Jurnal Pekommas
Not a member yet
    263 research outputs found

    Enhancement of Quality of Learning through Material Presentation based on Multimedia in Barrang Lompo Island (Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Penyajian Materi Berbasis Multimedia di Pulau Barrang Lompo)

    No full text
    One of the main factors the low quality of human resources in education is learning depends on conventional methods which result in low quality of learning. This study aims to improve softskill and hardskill for teachers to enable them to manage quality learning based multimedia to produce students whom have basic competencies. The research method through four phases: assessment, training, learning, and evaluation. Data obtained through the assessment of the student to teachers, the assessment media experts to the teachers, and the assessment of student to teacher results by taking a sample of 7 teachers and 10 students. At Alfa Testing obtained an increase of indicators on aspects of the learning content, learning techniques, and learning outcomes including very good category. Gain testing showed that the presentation of learning material based multimedia including high category. Hypothesis testing showed that the presentation of material based on multimedia in all three aspects can improve the quality of learning.Salah satu faktor utama rendahnya kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan adalah pembelajaran masih menggunakan metode konvensional yang berakibat pada rendahnya kualitas pembelajaran. Kajian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan bagi guru agar mereka mampu mengelola pembelajaran yang berkualitas berbasis multimedia untuk menghasilkan luaran siswa yang memiliki kompetensi dasar. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui empat tahapan: penjajakan, pelatihan, pembelajaran, dan evaluasi. Data diperoleh melalui hasil penilaian guru terhadap siswa, hasil penilaian tim ahli terhadap guru, dan hasil penilaian siswa terhadap guru dengan mengambil sampel 7 orang guru dan 10 orang siswa. Pada Alfa Testing diperoleh peningkatan indikator capaian pada aspek konten, teknik, dan luaran pembelajaran dengan kategori Sangat Baik. Gain Testing menunjukkan bahwa penyajian pembelajaran berbasis multimedia termasuk kategori Tinggi. Hypothesis Testing menunjukkan bahwa penyajian materi berbasis multimedia pada ketiga aspek dapat meningkatkan kualitas pembelajaran

    The Use of Modified Webqual Method in Evaluation of Website Service Quality of Local Government (Penggunaan Metode Webqual Modifikasi dalam Evaluasi Kualitas Layanan Website Pemerintah Daerah)

    No full text
    Website is an important facility that should be owned by government agency in the implementation of e-government. A good websiteservice quality will encourage the effectiveness in the implementation of e-government. To ensure the websiteservice quality, evaluating is needed.Existing evaluation method just only measure the website quality, not measure the level of benefits.This research aims to modifythe webqual method so it explores the website services quality from the user’s perception and its influence to the benefits that will be obtained. Then, this method will applied toevaluate the Sleman local government website. This research involved 143 respondents and data analysis using SmartPLS. From the analysis it is known that website service quality of  Sleman local government is good, scores 80.22% with the influence factors are information quality, service-interaction quality anda website design quality. A good website service quality will increase user’s satisfaction so it will influence the intention to use the website. The benefits will be obtained when the users feel satisfied to the website services and they have intention to use it. The level of the benefits gained from the implementation of Sleman local government website is quite good, scores 73.37%.Website merupakan sarana penting yang harus dimiliki oleh instansi pemerintah dalam rangka penerapan e-government. Kualitas layanan website yang baik akan mendorong efektivitas penerapan e-government. Untuk menjamin kualitas layanan website perlu dilakukan evaluasi. Metode evaluasi yang ada hanya mengukur kualitas layanan website saja, belum mengukur tingkat manfaat. Dalam penelitian ini dilakukan  modifikasi terhadap metode webqual sehingga dapat mengeksplorasi kualitas layanan website dari persepsi pengguna dan pengaruhnya terhadap manfaat yang akan diperoleh. Kemudian metode ini diujikan terhadap website pemerintah Kabupaten Sleman. Penelitian ini melibatkan 143 responden dan analisis data menggunakan SmartPLS. Dari hasil pembahasan diperoleh bahwa kualitas layanan website pemerintah Kabupaten Sleman sudah baik dengan skor 80,22% dengan faktor-faktor yang memengaruhinya antara lain kualitas informasi, kualitas interaksi layanan dan kualitas desain website. Kualitas layanan website yang baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan sehingga akan memengaruhi niat untuk menggunakan website. Manfaat diperoleh ketika pengguna merasa puas dengan layanan website dan memiliki niat untuk selalu menggunakannya. Tingkat manfaat yang diperoleh dari penerapan website pemerintah Kabupaten Sleman cukup baik dengan skor 73,37%

    Measuring User Satisfaction and Website Adoption of Government Website Quality on The Dissemination Food Security Information (Pengukuran Kualitas Website Pemerintah Terhadap Kepuasan Pengguna dan Adopsi Website dalam Diseminasi Informasi Ketahanan Pangan

    No full text
    Dissemination of food security information through website is one of the government services transformation to the citizens to strengthen the pillars of food security. This research to analysis of the quality dimensions of government website to dissemination of food security information that affect website adoption and user satisfaction that having an impact and benefits to the community and government organizations. The object of this research is the website of food security agency of the province of West Nusa Tenggara. The public including employee of state agency that visit the websites are the sample of research. The data collected using scale-6 Likert questionnaire through a paper based and online survey linked on the website. Data processed from 88 respondents and analyzed using Structural Equation Modelling (SEM) method with Partial Least Square (PLS) approach. The results obtained shows website quality has not been optimal to reach user satisfaction and to adopted in order to dissemination of food security information. Some recommendations can used as guidelines for next development of quality website that provide benefits and positive impact on the dissemination of food security information.Diseminasi informasi ketahanan pangan melalui website merupakan salah satu transformasi layanan pemerintah ke masyarakat untuk memperkuat pilar ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dimensi kualitas website pemerintah pada diseminasi informasi ketahanan pangan yang mempengaruhi adopsi website dan kepuasan pengunjung website serta manfaatnya terhadap masyarakat dan organisasi pemerintah. Objek penelitian ini adalah website Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masyarakat umum termasuk Aparatur Sipil Negara yang mengunjungi website Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan subjek penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert-6 melalui survei paper based dan online dengan tautan pada website. Data yang dapat diolah dari 88 responden, dianalisis memakai metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas website Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat belum optimal dalam diseminasi informasi ketahanan pangan. Beberapa rekomendasi dapat digunakan sebagai pedoman pengembangan kualitas website yang memberikan manfaat dan dampak positif pada diseminasi informasi  pangan

    Intercultural Communication to Preserve Harmony Between Religious Group in Jaton Village Minahasa (Komunikasi Lintas Budaya dalam Menjaga Kerukunan antara Umat Beragama di Kampung Jaton Minahasa)

    No full text
    Indonesia is a multicultural country. This condition makes Indonesia become highly vulnerable to conflicts between ethnic or inter-religious. To avoid conflicts, as a country Indonesia required tolerance to maintain inter-religious harmony in Indonesia. Minahasa, especially Jaton Village is one of the areasin Indonesia, which can maintain its sense of tolerance and harmony. Jaton village is a village full of history and the majority of its citizens are Muslims, but the villagers were able to mingle and interact with the Christian’s citizens. The theories used in this research are the concept of intercultural communication and intercultural conflict by Samovar et all and Littlejohn & Domenici. This research is also used the concept of social interaction by Gillinand Gillin. This research was conducted using qualitative case study methods, with the aim to find out the intercultural communication between the residents in Jaton village, and as the result the harmony can be maintained. Based on this research, researcher find that acculturation is happens between Muslims citizens and Christian citizens as majority. This acculturation indicates that the interaction formed between the two religious groups is an associative interaction patterns, so there is no conflict as it is in other areas.Indonesia merupakan negara yang multikultural. Hal ini menjadikan Indonesia sangat rentan terkena konflik antaretnis atau antaragama. Untuk menghindari konflik tersebut diperlukan toleransi untuk menjaga kerukunan antara umat beragama. Salah satu daerah yang dapat memelihara toleransi dan kerukunan tersebut adalah Minahasa atau lebih tepatnya di Kampung Jaton yang merupakan kampung yang penuh sejarah dan mayoritas warganya beragama Islam, tetapi penduduk desa tersebut mampu berbaur dan berinteraksi dengan baik pada warga Minahasa lainnya yang beragama Kristen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep komunikasi lintas budaya dan konflik antar budaya oleh Samovar dan Littlejohn & Domenici. Kemudian juga digunakan konsep interaksi sosial dari Gillin dan Gillin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif studi kasus, dan dengan tujuan untuk mencari komunikasi lintas budaya seperti apa yang terjadi antara penduduk di Kampung Jaton dengan warga mayoritas yang berbeda agama sehingga kerukunan dapat terus terjaga. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi akulturasi antara warga yang beragama Islam dengan yang beragama Kristen. Akulturasi ini menandakan bahwa interaksi yang terbentuk antara kedua kelompok agama merupakan pola interaksi asosiatif, sehingga tidak terjadi konflik seperti yang terdapat pada daerah lain

    Pengaruh Komunikasi Interpersonal antara Dosen dan Mahasiswa Terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Mahasiswa

    Get PDF
    Aspek motivasi sangat penting dalam proses belajar di perguruan tinggi, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar dan mendorong mahasiswa untuk melakukan aktivitas tertentu yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Prestasi akademik merupakan hasil dari kegiatan belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai mahasiswa. Hasil belajar yang optimal dipengaruhi oleh berbagai komponen belajar mengajar, diantaranya komunikasi interpersonal dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dosen terhadap motivasi belajar dan prestasi akademik mahasiswa Ilmu Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuisoner, kemudian data diolah serta dianalisis secara deskriptif. Landasan teori yang digunakan yaitu teori pengungkapan diri (Self Disclosure Theory), yang dikemukakan oleh Sydney Marshall Jourad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa berpengaruh terhadap motivasi belajar sebesar 24,4 % dengan koefisien regresi 0,469 dan konstanta 18,644. Sedangkan untuk variabel prestasi akademik, 1,04 % dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal dosen dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain

    Role of \u27Key Farmer\u27 as \u27Opinion Leader’ Through Group Communication in Accepting Farmer’s Innovation in South Sulawesi Cocoa Plantation (Peran ‘Key Farmer’ sebagai ‘Opinion Leader’ Melalui Komunikasi Kelompok dalam Penerimaan Inovasi Petani di Sentra Pertanaman Kakao Sulawesi Selatan)

    No full text
    The communications group has a central role in communicating the latest innovations in the field of cocoa. In this study used the term \u27farmer\u27 as \u27key opinion leader\u27 who served and serve to transfer knowledge through group learning cocoa farmers, especially in South Sulawesi. The purpose of this research is to categorize \u27 key role farmer\u27 as \u27 opinion leader \u27 in accelerating innovation acceptance farmers ranging from planting, maintenance, disease, pests, quality, and innovation is the latest plant cocoa. Type of research uses qualitative descriptive approach which describes the role of the farmer\u27 as \u27 key \u27opinion leader. Results of the study found the group communication \u27key farmer’ that serve as ‘ opinion leader\u27 became a source of information from the chairman of the group of farmers who have the level of knowledge, motivation, and understanding a skilled technology and then to transfer knowledge to other members of the farmers group. The key role of the farmer in the group functioning seeking informatio, searching informaton, and utilization information, and dissemination  of agricultural innovations in the field of cocoa, especially in South Sulawesi. The key role of the farmer is called "behavioral information" or information behavior that can motivate the acceptance of cocoa farmers against the latest innovations in the field of cocoa.Komunikasi kelompok memiliki peran sentral dalam mengomunikasikan inovasi-inovasi terbaru di bidang kakao. Dalam penelitian ini digunakan istilah ‘key farmer’ sebagai ‘opinion leader’ yang berperan dan berfungsi mentransfer pengetahuan melalui pembelajaran  kelompok petani kakao, khususnya di Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengategorisasi peran ‘key farmer’ sebagai ‘opinion leader’ dalam mempercepat penerimaan inovasi petani mulai dari cara penanaman, pemeliharaan, penyakit, hama, kualitas, dan inovasi-inovasi terbaru tanaman kakao. Tipe penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggambarkan peran ‘key farmer’ sebagai ‘opinion leader’. Hasil penelitian menemukan komunikasi kelompok ‘key farmer’ yang berfungsi sebagai ‘opinion leader’ menjadi sumber informasi dari ketua kelompok tani yang memiliki tingkat pengetahuan, motivasi, dan pemahaman teknologi yang terampil kemudian mentransfer pengetahuan kepada anggota kelompok tani lainnya. Peran key farmer dalam kelompok berfungsi mencari informasi pencarian (seeking), penemuan (searching), dan pemanfaatan (using), dan penyebaran (dissemination) inovasi-inovasi pertanian di bidang kakao, khususnya di Sulawesi Selatan. Peran key farmer ini disebut “perilaku informasi” atau information behavioryang dapat memotivasi penerimaan petani kakao terhadap inovasi terbaru di bidang kakao.The communications group has a central role in communicating the latest innovations in the field of cocoa. In this study used the term \u27farmer\u27 as \u27key opinion leader\u27 who served and serve to transfer knowledge through group learning cocoa farmers, especially in South Sulawesi. The purpose of this research is to categorize \u27 key role farmer\u27 as \u27 opinion leader \u27 in accelerating innovation acceptance farmers ranging from planting, maintenance, disease, pests, quality, and innovation is the latest plant cocoa. Type of research uses qualitative descriptive approach which describes the role of the farmer\u27 as \u27 key \u27opinion leader. Results of the study found the group communication \u27key farmer’ that serve as ‘ opinion leader\u27 became a source of information from the chairman of the group of farmers who have the level of knowledge, motivation, and understanding a skilled technology and then to transfer knowledge to other members of the farmers group. The key role of the farmer in the group functioning seeking informatio, searching informaton, and utilization information, and dissemination  of agricultural innovations in the field of cocoa, especially in South Sulawesi. The key role of the farmer is called "behavioral information" or information behavior that can motivate the acceptance of cocoa farmers against the latest innovations in the field of cocoa

    Demographic Data Engineering for Determining Poverty, PRONAKIS and IPM an Area (Rekayasa Data Demografi untuk Penentuan Kemiskinan, PRONAKIS dan IPM Suatu Wilayah)

    No full text
    This study aims to make demographic data collection systems engineering as the basis for determining the selection rate of poverty population, the development of the poverty level, Poverty Reduction Program (PRONAKIS), and calculating the Human Development Index (HDI) in an administrative area. This is motivated because there has not been an integrated information system belonging to the local government in Indonesia is to collect data on population and family are able to provide information about it. The benefits that can be used by local authorities in the region bureaucrats facilitate decision-making to measure and improve the welfare of the community in accordance with the problems that appear in its territory. The method used is action research in implementing a system that has done the analysis and design, with the model-based information systems development life cycle of information systems development. Demographic data used are the data included in the family card (KK) coupled with indicators of income. The result is information-based poverty indicators BPS and BAPPEDA, PRONAKIS, and HDI trends of each period in an area.Studi ini bertujuan untuk melakukan rekayasa sistem pendataan demografi sebagai dasar untuk menentukan seleksi tingkat kemiskinan penduduk, perkembangan tingkat kemiskinan, Program Penanggulangan Kemiskinan (PRONAKIS), dan penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  pada suatu wilayah administrasi pemerintahan. Hal ini dilatarbelakangi karena selama ini belum ada sebuah sistem informasi terintegrasi milik pemerintah daerah di Indonesia yang melakukan pendataan penduduk dan keluarga yang mampu memberikan informasi tentang hal tersebut. Manfaatnya agar dapat digunakan oleh pejabat birokrat wilayah setempat dalam mempermudah pengambilan keputusan untuk mengukur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan permasalahan yang mucul di wilayahnya. Metode yang digunakan adalah action research dalam melakukan implementasi sistem yang telah dilakukan analisis dan desain, dengan model pengembangan sistem informasi berbasis siklus hidup pengembangan sistem informasi. Data demografi yang digunakan adalah data yang tercantum dalam kartu keluarga (KK) ditambah dengan indikator pendapatan. Hasilnya berupa informasi kemiskinan berdasarkan indikator BPS dan BAPPEDA, PRONAKIS, dan trend IPM tiap periode di suatu wilayah

    Aplikasi Pemilihan Rute Alternatif Akibat Kemacetan Lalu Lintas di Kota Makassar Menggunakan Google API dan ASP.Net

    Get PDF
    Persoalan kemacetan yang semakin parah di Kota Makassar saat ini perlu segera diatasi. Penelitian ini berusaha memberikan sebuah solusi aplikasi pemilihan rute alternatif untuk mengatasi kemacetan. Aplikasi ini dapat menampilkan lokasi kemacetan yang sedang terjadi beserta jalur alternatif yang memungkinkan untuk dilalui agar terhindar dari kemacetan tersebut. Rute alternatif diperoleh berdasarkan layanan yang telah disediakan oleh Google API. Sistem ini menggunakan beberapa bahasa pemrograman sesuai jenis aplikasinya. Penentuan titik kemacetan dilakukan melalui telepon seluler dengan aplikasi berbasis android menggunakan bahasa pemrograman eclipse. Sementara itu, aplikasi untuk mendesain rute alternatif menggunakan Active Server Pages (ASP.Net). ASP.Net dikompilasi dan berbasis .Net framework sehingga dapat membuat aplikasi dalam berbagai macam bahasa yang mendukung .Net. Pengujian hasil implementasi sistem dilakukan dengan menggunakan metode black box. Hasil pengujian pada setiap halaman utama menunjukkan bahwa keluaran yang dihasilkan melalui beberapa skenario pengujian sudah sesuai dengan yang diharapkan yang berarti halaman-halaman tersebut dapat berjalan dengan baik

    Determining Priority Scale of Interconnection Tariff Regulation Using Fuzzy QFD - TOPSIS (Penentuan Skala Prioritas Regulasi Tarif Interkoneksi Menggunakan Metode Fuzzy QFD - TOPSIS)

    No full text
    This paper applies Fuzzy QFD in determing priorities of the interconnection tariff regulation which will be implemented by the government through the Ministry of Communication and Informatics. QFD is a method to translate customer satisfaction into strategic actions. This method  is used in this paper to determine the priorities so that regulations set by the government can answer operators and end users satisfactions. QFD implements matrix approach known as the House of Quality (HOQ). The use of fuzzy logic is intended as an effective method to deal with the high level of subjectivity when using HOQ. In the  first step we will generate a priority scale based on level of importance from the aspects of interests of the operators  using TOPSIS. The aim of employing TOPSIS is  to overcome the gap between the current state and the ideal conditions. In the second step we use the utility factor for determining a ranking of regulation elements. The use of Fuzzy QFD method proves the effectiveness in converting qualitative into quantitative assessment so that the results of the research in this paper can be used by regulators to determining priorities when implementing the new regulations.Makalah ini mengaplikasikan metode Fuzzy QFD dalam membuat skala prioritas pada butir-butir penyempurnaan regulasi tarif dan interkoneksi yang akan diimplementasikan pemerintah melalui kementerian komunikasi dan informatika. QFD, yang merupakan metode untuk menterjemahkan kepuasan pelanggan ke dalam langkah-langkah strategis penentu kebijakan, digunakan dalam penelitian ini untuk membuat prioritas sehingga diharapkan regulasi yang akan ditetapkan pemerintah menjawab kepentingan-kepentingan pihak penyelenggara maupun pelanggan (end users). QFD menggunakan pendekatan matriks yang lebih dikenal sebagai House of Quality (HOQ). Penggunaan logika fuzzy dimaksudkan sebagai metode yang efektif untuk menangani tingginya tingkat subjektifitas ketika menggunakan HOQ. Dalam langkah pertama, dibuat skala prioritas berdasarkan tingkat kepentingan dari aspek-aspek kepentingan pihak penyelenggara dengan menggunakan TOPSIS dimana tujuan dari penggunaan TOPSIS ini untuk mengatasi gap antara kondisi saat ini dengan kondisi idealnya. Langkah kedua menggunakan faktor utilitas fuzzy untuk perankingan butir-butir regulasi dari pihak regulator. Penggunaan metode Fuzzy QFD terbukti efektif dalam mengkonversi penilaian kualitatif menjadi kuantitatif sehingga hasil dari penelitian dalam makalah ini dapat digunakan oleh regulator untuk menentukan prioritas dalam mengimplementasikan regulasi baru

    Evaluation The Implementation of Media Center in Bekasi City (Evaluasi Implementasi Media Center di Kota Bekasi)

    No full text
    Information about government, often not directly reported by the government, this makes the information concerns do not correspond to reality. Therefore government establish a media center in every government agency. Unfortunately not all of the media center active in sending information, but ideally the whole media center actively sending news. This study will evaluate the implementation of the media center in Bekasi. The evaluation is based on 10 variables, that are Access, Coverage, Frequency, Refraction, Size and Purpose of the program, Resources, Characteristics and Attitudes of implementator, Communication between the organization and implementing activities, and environmental conditions. The results of the evaluation of the Media Center in Bekasi was already have a good access, coverage is enough to reach some levels of society, although there is a Refraction because most visitors are reporters. Based on visitor frequency and delivery of news, the condition has increased. Comparison between the function and implementation, media center in Bekasi has carried out the functions set out in the General Guidelines for Media Center well. Resources owned has been quite good, although the terms characteristic of implementator are still not optimal. But the attitude of the implementator and the environment is very favorable to media center in Bekasi. Coordination with related agencies also goes well.Informasi dan data mengenai pemerintahan, seringnya tidak secara langsung disampaikan oleh pemerintah, hal ini membuat kekhawatiran informasi yang ada tidak sesuai dengan kenyataannya. Karenanya pemerintah membentuk media center di setiap lembaga pemerintahan. Sayangnya belum semua media center aktif dalam mengirimkan informasi, padahal idealnya seluruh media center aktif mengirimkan berita. Maka melalui penelitian ini akan mengevaluasi implementasi media center khususnya di Kota Bekasi. Evaluasi tersebut dilihat dari 10 variabel, yaitu akses, cakupan, frekuensi, bias, ukuran dan tujuan program, sumber daya, karaketristik dan sikap pelaksana, komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana, dan kondisi lingkungan. Hasil dari evaluasi terhadap Media Center Kota Bekasi antara lain akses yang sudah baik, cakupan yang sudah cukup menjangkau beberapa lapisan masyarakat, walau ada sedikit bias karena sebagian besar pengunjung wartawan. Berdasarkan frekuensi pengunjung dan pengiriman berita, kondisinya semakin mengalami peningkatan. Perbandingan antara fungsi dan implementasinya terlihat Media Center Kota Bekasi telah melaksanakan fungsi yang tertuang dalam pedoman umum media center dengan baik. Sumber Daya yang dimiliki telah mumpuni, walaupun dari segi karaketristik pengelolanya masih belum optimal. Tetapi sikap pengelola dan lingkungan sangat mendukung keberlangsungan media center Kota Bekasi. Koordinasi dengan instansi terkait juga berjalan dengan baik. 

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pekommas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇