Jurnal Pekommas
Not a member yet
263 research outputs found
Sort by
Content Analysis on Twitter Users Interaction within First 100 Days of Jakarta’s New Government by Using Text Mining
As one of the biggest democratic country in the world, Indonesia have very responsive society towards the various political move in either the central or local governments. In Indonesia, the first 100 days of new government era usually became a crucial timelines in which the society give their intents attention to government’s performance. By the massive penetration of online social networking platform likes Twitter, the interaction between netizens and government figure official account will significantly increase. The povincial election for of Jakarta momentum was one of the most attractive political events in which Anies Baswedan and Sandiaga Uno were elected the lead of Jakarta government. The implication is the society would look intensively at their performance within their first 100 days. With the huge amount of Twitter users in Indonesia, Indonesian Twitter was very reactive towards any movement of Anies Sandi. Thus, this platform can be utilized to monitor the public opinion towards first 100 days of Anies Sandi government. In this study, we analyzed the content of conversations in interaction among the netizen and official Twitter Account of Anies Baswedan (@aniesbaswedan), Sandiaga Uno (@sandiuno) and the Government of Jakarta (@DKIJakarta). A set of text mining techniques was employed in this study
KOMUNIKASI KELUARGA MASYARAKAT KOTA DAN DESA DI ERA TEKNOLOGI KOMUNIKASI
This is a research to explore the familial communication pattern in the era of communication technology. There are three domains that being explored in this research: the face to face communication, internet mediated communication, and the family communication pattern theory. This is a quantitative research. The primary data derives from survey in 12 provinces with sample of 1,189 respondents. There are two hypotheses that being tested: 1) the usage of communication technology (internet) has profund impact to the face to face communication; 2 )the usage of communication technology (internet) has profund impact to the family communication pattern. The Pearson chi-square is conducted to test the significant relations of these hypotheses. The result: the communication technology has profund impact to the family communication pattern, but not to the face to face communication. The internet communication duration in family is relatively low both in urban and rural. However, high duration and frequency of face to face communication in family is found in urban than rural. The dominant family communication type is consensual which means high dialogue and conformity.Penelitian ini mengeksplorasi kecenderungan tipe komunikasi dalam lingkungan keluarga di era teknologi komunikasi. Setidaknya tiga hal yang dieksplorasi dalam penelitian ini: pola komunikasi tatap muka, pola komunikasi via internet, serta tipe komunikasi keluarga berdasarkan teori pola komunikasi keluarga. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei pada 12 provinsi dengan jumlah sampel responden mencapai 1.189 orang. Dua hipotesis yang diuji: 1) penggunaan teknologi komunikasi (internet) berdampak signifikan terhadap komunikasi tatap muka; dan 2) penggunaan teknologi komunikasi berdampak pada komunikasi keluarga. Hasil temuan penelitian ini adalah uji kedua hipotesis dengan pearson chi-square terdapat teknologi komunikasi berdampak signifikan terhadap tipe komunikasi keluarga, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap komunikasi tatap muka. Hasil survei menemukan bahwa durasi komunikasi via internet dengan anggota keluarga rendah, baik di kota maupun desa. Durasi dan frekuensi komunikasi tatap muka yang tinggi hanya ditemukan di kota, tidak di desa. Tipe komunikasi keluarga yang dominan adalah konsensual baik di kota maupun desa. Artinya, komunikasi dialogis antara orang tua dan anak tinggi, tetapi orang tua memegang kendali dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga. Penelitian ini mengeksplorasi pola komunikasi dalam lingkungan sosial keluarga di era teknologi komunikasi. Setidaknya tiga hal yang dieksplor dalam penelitian ini: pola komunikasi tatap muka, pola komunikasi via internet, serta tipe komunikasi keluarga (Kroener dan Fitzpatrick, 2002a). Metode penelitian ini kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei di 12 provinsi dengan jumlah sampel responden mencapai 1.189 orang. Dua hipotesis diuji yaitu: 1) Penggunaan teknologi komunikasi (internet) berdampak signifikan terhadap komunikasi tatap muka; 2) Penggunaan teknologi komunikasi berdampak pada komunikasi keluarga. Hasil temuannya: uji kedua hipotesis dengan Pearson chi-square menemukan teknologi komunikasi berdampak signifikan terhadap tipe komunikasi keluarga, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap komunikasi tatap muka. Hasil survei menemukan bahwa durasi komunikasi via internet dengan anggota keluarga rendah baik di kota maupun desa. Durasi dan frekuensi komunikasi tatap muka yang tinggi hanya ditemukan di kota, bukan di desa. Tipe komunikasi keluarga yang dominan adalah consensual baik di kota maupun desa. Artinya komunikasi dialogis antara orang tua dan anak tinggi, tetapi orang tua memegang kendali dalam pengambilan keputusan di keluarg
Kontestasi Frame Surat Kabar National dalam Liputan “Aksi Bela Islam”
This article deals with how daily newspapers of Indonesia frame reality of the collective action of Muslims. That action becomes a magnet for national and international mass media because involving a large number of Muslim, and has a problem complexity (legal, politic, religion) and political interests (contestation for Jakarta governor). The media gets involved in that complexity because they are harnessed as a political instrument, by conducting framing. This study aims to find daily newspaper frame by analyzing the content qualitativly. Those newspapers are Kompas, Republika, Suara pembaruan, and Media Indonesia during November 2016. By analyzing their editorials, we find that their frames regarding Muslim collective action are different to each other. Even, frames of Republika and Suara Pembaruan are contested. Republika regards the Muslim action as a respond to get justice and basic right because of their religion blasphemy. Republika considers it as a legal issue. Suara Pembaruan views the Muslim action as a political issue (governor election of DKI Jakarta), which makes use of religion issue. Media Indonesia sees the action as a political issue as well. Kompas regards it as political and religion issue. We conclude that although expected to be impartial –as part of democratic values, mass media keep in-partiality in crucial issues e.g., religion. This study gives our understanding that mass media can be partial in the certain contexts. Tulisan ini membahas bagaimana surat kabar harian membingkai realitas aksi umat Islam. Aksi tersebut menarik pemberitaan media massa nasional dan internasional karena melibatkan muslim dalam jumlah besar, memiliki kompleksitas persoalan (hukum, politik, agama, dan kepentingan), yaitu kontestasi pemilihan gubernur Jakarta 2017. Media terlibat dalam kompleksitas tersebutdan digunakan sebagai instrumen, yaitu politik pemberitaan. Kajian ini bertujuan menemukan bingkai surat kabar harian nasional dengan melakukan analisis isi kualitatif terhadap surat kabar nasional, yaitu: Kompas, Republika, Suara Pembaruan, dan Media Indonesia selama periode November 2016. Dengan menganalisis tajuk rencana mereka, kajian menemukan bahwa frame surat kabar di Indonesia berbeda satu sama lain. Frame surat kabar Republika dan Suara Pembaruan bahkan saling bertentangan. Republika menganggap aksi umat Islam sebagai respon untuk memperoleh keadilan dan hak asasi karena penistaan agama mereka (masalah hukum). Suara Pembaruan melihat aksi sebagai masalah politik (pemilihan gubernur DKI Jakarta) yang menggunakan isu agama. Media Indonesia melihat aksi juga sebagai masalah politik. Kompas melihat aksi sebagai persoalan agama dan politik. Kajian menyimpulkan bahwa walaupun diharapkan tidak memihak sebagai bagian dari nilai-nilai demokrasi, media massa tetap saja memihak dalam isu yang krusial seperti agama. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa media umum sekalipun bisa menjadi media partisan pada konteks tertentu.Abstrak – Tulisan ini membahas bagaimana surat kabar harian membingkai realitas aksi umat islam. Aksi tersebut menarik pemberitaan media massa nasional dan internasional karena ia melibatkan muslim dalam jumlah besar, memiliki kompleksitas persoalan (hukum, politik, agama) dan kepentingan, yaitu kontestasi pemilihan gubernur Jakarta. Media terlibat dalam kompleksitas tersebut dan digunakan sebagai instrumen, yaitu politk pemberitaan atau framing. Kami bertujuan menemukan bingkai surat kabar harian dengan melakukan analisis isi kualitatif terhadap surat kabar nasional: Kompas, Republika, Suara Pembaruan, dan Media Indonesia selama periode November 2016. Dengan menganalisis tajuk rencana mereka, kami menemukan bahwa, frame surat kabar harian di Indonesia berbeda satu sama lain. Frame surat kabar Republika dan Suara Pembaruan bahkan bertentangan. Republika menganggap aksi umat Islam sebagai respon untuk memperoleh keadilan dan hak asasi karena penistaan agama mereka (masalah hukum). Suara Pembaruan melihat aksi sebagai masalah politik (pemilihan gubernur DKI Jakarta) yang menggunakan isu agama. Media Indonesia melihat aksi juga sebagai masalah politik. Kompas melihat aksi sebagai persoalan agama dan politik. Kami menyimpulkan bahwa walaupun diharapkan tidak memihak sebagai bagian dari nilai-nilai demokrasi, media massa tetap saja memihak dalam isu yang krusial seperti agama. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa media umum bisa menjadi media partisan pada konteks tertentu.Kata Kunci: Frame, Surat Kabar, Aksi Bela IslamAbstract – This article deals with how daily newspapers of Indonesia frame reality of the collective action of Muslims. That action becomes a magnet for national and international mass media because involving a large number of Muslim, and has a problem complexity (legal, politic, religion) and political interests (contestation for Jakarta governor). Media get involved in that complexity because they are harnessed as a political instrument, by conducting framing. We aim to find daily newspaper frame by analyzing their qualitative content. Those newspapers are Kompas, Republika, Suara pembaruan, and Media Indonesia during November 2016. By analyzing their editorials, we find that their frames regarding Muslim collective action are different to each other. Even, frames of Republika and Suara Pembaruan are contested. Republika regards the muslin action as a respond to get justice and basic right because of their religion blasphemy. Republika considers it as a legal issue. Suara Pembaruan views the muslin action as a political issue (gubernatorial election of DKI Jakarta), which make use of religion issue. Media Indonesia sees the action as a political issue as well. Kompas regards it as political and religion issue. We conclude that although expected to be impartial –as part of democratic values, mass media keep in-partiality in crucial issues e.g., religion. This study gives our understanding that mass media can be partial in the certain contexts.Keywords: frame, newspapers, aksi bela islam
Penentuan Kualitas Pembelajaran Guru Sekolah Dasar Penggunaan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
The system determining the quality of classroom learning at primary school teachers still done conventionally so the decision was taken to determine the quality of teachers by learning that sometimes does not correspond to the criteria set by the school and its analysis was not optimal. The method used for data collection were observation and interviews, while the methods used to determine the quality of classroom learning using Simple Additive weighting method (SAW). After going through the process of testing and assessment of the obtained results that the process of inputting the data with the average value of 94%, see the system as a whole with the average value of 92%, the ease of use of the system with an average value of 94%, the results of the analysis criteria with value an average of 84%, and the provision of the decision by the SAW method with an average value of 96%. The system determining the quality of learning by SAW method with the overall function testing resulted in an average value of 92% thus concluded the system determining the quality of teaching elementary school teachers using SAW method feasible to implement.Sistem penentuan kualitas pembelajaran kelas pada guru-guru sekolah dasar masih dilakukan secara konvensional sehingga keputusan yang diambil untuk menentukan guru dengan pembelajaran yang berkualitas terkadang tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh sekolah dan analisisnya tidak maksimal. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan wawancara sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan kualitas pembelajaran kelas menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Setelah melalui proses pengujian dan penilaian maka diperoleh hasil yaitu proses penginputan data dengan nilai rata-rata 94%, tampilan sistem secara keseluruhan dengan nilai rata-rata 92%, kemudahan dalam penggunaan sistem dengan nilai rata-rata 94%, hasil analisis kriteria dengan nilai rata-rata 84%, dan pemberian hasil keputusan dengan metode SAW dengan nilai rata-rata 96%. Sistem penentuan kualitas pembelajaran dengan metode SAW dengan pengujian fungsi secara keseluruhan menghasilkan nilai rata-rata sebesar 92% sehingga disimpulkan sistem penentuan kualitas pembelajaran guru sekolah dasar menggunakan metode SAW layak untuk diterapkan.Sistem penentuan kualitas pembelajaran kelas pada guru-guru sekolah dasar masih dilakukan secara konvensional sehingga keputusan yang diambil untuk menentukan guru dengan pembelajaran yang berkualitas terkadang tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh sekolah dan analisisnya tidak maksimal. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan wawancara sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan kualitas pembelajaran kelas menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Setelah melalui proses pengujian dan penilaian maka diperoleh hasil yaitu proses penginputan data dengan nilai rata-rata 94%, tampilan sistem secara keseluruhan dengan nilai rata-rata 92%, kemudahan dalam penggunaan sistem dengan nilai rata-rata 94%, hasil analisis kriteria dengan nilai rata-rata 84%, dan pemberian hasil keputusan dengan metode SAW dengan nilai rata-rata 96%. Sistem penentuan kualitas pembelajaran dengan metode SAW dengan pengujian fungsi secara keseluruhan menghasilkan nilai rata-rata sebesar 92% sehingga disimpulkan sistem penentuan kualitas pembelajaran guru sekolah dasar menggunakan metode SAW layak untuk diterapkan
Rural Population Administration Management System Based on RESTful API in Bone District (Sistem Manajemen Administrasi Kependudukan Tingkat Pedesaan Berbasis RESTful API di Kabupaten Bone)
Bone district is one of region in South Sulawesi province. There are 27 sub-districts and 374 villages in Bone district. A villages sampled in this study is Barakkae village Lamuru Bone district. The problem in this research is how to make the management system administration at rural level in Bone district and how to apply information technology based on RESTful API on rural administration of Bone district. The technology or method used is the RESTful API, RESTful API is REST (REpresentational State Transfer) is a communication method architecture that is often applied in the development of web-based services. Web-based services that use the REST architecture are called RESTful API (Application Programming Interfaces) or REST API. The are result research is with the existence of management administration system can set a rural institution and give processing data population and implementation technology based on RESTful API in rural management system administration can bridge various access information which connection at management system administration of rural population level Bone district and RESTful API also provide data management with a simple process that make it easy for rural instance staff.Kabupaten Bone adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Bone memiliki 27 Kecamatan dan 374 desa dan kelurahan, Desa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Desa Barakkae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat sistem manajemen administrasi kependudukan pada tingkat pedesaan di Kabupaten Bone dan bagaimana menerapkan teknologi informasi berbasis RESTful API pada administrasi pedesaan di Kabupaten Bone. Metode dan Teknik yang digunakan adalah RESTful API, RESTful API adalah REST (REpresentational State Transfer) yaitu suatu arsitektur metode komunikasi yang sering diterapkan dalam pengembangan layanan berbasis web. Layanan berbasis web yang menggunakan arsitektur REST dinamakan RESTful API (Application Programming Interfaces) atau REST API. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya sistem manajemen administrasi kependudukan, instansi pedesaan dapat mengatur serta memberikan kemudahan pengolahan data kependudukan. Dengan menerapkan teknologi berbasis RESTful API pada sistem manajemen administrasi pedesaan maka dapat menjembatani beragam akses informasi yang terhubung pada sistem manajemen administrasi kependudukan di tingkat pedesaan kabupaten Bone dan RESTful API juga menyediakan manajemen data dengan proses yang lebih sederhana sehingga memudahkan staf instansi pedesaan.
Prototype of Research Document Management System for Government Research Institution with WINISIS (Case Study of BBPPKI Medan) [Purwarupa Sistem Pengelola Dokumen Penelitian untuk Instansi Penelitian Pemerintah dengan WINISIS (Studi Kasus BBPPKI Medan)]
Government Research Agency, such as Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan, has its mechanism of document management is highly dependent on the personal officer, so the management disturbed by human limitations. This case happens due to the absence of electronic system used for document management.This research aims to develop the prototype of BBPPKI Medan research document management system using WINISIS, an e-Government standard software for Information Retrieval System (IRS) released by UNESCO. Software engineering is done by using the Waterfall model of Software Development Life Cycle (SDLC). Then the prototype evaluated by the document manager using End User Computing Satisfaction (EUCS) method. The research has successfully created a research document management system to handle eight kinds of document. Software evaluation by the document manager shows that the software prototype gains user positive perception with 100% score for content, accuracy, and format aspects; 75% score for time aspect; and 70.83% for ease of use aspect. Instansi Penelitian Pemerintah, seperti Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan, yang mekanisme pengelolaannya masih sangat tergantung pada personal pengelola, sehingga manajemen dokumennya terganggu oleh faktor keterbatasan manusia. Hal ini disebabkan belum adanya sistem elektronik yang digunakan untuk pengelolaan dokumen. Penelitian ini bertujuan membangun purwarupa sistem pengelola dokumen penelitian di BBPPKI Medan menggunakan WINISIS, suatu perangkat lunak standar e-Government untuk Information Retrieval System (IRS) yang dikeluarkan oleh UNESCO. Rekayasa perangkat lunak dilakukan dengan menggunakan model Waterfall dari Software Development Life Cycle (SDLC). Evaluasi purwarupa oleh pengguna menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Penelitian berhasil membangun purwarupa sistem pengelola dokumen penelitian yang menangani delapan jenis dokumen. Evaluasi perangkat lunak oleh pengelola dokumen penelitian menunjukkan bahwa purwarupa perangkat lunak mendapat persepsi positif pengguna dengan nilai 100% untuk aspek konten, akurasi dan format; 75% untuk waktu; dan 70,83% kemudahan.
Classification of SME and Potential Areas Based on Map as Economic Development Strategy (Klasterisasi UMKM dan Potensi Wilayah Berbasis Peta Sebagai Strategi Pengembangan Ekonomi Daerah)
The development of MSMEs in a region can not be separated from the potential existence of the region. Ideally the development of MSMEs in a region, based on the potential of existing areas in the area. This study aims to identify and analyze the requirements in the framework of regional economic development as well as to know and provide information on the presence of MSME in accordance with the potential of existing areas. The case studies studied are SMEs licensed in Semarang City. The method used is the development of life-based information system. In order to provide the right information, easy and useful in policy making, then do the design and implementation of map-based information development. To facilitate the decision making, SMEs are designed in cluster. The benefit of this research is to provide easily understood information about MSME cluster specially based on asset and last turnover of business in a region and its suitability with potential of existing area, with information in the form of text and map.Perkembangan UMKM pada suatu daerah tidak lepas dari keberadaan potensi wilayah daerah tersebut. Secara ideal berkembangnya UMKM suatu daerah, didasarkan atas potensi wilayah yang ada pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis persyaratan dalam rangka pengembangan ekonomi daerah serta mengetahui dan memberikan informasi keberadaan UMKM sesuai dengan potensi wilayah yang ada. Studi kasus yang diteliti adalah UMKM yang memiliki izin di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem informasi berbasis siklus hidup. Guna memberikan informasi yang tepat, mudah dan berguna dalam pengambilan kebijakan, selanjutnya dilakukan desain dan implementasi pengembangan informasi berbasis peta. Untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan maka UMKM didesain secara klaster. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi yang mudah dipahami tentang klaster UMKM khususnya berdasarkan aset dan omset terakhir usaha pada suatu wilayah dan kesesuainnya dengan potensi wilayah yang ada, dengan informasi berupa teks dan peta
MEMAHAMI STRUKTUR JARINGAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI CARA STRATEGIS PERIKLANAN DI ERA EKONOMI DIGITAL
Advertising in online media is now a modern business phenomenon, along with the growing e-commerce in the era of digital economy. The penetration of social media is so high provides an opportunity for manufacturers to promote products/services through social media. Still not directly drive the purchase intentions of social media users themselves to a product due to some problems that arise, among others, issues of privacy and trus and incomprehension manufacturer of the structure of social media networks make a small promotional impact. The purpose of this study was to determine the structure of social media networks as a strategic way of advertising in the era of digital economy (Instagram of Tokopedia, Traveloka, Lazada, Ayu Ting Ting, Syahrini, Riaricis and Hanggini). This study uses content analysis with qualitative approach that uses the concept of social media structures network category by Shin et al. The results showed that tie srenght, density network, centrality network, and homophile intertwined in the overall studied Instagram account when promoting a product/service. It\u27s just that there are similarities and differences between the accounts of companies and individuals. Seventh this account has the power relationships and network congestion during the promotion process occurs. But the company accounts tend to be less receiving comments. Instead of interactions that occur tend to be higher on account of the company. The entire account owner is also a key man as the main channel of information play an important role in the network sale of product/service. The similarity of characteristics between the account owner and followers are also reflected in the promotion process.Periklanan di media online kini menjadi fenomena bisnis modern, seiring dengan tumbuh pesatnya e-commerce di era ekonomi digital. Penetrasi media sosial yang begitu tinggi juga memberikan peluang bagi produsen untuk mempromosikan produk/jasa melalui medsos. Meski demikian tidak langsung menggerakan niat beli pengguna karena beberapa masalah antara lain soal privasi dan kepercayaan juga ketidakpahaman produsen terhadap struktur jaringan media sosial membuat dampak promosi kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur jaringan media sosial sebagai cara strategis periklanan di era ekonomi digital (iklan di Instagram Tokopedia, Traveloka, Lazada, Ayu Ting Ting, Syahrini, Riaricis dan Hanggini). Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif dengan konsep kategori struktur jaringan media sosial Shin dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kekuatan hubungankepadatan jaringansentralitas jaringanserta kesamaan karekteristik terjalin dalam keseluruhan akun Instagram yang diteliti saat mempromosikan produk/jasa. Hanya saja ada kesamaan dan perbedaan antara akun perusahaan dan perorangan. Ketujuh akun ini memiliki kekuatan hubungan dan kepadatan jaringan pada saat proses promosi terjadi. Tetapi akun perusahaan cenderung lebih sedikit menerima komen. Sebaliknya interaksi yang terjadi cenderung lebih tinggi pada akun perusahaan. Semua pemilik akun juga merupakan orang kunci sebagai saluran utama informasiyang berperan penting dalam jaringan promosi produk/jasa. Kesamaan karekteristik antara pemilik akun dan followers juga tergambar dalam proses promosi. Abstrak- Periklanan di media online kini menjadi fenomena bisnis modern, seiring dengan tumbuh pesatnya e-commerce di era ekonomi digital. Disamping itu penetrasi media sosial yang begitu tinggi memberikan peluang bagi produsen untuk mempromosikan produk/jasa melalui media sosial. Meski demikian tidak langsung menggerakan niat beli pengguna media sosial itu sendiri. Karena beberapa masalah yang muncul antara lain soal privasi dan kepercayaan. Serta ketidakpahaman produsen terhadap struktur jaringan media sosial membuat dampak promosi kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur jaringan media sosial sebagai cara strategis periklanan di era ekonomi digital (iklan di Instagram Tokopedia, Traveloka, Lazada, Ayu Ting Ting, Syahrini, Riaricis dan Hanggini). Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif dengan konsep kategori struktur jaringan media sosial Shin dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori tie srenght (kekuatan hubungan), network density (kepadatan jaringan), network centrality (sentralitas jaringan) serta kesamaan karekteristik (homophile) terjalin dalam keseluruhan akun Instagram yang diteliti saat mempromosikan sebuah produk/jasa. Hanya saja terdapat kesamaan dan perbedaan antara akun perusahaan dan perorangan. Ketujuh akun ini memiliki kekuatan hubungan dan kepadatan jaringan pada saat proses promosi terjadi. Tetapi akun perusahaan cenderung lebih sedikit menerima komen dibanding akun perorangan. Sebaliknya interaksi yang terjadi cenderung lebih tinggi pada akun perusahaan. Semua pemilik akun juga merupakan orang kunci sebagai saluran utama informasi (sentral) yang berperan penting dalam jaringan promosi sebuah produk/jasa. Kesamaan karekteristik (homophile) antara pemilik akun dan followers juga tergambar dalam proses promosi. Kata Kunci: iklan, media sosial, struktur jaringan media sosial, ekonomi digital
Simulation of Social Reality Through New Media Study on Yogyakarta Students Smartphones Users (Simulasi Realitas Sosial Melalui New Media Studi pada Mahasiswa Yogyakarta Pengguna Smartphone)
This research is tries to uncover thesimulation of social reality of social media and instant messaging application through smartphone that removed the student communication landscape become borderless in Yogyakarta. Smartphone application has creating a new space which brought a second reality for the student to communicate. Transformation phenomena from the real interaction society towards virtual society are important and interesting study further. In terms of analyzing this study uses the theory of symbolic interactionism, CMC and simulacra with descriptive qualitative method. The data came from observation, interviewing, documentation by snowball and purposive sampling techniques and Yogyakarta student as the primary source. The research result shows that social networking and instant messenger have created social reality simulation of Yogyakarta students in new media through a sign which are the reflection of the reality. Another invention also told us that the smartphone advantages have changed the action and mindset pattern of the Yogyakarta student, they usually used it to communicating, doing study task, entertainment, online shopping business, spreading some information, posting some selected and edited pictures, downloading scientific journals, e-book, producing and spreading memes character, symbol, picture and videos that they deliberately created.Penelitian ini mengungkap simulasi realitas sosial pada aplikasi jejaring sosial dan instant messaging melalui new media yang mengubah lanskap komunikasi mahasiswa Kota Yogyakarta yang menjadi tanpa batas. Ruang buatan yang diciptakan oleh aplikasi smartphone menjadi realitas kedua bagi mahasiswa untuk berkomunikasi. Fenomena transformasi dari interaksi masyarakat nyata menuju interaksi masyarakat virtual ini penting dan menarik untuk diteliti. Penelitian ini melihat realitas virtual yang diciptakan mahasiswa melalui smartphone bersanding dengan realitas nyata yang menggunakan teori interaksionisme simbolik, CMC dan simulakra dengan pendekatan kualitatif yang berjenis deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik snowball dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring sosial dan instant messaging telah membentuk simulasi realitas mahasiswa Yogyakarta di media baru melalui tanda/citraan yang merupakan refleksi dari realitas, bahkan menutupi realitas yang sebenarnya dan menciptakan simulakrum yang terkadang tidak ada hubungannya dengan realitas. Temuan lain juga mengatakan bahwa pemakaian smartphone banyak mengubah pola pikir dan tindakan mahasiswa Yogyakarta lebih untuk melakukan komunikasi, mengerjakan tugas kuliah, mencari hiburan, bisnis online shopping, menebarkan informasi, mengunggah foto, mengunduh jurnal dan e-book, memproduksi dan menyebarkan gambar-gambar meme yang lucu atau yang berkaitan dengan aktivitas tertentu dan melakukan pencitraan diri melalui simbol, gambar dan video yang sengaja mereka ciptakan
Usability Measurement and Evaluation of E-Learning to Support the Training Program for Academic Staff (Pengukuran Usability dan Evaluasi E-Learning untuk Program Pelatihan bagi Tenaga Kependidikan)
This article discusses the usability measurement and evaluation of e-learning being used as a media for the academic staff training program of UPN "Veteran" Jakarta. E-learning system usability will be measured based on Nielsen heuristic approach and analyzed with five independent variabels, i.e. learnability, efficiency, memorability, error and satisfaction. The data collection involved 169 respondents from academic staff as e-learning application users. Based on the results of this study, it was found that the aspects of learnability, efficiency and memorability have a significant effect on usability.Artikel ini membahas mengenai pengukuran usability pada aplikasi e-learning serta evaluasi pemanfaatan e-learning sebagai media pelatihan keterampilan tenaga kependidikan UPN “Veteran” Jakarta. Dalam penelitian ini akan diukur tingkat usability sistem berdasarkan pendekatan heuristik Nielsen dan dianalisis dengan lima variabel bebas, yaitu learnability, efficiency, memorability, error dan satisfaction. Pengambilan data dengan kuesioner melibatkan 169 responden pengguna aplikasi e-learning untuk pelatihan tenaga kependidikan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa aspek learnability, efficiency dan memorability berpengaruh signifikan terhadap usability