Jurnal Pekommas
Not a member yet
    263 research outputs found

    Satu Dekade LAPOR: Tren Penggunaan Kanal Layanan SP4N

    No full text
    The government built a National Public Service Complaint Management System (SP4N) to control public services. Complementing the implemented complaint service running through various channels at the national level, as well as Ministries, Institutions, and Local Governments (K/L/D), the government initiated the People\u27s Online Aspirations and Complaints Service (LAPOR) featured digital channels. This research examines the SP4N service channel usage trends, especially in the 2013-2022 decade after LAPOR launched. Conducting descriptive analysis of the national SP4N usage data, the research reveals SP4N usage trends, channel usage trends, and channel contributions to SP4N usage. The SP4N usage in the last decade fluctuated but still has a positive growth trend. There has been a shift in the channel usage trend among digital channels, with the three most dominant channels being SMS, website and Android apps. The three digital channels also have the highest contribution, but traditional channels still emerge as one of the channels that need to be considered. Face-to-face is the only traditional channel included in the top 1000 usage and once reached an annual contribution of 1%. The research provides three recommendations: ineffective channel management policies, strengthening social media channels, and strategies for developing traditional channels.Pemerintah membangun Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) untuk mengontrol pelayanan publik. Melengkapi layanan pengaduan yang telah berjalan melalui berbagai kanal di tingkat nasional, maupun Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah (K/L/D), pemerintah menginisiasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang menggunakan kanal digital. Penelitian ini  bertujuan mengkaji tren penggunaan kanal layanan SP4N, khususnya pada dekade 2013-2022 setelah LAPOR diluncurkan. Dengan menggunakan analisis deskriptif terhadap data kuantitatif dari statistik SP4N nasional, penelitian mengungkap tren penggunaan layanan SP4N, tren penggunaan kanal, dan kontribusi kanal terhadap penggunaan SP4N. Penggunaan SP4N dalam 10 tahun terakhir bersifat fluktuatif, namun tetap memiliki tren pertumbuhan positif. Terjadi pergeseran tren penggunaan kanal di antara kanal-kanal digital, dengan tiga kanal paling dominan adalah SMS, website, dan aplikasi Android. Ketiga kanal digital tersebut juga memiliki kontribusi paling tinggi, namun kanal tradisional tetap muncul sebagai salah satu kanal yang perlu dipertimbangkan. Tatap muka menjadi satu-satunya kanal tradisional yang masuk dalam top 1000 usage dan pernah mencapai kontribusi tahunan 1%. Penelitian memberikan tiga rekomendasi manajemen kanal terkait kebijakan penanganan kanal yang kurang efektif, penguatan kanal media sosial, dan strategi pengembangan kanal tradisional

    Sistem Presensi Mahasiswa Menggunakan Fitur Deteksi Wajah Berbasis Cognitive Internet of Things

    No full text
    Attendance fraud is often found in the presence of fake attendance from students. To overcome this problem, we apply the Haar-Like Feature Cascade method as the basis for building a face attendance system based on the Cognitive Internet of Things (CIoT). The proposed system works by representing local intensity patterns on the face image so that it will recognize students even from various frontal positions. The results of this research show a precise student face recognition that is able to recognize faces well. The conclusion of this research is that the Haar-like Feature Cascade method is able to detect faces precisely and can be used as a basis for developing student attendance technology based on the Cognitive Internet of Things.Tindak kecurangan presensi sering kali ditemukan adanya kehadiran palsu dari mahasiswa. Untuk mengatasi hal tersebut, kami menerapkan metode Haar-Like Feature Cascade sebagai dasar dalam membangun sistem presensi wajah berbasis Cognitive Internet of Things (CIoT). System yang diusulkan bekerja dengan merepresentasikan pola intensitas lokal pada citra wajah sehingga akan mengenali mahasiswa walaupun dari berbagai posisi depan. Hasil penelitian ini menunjukkan pengenalan wajah mahasiswa yang presisi yang mampu mengenali wajah dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Haar-like Feature Cascade mampu mendeteksi wajah secara presisi dan dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan teknologi presensi mahasiswa berbasis Cognitive Internet of Things

    Desain Infrastructure as Code (IaC) untuk Automasi Pengamanan Jaringan: Hardening Router Berbasis Mikrotik

    No full text
    The router plays an important role in managing data packet traffic in the network infrastructure, so its role is central and crucial. Disruption of Router functions by cyber-attacks will have a direct impact on the quality of Information Technology (IT) services in the network as a whole. Therefore, it is necessary to harden the router to protect it from cyber-attacks. But on the other side, securing (Hardening) Router also often encounters several obstacles and challenges, such as configuration errors or configuration processes that are repeated and tend to consume a lot of time and energy, especially if there are a lot of devices configured. By using the PPDIOO method, this study aims to design Infrastructure as Code (IaC) which focuses on MikroTik-based Router Hardening through an automation process. The results obtained were that all IaC designs had been successfully implemented through the automation process and no errors had been encountered. The total duration of hardening through automation was 4 minutes 28 seconds. The results of the system security test showed that the router was successfully protected and no vulnerabilities were encountered.Router berperan penting dalam mengatur lalu lintas paket data didalam infrastruktur jaringan, sehingga perannya menjadi sentral dan krusial. Terganggunya fungsi Router oleh serangan siber akan berdampak secara langsung pada kualitas layanan Teknologi Informasi (TI) di dalam jaringan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, diperlukan adanya pengamanan (Hardening) sebagai upaya untuk melindungi Router dari serangan siber. Namun disisi lain, proses Hardening terhadap Router juga kerap menemui beberapa kendala dan tantangan, seperti kesalahan konfigurasi atau proses konfigurasi yang berulang-ulang dan cenderung menghabiskan banyak waktu serta energi, terutama jika perangkat yang dikonfigurasi tersebut berjumlah banyak. Dengan menggunakan metode PPDIOO, penelitian ini bertujuan untuk mendesain Infrastructure as Code (IaC) yang berfokus pada Hardening Router berbasis MikroTik melalui proses automasi. Hasil yang diperoleh adalah seluruh desain IaC berhasil diimplementasi melalui proses automasi dan tidak ditemui adanya eror. Total durasi pelaksanaan hardening melalui automasi adalah 4 menit 28 detik. Dari hasil uji keamanan sistem diperoleh hasil bahwa Router berhasil terlindungi dan tidak ditemui adanya celah keamanan

    D Podcast Video dan Strategi Pemilihan Konten dalam Times Indonesia Podcast pada Times TV Jogja

    No full text
    Podcast users continue to increase, including the development of video podcasts. The phenomenon of online media that presents video podcast continues to grow. Even online media can publish content not only on podcast applications such as Spotify, Anchor and other applications, but also uploaded on YouTube channel. Times Indonesia Podcast is one of those that creates video podcast content which is then uploaded to the youtube channel. The research was conducted on the Yogyakarta Regional Times Indonesia Podcast video podcast. This study aims to find a video podcast model and content selection strategy as an alternative broadcasting medium for the Times Indonesia Podcast broadcast program on Times TV Jogja. The research was conducted using a qualitative descriptive method with phenomenological research methods. Data collection techniques in the form of interviews and observations. The results of the study found that the video podcast model developed or produced by Times Indonesia Regional Yogyakarta is a type of interview podcast and the publication model does not use the podcast platform but is published using the youtube channel. The topic selection strategy refers to topics that are currently being discussed by the public, viral topics, and national topics related to regional issues in Yogyakarta.Pengguna podcast terus meningkat termasuk berkembangkannya podcast video. Fenomena media online yang menyuguhkan podcast video terus berkembang.  Bahkan media online dapat mempublikasikan konten bukan hanya di aplikasi podcast seperti spotify, anchor dan aplikasi lainnya, namun juga diunggah di kanal youtube. Times Indonesia Podcast salah satu media massa online yang membuat konten podcast video kemudian diunggah pada kanal youtube. Penelitian dilakukan pada podcast video Times Indonesia Podcast Regional Yogyakarta dengan tujuan untuk menemukan model podcast video dan strategi pemilihan konten dalam program siaran Times Indonesia Podcast pada Times TV Jogja. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa model podcast video yang dikembangkan atau diproduksi Times Indonesia Regional Yogyakarta merupakan jenis podcast wawancara dan model publikasi tidak menggunakan platform podcast namun dipublikasikan menggunakan kanal youtube. Startegi pemilihan topik dalam konten podcast video mengacu  pada topik yang sedang hangat dibicarakan masyarakat, topik viral dan topik bersifat nasional yang dikaitkan dengan isu daerah di Yogyakarta

    Meningkatkan Kualitas Aplikasi Dengan Menggunakan Metode Design Science Research (DSR) Berdasarkan Analisis TRI dan TAM

    No full text
    Abstract – This research is conducted to develop prototype with Design Science Research (DSR) methodology for Fundraising Information System (SANDRA) 2.0 Dompet Dhuafa. SANDRA is a web application which is used to manage donation funds and used by internal employees. However, on the actual condition there are several users complaining about complex data search, long loading time, and complex donation flow. The research is started with first iteration which is accomplished by questionnaire based on combined Technology Readiness Index (TRI) and Technology Acceptance Model (TAM) to determine the factors that affect users’ intention by its users. The result of this is that the users prioritize the usefulness of the application. The development on this research is focused on the minimizing the data searching process and adding new feature to reduce donation process. On the second iteration, the prototype is evaluated by the user’s using questionnaire and interview session with the representative of users. Users feel that the improvement is increasing their performance. By utilizing the DSR methodology, application development can be completed with close fulfilment of the requirement. The result of this research hopefully can be a suggestion for improvement on SANDRA application users and can contribute to academics’ knowledge.Abstrak – Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan prototipe aplikasi dengan metode Design Science Research (DSR) pada Sistem Informasi Fundraising (SANDRA) 2.0 Dompet Dhuafa.  SANDRA adalah aplikasi web yang digunakan mengelola dana donasi yang digunakan oleh internal karyawan. Namun pengguna aplikasi SANDRA melaporkan kendala yang mempengaruhi kenyamanan dan kinerja seperti kendala dalam pencarian data, loading cukup lama, hingga alur donasi yang cukup rumit. Penelitian dimulai dengan iterasi pertama, yaitu survei kuesioner teori Technology Readiness Index (TRI) dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengetahui tingkat kesiapan dan faktor yang mempengaruhi minat penggunaan aplikasi. Berdasarkan survei pada iterasi pertama ditemukan bahwa pengguna mengutamakan manfaat (perceived usefulness) dari aplikasi. Pengembangan prototipe dilakukan dengan fokus penyederhanaan proses pencarian data dan penambahan fitur untuk mempercepat proses donasi. Pada iterasi kedua, prototipe dievaluasi oleh pengguna melalui survei kuesioner dan sesi wawancara dengan perwakilan dari pengguna. Pengguna merasakan prototipe dapat meningkatkan kinerja mereka. Dengan menggunakan metode DSR, pengembangan sistem informasi dapat dengan tepat mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan saran perbaikan pada aplikasi SANDRA dan dapat berkontribusi secara keilmuan akademis

    Strategi Konten Instagram Dalam Meningkatkan Kesadaran Merek Museum Sonobudoyo Yogyakarta

    No full text
    The role of museums in the digital era is no longer directed at collections but towards \u27Edutainment\u27 (Educational Entertainment) which keeps up with the times by providing information and communication in visual form via Instagram. There are various ways that can be done in preserving culture, but the most important thing is how to raise awareness and a sense of belonging to love the culture itself, so that people will continue to be motivated to learn about it. The existence of the Sonobudoyo Museum in Instagram is expected to provide positive attractive insight to the community. This research is conducted to find out the Instagram content strategy carried out by the Sonobudoyo Museum in increasing brand awareness for the community. The type of research used is qualitative research with a descriptive analysis approach, that interprets the data with words or descriptions. The data collection techniques use the method of observation, interviews and documentation. The results of the study show that the content strategy for the Instagram @sonobudoyo account is implemented consistently. The strategies undertaken include context, communication, collaboration and connection. Brand awareness analysis contained in the @sonobudoyo account involves several elements, namely being different, meaningful, transferability, adaptability, and publicity. The advantage of this journal is the idea and concept of the authors who examine museum attractions with relevant theoretical approaches, supporting references, systematic descriptions, and easy-to-understand explanations.Peran museum pada era digital bukan lagi mengarah pada pengumpulan koleksi namun, mengarah pada ‘Edutainment’ (Educational entertainment) yang mengikuti perkembangan zaman dengan cara memberikan informasi dan komunikasi dalam bentuk visual melalui Instagram. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan budaya, namun yang paling penting adalah bagaimana cara menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki untuk mencintai budaya sendiri, dengan begitu masyarakat akan terus termotivasi untuk mempelajarinya. Adanya eksistensi dari Museum Sonobudoyo melalui Instagram diharapkan dapat memberikan wawasan positif daya tarik pada masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi konten Instagram yang dilakukan oleh Museum Sonobudoyo dalam meningkatkan brand awareness bagi masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif yaitu menginterpretasikan data dengan kata-kata atau deskripsi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi konten akun Instagram @sonobudoyo telah terlaksana dengan konsisten. Strategi yang dilakukan meliputi context, communication, collaboration dan connection. Analisis kesadaran merek yang terdapat pada akun @sonobudoyo melibatkan beberapa elemen yaitu be different, meaningful, transferability, adaptability dan publicity. Kelebihan dari jurnal ini yaitu ide dan gagasan penulis yang mengkaji objek wisata museum dengan pendekatan teori yang relevan, referensi yang mendukung, uraian yang sistematis dan penjelasan yang mudah dipahami

    Pengecekan Foto Pasport Menggunakan Metode Dnn Dan Facenet Sebagai Pengenalan Wajah

    No full text
    Examination of passport photos at this time still uses a manual system or requires human labor. In carrying out inspections, of course, this inspection procedure has several limitations, namely human error because officers also have limited manpower to carry out checks. The aim of this research is can recognize someone\u27s face thougharea face covered by objects or accessories. The method used as face detection vizDNN and methods for facial recognition viz FaceNet. For the results of testing the training model FaceNet has produced the best models with 97.48% accuracy to 5191 test image and for image testing is obtained image accuracy of 97% with test images of 412 and for testing in real time u got the result For normal facial conditions as big 90%, facial condition using glasses as big 83%, condition of the face using a maskas big70%, condition of the face using a hatas big 81% and facial condition using all accessories as big 66%.There forethe system has been running as expected and the methodFaceNet has been able to be implemented in real time on a facial recognition system with the accuracy of facial recognition Very good.Pemeriksaan foto paspor pada saat ini masih menggunakan system manual atau membutuhkan tenaga manusia. Dalam melakukan pemeriksaan tentunya tata cara pemeriksaan seperti ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu human error karena petugas juga memiliki keterbatasan tenaga dalam melakukan pengecekan. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengenali wajah seseorang meskipun area wajah tertutup oleh objek atau aksesoris. Metode yang digunakan sebagai deteksi wajah yaitu DNN dan metode untuk pengenalan wajah yaitu FaceNet. Untuk hasil pengujian training model FaceNet telah menghasilkan model terbaik dengan akurasi 97,48% terhadap 5191 citra uji dan untuk testing gambar didapat akurasi gambar sebesar 97% dengan citra uji 412 dan untuk pengujian secara realtime didapat hasil untuk kondisi wajah normal sebesar 90%, kondisi wajah menggunakan kacamata sebesar 83%, kondisi wajah menggunakan masker sebesar 70%, kondisi wajah menggunakan topi sebesar 81% dan kondisi wajah menggunakan semua aksesoris sebesar 66%. Dengan begitu sistem telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan metode FaceNet telah dapat diimplementasikan secara realtime pada sistem pengenalan wajah dengan akurasi pengenalan wajah yang sangat bai

    Representasi Korban dan Pelaku Kekerasan Seksual di Artikel Berita: Analisis Isi Artikel Berita detik.com Tahun 2021-2022

    No full text
    The rape case of 14 female students drew public attention along with news highlighting the case a lot. Fifty-six detik.com news articles were collected using the eight constructed weeks sampling method which were analyzed using the quantitative content analysis to see the representations of perpetrators and victims of sexual violence and the changes that occurred between before and after the rape case emerged within one year (9 June 2021 to June 8, 2022). Coding was carried out by grouping articles into the age category of perpetrators and victims, gender of both, relationship between them, number of victims, repeated violence felt by victims, identity of perpetrators, and the time period. Based on the Chi-square test, for one year, reporting on sexual violence was dominated by victims who were children, single, women, and knew the perpetrators. Meanwhile, the perpetrators are predominantly male and middle-aged (if the victim is a child). Regarding period, news coverage of single victims with repeated violence has increased since the case emerged. Reporting that matches field data can provide awareness to the public, while victimization and monsterization need to be evaluated because they can affect public perception, which requires specific guidelines in reporting sexual violence cases.Kasus pemerkosaan terhadap 14 santriwati menuai perhatian publik bersama dengan pemberitaan yang banyak menyorotinya. Sebanyak 56 artikel berita detik.com dikumpulkan melalui metode eight constructed weeks sampling yang dianalisis menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Tujuannya untuk melihat representasi pelaku dan korban kekerasan seksual serta perubahan yang terjadi antara sebelum dan sesudah kasus pemerkosaan 14 santri mencuat dalam kurun waktu satu tahun (9 Juni 2021 sampai 8 Juni 2022). Pengodean dilakukan dengan mengelompokan artikel pada kategori usia pelaku dan korban, jenis kelamin keduanya, hubungan mereka, jumlah korban, kekerasan berulang yang dirasakan korban, identitas pelaku, dan periode waktu. Berdasarkan uji Chi-square, selama satu tahun, pemberitaan kekerasan seksual didominasi oleh korban anak-anak, tunggal, perempuan, dan mengenal pelaku. Sementara itu, pelaku didominasi laki-laki dan paruh baya (jika korban anak-anak). Dari segi periode, pemberitaan mengenai korban tunggal dengan kekerasan berulang meningkat sejak kemunculan kasus. Pemberitaan yang sesuai dengan data lapangan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat, sementara victimization dan monsterization perlu dievaluasi karena dapat memengaruhi persepsi publik sehingga butuh kepada pedoman khusus dalam pemberitaan kasus kekerasan seksual

    Literasi Digital Masyarakat Kabupaten Bandung Barat

    No full text
    Human resources are an important aspect of digital transformation. People\u27s understanding and acceptance of technology, which leads to digital literacy, can drive the success of the digital transformation. An adaptive society is needed to accept existing digital developments, so it is very important to know the data on the digital literacy level of the community in an area to support development in that region. West Bandung Regency (KBB) is one of the areas that carry out digital transformation in various fields of life. This study aims to determine the level of digital literacy in the KBB society, determine the relationship between several sociodemographic factors and digital literacy, and provide recommendations regarding the condition of digital literacy in the KBB society. The research was carried out using a quantitative approach, with a sample of respondents selected by random sampling in the KBB society in seven selected sub-districts. The analysis was carried out both descriptively to determine the level of digital literacy in the KBB society and statistically using the chi-square test to see the relationship between several sociodemographic variables and digital literacy. The results of the study show that the digital literacy level of the people of West Bandung Regency is generally at an intermediate level. There is a relationship between the variables of education level, occupation, and digital literacy in the KBB society.Sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam transformasi digital. Pemahaman masyarakat dan penerimaan teknologi yang mengarahkan kepada literasi digital dapat mendorong keberhasilan transformasi digital. Diperlukan masyarakat yang adaptif dalam menerima perkembangan digital yang ada, sehingga data tingkat literasi digital masyarakat di sebuah wilayah sangat penting untuk diketahui dalam rangka mendukung pembangunan di wilayah tersebut. Kabupaten Bandung Barat (KBB) merupakan salah satu daerah yang melakukan trasnformasi digital di berbagai bidang kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital masyarakat di KBB dan untuk mengetahui hubungan beberapa faktor sosiodemografis terhadap literasi digital serta memberikan rekomendasi terkait kondisi literasi digital masyarakat KBB. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan sampel responden dilakukan secara random sampling kepada masyarakat di KBB di tujuh kecamatan terpilih. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat literasi digital masyarakat di KBB dan statistik dengan uji chi-square untuk melihat hubungan beberapa variabel sosiodemografis dengan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi digital masyarakat Kabupaten Bandung Barat secara umum berada pada level sedang. Terdapat hubungan antara variabel tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dengan literasi digital masyarakat KBB

    ANALISIS KENDALA DARI HASIL EVALUASI EUCS: UPAYA MENGANTISIPASI POTENSI KEKURANGAN PADA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI MASA DEPAN

    No full text
    This research aims to analyze the constraints that arise from the EUCS (End-User Computing Satisfaction) evaluation results and to propose measures to anticipate potential shortcomings in future information system development. In the context of ongoing digital transformation, information system plays an increasingly important role in supporting organizational success. However, constraints from EUCS evaluation results are often overlooked, which can negatively impact the quality of information system development. Through an in-depth analysis of the identified constraints, this research uses the narrative review method to identify constraints that could potentially recur in the future. Furthermore, this research proposes steps that can be taken to anticipate potential shortcomings in future information system development. The author found the obstacles that tend to recur are the completeness of information (content), information that is not up to date (accuracy), monotonous appearance (format), the use of systems that are not easy to learn (ease of use), and long response time (timeliness). So, in the future, this can be a concern when designing an information systemPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala yang muncul dari hasil evaluasi EUCS (End-User Computing Satisfaction) dan mengusulkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi kekurangan pada pengembangan sistem informasi di masa depan. Dalam konteks transformasi digital yang sedang berlangsung, sistem informasi memainkan peran yang semakin penting dalam mendukung keberhasilan organisasi. Namun, kendala-kendala dari hasil evaluasi EUCS sering kali terabaikan, yang dapat berdampak negatif pada kualitas pengembangan sistem informasi. Melalui analisis mendalam terhadap kendala-kendala yang diidentifikasi, penelitian ini menggunakan metode narrative review untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang berpotensi terulang kembali di masa depan. Selanjutnya, penelitian ini mengusulkan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengantisipasi potensi kekurangan pada pengembangan sistem informasi di masa depan. Penulis mendapati bahwa kendala-kendala yang akan cenderung muncul kembali adalah kelengkapan informasi (content), informasi yang kurang up to date (accuracy), tampilan yang monoton (format), penggunaan sistem yang tidak mudah untuk dipelajari (ease of use), dan respose time yang lama (timeliness). Sehingga untuk kedepannya bisa menjadi perhatian pada saat merancang sebuah sistem informasi

    149

    full texts

    263

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pekommas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇