Jurnal Pekommas
Not a member yet
263 research outputs found
Sort by
Tradisi dan Kepercayaan: Eksplorasi Komunikasi Ritual dalam Merajut Kerukunan Komunitas Bugis Towani Tolotang Sulawesi Selatan, Indonesia
This research aims to explore the ritual communication experience in knitting the harmony of the Bugis Towani Tolotang community in Amparita Sidenreng Rappang, South Sulawesi, Indonesia. The Bugis Towani Tolotang community has various local traditions and beliefs regarding social care, kinship, diversity, togetherness and equality as solidarity identity which is realized in building harmonious relationships. Data was obtained qualitatively through several informal conversational interviews through ritual communication (Tallotte, 2018) based on ritual theory (Turner 1962, 1969), and phenomenology (Schutz, 1972). The article focuses on the experience of the Bugis Towani Tolotang community, which is a group of communities that believe in worshiping God Dewata Seuwae. Bugis Towani Tolotang constructs ritual communication as a local tradition with its symbols and is considered to have meaning, including the meaning of offerings, requests and hopes. This meaning results from the communication process of subjective interpretation of the rituals mutual cooperation rituals, marriage, sipulung, mappenre inanre, and tudang sipulung. The article contributes to realize harmonious community relations through the discussion of finding the meaning of Bugis Towani Tolotang rituals in the hope of living together peacefully in kinship ties. Strengthening solidarity is essential as it forms bonds of kinship and togetherness. This contribution offers opportunities for traditional accommodation and ways of forming kinship bonds.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman komunikasi ritual dalam merajut kerukunan komunitas Bugis Towani Tolotang di Amparita Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Komunitas Bugis Towani Tolotang memiliki berbagai tradisi lokal dan kepercayaan mengenai kepedulian sosial, kekeluargaan, keberagaman, kebersamaan, dan kesetaraan sebagai identitas solidaritas yang diwujudkan dalam merajut kerukunan dengan hubungan harmonis. Data diperoleh secara kualitatif melalui beberapa wawancara percakapan informal melalui proses komunikasi ritual (Tallotte, 2018) berdasarkan teori ritual (Turner 1962, 1969), dan fenomenologi (Schutz, 1972). Artikel terfokus pada pengalaman komunitas Bugis Towani Tolotang yang merupakan sekelompok komunitas dengan kepercayaan menyembah Tuhan Dewata Seuwae. Bugis Towani Tolotang mengkonstruksi komunikasi ritual sebagai tradisi lokal secara simbol tersendiri dan dianggap mempunyai makna, di antaranya makna persembahan, permohonan, dan harapan. Makna tersebut dihasilkan dari proses komunikasi interpretasi subjektif ritual gotong-royong, perkawinan, sipulung, mappenre inanre, dan tudang sipulung. Artikel ini berkontribusi untuk mewujudkan hubungan harmonis komunitas melalui pembahasan pencarian makna ritual Bugis Towani Tolotang dengan harapan dapat hidup bersama secara damai dalam ikatan kekerabatan. Penguatan solidaritas sangat penting karena membentuk ikatan kekeluargaan dan kebersamaan. Kontribusi ini menawarkan peluang akomodasi tradisional dan cara membentuk ikatan kekerabatan
Eksplorasi Dampak Chatbot Bertenaga AI (ChatGPT) Pada Pendidikan: Studi Kualitatif Tentang Manfaat dan Kerugian
The advancement of technology has driven the implementation of artificial intelligence-based chatbots in various fields, including education. This research investigates the impact of the presence and usage of AI-powered chatbots (Chat GPT) in the field of education, with a focus on potential benefits and drawbacks. The study employs a qualitative approach, gathering data through in-depth interviews and participatory observations in multiple educational institutions. Additionally, responses and perspectives from educators, students, and administrative staff are obtained through structured questionnaires. This research reveals that using AI-powered chatbots in education brings several benefits, such as improving the accessibility of learning materials, providing personalized learning support, and addressing individual challenges in the teaching and learning process. However, on the other hand, there are some drawbacks, including the potential replacement of essential social interactions between teachers and students and concerns regarding privacy issues and ethical use of data. Based on these findings, this study concludes that implementing AI-powered chatbots in education can provide significant benefits but also requires careful consideration of potential negative impacts. Overall, this article provides a profound understanding of how AI-based chatbots can be valuable tools in supporting the teaching and learning process while identifying aspects that need to be considered to optimize benefits and minimize risks in their usage.Perkembangan teknologi telah mendorong penerapan chatbot berbasis kecerdasan buatan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Penelitian ini menginvestigasi dampak kehadiran dan penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan (Chat GPT) dalam dunia pendidikan dengan fokus pada manfaat dan kerugian yang mungkin timbul. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa lembaga pendidikan. Selain itu, tanggapan dan pandangan dari dosen, mahasiswa, dan staf administrasi juga diperoleh melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan dalam pendidikan memberikan sejumlah manfaat, seperti meningkatkan aksesibilitas materi pembelajaran, memberikan dukungan belajar yang personal, dan membantu mengatasi tantangan-tantangan individu dalam proses belajar-mengajar. Namun, di sisi lain, terdapat beberapa kerugian, seperti potensi menggantikan interaksi sosial yang penting antara dosen dan mahasiswa, serta kekhawatiran terhadap masalah privasi dan etika penggunaan data. Berdasarkan temuan ini, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan dalam pendidikan memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang signifikan, tetapi juga memerlukan pertimbangan yang hati-hati terhadap dampak negatif yang mungkin timbul. Secara keseluruhan, artikel ini berkontribusi untuk memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana chatbot berbasis kecerdasan buatan dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam mendukung proses belajar-mengajar, serta mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan untuk mengoptimalkan manfaat dan meminimalkan risiko dalam penggunaannya. 
Keterlibatan Netizen pasca Insiden dalam Olahraga: : Analisis Media Sosial pada Tragedi Kanjuruhan
Abstract - The tragic football stampede in Kanjuruhan in October 2022 resulted in significant public concern and engagement, prompting a study to analyze online public sentiment and engagement in the aftermath of the event, focusing on the role of social media in shaping public perceptions and reputation of such incidents. The research employed a mixed-methods approach, including content and sentiment analysis of online news articles and social media posts. The findings contributed to the understanding of the impact of social media on public sentiment and engagement, as well as the need for further research on the effects of social media on public discourse, particularly in the context of tragic events. The study found that social media played a crucial role in shaping public perceptions, selling discussions, and elevating the popularity of such incidents. The analysis provided valuable insights into the implications of social media engagement and the need for further research to understand its broader impact and the influence of cultural and social factors on public responses to tragic events.Abstrak: Penyerbuan sepak bola tragis di Kanjuruhan pada Oktober 2022 menghasilkan perhatian dan keterlibatan publik yang signifikan, mendorong penelitian ini untuk menganalisis sentimen dan keterlibatan publik online setelah peristiwa tersebut, dengan fokus pada peran media sosial dalam membentuk persepsi dan reputasi publik tentang insiden tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, termasuk analisis konten dan sentimen artikel berita online dan posting media sosial. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman tentang dampak media sosial pada sentimen dan keterlibatan publik, serta perlunya penelitian lebih lanjut tentang efek media sosial pada wacana publik, terutama dalam konteks peristiwa tragis. Studi ini menemukan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik, menjual diskusi, dan meningkatkan popularitas insiden semacam itu. Analisis ini memberikan wawasan berharga tentang implikasi keterlibatan media sosial dan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami dampaknya yang lebih luas dan pengaruh faktor budaya dan sosial terhadap tanggapan publik terhadap peristiwa tragis
Analisis Kemampuan Literasi Digital Siswa Dalam Pembelajaran Hybrid di Sekolah Menengah Kejuruan
The COVID-19 pandemic has shifted all learning patterns from offline to online to hybrid, in which hybrid learning pattern is a combination of offline learning and online learning. The hybrid learning process is closely related to digital literacy skills, therefore research is needed to determine the digital literacy level of vocational high school students when studying online or offline. The digital competency tested in this research is the Digital Literacy Competency of the Ministry of Communications and Informatics, SiBerkreasi & Deloitte (2020) where digital literacy competency is divided into 4 competencies, namely digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety. The summary of research results collected from 108 students through a questionnaire with 30 indicators to measure all students\u27 digital literacy abilities is that empirical descriptive data shows students with digital literacy skills in the low category of 18.5%, the medium category of 65.7% and the high category of 15.7%, which can be concluded that that on average students have moderate literacy skills which are shown at 65.7%. This is of course good, but must still be improved.Pandemi COVID-19 telah menggeser segala pola pembelajaran dari luring ke daring hingga ke hybrid, yang dimaksud dengan pola pembelajaran hybrid adalah kombinasi antara pembelajaran luring dan pembelajaran daring. Proses pembelajaran hybrid sangat berkaitan dengan kemampuan literasi digital maka dari itu diperlukan penelitian untuk mengetahui tingkat literasi digital siswa sekolah menengah kejuruan pada saat belajar daring maupun luring. Kompetensi digital yang diuji pada penelitian ini yaitu Kompetensi Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, SiBerkreasi & Deloitte (2020) dimana kompetensi literasi digital tersebut dibagi menjadi 4 kompetensi yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Adapun rangkuman hasil penelitian yang dikumpulkan dari 108 siswa melalui angket dengan 30 indikator untuk mengukur seluruh kemampuan literasi digital siswa yaitu data deskriptif empirik menunjukkan siswa dengan kemampuan literasi digital kategori rendah 18.5%, kategori sedang 65.7% dan kategori tinggi 15.7%, yang dapat disimpulkan bahwa bahwa rata-rata siswa memiliki kemapuan literasi sedang yang ditunjukkan diangka 65.7% hal tersebut tentu saja sudah baik, namun harus tetap ditingkatkan
Analisis Model UTAUT pada Adopsi TIK di Institusi Komisi Pemilihan Umum (KPU)
The Covid-19 pandemic has had an impact on the management of government agencies. To maintain optimal employee performance, efforts have been made to adopt Information and Communication Technology (ICT). One way is to use the Zoom Meeting application as an alternative media for organizational communication within the General Elections Commission (KPU). However, the quality of this application-based implementation needs to be evaluated to identify its strengths and weaknesses so that its use can be relevant to organizational goals. This evaluation uses the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model combined with the time zone construct. This study uses a quantitative method involving 254 respondents taken through a voluntary response convenience technique from internal KPU institutions (covering 34 provinces). The results show that of the five UTAUT constructs, performance expectancy and facilitation conditions positively affect employee behavioral intentions using the Zoom Meeting application during the Covid-19 pandemic. In comparison, the other three constructs have the opposite effect.Pandemi Covid-19 berdampak pada manajemen instansi pemerintah. Untuk mempertahankan kinerja karyawan yang optimal, telah dilakukan upaya untuk mengadopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Salah satu caranya adalah dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting sebagai alternatif media komunikasi organisasi di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, kualitas implementasi berbasis aplikasi ini perlu dievaluasi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya agar penggunaannya dapat relevan dengan tujuan organisasi. Evaluasi ini menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang dipadukan dengan konstruk zona waktu.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 254 responden yang diambil teknik voluntary response convenience dari internal lembaga KPU (mencakup 34 provinsi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima konstruk UTAUT, performance expectancy dan facilitation conditions berpengaruh positif terhadap behavioral intentions karyawan dalam menggunakan aplikasi Zoom Meeting di masa pandemi Covid-19. Sebagai perbandingan, tiga konstruksi lainnya memiliki efek sebaliknya
Analisis Hoaks Yang Dipublikasikan Berulang
This study is about repeated hoaxes. This is qualitative research. The online library method was applied to collect references, theories, and data. Data triangulation was needed to ensure that the data used were fact-checked and verified as hoaxes. Data collected by the tapping method and note-taking technique. Data were collected from Turnbackhoax.id. The ‘Search’ menu on the Turnbackhoax.id website was used to find data with some keywords. Data were presented in the form of links of the fact-checked result of old hoaxes and recycled hoaxes followed with its clarification. Data analysis used the descriptive method assisted by the triangulation method with theories. The result of this study showed hoax producers got an advantage over internal and external factors. The internal factor, hoax maker chose topics that seem important and were presented with a persuasive or provocative narrative. The first external factor was the level of literation of the recipient of the information. Second, environmental conditions or momentum that supported the spread of repeated hoaxes. Then, the momentum that could trigger friction in society also supports the circulation of repeated hoaxes.Penelitian ini mengkaji hoaks yang berulang. Ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pustaka daring digunakan untuk mengumpulkan referensi, teori, dan data. Triangulasi data diaplikasikan untuk memastikan data sudah melalui cek fakta dan terverifikasi hoax. Pengumpulan data menggunakan metode sadap dan teknik catat. Data dikumpulkan dari Turnbackhoax.id. Menu ‘Search’ digunakan mencari data dengan kata kunci. Data disajikan dalam bentuk dokumentai tautan hoaks lama dan daur ulang, dilanjutkan dengan klarifikasinya. Data disajikan secara terorganisir dan berkala. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan metode triangulasi teoritis. Hasilnya, hoaks dengan konten sama bisa beredar berulang kali di berbagai platform digital. Produsen hoaks memanfaatkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal, yaitu topik yang dianggap penting disajikan dengan narasi yang persuasif atau provokatif. Faktor eksternal pertama adalah tingkat literasi penerima informasi yang masih rendah. Kedua, kondisi lingkungan atau momentum yang mendukung terulangnya penyebaran hoax. Kemudian, momentum yang bisa memicu gesekan di masyarakat juga mendukung beredarnya hoax yang berulang
Prediksi Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan North Wangurer Menggunakan Regresi Linear Berganda
The level of social welfare in a country can determine the quality and condition of the country itself. North Wangurer sub-district is in Madidir District, Bitung City, with a population of around 750 households. The level of community welfare in this sub-district is solely based on the monthly income obtained from each community which is regarded to be ineffective. Thus, this research aimed to predict the level of community welfare at this sub-district using the multiple linear regression method. It was hoped that this research could provide insights for the North Wangurer sub-district office to make more effective policies/decisions to increase the level of welfare in hope of eradicating poverty and equitably distributing social assistance to the targetted households. There were four independent variables employed in this research such as income, education, occupation, and the number of family members. Meanwhile, the dependent variable was the level of community welfare consisting of Pra-KS, KS-I, KS-II, KS-III, and KS-III Plus as acknowledged by BKKBN. The results revealed that the level of community welfare for the North Wangurer sub-district was in Prosperous Family III Plus (Level 5). Most of the families (98,7%) in this sub-district can meet all basic needs, social psychology and its development, and self-accountability (self-esteem).Tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dapat menentukan kualitas dan kondisi negara itu sendiri. Kelurahan Wangurer Utara berada di kecamatan Madidir Kota Bitung dengan jumlah penduduk sekitar 750 kepala keluarga. Tingkat kesejahteraan masyarakat di kelurahan ini hanya berdasarkan pendapatan bulanan yang diperoleh dari masing-masing masyarakat dianggap tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kesejahteraan masyarakat di kecamatan tersebut dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pihak kelurahan Wangurer Utara untuk membuat kebijakan/keputusan yang lebih efektif untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dengan harapan dapat mengentaskan kemiskinan dan pemerataan bantuan sosial kepada rumah tangga sasaran. Ada empat variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini seperti pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga. Sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat kesejahteraan masyarakat yang terdiri dari Pra-KS, KS-I, KS-II, KS-III, dan KS-III Plus yang diakui oleh BKKBN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kelurahan Wangurer Utara berada pada Keluarga Sejahtera III Plus (Level 5). Hampir semua keluarga (98,7%) di kelurahan ini dapat memenuhi semua kebutuhan dasar, psikologi sosial dan perkembangannya serta rasa tanggung jawab diri (self-esteem)
Penerapan Penerapan Breadth-first Search (BFS) Pada Perancangan Website Sistem Informasi Struktur Marga Kabupaten Pegunungan Bintang: Penerapan Breadth-first Search (BFS) Pada Perancangan Website Sistem Informasi
Struktur Marga Kabupaten Pegunungan Bintang sangat penting dan paten berdasarkan garis keturunan ayah (patrilineal) dan pewarisan kepemilikan aset budaya dan kekayaan alam (tanah) sehingga sudah menjadi kewajiban mengetahui silsilah keluarga yang di miliki oleh setiap anggota keluarga daerah pegunungan bintang. Dikarenakan belum adanya sistem informasi Struktur Marga Pegunungan Bintang maka menjadi dasar oleh pihak terkait termaksud Pemda setempat berinisiatif membuat rancangan sistem informasi berbasis website untuk pengelolaan sumber daya manusia serta sumber daya alam sekaligus mempromosikan budaya kabupaten pegunungan bintang, diharapkan generasi muda pada saat ini tidak melupakan garis keturunannya. Metode dalam rancangan sistem informasi berbasis website menggunakan metode Breadth-first Search (BFS) Penyajian informasi secara hirarki membentuk layanan susunan marga yang kompleks dan pencarian dari kode level, kemudian membantu ketika proses penginputan, pengelolaan, dan akses informasi yang luas. Penelitian ini menghasilkan pengujian parameter yang cukup baik dan menampilkan struktur marga secara keselurhan berdasarkan parameter data yang ditampilkan
Pengaturan Lampu Lalu Lintas Untuk Prioritas Jalan Pada Kendaraan Darurat Menggunakan Metoda Algoritma Even-Odd
An emergency is a condition that must be dealt quickly. Fire and accident victims are one example of conditions that must be dealt quickly, but heavy traffic conditions severely hinder emergency vehicles on reaching locations, especially when dealing with a crossroad. A traffic light system that is capable of detecting the presence of emergency vehicles and prioritizing roads for emergency vehicles at a crossroad will greatly assist emergency vehicles in reaching locations that require a quick treatment. Even-Odd Algorithm is an algorithm that can be used to test a point whether the tested point is inside or outside the polygon. By implementing this algorithm, system can detect a vehicle location with GPS sensor that provides a coordinate point against the mapping area that called a system activation in detecting the presence of emergency vehicles at traffic light area. When the system detects the presence of emergency vehicles, system can immediately give a priority to the path where the emergency vehicle detected. With this detection system emergency vehicle can immediately get a priority to pass through the path, that will make an emergency situations served quickly. According to this research even-odd algorithm can be used to detect the location of emergency vehicle in mapping area.Keadaan darurat merupakan keadaan yang harus dapat ditangani secepat mungkin. Kebakaran dan korban kecelakaan merupakan salah satu contoh kondisi yang harus ditangani dengan cepat, namun kondisi lalu lintas yang padat sangat menghambat kendaraan penanganan darurat dalam mencapai lokasi terutama pada saat berhadapan dengan persimpangan jalan raya. Sebuah sistem lampu lalu lintas yang mampu mendeteksi keberadaan kendaraan darurat dan memberikan prioritas jalan kepada jalur yang akan dilalui kendaraan darurat pada suatu persimpangan jalan akan sangat membantu kendaraan darurat dalam mencapai lokasi ang dituju. Sistem pendeteksian kendaraan dapat dilakukan dengan menerapkan algoritma even-odd yang mampu menghitung koordinat kendaraan terhadap pemetaan wilayah berbentuk poligon yang digunakan sebagai wilayah aktivasi sistem dalam mendeteksi keberadaan kendaraan darurat pada tiap persimpangan jalan, sehingga jika sistem mendeteksi keberadaan kendaraan darurat sistem dapat segera memberikan prioritas jalan terhadap jalur yang sedang dilalui kendaraan tersebut. Dengan diterapkannya sistem pendeteksian ini kendaraan darurat akan mendapatkan prioritas jalan untuk melewati persimpangan sesegera mungkin karena sistem dapat memprioritaskan jalur yang akan dilalui pengguna segera setelah lokasi pengguna memasuki wilayah aktivasi sistem yang berjalan secara real-time. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa algoritma even-odd dapat digunakan dalam implementasi proses pendeteksian lokasi kendaraan darurat pada wilayah hasil pemetaan. 
Peningkatan Civic Literasi dengan Memanfaatkan Literasi Digital Melalui Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi
The reading index in Indonesia is still relatively low, so many students become victims of fake news that develops on social media. In addition, students have not been able to utilize digital technology and digital literacy optimally, which has implications for weak knowledge related to civic literacy. The research designs used are literature reviews and qualitative research types. The research method is literature, while the data collection technique uses document studies, and the data analysis used is content analysis. Civic literacy has an important role in facing the era of society 5.0, with the ability to greatly help students participate in realizing harmony in the lives of the nation and state. Society 5.0 has a tough challenge for higher education if each lecturer does not equip students with civic literacy skills. The strategy of strengthening civic literacy through digital literacy can be done effectively by implementing varied learning methods and using digital-based learning media. Through this, students will be interested in learning, considering that they are a digital native generation who cannot be separated from digital technology. Increasing civic literacy is very effective by utilizing digital literacy so that every student can adapt to the times, especially in the era of society 5.0.Indeks membaca di Indonesia masih tergolong masih rendah sehingga banyak mahasiswa menjadi korban dari berita bohong yang berkembang di media sosial. Selain itu, mahasiswa belum mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai literasi digital dengan maksimal, sehingga berimplikasi pada lemahnya pengetahuan terkait civic literacy. Desain penelitian yang digunakan adalah literatur review dan jenis penelitian kualitatif. Metode penelitiannya adalah kepustakaan, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Civic literacy memiliki peranan yang penting dalam menghadapi era society 5.0, dengan adanya kemampuan civic literacy sangat membantu mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mewujudkan keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Society 5.0 memiliki tantangan yang berat bagi pendidikan tinggi, apabila setiap dosennya tidak membekali kemampuan civic literacy pada mahasiswa. Strategi penguatan civic literacy melalui literasi digital dapat dilakukan dengan efektif, dengan cara mengimplementasikan metode pembelajaran yang bervariatif dan menggunakan media pembelajaran yang berbasis digital. melalui hal tersebut, mahasiswa akan tertarik dengan pembelajaran tersebut, mengingat mahasiswa merupakan generasi digital native yang tidak bisa lepas dengan teknologi digital. Penguatan civic literacy sangat efektif dilakukan dengan memanfaatkan literacy digital sehingga setiap mahasiswa dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya era society 5.0