Jurnal Pekommas
Not a member yet
    263 research outputs found

    Radio Strategy to Build Network Society, Case Study of Social Media Usage in Suara Surabaya Media (Strategi Radio untuk Membangun Masyarakat Berjaringan,Studi Kasus Penggunaan Sosial Media di Suara Surabaya Media)

    No full text
    Adapt to technological advances in the era of new media, conventional media should be able to perform with the new platform. Include making the convergence of new media-based Computer Mediated Communication (CMC). Working for 33 years and is filled with many achievements, Suara Surabaya (news radio in Surabaya-East Java) always tries to run the function of public sphere and building values, while maintaining the traffic report as a highlight in interactive broadcast format. To sharpen its existence as a mass media public sphere quality provider in Indonesia, Suara Surabayadistribute all content to all the conventional radio-based new media channels owned. E100 Community, container listener community in the virtual world, for example, was born and formed thanks to the loyalty of faithful listeners who often share the news on facebook E100. In this study, the method of analysis used is descriptive qualitative research based on the application of new media on society and Suara Surabaya. Techniques of data collection using interviews and observations.Beradaptasi dengan kemajuan teknologi di era media baru, media massa konvensional harus mampu tampil dalam bentuk media yang terbarukan. Diantaranya dengan melakukan konvergensi pada media-media baru berbasis computer mediated communication.  Sehingga, kekuatan media massa sebagai agen public sphere menjadi berlipat ganda. Berkarya selama 33 tahun dan kaya dengan berbagai penghargaan, radio Suara Surabaya (radio berita di Surabaya, Jawa Timur) selalu berupaya menjalankan fungsi public sphere dan building values, dengan tetap mempertahankan traffic report sebagai program unggulan dalam format siaran interaktifnya. Untuk mempertajam eksistensinya sebagai media massa penyedia public sphere berkualitas di Indonesia, Suara Surabaya mendistribusikan semua konten siaran radio konvensional ke semua kanal berbasis media baru yang dimiliki. Pengintegrasian konten siaran dalam sosial media dilakukan melalui program talk show Connected Generation. Dengan target segmentasi pendengar muda, ada komunitas virtual yang dibentuk di akun facebook E100. Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif berdasarkan penerapan society dan new media di Suara Surabaya. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi

    The ICT Literacy Development Model for Farmers and Fishermen Community (Model Pengembangan Literasi TIK Masyarakat Tani dan Nelayan)

    No full text
    The position of farmers and fishermen are very strategic in realizing food sovereignty in Indonesia.  Limitations of agricultural land, which is not optimal production levels and the capacity of farmers and fishermen in the implementation of the technology is a challenge in realizing that goal. Inability of farmers and fishermen in accessing information is believed to be one factor in delays in the adoption of technology, especially ICT. Issues that later emerged is the digital divide characterized by the inability of farmers and fishermen in accessing and using information through online media with ICT. This study adopted a method of preparing strategy of development of information systems developed by Gottschalk with some modifications made. Ultimately this study generates an ICT literacy development model that can be adapted to the needs of the target/participants/farmers and fishermen. As a variation of the model, preparation of the instrument can be adapted to traditional conditions such as language or cultural symbols adhered and understood the local community.Posisi petani dan nelayan sangat strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. Keterbatasan lahan pertanian, tingkat produksi yang tidak optimal serta kapasitas petani dan nelayan dalam mengimplementasikan teknologi menjadi tantangan dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Ketidak-mampuan petani dan nelayan dalam mengakses informasi diyakini menjadi salah satu faktor terhambatnya adopsi teknologi khususnya TIK. Permasalahan yang kemudian muncul adalah kesenjangan digital (digital devide) yang ditandai dengan ketidak mampuan petani dan nelayan dalam mengakses dan menggunakan informasi melalui media online dengan TIK. Penelitian ini mengadopsi metode penyusunan strategi pengembangan sistem informasi Model Y yang dikembangkan oleh (Gottschalk, 2005) dengan beberapa modifikasi yang dilakukan. Pada akhirnya penelitian ini menghasilkan sebuah model pengembangan literasi TIK yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan target/peserta/petani dan nelayan. Sebagai variasi model, penyusunan instrumen dapat disesuaikan dengan kondisi trasdisional seperti bahasa atau simbol-simbol budaya yang dianut dan dipahami masyarakat setempat

    Hubungan Tingkat Motivasi Penggunaan Situs Jejaring Sosial Facebook Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa

    Get PDF
    Jumlah pengguna Facebook di Indonesia berada pada urutan ke tujuh terbesar di dunia dan mencapai 23,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Pemanfaatan Facebook bagi para mahasiswa relatif tinggi sementara hasil belajar rendah. Banyak mahasiswa belum mampu memanfaatkan internet sebagai sumber belajar yang dapat menunjang capaian tingkat hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi penggunaan Facebok pada mahasiswa; tingkat hasil belajar mahasiswa; dan korelasi antara tingkat motivasi penggunaan Facebook terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan metode diskriptif kuantitatif korelasional. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat motivasi penggunaan situs jejaring sosial Facebook sebagai variabel bebas dan variabel tingkat hasil belajar sebagai variabel terikat. Instrumen variabel tingkat motivasi penggunaan situs jejaring sosial Facebook dikembangkan dalam lima indikator yaitu: kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, kebutuhan pribadi secara integratif, kebutuhan sosial secara integratif dan kebutuhan pelepasan. Instrumen tingkat hasil belajar dikembangkan dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama menjadi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Facebook ternyata tidak mempunyai korelasi terhadap hasil belajar mahasiswa. Hal ini dikarenakan media Facebook belum digunakan secara optimal dalam proses belajar mengajar dan pengguna atau mahasiswa lebih memfokuskan pada motivasi jaringan sosial

    Public Broadcasting Institutions as Border Broadcast Media: Study at Radio Republik Indonesia Stasiun Kupang (Lembaga Penyiaran Publik sebagai Media Penyiaran Perbatasan: Studi pada Radio Republik Indonesia Stasiun Kupang)

    No full text
    Law no. 32 Year 2002 on Broadcasting Radio Republik Indonesia set into public service broadcasters. One function of RRI as public broadcasting is a safety belt information. During this time, private broadcasters failed to give attention to the border region so expect RRI as public broadcasting can overcome the information gaps that exist in the border region through an on air program and off air program. The research aims to look RRI Kupang role in disseminating information about the border and the problems experienced in performing the task. This study is a descriptive-qualitative whereas the data collection methods used were interviews. The results showed that RRI Kupang station has been carrying out its role as a medium of the border through some broadcast programs related to the border. The problems experienced by RRI Kupang station is an institutional problem for all companies fold under the auspices of the Ministry of Finance. This problem then make a narrow space for RRI in creativity in the program as well as an increase in human resources.Hadirnya UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran menetapkan Radio Republik Indonesia menjadi lembaga penyiaran publik. Salah satu fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik adalah sebagai sabuk pengaman informasi (safety belt information). Selama ini, lembaga penyiaran swasta kurang memberikan perhatian pada wilayah perbatasan sehingga diharapkan RRI sebagai lembaga penyiaran publik dapat  mengatasi kesenjangan informasi yang ada di wilayah perbatasan melalui program on air maupun off air. Penelitian bertujuan melihat peran RRI Kupang dalam menyebarkan informasi perbatasan serta permasalahan yang dialami dalam menjalankan tugas tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI stasiun Kupang telah menjalankan perannya sebagai media perbatasan melalui beberapa program siaran terkait dengan perbatasan. Adapun masalah yang dialami oleh RRI stasiun Kupang adalah persoalan kelembagaan karena semua perusahaan jawatan berada dalam naungan Kementerian Keuangan. Masalah ini kemudian membuat sempit ruang gerak RRI dalam berkreatifitas dalam program maupun peningkatan sumber daya manusia

    Penerapan Model TAM untuk Menilai Tingkat Penerimaan Nelayan terhadap Penggunaan GPS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat penerimaan penggunaan teknologi GPS untuk nelayan tangkap di Kabupaten Bulukumba. Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk menggambarkan 5 (lima) konstruk dalam penelitian ini yang meliputi perceived usefulness, perceived ease of use, attitude towar using, behavioral intention to use, dan usage actual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sementara teknik Pengumpulan data melalui pendekatan survei dengan teknik purposive sampling. Responden penelitian ini adalah nelayan tangkap yang pernah menggunakan GPS. Jumlah responden 90 orang yang tersebar pada 3 (tiga) kecamatan yakni Bonto Bahari, Kajang dan Herlang. Penilaian mengenai konstruk dalam penelitian ini menggunakan skala likert mulai dari \u27sangat tidak setuju (= 1)\u27 sampai \u27sangat setuju (= 5)\u27. Analisis data menggunakan pendekatan partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan dari 7 (tujuh) hipotesis yang diadopsi dari model TAM yang telah diuji, hipotesis H1, H2, H3, H4.H6 dan H7 berpengaruh positif dan signifikan sedangkan hipotesis H5 berpengaruh positif tidak signifikan

    Terpaan dan Motif Pemanfaatan MPLIK Masyarakat di Kabupaten Pinrang

    Get PDF
    Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) dirancang agar masyarakat di daerah bisa menikmati akses internet seperti masyarakat perkotaan. Adanya MPLIK diharapkan dapat meminimalisir kesenjangan informasi antara masyarakat di daerah dengan perkotaan. Program nasional MPLIK dicanangkan di 5.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Namun kenyataan yang ada saat ini literasi media teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada masyarakat di pedesaan masih sangat minim. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terpaan dan motif pemanfaatan MPLIK pada masyarakat di Kabupaten Pinrang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian in adalah survey dengan dua pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan MPLIK pada masyarakat di Kabupaten Pinrang termasuk dalam kategori cukup optimal. Hal ini dapat dilihat dari selektifitas, kesengajaan (tujuan dan manfaat), keterlibatan (frekuensi dan durasi), keterlibatan dan keyakinan dalam pemanfaatan MPLIK. Sedangkan motif pemanfaatan MPLIK pada masyarakat adalah ekonomi dan motif informatif. Motif ekonomi terlihat dari alasan responden memilih berkunjung ke MPLIK karena tarif yang lebih murah dan lokasi yang dekat serta nyaman. Sedangkan motif informatif tampak dari tujuan berinternet untuk mencari informasi umum

    Pola Komunikasi untuk Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat dalam Menyukseskan Program Swasembada Pangan

    Get PDF
    Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan lembaga komunikasi nonformal di daerah mempunyai peran strategis di masyarakat, tetapi keberadaannya belum bisa mengakomodir program swasembada pangan seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Hal ini karena pola komunikasi terpadu antara masyarakat dengan unsur stakeholder di daerahnya belum terbangun secara sinergis, serta belum terbangunnya kesadaran masyarakat akan pentingnya program ini. Fokus kajian ini mengungkap bagaimana pola komunikasi yang tepat untuk pemberdayaan KIM dalam menyukseskan program swasembada pangan. Tujuannya adalah terbangunnya suatu pola komunikasi KIM yang lebih baik dalam menghadapi program tersebut. Penelitian menggunakan paradigma studi kasus dengan pendekatan kualitatif, kemudian disusun suatu penguatan pola atau model komunikasi yang tepat dalam menghadapi program tersebut. Subyek penelitian adalah masyarakat dan para stakeholder setempat yang dipandang memahami masalah penelitian ini. Lokasi adalah KIM Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Cilengkrang, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan pola pemberdayaan komunikasi KIM adalah dengan model komunikasi pendampingan yang lebih terarah dari para stakeholders dan mengembangkan komunikasi kelompok yang lebih demokratis kepada para anggotanya. Pola komunikasi linier (sinergi) secara top down dan bottom up antara KIM dengan para stakeholder yang kompeten perlu penguatan untuk memberikan pemahaman yang benar dalam berkomunikasi

    Aplikasi Sistem Pakar untuk Gangguan Mental pada Anak dengan Metode Certainty Factor

    Get PDF
    Gangguan mental pada anak adalah suatu penyakit gangguan kesehatan yang terdiri dari keterbelakangan mental, autis dan conductor disorder. Banyak orang awalnya tidak tahu bahwa anak mereka menderita gangguan mental. Ketidaktahuan ini disebabkan karena minimnya informasi mengenai gangguan perkembangan, gejala dan minimnya tenaga dokter spesialis gangguan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu sistem yang dapat digunakan untuk melakukan diagnosis gangguan mental pada anak yang mampu membuat suatu keputusan yang sama, sebaik layaknya seorang psikolog. Penelitian ini mempergunakan metode faktor kepastian. Aplikasi ini berhasil mengimplementasikan sebuah sistem pakar yang dapat mengatasi nilai derajat kepercayaan atau faktor kepastian data yang diperoleh dari hasil konsultasi dengan pasien

    Konstruksi Humas Dalam Tata Kelola Komunikasi Lembaga Pendidikan Tinggi di Era Keterbukaan Informasi Publik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tata kelola komunikasi lembaga pendidikan tinggi di era keterbukaan informasi publik, sebagai bagian fungsi pelayanan public. Peneliti mengeksplorasi konstruksi humas, melalui wawancara mendalam, dalam tata kelola komunikasi lembaga pendidikan tinggi terkait dengan prinsip-prinsip teori Excellence. Excellence theory in public relations adalah teori yang mendominasi kajian humas sehingga dinilai sebagai teori normatif, yaitu sebagai ukuran standar humas yang efektif. Era keterbukaan informasi makin menjadi tantangan bagi humas dalam penyediaan informasi karena publik makin menyadari haknya memperoleh informasi. Informasi ini dibutuhkan untuk menginterpretasi kebijakan publik dan upaya-upaya publik untuk memonitor lingkungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum humas lembaga pendidikan tinggi telah melaksanakan tata kelola komunikasi dengan standar cukup baik, meskipun tidak semua prinsip excellence diadopsi sama. Perlu perubahan paradigma agar humas juga fokus pada publik internal, bukan hanya eksternal, menempatkan humas pada posisi yang lebih tinggi dalam struktur kelembagaan dengan kewenangan yang lebih baik serta perlu peran pimpinan dalam menyediakan sumber daya yang baik

    Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Masyarakat di Kawasan Mamminasata

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) masyarakat di kawasan Mamminasata. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat di kawasan Mamminasata relatif masih rendah. Hanya sebagian kecil masyarakat yang literasi TIKnya relatif baik, yaitu aktivitasnya sudah sangat tergantung pada penggunaan TIK. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengguna TIK di kawasan Mamminasata belum merata, yaitu masih didominasi oleh kelompok usia muda dan kelompok masyarakat yang berpendidikan tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar dilakukan upaya-upaya peningkatan literasi TIK masyarakat secara merata, baik dari aspek usia maupun pendidikan

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pekommas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇