Jurnal Pekommas
Not a member yet
263 research outputs found
Sort by
The Meaning of Sign in Political Advertising of the Indonesian Presidential Election
Political advertising is part of a political campaign used by presidential and vice-presidential candidates for taking voters a voice. Every political advertising is produced that creates a certain meaning through a sign or symbol which contains a message from presidential and vice-presidential candidates. Message in political advertising can describe the image of candidate pairs of leadership candidates with the appropriate character and related to the issues they want to build. This research is qualitative research using semiotic analysis. The object of research is the political advertising of the presidential and vice-presidential candidate pair Jokowi Amin in 2019. This political advertising was taken from the social media account of Youtube KPU-RI. This paper was aimed to conduct an analysis of signs in Jokowi Amin political advertising in the 2019 election and to find out the political advertising category in the positive or negative advertising. Jokowi, who is a presidential candidate and incumbent that has a special strategy for created political advertising used in his campaign. Overall, political advertising Jokowi Amin has a communication style that features several signs as his trademark and is in a positive category
Implementation of Situational Crisis Communication Theory on the Case of Covid-19 by the Government of West Jawa through @pikobar_jabar
This study aims to explore the crisis communication strategy of West Java Provincial Government on handling Covid-19 through the @pikobar_jabar Instagram account. According to SCCT, there are two functions of crisis communication, namely to ensure public safety and manage the reputation of the organization. This research was conducted using a qualitative content analysis method, where the researcher examined the content of Instagram @pikobar_jabar in the period of March-April 2020. The results showed that The West Java Regional Government used the Instagram account @pikobar_jabar to disseminate instructions on handling Covid-19 and at the same time publish their performance in overcoming the crisis. However, there are more posts contained instruction than performance publication. Hence, the West Java Regional Government prioritize public’s safety, rather than managing the image of their institution. In addition, researchers also found that in providing instructive messages, @pikobar_jabar used a persuasive strategy, which combines logical, emotional, and emotional aspects to create behavior changes
Hoaks Kategori Satire Sebagai Cyberbullying dalam Hoaks Isu Politik
Cyberbullying atau perundungan di dunia digital merupakan kekerasan atau penindasan melalui perangkat yang terhubung ke media cyber. Cyberbullying dapat berupa tindakan menyebarkan kebohongan tentang korban atau mengunggah gambar yang bercitra negatif dari korban dengan tujuan mencemooh, menebar kebencian, dan kritik yang melecehkan pada korban. Terdapat persamaan karakteristik antara cyberbullying dengan hoaks kategori satire. Dalam era kekacauan informasi, satire dimanfaatkan untuk mengelabui pemeriksaan fakta dan untuk menyebarkan kebohongan dengan terselubung, seolah-olah tidak dimaksudkan untuk hal yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hoaks kategori satire dikaji sebagai tindakan cyberbullying, khususnya hoaks dengan konten isu politik, dan bagaimana pola kekuasaan pelaku dan korban. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian sosial yang dipadukan dengan metode penelitian bahasa. Metode penelitian sosial diaplikasikan untuk menjelaskan mengenai status fenomena. Metode penelitian bahasa digunakan untuk membantu dalam penyajian data narasi hoaks dan membantu penyajian analisis. Objek kajian dari penelitian ini adalah konten informasi yang terverifikasi hoaks berkategori satire yang mengandung unsur penghinaan. Sumber data penelitian ini adalah media daring Turnbackhoax.id yang dikelola oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Data dikumpulkan dengan metode pustaka yang dipadukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode triangulasi digunakan untuk memverifikasi fakta hoaks dan kategori hoaks. Triangulasi secara teoritis diaplikasikan dalam analisis. Data yang digunakan dibatasi dari periode Bulan Januari sampai April tahun 2021. Hasil penelitian disajikan menggunakan desain deskriptif yang menjelaskan mengenai status fenomena. Analisis disajikan berupa gambar beserta deskripsi-deskripsi singkat. Cyberbullying berupa hoaks kategori satire dengan tujuan untuk menghina, menyebarkan ujaran kebencian, menyampaikan konten yang intimidatif. Kontennya dibuat secara sengaja, memiliki tujuan mengkritik atau tujuan politis, dan pelaku sudah menentukan sasaran korbannya. Kontennya untuk menganggu kepentingan politik atau kekuasaan tokoh politik. Kemudian, konten dapat dipublikasikan berulang-ulang atau terus menerus. Cyberbullying dalam bentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung berjenis harassment, image of victim spread, dan opinion slammed. Cyberbullying berbentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung memiliki karakteristik willful, harm, dan repeated. Dalam perundungan cyber yang menggunakan media hoaks satire, pelaku mengunggah narasi yang frontal dan intimidatif, seolah-olah pelaku memiliki kuasa yang lebih besar untuk menghina.Cyberbullying atau perundungan di dunia digital merupakan kekerasan atau penindasan melalui perangkat yang terhubung ke media cyber. Cyberbullying dapat berupa tindakan menyebarkan kebohongan tentang korban atau mengunggah gambar yang bercitra negatif dari korban dengan tujuan mencemooh, menebar kebencian, dan kritik yang melecehkan pada korban. Terdapat persamaan karakteristik antara cyberbullying dengan hoaks kategori satire. Dalam era kekacauan informasi, satire dimanfaatkan untuk mengelabui pemeriksaan fakta dan untuk menyebarkan kebohongan dengan terselubung, seolah-olah tidak dimaksudkan untuk hal yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hoaks kategori satire dikaji sebagai tindakan cyberbullying, khususnya hoaks dengan konten isu politik, dan bagaimana pola kekuasaan pelaku dan korban. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian sosial yang dipadukan dengan metode penelitian bahasa. Metode penelitian sosial diaplikasikan untuk menjelaskan mengenai status fenomena. Metode penelitian bahasa digunakan untuk membantu dalam penyajian data narasi hoaks dan membantu penyajian analisis. Objek kajian dari penelitian ini adalah konten informasi yang terverifikasi hoaks berkategori satire yang mengandung unsur penghinaan. Sumber data penelitian ini adalah media daring Turnbackhoax.id yang dikelola oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Data dikumpulkan dengan metode pustaka yang dipadukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode triangulasi digunakan untuk memverifikasi fakta hoaks dan kategori hoaks. Triangulasi secara teoritis diaplikasikan dalam analisis. Data yang digunakan dibatasi dari periode Bulan Januari sampai April tahun 2021. Hasil penelitian disajikan menggunakan desain deskriptif yang menjelaskan mengenai status fenomena. Analisis disajikan berupa gambar beserta deskripsi-deskripsi singkat. Cyberbullying berupa hoaks kategori satire dengan tujuan untuk menghina, menyebarkan ujaran kebencian, menyampaikan konten yang intimidatif. Kontennya dibuat secara sengaja, memiliki tujuan mengkritik atau tujuan politis, dan pelaku sudah menentukan sasaran korbannya. Kontennya untuk menganggu kepentingan politik atau kekuasaan tokoh politik. Kemudian, konten dapat dipublikasikan berulang-ulang atau terus menerus. Cyberbullying dalam bentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung berjenis harassment, image of victim spread, dan opinion slammed. Cyberbullying berbentuk hoaks kategori satire dengan konten politik cenderung memiliki karakteristik willful, harm, dan repeated. Dalam perundungan cyber yang menggunakan media hoaks satire, pelaku mengunggah narasi yang frontal dan intimidatif, seolah-olah pelaku memiliki kuasa yang lebih besar untuk menghina
Infodemik di Masa Pandemi: Analisis Peta Hoaks Covid-19 Tahun 2020
Masalah Covid-19 tidak hanya berhubungan dengan penyebaran virus semata, tetapi juga diikuti dengan penyebaran informasi Covid-19 yang semakin masif baik yang akurat maupun tidak. Inilah yang disebut dengan ‘infodemik’. Infodemik memiliki dampak besar bagi masyarakat yang sehari-hari menggunakan media baru untuk mendapatkan informasi yang kredibel. Kini masyarakat menjadi bingung di tengah banjir informasi hoaks. Peta hoaks penting dilakukan, agar masyarakat paham dan semakin kritis membedakan konten, sumber dan saluran hoaks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang peta infodemik khususnya hoaks Covid-19 tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian penyimpulkan bahwa tema kesehatan adalah tema hoaks terbanyak yang beredar dengan tipe konten menyesatkan serta melibatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama konten. Bentuk hoaks umumnya gabungan dari teks, gambar/foto dan video. Dan kebanyakan teks hoaks juga dilengkapi lampiran gambar untuk meyakinkan publik. Sementara Facebook adalah media sosial yang paling banyak digunakan dalam distribusi hoaks. Hasil tindak lanjut adalah mayoritas konten sudah dibantah atau diklarifikasi oleh tim pemeriksa fakta dengan menyertakan bukti terpercaya. Hal ini memudahkan masyarakat membedakan konten hoaks atau bukan
Parents Taking on the Teachers’ Roles in Online Learning: A Case Study
The Covid-19 pandemic forces education stakeholders to implement the online learning policy. They face challenges in Science, Technology, and Mathematics (STM) educations that are the most difficult subjects. Responding to the policy, parents may take on the role of teachers. This study explores the experiences of parents that take on the role of teachers, particularly in STM. The study uses a descriptive qualitative approach. Data obtained by interviewing several parents of students who were selected by convenience sampling method. Data were analyzed using Miles & Huberman’s interactive model regarding the grounded theory for concluding. It found that parents take the teacher\u27s role as the resource provider, the supporter & learning facilitator, the mentor, and the personal model. Challenges were both technical and non-technical forms. Some of them do not master the subject matter of their children, making it difficult to provide support and take the role of a teacher. Some of them took the place of their children to work on assignments from school. Some others simply provide scaffolding to their children. Some of them use the internet to understand the subject matters or find answers, but some others could not. This has implications on how parents should be prepared in implementing distance learning policies, especially in STM fields of study.
Discourse on Rejection of Women Leader in Yogyakarta ; Critical Discourse Analysis of Kompas Daily News
The phenomenon of power in Yogyakarta attracted the attention of various groups, including the national media when differences of opinion emerged regarding the requirements for candidates for Governor and Deputy Governor candidates of the Special Region of Yogyakarta. The Governor of Yogyakarta is directly held by the Sultan as the King of the Yogyakarta Palace in accordance with the Yogyakarta Privileges Law. The problem arose when Sultan HB X did not have a son, and some parties interpreted the special law and regional regulations requiring that the governor of Yogyakarta be held, male. This problem has attracted the national media to produce news texts related to the pros and cons of women leaders in Yogyakarta. This research intends to uncover how the national media of Kompas daily constructs discourses on the rejection of female leaders and how the struggle for public acceptance or ideological ideas related to leadership succession in Yogyakarta. With a qualitative approach, the method used in this study is Norman Fairclough\u27s Critical Discourse Analysis model. News texts related to the issue of leadership succession were analyzed starting from the text level, discourse level, and sociocultural level. The results of the study found that the production of the Kompas daily news text in practice represents a group that rejects female leaders in Yogyakarta. Local political elites in parliament, Keraton aristocrats, and Sultan HB X mutually defend their views on women\u27s rights to become leaders in Yogyakarta. Kompas Daily provides a space for discourse on the issue of women\u27s rejection to represent their side of those who reject women leader
Identifikasi Pola Pembelajaran Daring dimasa Pandemi Covid-19 menggunakan Teknik Data Mining
Pembelajaran daring merupakan model pembelajaran yang digunakan selama masa pandemi Covid-19 dan terbukti efisien. Peningkatan kualitas pembelajaran daring terus dilakukan agar supaya model ini tidak saja efisien tetapi juga efektif ketika mahasiswa dan dosen berada di rumah masing-masing untuk proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola yang terjadi pada pembelajaran daring untuk menemukan media dan metode pembelajaran yang dapat digunakan dosen sehingga proses pembelajaran menjadi efektif. Dengan menggunakan pendekatan data mining dengan teknik pengumpulan data menggunakan survei online, pola yang teridentifikasi menyatakan bahwa media pembelajaran Google Meet, Video Pembelajaran, dan Zoom Meeting memiliki relasi yang kuat untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Demikian pula dengan pola pada metode pembelajaran, hasil identifikasi mengungkapkan bahwa metode ceramah yang disertai diskusi, dapat membantu mahasiswa memahami dan mengerti materi perkuliahan yang diajarkan karena metode tersebut memiliki relasi yang kuat. Dengan hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan bagi para dosen untuk menyusun strategi pembelajaran daring yang efektif
Hubungan Literasi Digital dengan Perilaku Penyebaran Hoaks pada Kalangan Dosen di Masa Pandemi Covid-19
Abstrak – Jumlah penyebaran hoaks di masa pandemi covid-19 cukup memprihatinkan. Kajian Tirto.id menemukan fakta bahwa tahun 2020 menjadi tahun terburuk karena jumlah sebaran hoaks mengalami peningkatan paling tajam (133 persen) bila dibandingkan tahun 2019 dari yang semula 1.011 kasus menjadi 2.360 kasus. Fenomena penyebaran hoaks tersebut menjadi sebuah isu tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat termasuk dosen selaku insan akademis. Dosen memiliki peran dan tanggung jawab strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dalam menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya mengendalikan penyebaran hoaks melalui pendidikan. Hanya saja, tidak menutup kemungkinan bahwa penyebaran hoaks datang dari kalangan dosen itu sendiri. Terlebih lagi aktivitas dosen saat ini masih banyak dilakukan dari rumah (work from home) dengan memanfaatkan teknologi informasi (internet) sehingga berpeluang lebih sering menerima berbagai informasi hoaks. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik responden dan literasi digital dengan perilaku penyebaran hoaks pada kalangan dosen di masa pandemi covid-19. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengambilan data menggunakan kuesioner secara daring kepada 49 responden. Teknik analisis data menggunakan korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan nyata antara masa kerja, pengetahuan tentang hoaks dan literasi digital dengan perilaku penyebaran hoaks pada kalangan dosen di masa pandemi Covid-19.
The Effect of News about Vaksin Nusantara on Millennial\u27s Trust In The Performance of Jokowi\u27s Cabinets Volume II
Pandemi Covid-19 yang saat ini menyebar hingga keseluruh negara membuat setiap pemerintah dinegara manapun berupaya untuk melakukan pengendalian pandemi ini. salah satu langkah dalam pengendalian pandemi ini adalah dengan melakukan program vaksinasi bagi warga negaranya agar dapat mengurangi risiko atas dampak virus corona. Indonesia juga mendukung program vaksinasi covid-19 ini dengan melakukan impor vaksin dari luar negeri dan juga mendukung pengembangan vaksin di Indonesia. salah satu vaksin pengembangan indonesia adalah vaksin nusantara yang digagas oleh Terawan selaku mantan mentri kesehatan RI. Namun pada perjalanannya vaksin ini mendapat kontroversi pro dan kontra dimasyarakat karena permasalahan tidak lolos uji klinis yang dilakukan oleh BPOM, namun tetap melakukan vaksinasi ke beberapa tokoh. Penelitian ini ingin mengetahui adakah pengaruh pemberitaan vaksin nusantara terhadap kepercayaan terhadap kinerja kabinet Jokowi jilid II khususnya pada generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen. Dan hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak adanya pengaruh signifikan antara pengembangan vaksin nusantara terhadap kepercayaan generasi milenial pada kinerja kabinet Jokowi jilid II
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Pencegahan Informasi Hoaks pada Remaja di SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap penyebaran informasi hoaks pada remaja di SMA N 7 Kota Lhokseumawe. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang menjadikannya rawan terhadap penyebaran informasi hoaks. Melalui peningkatan kemampuan literasi digital pada remaja akan meningkatkan kemampuannya dalam bermedia sosial dan berinternet, juga mampu menganalisis keabsahan suatu informasi. Penelitian ini dilakukan dengan teknik kuantitatif dan korelasional sebagai jenis risetnya. Riset ini menggunakan representatif responden sebanyak 72 orang dan instrument penelitian angket. Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara signifikan dan negatif literasi digital berpengaruh terhadap penyebaran linformasi hoaks sebesar 20,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi yang tinggi menjadikan penyebaran informasi hoaks bertambah rendah. Tingkat literasi digital remaja di SMA N 7 Kota Lhokseumawe termasuk pada kategori tinggi yaitu sebesar 56.94%, dan tingkat penyebaran informasi hoaks termasuk pada kategori rendah yaitu 69,44%