Sunan Kalijaga Ngunut Tulungagung. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dan untuk lebih mengetahui keabsahan data digunakan teknik triangulasi, ketekunan pengamatan dan review informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh kepala sekolah mampu mendorong penguatan budaya kolaboratif, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis industri, serta peningkatan kesiapan kerja siswa melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), Kunjungan Industri, dan Bursa Kerja Khusus (BKK). Meski demikian, pengelolaan kemitraan menghadapi tantangan seperti dinamika kebutuhan industri yang terus berubah dan persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi adaptif dan berkelanjutan untuk menjaga relevansi kurikulum dan keterampilan lulusan dengan dunia kerja.
Kata Kunci : kepemipinan transformasional, MoU kemitraan, Mutu lulusan
ABSTRACT
In the increasingly competitive era of globalization, educational institutions are required to be able to adapt and innovate in order to produce quality graduates who are ready to compete in the world of work. One effective strategy in achieving this goal is the implementation of transformational leadership oriented towards strengthening strategic partnerships with the Business World and the Industrial World (DUDI) through the Link and Match Partnership MoU program. This study aims to describe how the principal's transformational leadership encourages the development of partnerships at Sunan Kalijaga Islamic Vocational School Ngunut Tulungagung, as well as its implications for improving the quality of graduates. This study uses a qualitative Phenomenological approach by taking Sunan Kalijaga Islamic Vocational School Ngunut Tulungagung as the object. Data collection uses interview, observation, and documentation techniques. Data analysis techniques are carried out with the steps of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. And to further determine the validity of the data, triangulation techniques, persistent observation and informant review are used. The results of the study indicate that the transformational leadership style implemented by the principal is able to encourage the strengthening of collaborative culture, improve the quality of industry-based learning, and increase student work readiness through the Field Work Practice (PKL) program, Industrial Visits, and Special Job Fairs (BKK). However, partnership management faces challenges such as the ever-changing dynamics of industry needs and increasingly fierce competition. Therefore, adaptive and sustainable strategies are needed to maintain the relevance of the curriculum and graduate skills to the workforce.
Keywords: transformational leadership, partnership MoU, graduate qualit
Implementasi Metode Mind Mapping dengan Media Realia untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah
ABSTRAK
Penggunaan metode pembelajaran dilakukan oleh guru sebagai salah satu strategi dalam pembelajaran untuk mengembangkan siswa baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini dikarenakan siswa adalah individu dengan berbagai keunikannya, selain itu siswa merupakan individu sosial dengan latar belakang yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi implementasi metode mind mapping dengan media realia dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas IV MI Al-Anwar Cangkringrandu, Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mind mapping yang dipadukan dengan media realia memiliki dampak positif terhadap minat belajar siswa. Siswa menjadi lebih antusias dan menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami serta merangkum konsep-konsep IPA. Media realia terbukti efektif dalam membantu siswa menghubungkan teori dengan praktik nyata. Kombinasi antara metode mind mapping dan media realia tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan tetapi juga meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Secara keseluruhan, implementasi metode ini berhasil meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
Kata Kunci: Mind Mapping, Media realia, Minat Belajar, IPA
ABSTRACK
The use of teaching methods by teachers is one of the strategies in education to develop students cognitively, affectively, and psychomotorically. This is because students are individuals with diverse uniqueness, in addition to being social individuals with different backgrounds. The purpose of this study is to evaluate the implementation of the mind mapping method combined with realia media in enhancing students' learning interest in the subject of Science (IPA) in Class IV at MI Al-Anwar Cangkringrandu, Jombang. This research uses a qualitative approach with a case study type. Data were collected through observation, interviews, and documentation during the learning process. The validity of the data was tested through prolonged observation, increased persistence, and triangulation. The results of the study show that the mind mapping method combined with realia media has a positive impact on students' learning interest. Students became more enthusiastic and demonstrated better abilities in understanding and summarizing Science concepts. Realia media proved effective in helping students connect theory with real-world practice. The combination of mind mapping and realia media not only makes learning more interesting and enjoyable but also enhances students' understanding of the material. Overall, the implementation of this method successfully increased students' interest and motivation in learning Science.
Keywords: Mind Mapping, Realia Media, Learning Interest, Scienc
Upaya Pembinaan Karakter Islami Siswa di Madrasah Ibtidaiyah al Qur’an
ABSTRAK
Pelaksanaan pendidikan karakter saat ini memang dirasakan mendesak. Gambaran situasi masyarakat bahkan situasi dunia pendidikan di Indonesia menjadi motivasi pokok implementasi pendidikan karakter di Indonesia. Mengingat ada kecenderungan peningkatan kenakalan remaja Indonesia, seperti tawuran antar-pelajar, fenomena pemerasan/kekerasan (bullying), kecenderungan dominasi senior dengan yunior, penggunaan narkoba, pelecehan seksual, dan lain sebagainya. Bahkan yang sedang marak pada saat ini adalah keinginan untuk membangun sifat jujur pada siswa-siswa usia sekolah, hal ini dibuktikan dengan usaha membuat kantin kejujuran, namun pada praktiknya masih gagal, sehingga kantin kejujuran yang dibangun pihak sekolah menjadi bangkrut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. data yang dikumpulkan dapat dikumpulkan melalui dokumen pribadi, makalah presentasi, wawancara, dokumen, dan lain-lain. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapat beberapa hasil penelitian, yakni (1) implementasi pembinaan karakter Islami pada pembelajaran diterapkan dengan cara mengintegrasikan pada indikator dan tujuan pembelajaran pada masing-masing mata pelajaran; (2) Kemudian untuk implementasi pembinaan karakter Islami pada lingkungan sosial, MI Al-Qur’an Singosari lebih menekankan pada pembiasaan sikap religius, peduli lingkungan, jujur, dan disiplin; (3) Evaluasi pembinaan karakter Islami di MI Al-Qur’an Singosari menggunakan model terintegrasi pada indikator pencapaian hasil belajar pada masing-masing mata pelajaran. Dari indikator pencapaian hasil belajar tersebut, diharapkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan pada lembaga tersebut mampu mencerminkan pribadi peserta didik sebagai insan yang unggul.
Kata Kunci: Islami, Karakter, Pembinaan.
ABSTRACT
The implementation of character education is currently felt to be urgent. The picture of the situation of society and even the situation of the world of education in Indonesia is the main motivation for the implementation of character education in Indonesia. Considering that there is a tendency for an increase in delinquency among Indonesian teenagers, such as brawls between students, the phenomenon of extortion/violence (bullying), the tendency for seniors to dominate juniors, drug use, sexual harassment, and so on. Even what is currently rife is the desire to build honesty in school-age students, this is evidenced by efforts to create honesty canteens, but in practice it still fails, so that the honesty canteens built by the school go bankrupt. This study uses a qualitative research method. The data collected can be collected through personal documents, presentation papers, interviews, documents, and others. From the research that has been done, several research results were obtained, namely (1) the implementation of Islamic character development in learning is implemented by integrating the indicators and learning objectives in each subject; (2) Then for the implementation of Islamic character development in the social environment, MI Al-Qur'an Singosari emphasizes more on the habituation of religious attitudes, caring for the environment, honesty, and discipline; (3) Evaluation of Islamic character development at MI Al-Qur'an Singosari uses an integrated model based on learning outcome indicators for each subject. Based on these learning outcome indicators, it is hoped that the character values developed at the institution will reflect the students' personalities as superior individuals.
Keyword: Character, Development, Islamic
Pendekatan ABCD Dalam Pemanfaatan Potensi Alam Untuk Ekonomi Alternatif Melalui Pengolahan Singkong di Desa Jadi, Semanding, Tuban
Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekayaan sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian. Salah satu komoditas potensial adalah singkong, tanaman yang mudah tumbuh dan kaya karbohidrat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani lahan kering. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), kegiatan ini bertujuan memetakan dan mengembangkan aset lokal, terutama potensi singkong. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam terhadap masyarakat serta perangkat desa. Hasil kegiatan berupa inovasi produk olahan singkong, yaitu Singkong Karamel dan Kerupuk Seblak Sandariyah (SeblaKriyah), yang tidak hanya menambah variasi pangan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi alternatif. Pendekatan ABCD terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aset yang dimiliki, mendorong kreativitas, serta memperkuat partisipasi sosial dalam pembangunan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan
Implikasi Akhlak Kepada Allah SWT di Era digital: Solusi Krisis Moral dan Sekularisasi Ilmu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi akhlak kepada Allah SWT sebagai solusi terhadap krisis moral dan sekularisasi ilmu di era digital. Fenomena modernisasi dan kemajuan teknologi telah membawa dampak serius terhadap degradasi spiritual serta pemisahan antara ilmu pengetahuan dan nilai ketuhanan. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menelaah pandangan dari berbagai sumber ilmiah mengenai pentingnya integrasi nilai akhlak dan tauhid dalam sistem pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya penerapan akhlak kepada Allah SWT menyebabkan disorientasi moral, perilaku digital yang menyimpang, dan sekularisasi ilmu. Sebaliknya, penguatan nilai-nilai seperti takwa, ikhlas, syukur, dan muraqabah mampu menuntun manusia untuk menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Pendidikan Islam yang berlandaskan wahyu dan akal menjadi sarana utama dalam membentuk manusia berilmu yang beriman, sekaligus mencegah terjadinya pemisahan antara sains dan spiritualitas. Dengan demikian, penerapan akhlak kepada Allah SWT merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang beradab di tengah tantangan era digita
Pendekatan Komprehensif Terhadap Umpan Balik Dalam Evaluasi PAI: Antara Capaian, Refleksi, Dan Intervensi
Pemberian umpan balik yang efektif merupakan komponen penting dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama dalam kerangka pendekatan Outcome Based Education (OBE). Artikel ini mengkaji secara konseptual Teknik pemberian umpan balik formatif dan sumatif berbasis OBE sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas evaluasi dan pencapaian capaian pembelajaran (CP) pada mata Pelajaran PAI. Umpan balik formatif diposisikan sebagai sarana perbaikan berkelanjutan melalui refkesi, dialog, dan penguatan nilai-nilai keislaman selama proses pembelajaran berlangsung. Sementara itu, umpan balik sumatif berperan dalam dokumentasi capaian akhir yang dilengkapi dengan tindak lanjut berupa program pengayaan bagi peserta didik yang unggul dan remedi bagi yang belum mencapai standar. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Teknik umpan balik berbasis OBE menuntut keterpaduan antara asesmen yang autentik, penggunaan rubrik capaian, serta integrasi nilai-nilai spiritual dan pedagogis dalam proses evaluasi. Artikel ini menekankan pentingnya reposisi peran guru sebagai fasilitator evaluasi yang adaptif, relfektif, dan responsive terhadap kebutuhan belajar peserta didik dalam konteks pembelajaran PAI berbasis capaian
Inovasi Penilaian Mufrodat Menggunakan Media Audio Visual Berbasis Teknologi QR Code Pada LKS Bahasa Arab
Assessment is part of the learning process. As time goes by 8innovation in assessment is also needed so that the objectives of learning are implemented optimally. This is no exception to the innovation of mufrodat assessment or what is also called Arabic vocabulary. Nowadays, the rapid development of technology has become the basis for innovation in learning assessment. LKS, which is one of the teaching materials for Arabic language lessons, of course contains a mufrodat assessment instrument. The existence of conventional teaching materials is certainly less attractive when presented in today's digital era education system. Therefore, the assessment of Arabic vocabulary innovates by presenting audio-visual media packaged in a QR code. So the function of the LKS itself has experienced significant innovation in learning and keeps up with the times. This research uses the library study method, which is a list of references from all types of references such as books, journal papers, articles, dissertations, theses, theses, hand outs, laboratory manuals, and other scientific works. The aim of this research is to provide information about the importance of innovation in mufrodat assessment, so that QR codes emerge as a technology that packages audio-visual learning media and worksheets in one teaching materia
Sheikh Athiyah Saqr's Ijtihad Method on the Obligation of Husband to Fulfill Wife's Wishes When Craving
Support in a marital relationship is an obligation for a husband towards his wife and children. Fulfilling the wife's wishes when she has cravings is categorized as a husband's maintenance according to Sheikh Athiyah Saqr, which is also legally obligatory. However, seeing the phenomenon of excessive coveting from wives that often occurs nowadays, it is necessary to classify wives' desires, which the husband must fulfill by law. This research aims to analyze Sheikh Athiyah Saqr's method of ijtihad in his fatwa on the obligation for husbands to fulfill their wives' desires when they desire them and to relate the relevance to current phenomena. This research uses the library research method. The data collection technique used is library research. The data analysis technique used in this research is the descriptive method. The result of this research is that Sheikh Athiyar Saqr in determining this fatwa used the qiyas and maslahah murlah methods. According to Sheikh Athiyah Saqr, the obligation of a husband to fulfill his wife's wishes when she desires is translated into the obligation of the husband to provide his wife with daily living. Apart from that, fulfilling the wife's wishes by the husband is considered to bring benefits to the wife and the fetus. However, it is necessary to limit the wife's wishes which must be fulfilled by the husband, namely wishes that do not violate the Shari'a, do not bring harm, and are still within the limits of the husband's capabilities
Menyelisik Arus Gagasan Ekonomi Al-Ghazali tentang Etika dan Moralitas dalam Aktivitas Ekonomi Islam
Semasa hidupnya, Imam Al-Ghazali merupakan tokoh filsuf yang memberikan pengaruh signifikan terhadap sejarah umat Islam, terutama dalam pembangunan dan kesejahteraan sosial ekonomi Islam. Berbagai pemikiran ekonomi telah di gagasnya dan sampai sekarang efeknya sangat berdampak dalam kehidupan kita. Adapun bentuk analisis dalam artikel ini adalah studi Pustaka/library research untuk menelusuri lebih mendalam terkait kajian literartur mengenai Biografi al-Ghazali dan gagasan-gagasan ekonominya terutama dalam hal beretika dan bermoralitas di segala aktivitas ekonomi. Al- Ghazali sangat menaruh perhatiannya terhadap bagaimana etika dan moralitas dapat menjadi landasan dalam aktivitas ekonomi Islam. Pemikiran Al-Ghazali memberikan landasan yang kuat dalam memahami hubungan antara etika, moral, dan ekonomi. Al-Ghazali menekankan bahwa niat yang baik, kejujuran, dan keadilan harus menjadi dasar dalam setiap transaksi ekonomi. Baginya, tujuan utama ekonomi bukan hanya keuntungan materi, tetapi juga keberkahan dan ridha Allah. Prinsip-prinsip itu, mencakup keadilan, transparansi, dan larangan terhadap penipuan dalam setiap bentuk muamalah, yang pada gilirannya menciptakan keseimbangan antara kesejahteraan duniawi dan ukhrawi. Di zaman sekarang, kemajuan teknologi dan era globalisasi semakin mempercepat dalam membawa perubahan, khususnya pada pertumbuhan ekonomi. Etika dan moralitas sering kali tersisihkan dalam mengejar keuntungan materi. Dalam bermu’amalah harus didasari pada etika dan moralitas. Konsep ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana sering kali nilai-nilai moral dan etika diuji dalam dunia bisnis yang cenderung menuntut keuntungan yang lebih cepat dan lebih besar tanpa memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Hal ini membuat perlu adanya pengingat mengenai pentingnya nilai-nilai moralitas dalam kehidupan bermu’amalah, terutama dalam konteks ekonomi. Artikel ini mendorong penulis untuk mengetahui gagasan ekonomi yang telah dicetuskan oleh al-Ghazali serta etika dan moralitas yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi Islam
Nafkah Perkawinan Perspektif Sistem Kekerabatan: Studi Pasal 77 dan 80 Kompilasi Hukum Islam
Nafkah menjadi salah satu persoalan yang seringkali memicu adanya ketidakharmonisan bahkan perceraian dalam keluarga, dalam kitab fiqih, tanggungjawab nafkah seluruhnya dibebankan kepada suami, hal ini berbeda dengan pasal yang ada di KHI. realitas sejarah menunjukkan bahwa salah satu sumber psenyusunan hukum materiil di KHI berasal dari kitab fiqih namun dalam konsep nafkah ditemukan perbedaan yang cukup mencolok, antara rumusan tekstual KHI dan fiqih, dari situlah tampak bahwa mengapa KHI yang disusun dari rumusan fiqih ternyata telah berubah dari induknya, dengan menggunakan teori sistem Kekerabatan penulis ingin mengungkap adanya bagaimana konsep nafkah perkawinan dalam KHI perspektif sistem kekerabatan.
Artikel ini termasuk penelitian hukum normatif. Sedangkan dari proses pengumpulan data yang dikaji termasuk library research. Kemudian data dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif analitik, menggambarkan seluruh teori sistem kekerabatan khususnya 3 tipikal sistem yang dianut oleh Kompilasi Hukum Islam. Sedangkan analisis data menggunakan analisis dengan pendekatan perundang-undangan. Dapat disimpulkan konsep nafkah yang ditetapkan dalam KHI disusun juga atas 3 prinsip kekerabatan, yakni sistem patrilineal, matrilineal dan parental, namun dalam hal urusan nafkah ini konsep yang dipakai adalah prinsip patrilineal dimana dalam urusan nafkah memang dititik beratkan pada suami, sesuai dengan budaya patrilineal, dimana pemimpin adalah laki-laki, perempuan berdiam diri dirumah dengan sederet aktivitas seperti memasa