Jurnal Pekommas
Not a member yet
263 research outputs found
Sort by
Pola Komunikasi Antarpribadi antara Guru dan Siswa di Panti Sosial Taman Penitipan Anak “Melati” Bengkulu
Penelitian ini membahas mengenai pola komunikasi antara Guru dan Siswa di Panti Sosial Taman Penitipan Anak “Melati” Bengkulu. Taman Penitipan Anak ini merupakan tempat anak anak berusia di bawah lima tahun yang dititipkan kedua orangtuanya selama mereka bekerja. Selama mereka dititipkan maka anak-anak ini diasuh dan dididik oleh guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosial psikologis yang berpusat pada komunikasi antarpribadi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di Panti Sosial Penitipan Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara dengan nara sumber yaitu guru yang mengajar di Panti Sosial Taman Penitipan Anak “Melati” dan para siswa yang dititipkan di tempat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan pola komunikasi primer yang mengacu pada efektifitas komunikasi interpersonal antara guru dan siswa diperoleh melalui keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan yang menekankan pada faktor kedekatan emosional yang dibangun para guru terhadap siswanya. Akibatnya siswa dapat mengerti pesan yang disampaikan guru kepadanya
Meme di Media Sosial: Analisis Semiotik Meme Haji Lulung
Penggunaan internet yang begitu masif di Indonesia diikuti dengan banyaknya penggunaan media sosial. Hal ini melahirkan fenomena baru dikalangan penggunanya yaitu kreativitas pembuatan meme. Meme dalam bentuk gambar atau video diartikan sebagai ide, prilaku atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain melalui media sosial menjadi wahana hiburan karena sifatnya lucu, mengandung parodi dan satire. Namun juga menimbulkan masalah dimana orang menganggap segala sesuatu dapat dijadikan candaan dalam bentuk meme dan tujuannya menyudutkan pihak-pihak tertentu, apalagi jika pihak tersebut membuat sebuah kekeliruan seperti kasus Haji Lulung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran unsur-unsur semiotik pada meme Haji Lulung yang beredar di media sosial. Metode penelitian ini adalah analisis semiotik dengan pendekatan semiotik Charles Peirce (tanda, obyek dan penafsir). Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan yang erat antara tanda, obyek dan penafsir. Tanda (gambar) meme yang dibangun netizen menanggapi perseteruan antara Lulung dan Ahok. Obyek (makna) umumnya berisi cibiran, sindiran dan ketidaksukaan netizen terhadap Lulung dan dikemas dalam bentuk satire (humor). Sementara penafsir atau sikap (pemikiran) kreator meme dan para netizen cenderung sama. Dimana netizen umumnya menerima dan setuju dengan isi meme ini dan saling mendukung satu sama lain dan melabeli Lulung sebagai sosok yang pantas tidak disuka
Studi Implementasi E-Government di Daerah Perbatasan
Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah secara tidak langsung berdampak pada perkembangan implementasi e-government di masing-masing pemerintah daerah. Otoritas untuk menentukan konsep e-government menjadikan masing-masing daerah memiliki tingkat kemajuan implementasi e-government yang berbeda. Kesenjangan pada umumnya rentan terlihat di daerah perbatasan. Seiring dengan permasalahan tersebut, tuntutan masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan pemerintahan di semua bidang datang bertubi-tubi. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dewasa ini semakin menguat. Dalam hal ini, penguatan penyelenggaraan pemerintah daerah adalah solusinya. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik akan berdampak pada pelayanan publik yang lebih baik sebagai salah satu wujud good governance. Karenanya, penelitian implementasi e-government perlu dilakukan di daerah perbatasan dalam rangka mendorong pemerataan implementasi e-government di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunaan pendekatan kualitatif studi kasus deskriptif dengan wawancara terbuka sebagai salah satu teknik pengumpulan datanya. Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui implementasi e-government di Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai salah satu daerah perbatasan di Indonesia, khususnya konsep G2G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi G2G e-government di Kabupaten Kepulauan Talaud masih berada pada tahap 1 yaitu persiapan. Proses dalam implementasinya pun masih dilakukan secara parsial atau sektoral di masing-masing SKPD. Dalam kondisi ini, model connected government dapat diterapkan sebagai solusinya
Konstruksi Nilai-Nilai Demokrasi Kelompok Islam Fundamentalis di Media Online
Indonesia sebagai negara demokrasi harus melaksanakan sistem dan nilai-nilai demokrasi. Implementasi demokrasi ini mendapat tantangan sebagian umat Islam (kelompok fundamentalis). Studi literatur menunjukkan bahwa hubungan demokrasi dan Islam lebih banyak disorot dari sisi politik dan pada tataran prosedural (pemilihan umum). Peneliti terjebak cara berfikir oposisi biner: Islam moderat versus fundamentalisme. Artikel ini membahas konstruksi wacana nilai-nilai demokrasi oleh kelompok Islam fundamentalis di media online. Kelompok Islam fundamentalis yang dimaksud adalah JAT, MMI, dan HTI. Aspek yang dikaji adalah konstruksi kelompok Islam fundamentalis terhadap HAM, kebebasan beragama, kelompok minoritas, kebebasan berekspresi. Penelitian ini menggunakan perspektif Teori Konstruksi Realitas Sosial dan model analisis wacana Theo Van Leeuwen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penolakan mereka terhadap demokrasi sebatas pemilihan umum. Mereka menerima nilai-nilai demokrasi berupa HAM, kelompok minoritas, dan kebebasan berekspresi. Mereka cenderung menolak kebebasan beragama. Penerimaan mereka terhadap nilai-nilai demokrasi tersebut harus dipahami dalam konteks bisa didamaikan dengan nilai-nilai Islam. Kelompok Islam fundamentalis melakukan adaptasi, reinterpretasi, kontekstualisasi nilai-nilai demokrasi sesuai dengan aspirasi Islam. Media online adalah sarana efektif untuk mendiseminasikan gagasan mereka. Kajian selanjutnya dianjurkan untuk memperdalam fenomena fundamentalisme ini pada aspek pemaknaan, pengalaman, atau dialektika mereka sebagai agen/struktur
Pemanfaatan New Media dalam Memudahkan Komunikasi dan Transaksi Pelacur Gay
Perkembangan teknologi komunikasi juga menimbulkan dampak negatif. Salah satu yang dirasakan masyarakat Minang adalah menjamurnya perilaku menyimpang gay. Mereka membentuk perkumpulan kelompok sosial kecil, dimana mereka bergaul dan mendapatkan apa yang diinginkan, tanpa melihat sikap antipati dari masyarakat karena memanfaatkan new media untuk berkomunikasi dan bertransaksi dalam kegiatan prostitusi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori CMC (computer mediated communications) dimana kegiatan komunikasi antara pelacur gay dengan calon pelanggan dan pelanggan intens di sosial media melalui smartphone. Kegiatan komunikasi dan transaksi diselesaikan di media. Dengan metode kualitatif, maka kegiatan prostitusi online oleh gay di Padang dapat diekplor dan dideskripsikan secara mendalam. Hasil penelitian diketahui bahwa pada tahap menemukan pelanggan ada dua cara; langsung melalui komunikasi non verbal, terdapat kecocokan dilanjutkan bertukar pin BB atau Facebook,dan melalui perantara orang ke tiga, yaitu mucikari/ rekan sesama pelacur gay, dari dua tahap mengenali calon pelanggan kemudian komunikasi dan transaksi dilanjutkan melalui new media. Penjajakan dengan calon pelanggan dilakukan dengan komunikasi intensif melalui new media. Setelah dirasa cocok baru tawar menawar harga dilakukan. Jika dalam proses negosiasi ternyata tidak ditemukan kesepakan maka transaksi dibatalkan. Lalu proses komunikasi dengan pelanggan akan terputus, dan jika dibutuhkan maka komunikasi kembali terjalin
Pendidikan dan Hiburan dalam Drama Radio Pendidikan (Analisis Isi Naskah Drama Radio “Generasi Edu”)
Fenomena perkelahian antarpelajar melatarbelakangi munculnya kebijakan nasional pendidikan karakter pada 2010. Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) mengambil peranan mengkampanyekan nilai-nilai pendidikan karakter dalam bentuk seri drama radio “Generasi Edu”. Meski dianggap terlalu bermuatan pendidikan, namun konten audio yang dikembangkan BPMRP dicampur dengan unsur informasi dan hiburan agar dapat diterima oleh semua kalangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi terhadap naskah drama “Generasi Edu” untuk mengetahui unsur hiburan dan pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur hiburan lebih mendominasi program dibandingkan unsur pendidikan. Oleh sebab itu, drama radio “Generasi Edu” dapat mengenai target sasaran anak muda usia 12-18 tahun karena tidak berkesan menggurui
Peran Media Baru dalam Perubahan Relasi Kekuasaan
Penggunaan media baru yang semakin meluas, turut menyebarkan karakter yang lebih demokratis dalam sistem media tersebut. Model distribusi informasi tidak lagi bersifat linier melainkan menyebar. Hal ini memungkinkan setiap orang menyampaikan pesan, termasuk kritik terhadap kelompok manapun, termasuk kelas penguasa. Artikel ini menelaah bagaimana media baru terutama media sosial dipergunakan sehingga berperan dalam perubahan relasi kuasa di Indonesia. Penelitian ini fokus pada 3 bidang yaitu politik, agama, dan ekonomi. Di ke-tiga bidang tersebut, aktivisme media sosial sangat tinggi. Berbagai isu di bidang tersebut kerap mendominasi arus pesan dan informasi di media baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran media baru terwujud dalam berbagai ekspresi pesan dan informasi yang beredar di media sosial, seperti penggunaan hashtag dan meme. Media baru berfungsi untuk menghimpun massa yang sangat besar sehingga mampu menggeser bahkan mengambil alih kekuaasaan. Peran media baru bervariasi di 3 bidang tersebut. Di level tertinggi ada perubahan sikap dan kebijakan dari kelas penguasa. Namun di level yang paling rendah, media baru masih hanya sebatas wadah untuk menampung kritikan terhadap kelas penguasa
Penerimaan Makna dari Iklan Televisi dan Keputusan Pemilih Kandidat pada Pemilu Presiden 2014
Kajian media mengenai iklan politik umumnya memfokuskan pada pengaruh terhadap keputusan pemilih dan kajian mengenai pemaknaan kandidat dari iklan merupakan kajian yang terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola keterkaitan antar makna yang diterima dari iklan televisi dengan keputusan untuk memilih kandidat pada Pemilihan Presiden 2014. Teori yang digunakan ialah teori encoding dan decoding dan teori persuasi dengan pendekatan kognitif. Metode yang digunakan untuk tahap encoding ialah analisis semiotika Pierce dan untuk mengetahui tahapan decoding dan pilihan terhadap kandidat dilakukan dengan wawancara mendalam kepada informan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang memilih seorang kandidat memiliki posisi pembacaan dominan terhadap kandidat tersebut dan pembacaan oposisi atau negoisasi bagi kandidat pesaingnya. Pemaknaan yang diterima dari iklan ternyata diperkuat oleh kedekatan ideologis dan informasi lainnya dari sumber media massa dan media sosial
Aplikasi Berbasis Mobile untuk Pencarian Rute Angkutan Umum Kota Makassar Menggunakan Algoritma Depth First Search
Kawasan kota Makassar merupakan tempat kegiatan penduduk dengan segala aktivitasnya. Sarana dan prasarana diperlukan untuk mendukung aktivitas kota. Ditinjau dari aspek pergerakan penduduk, kecenderungan bertambahnya penduduk perkotaan yang tinggi menyebabkan makin banyak jumlah pergerakan baik dari dalam maupun luar kota dan pemberian fasilitas pencarian kode angkutan umum menuju ke suatu tempat yang di inginkan oleh para penumpang angkutan umum. Nantinya akan ditampilkan kode angkutan umum, informasi jalur yang dilalui angkutan umum dan memperlihatkan jalur rute angkutan melalui Google Maps. Adapun metode yang akan digunakan untuk menentukan jarak terdekat dari posisi pengguna aplikasi dengan beberapa pilihan rute adalah algoritma depth first search. Depth first search (DFS) adalah algoritma untuk melintasi, struktur pohon atau grafik yang dimulai pada akar (memilih beberapa node sebagai root dalam kasus grafik) dan mengeksplorasi sejauh mungkin sepanjang masing-masing cabang sebelum mundur. Diharapkan dengan adanya aplikasi tersebut dapat membantu para calon penumpang untuk memilih rute angkutan umum yang ingin ditumpanginya, pencarian kode rute-rute angkutan umum yang di hasilkan dari aplikasi menggunakan algoritma depth first search
Identifikasi Publik Berdasarkan Persepsi Situasional pada Isu Seputar Pemilihan Umum Presiden Tahun 2014 pada Publik Kota Malang
Isu menjadi titik awal munculnya sebuah krisis terutama bagi pemerintah karena dapat membentuk persepsi negatif dari masyarakat bila tidak sesegera mungkin diberi tindakan. Jika isu tersebut gagal diantisipasi dapat menimbulkan sebuah krisis yang dapat merugikan pihak terkait yang dalam hal ini adalah pemerintah. Public relations atau humas diharapkan dapat mengobservasi alur opini publik terhadap sebuah isu dan memanfaatkan isu tersebut guna meningkatkan reputasi dengan cara menciptakan sebuah perencanaan program yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi situasional, mengidentifikasi dan membuat kategori publik di kota Malang terhadap isu-isu terkait pemilihan umum presiden tahun 2014 menggunakan Situational Theory of the Publics (STP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi dan survei. Metode analisis isi merupakan metode pendahuluan untuk menentukan topik isu-isu seputar pemilihan umum presiden tahun 2014 yang sedang menjadi sorotan di koran Jawa Pos selama bulan April sampai Juni 2014 yang digunakan untuk variabel pertanyaan di kuesioner. Metode survei yang berfokus pada deskripsi varibel persepsi situasional dengan kuesioner sebagai alat instrumennya dan kemudian dipaparkan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dalam bentuk tabel frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menemukan bahwa tipe persepsi situasional dari publik kota Malang adalah problem-facing behavior