Jurnal Mahasiswa TEUB
Not a member yet
    2001 research outputs found

    PENGARUH USIA DAN IQ TERHADAP KINERJA ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DALAM KLASIFIKASI GANGGUAN JIWA BERDASARKAN DATA EEG

    No full text
    Klasifikasi gangguan jiwa berbasisElectroencephalography (EEG) telah menjadi bidangpenelitian yang berkembang dalam kecerdasan buatan(Artificial Intelligence - AI). Penelitian ini bertujuanuntuk mengevaluasi pengaruh parameter tambahan, yaituusia dan IQ, terhadap performa model Artificial NeuralNetwork (ANN) dalam klasifikasi gangguan jiwa berbasisEEG. Data EEG yang digunakan berasal dari datasetpublik dan dikategorikan berdasarkan dua jenis gangguan,yaitu Schizophrenia dan Post-Traumatic Stress Disorder(PTSD), serta kelompok Healthy Control. Sebanyaksembilan model ANN dikembangkan dengan kombinasiparameter berbeda, meliputi Power Spectral Density(PSD), Functional Connectivity (FC), usia, dan IQ.Proses klasifikasi dilakukan dengan Neural Network padalayer aktivasi sigmoid, sementara preprocessing datamencakup normalisasi menggunakan StandardScaler danpenyeimbangan data menggunakan Synthetic MinorityOver-sampling Technique (SMOTE). Evaluasi modeldilakukan berdasarkan metrik akurasi, sensitivity,specificity, dan AUC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model denganparameter usia dan IQ memberikan peningkatan performayang signifikan dibandingkan model tanpa keduaparameter tersebut. Model terbaik, yaitu PTSD IQ,mencapai akurasi testing sebesar 99,89% dengan standardeviasi rendah (0,17%), sensitivitas dan AUC sempurna(100%), menunjukkan kinerja yang unggul dibandingkanmetode sebelumnya seperti Elastic Net. Penambahanvariabel usia dan IQ terbukti meningkatkan kemampuangeneralisasi model, khususnya pada klasifikasi PTSD,serta berkontribusi dalam mengatasi ketidakseimbangankelas pada data Schizophrenia melalui teknik SMOTE +undersampling. Temuan ini menegaskan bahwa usia danIQ merupakan variabel penting dalam klasifikasigangguan jiwa berbasis EEG, serta memperkuat potensipenggunaan model Artificial Neural Network (ANN)sebagai sistem diagnosis berbasis kecerdasan buatan dibidang kesehatan mental.Kata Kunci— EEG, Artificial Neural Network, klasifikasigangguan jiwa, IQ, Age

    PENGARUH VARIASI DIAMETER DAN JARAK ELEKTRODA TAMBAHAN BERBENTUK PELAT PADA KINERJA PENANGKAL PETIR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS

    No full text
    Petir merupakan suatu gejala alam yang terjadi akibat gesekan muatan pada awan hingga menghasilkan kilatan cahaya dengan muatan yangbesar. Petir yang menyambar ke bumi jika tidak di atasi dengan baik dapat mengakibatkan banyak kerusakan sehingga dibutuhkannyasistem proteksi yang lebih efisien, khususnya penangkal petir tipe konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhvariasi diameter dan jarak elektroda pelat tambahan terhadap kinerja penangkal petir dalam membentuk early streamer, serta terhadaptegangan korona dan tegangan tembus. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi Universitas Brawijaya menggunakansumber tegangan tinggi DC polaritas negatif. Variasi diameter elektroda pelat (D) yang digunakan adalah 10 cm, 15 cm, dan 20 cm,sementara jarak ujung penangkal petir ke elektroda pelat tambahan (h) divariasikan pada 3 cm, 6 cm, dan 9 cm. Selain pengujian langsung,dilakukan juga simulasi distribusi medan listrik menggunakan perangkat lunak FEMM 4.2. Hasil menunjukkan bahwa penangkal petir tanpaelektroda tambahan menghasilkan tegangan early streamer, tegangan korona, arus korona, dan tegangan tembus lebih kecil, sehinggamemudahkan pembentukan early streamer, terjadinya korona, dan tegangan tembus. Sebaliknya, penangkal petir dengan elektroda pelattambahan berdiameter (D) lebih besar (20 cm) dan jarak ujung penangkal petir ke elektroda pelat tambahan (h) lebih dekat (3 cm)membutuhkan tegangan lebih besar untuk membentuk early streamer, terjadinya korona, dan tegangan tembus. Simulasi distribusi medanlistrik mendukung hasil ini, menunjukkan bahwa distribusi medan lebih seragam pada diameter elektroda pelat tambahan (D) terbesar danjarak ujung penangkal petir ke elektroda pelat tambahan (h) terdekat. Berdasarkan hasil ini, disarankan penggunaan penangkal petir tanpaelektroda pelat tambahan untuk mendapatkan efektivitas kinerja penangkal petir terbaik.Kata Kunci — Penangkal Petir, Elektroda Pelat Tambahan, Early streamer, Korona, Tegangan Tembus

    Prediksi Usia Pakai Transformator Distribusi 20 kV Area Gardu Induk Polehan Berdasarkan Pembebanan Menggunakan Metode Regresi Linier

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksiusia pakai transformator distribusi 20 kV di Area Gardu IndukPolehan menggunakan metode regresi linier berdasarkan datahistoris pembebanan tahunan. Pendekatan ini dilakukan untukmendukung pengambilan keputusan pemeliharaan yang tepatguna meningkatkan keandalan sistem distribusi tenaga listrik.Data diperoleh melalui survei lapangan dan wawancara, sertadidukung data sekunder berupa histori pembebanantransformator dari tahun 2021 hingga 2024. Prediksi trenpembebanan untuk tahun 2025 hingga 2028 dilakukanmenggunakan regresi linier, yang kemudian dijadikan dasaruntuk menghitung suhu titik panas lilitan, kecepatan relatifpenuaan, susut usia harian dan tahunan transformator serta usiapakai transformator. Perhitungan dilakukan dengan mengacupada standar IEC 354 Tahun 1991. Hasil prediksi menunjukkanbahwa beban transformator terus meningkat hingga mencapai80,59% di siang hari dan 89,41% di malam hari pada tahun 2028.Kenaikan beban ini menyebabkan peningkatan suhu titik panaslilitan dari 62,89oC hingga 77,06°C dan mempercepat kecepatanrelatif penuaan isolasi hingga 0,0929 p.u pada beban siang dan0,0908 p.u pada beban malam. Hal ini berdampak padapeningkatan susut usia harian sebesar dari 0,831 h/d hingga 8,767h/d dan susut usia tahunan sebesar dari 0,035 p.u hingga 0,365 p.u.Dari hasil perhitungan tersebut, diketahui bahwa usia pakaitransformator pada tahun 2025 sebesar 200 tahun menjadi 10,95tahun pada tahun 2028 sehingga menunjukkan hasil yang sangatbaik dan jauh diatas standar yang idealnya 20 tahun.Kata Kunci - transformator distribusi, pembebanan,regresi linier, usia pakai, susut usia, kecepatan relatifpenuaan, IEC 354 Tahun 1991.

    RANCANG BANGUN ALAT DETEKSIKUALITAS BUAH BERBASIS MACHINE LEARNING DENGAN ESP32-CAM

    No full text
    Kualitas buah yang baik sangat penting dalam industri pertanian dan perdagangan, karena buah yangtidak memenuhi standar dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan dampak lingkungan yang signifikan.Metode tradisional dalam penilaian kualitas buah yang bergantung pada inspeksi manual sering kali tidakefisien dan rentan terhadap kesalahan. Dengan meningkatnya permintaan global untuk produksi pangan,diperlukan solusi yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan machine learning dan deep learning melaluiimage classification untuk mendeteksi kualitas buah secara real-time. Dataset tampilan atas buah jambu kristaldengan kelas grade_a, grade_b, dan grade_c yang secara keseluruhan berjumlah 451 gambar dirancangmenggunakan model convolutional neural network (CNN) menunjukkan hasil dengan model terbaikmenggunakan fungsi optimasi Adam mencapai accuracy 90,49%, precision 90,84%, recall 91,05%, dan F1-score 90,84% pada training dan validasi serta accuracy 88,33%, precision 88,88%, recall 88,33%, dan F1-score 87,83% pada testing. Model ini dikonversi ke TensorFlow Lite lalu diekspor ke ESP32-CAM denganbantuan Edge Impulse untuk deployment, memungkinkan klasifikasi gambar buah. Saat model terbaik tersebutdiuji dengan ESP32-CAM, diperoleh nilai accuracy 83,33%, precision 89,00%, recall 83,33%, dan F1-score82,33%.Kata Kunci: Kualitas Buah, Jambu Kristal, Machine Learning, Convolution Neural Network, ESP32-CA

    RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL OPTIMAL PADA PROSES PASTEURISASI SUSU MENGGUNAKAN METODE LINIER QUADRATIC REGULATOR (LQR)

    No full text
    - Susu merupakan bahan pangan bernutrisi tinggiyang sangat rentan terhadap kerusakan mikrobiologis,sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan tepatseperti proses pasteurisasi. Pasteurisasi adalah metodepemanasan untuk membunuh bakteri patogen dalam susutanpa merusak kandungan nutrisinya. Penjagaan suhu yangstabil selama proses pasteurisasi sangat penting untukmemastikan keamanan dan kualitas produk. Penelitian inibertujuan untuk merancang dan membangun sistem kontrolsuhu berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) gunamengoptimalkan proses pasteurisasi susu. Sistem terdiri atassensor suhu DS18B20, mikrokontroler, pemanas, dan modulAC light dimmer, yang dirancang agar dapat menjaga suhusesuai metode LTLT (Low Temperature Long Time).Berdasarkan pengujian variasi nilai matriks Q, konfigurasiQ = [ ] menunjukkan performa paling optimaldengan waktu naik cepat, overshoot minimal, dan errorsteady-state yang sangat kecil. Sensor DS18B20 terbuktimemiliki akurasi tinggi sebesar 99,49%, sedangkan modulAC light dimmer menunjukkan karakteristik tidak linearterhadap nilai PWM, sehingga perlu diperhatikan dalamperancangan sistem kendali presisi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penerapan kontrol LQR efektif dalammeningkatkan kestabilan dan efisiensi proses pasteurisasi,serta dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistemkontrol suhu pada industri pangan lainnya.Kata kunci: Pasteurisasi, LQR, Mikrokontroler, SensorDS18B20, Heater.

    PERANCANGAN KONTROL FUZZY-PID PADA TWO LEVEL DC-DC BOOST CONVERTER DALAM APLIKASI FUEL CELL DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESTABILAN TEGANGAN KELUARAN

    No full text
    Perkembangan kendaraan listrik berbasisenergi terbarukan menuntut sistem konversi daya yangefisien dan mampu merespons dinamika beban secaraadaptif. Salah satu tantangan utama dalam penggunaan fuelcell sebagai sumber daya adalah karakteristiknya yang nonlinear dan fluktuatif, sehingga memerlukan sistem kendaliyang andal untuk menjaga kestabilan tegangan. Penelitian inimengusulkan penerapan kontrol Fuzzy-PID pada Two LevelDC-DC Boost Converter (TLBC) guna meningkatkanstabilitas tegangan keluaran terhadap variasi input danperubahan beban. Sistem dikembangkan melalui pemodelanmatematis converter dan simulasi menggunakanMATLAB/Simulink. Pengendali Fuzzy-PID dirancangdengan menggabungkan metode logika fuzzy untukmenghasilkan parameter Kp, Ki, dan Kd yang lebih adaptifterhadap kondisi sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwaFuzzy-PID mampu mengurangi overshoot, mempercepatwaktu tunak, dan menurunkan ripple tegangan secarasignifikan dibandingkan sistem open-loop. Dengan demikian,kontrol Fuzzy-PID terbukti lebih efektif dibandingkan PIDkonvensional dalam menjaga kestabilan tegangan padaaplikasi fuel cell kendaraan listrik.Kata kunci: Two Level DC-DC Boost Converter, Fuel Cell,Fuzzy-PID, Stabilitas Tegangan, MATLAB/Simulink,Kendali Adapti

    REKOMENDASI PEMELIHARAAN DUMPTRUCK HD785-7 MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING RANDOM FOREST PADA CHATBOT BERBASIS MICROSOFT AZURE

    No full text
    Pemeliharaan alat berat seperti Dump Truck HD785-7sangat penting untuk meminimalkan downtime dan menjagaproduktivitas operasional di industri pertambangan. Penelitian inimengembangkan sistem rekomendasi pemeliharaanmenggunakan algoritma Machine Learning Random Forest yangdiintegrasikan ke dalam chatbot berbasis Microsoft AzureOpenAI. Data pelatihan berasal dari parameter teknis unit,termasuk hasil analisis oli PAP dan data sensor VHMS, yangdiklasifikasikan menjadi status normal dan abnormal. Proses ETLdilakukan melalui Azure Data Factory, penyimpanan datamenggunakan Azure Blob Storage, dan model dilatih sertadihosting menggunakan Azure Machine Learning. Chatbotdikembangkan dengan skenario percakapan berbasis promptuntuk memberikan rekomendasi perbaikan secara real-timekepada teknisi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modelmemiliki akurasi tinggi (>95%) dalam klasifikasi kondisi alat,serta respons chatbot yang cepat dan tepat berdasarkan rule darishop manual dan KOWA. Sistem ini mampu mempercepatpengambilan keputusan teknis, mengurangi downtime, danmendukung digitalisasi pemeliharaan alat berat di PT KalimantanPrima Persada.Kata Kunci—Random Forest, Chatbot, Pemeliharaan Alat Berat,Azure, Dump Truck HD785-7, Machine Learning, Azure OpenA

    Analisis Three-Phase dan Single-Phase Auto Reclosing pada Pergantian Pemutus Tenaga (PMT) 70 kV Bay Penghantar Trenggalek Gardu Induk Tulungagung

    No full text
    Saluran transmisi terhubung interkoneksi antar garduinduk untuk menyalurkan daya listrik menuju beban sekundermasing-masing gardu induk. Kegagalan open-close pada three polePMT pada gangguan 1 fasa ke tanah saluran transmisimenyebabkan ketidakseimbangan sistem antar gardu induk.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh analisis pengaruhimpedansi total dan arus hubung singkat terhadap titik lokasigangguan, arus secondary arc, setting dead time SPAR, danpengaruh setting rele OCR dan Overload Shedding terhadap settingdead time TPAR. Analisis perhitungan nilai setting dead timeautorecloser dengan standar SPLN Tahun 2021 dan SPLN UITJBTB Tahun 2020 serta melakukan simulasi secondary arcmenggunakan software Digsilent PF 24. Berdasarkan hasil yangdiperoleh, nilai impedansi total pada ujung saluran transmisibernilai besar sehingga menyebabkan nilai arus hubung singkatberbanding terbalik dengan titik lokasi gangguan saluran. Arussecondary arc bernilai 5,6 A padam pada waktu 0,204 detik dengansetting dead time SPAR 1 detik. Setting dead time TPAR ditetapkan1,5 detik dengan mempertimbangkan setting rele OCR dan OLS.Kata Kunci ̶Dead Time, Gangguan Hubung Singkat, Secondaryarc, SPAR, TPA

    PENGARUH KEKASARAN PERMUKAAN PADA ELEKTRODA PIRING–PIRING TERHADAP PROBABILITAS TEGANGAN TEMBUS PADA UDARA

    No full text
    Tegangan tembus merupakan parameter penting dalam sistem isolasi tegangan tinggi yang menentukan batas tegangan maksimum sebelum terjadi kegagalan listrik. Penelitian ini menganalisis pengaruh kekasaran permukaan elektroda terhadap probabilitas tegangan tembus pada dielektrik udara. Variasi kekasaran elektroda diuji menggunakan metode Up and Down dengan tegangan AC dan jarak sela tetap 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kasar permukaan elektroda, tegangan tembus cenderung menurun akibat ketidakseimbangan distribusi medan listrik. Simulasi menggunakan perangkat lunak FEMM 4.2 menunjukkan bahwa elektroda dengan permukaan halus memiliki distribusi medan listrik yang lebih merata dibandingkan elektroda kasar. Selain itu, hasil pengujian arus bocor menunjukkan bahwa elektroda dengan kekasaran lebih tinggi memiliki arus bocor yang lebih besar. Hubungan antara tegangan uji dan arus bocor bersifat linier, di mana peningkatan tegangan uji menyebabkan peningkatan arus bocor secara signifikan. Temuan ini memberikan wawasan penting dalam desain sistem isolasi tegangan tinggi, terutama dalam pemilihan elektroda untuk meminimalkan risiko kegagalan isolasi.Kata Kunci — Tegangan tembus; Elektroda; Arus bocor; Probabilitas; Kekasaran Permukaan; Medan listri

    RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING VOLUME DAN KUALITAS AIR PADA TANGKI AIR BERBASIS INTERNET OF THINGS

    No full text
    Ketersediaan dan kualitas air bersih sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, namun pemantauan kondisi air dalam tangki masih sering dilakukan secara manual, yang dapat menyebabkan kesalahan serta potensi risiko kecelakaan. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan volume dan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengawasan air. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air lalu dikonversi menjadi volume, sensor pH untuk mengukur keasaman, sensor kekeruhan untuk mendeteksi kejernihan air, sensor TDS untuk mengukur zat padat terlarut dalam air, serta sensor suhu untuk mengukur suhu air. Data yang diperoleh dari sensor diproses menggunakan mikrokontroler ESP32 dan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi Blynk, sehingga pengguna dapat memantau kondisi air dari jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan informasi akurat mengenai parameter kualitas air dengan tingkat keakuratan lebih dari 90%. Dengan adanya sistem ini, pemantauan kondisi volume dan kualitas air pada tangki air menjadi lebih efisien, efektif, serta menghindari risiko kecelakaan dalam pengecekan manual.Kata Kunci: Sistem monitoring air, IoT, sensor kualitas air, ESP32, Blyn

    0

    full texts

    2,001

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa TEUB
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇