Jurnal Mahasiswa TEUB
Not a member yet
    2001 research outputs found

    Analisis Koordinasi Sistem Proteksi Overcurrent Relay Jaringan 20kV pada Pemakaian Sendiri PLTM Cikaengan-2 PT Cikaengan Tirta Energi

    No full text
    Rele arus lebih (OCR) merupakan salah satu alat pengaman pada sistem proteksi yang mengamankan gangguan yang disebabkan oleh arus lebih yaitu arus beban lebih (overload) dan gangguan hubung singkat (short circuit). Secara umum OCR terbagi menjadi dua yaitu OCR yang memproteksi gangguan pada antar fasa (OCR fasa) dan gangguan ke tanah (GFR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tehadap setting dan koordinasi OCR jaringan 20kV pemakaian sendiri pada PLTM  Cikaengan-2 berdasarkan standart IEC 60909, IEC 60255, dan BS-142. Analisis dilakukan melalui perhitungan manual meliputi perhitungan arus hubung singkat pada jaringan 20kV (3 fasa, 2 fasa, dan 1 fasa ke tanah) serta penyetelan ulang arus dan waktu terhadap koordinasi OCR existing. Selain itu, software ETAP digunakan untuk mensimulasi arus hubung singkat jaringan 20kV dan plotting karakteristik kurva arus-waktu koordinasi antar OCR sebelum dan sesudah dilakukan resetting. Hasil perhitungan arus hubung singkat secara manual dan simulasi ETAP memiliki selisih yang kecil untuk rerata dari ketiga jenis hubung singkat yang dipilih dengan nilai 1,3% pada bus utama 20kV, 0,94% pada bus headtank dan intake weir 20kV, serta 2,34% pada bus pelanggan 20kV. Berdasarkan plotting setting karakteristik kurva arus-waktu existing pada ETAP ditemukan beberapa kesalahan koordinasi existing pada PLTM Cikaengan-2 seperti selektivitas antar kurva yang kurang tepat, grading time atau waktu jeda yang saling berimpitan, dan tidak terproteksinya salah satu komponen krusial pada pembangkit yaitu transformer.  Kemudian dilakukan resetting pada OCR dan GFR jaringan 20kV menggunakan perhitungan manual dengan hasil: OCR Rele Out PLN: Kurva inverse, Iset = 0,075, TDS = 0,05, Iset (instan) = 2, time delay (instan) = 0,025s. GFR Rele Out PLN:Kurva inverse, Iset = 0,75, TDS = 0,05, Iset (instan) = 2, time delay(instan) = 0,025s. OCR Rele Out MT2: Kurva inverse, Iset = 1,65,TDS = 0,1, Iset (instan) = 3, time delay (instan) = 0,225s. GFR ReleOut MT2: Kurva inverse, Iset = 1,7, TDS = 0,1, Iset (instan) = 3, timedelay (instan) = 0,225s. OCR Rele 8: Kurva inverse, Iset (instan) =0,05, time delay (instan) = 0,02s. GFR Rele 8: Kurva inverse, Iset =4, TDS = 0,1, Iset (instan) = 6, time delay (instan) = 0,02s..Kata Kunci ̶ Distribusi, Koordinasi, Pemakaian Sendiri, PLTM,Rele Arus Lebih.

    Implementation of Hall Effect Sensors in Servo Motors to Reduce Drift

    No full text
    Servo motors play a critical role in precision control systems, traditionally  relying on potentiometers for position sensing. However, potentiometers  suffer from drift due to mechanical wear and physical contact, leading to  measurement instability over time. This study investigates the implementation of Hall effect sensors as an alternative to potentiometers  to mitigate drift in servo motor position measurement. The research  methodology encompasses the design and implementation of a position  measurement system utilizing Hall effect sensors, followed by a comparative performance evaluation against potentiometers. The  experimental procedure consists of three key stages: sensor  characterization, drift analysis under both unloaded and loaded conditions, and system response assessment to a reference angle. Performance  metrics such as rise time, settling time, and steady-state error are analyzed. The results demonstrate that Hall effect sensors effectively minimize drift,  offering improved stability, reduced position deviations, and faster  response times in achieving target angles. These findings highlight the  potential of Hall effect sensors in enhancing the accuracy and reliability of  servo motor position measurement, particularly in high-precision  applications. Keywords: servo motor, drift, potentiometer, Hall effect sensor, position accurac

    IMPLEMENTASI YOLO DALAM SISTEM PENGAWASAN UJIAN DENGAN PROSES DETEKSI SECARA REAL-TIME

    No full text
    Tingkat kecurangan dalam pelaksanaan ujian di Indonesia masih menjadi permasalahan serius, yang semakinkompleks akibat kemajuan teknologi dan kemudahan akses perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop. Berdasarkanlaporan Kemendikbud (2019), terdapat 202 aduan kecurangan dalam Ujian Nasional dengan 126 kasus terkonfirmasi, sertasurvei oleh Winardi & Anggraeni (2017) menunjukkan bahwa 77,5% mahasiswa akuntansi mengakui pernah melakukankecurangan akademik. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma YOLOv5 dalam sistem pengawasan ujian untukmendeteksi objek terlarang secara real-time. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi keberadaan barang-barang sepertiponsel, tas, dan buku yang dapat mengindikasikan kecurangan selama ujian. YOLOv5 dipilih karena efisiensi dan akurasinyadalam deteksi objek. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data citra, pelabelan objek, pelatihan model YOLOv5, danpengujian kinerja sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi objek terlarang dengan baik,dengan nilai precision 0,84, recall 0,791, dan mAP 0,852. Sistem ini berpotensi untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan ujianuntuk meningkatkan pengawasan ujian secara otomatis.Kata Kunci— YOLOv5, Sistem Proctoring, Deteksi Objek, Computer Vision, Real-time

    ANALISIS KONTROL RATIO UDARA UNTUK MENCAPAI PEMBAKARAN BAHAN BAKAR SEMPURNA PADA RUANG BAKAR BOILER

    No full text
    Peningkatan kebutuhan energi listrik diIndonesia menuntut efisiensi optimal pada pembangkitlistrik, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)yang banyak menggunakan boiler sebagai sumber uapbertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem kontrol ratio udara guna mencapai pembakaran bahan bakar yang sempurna padaruang bakar boiler tipe Circulating Fluidized Bed (CFB) diPT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills. Penelitian dilakukandengan pendekatan studi literatur, pengambilan datalapangan, serta perhitungan efisiensi menggunakan metode direct. Parameter utama yang dianalisis meliputi ratio udara-bahan bakar, tekanan, suhu, serta kandungan oksigen, dengan pengambilan data melalui sensor thermocouple, pressure transmitter, dan oxygen analyzer yangdiintegrasikan ke dalam sistem Valmet DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol ratio udara yang tepat pada primary dan secondary air fan berpengaruh signifikanterhadap kestabilan pembakaran dan efisiensi sistem boiler. Evaluasi terhadap efisiensi boiler menunjukkan performaaktual mencapai 89,03% dari desain, dengan potensipeningkatan efisiensi melalui optimasi sistem kontrol udaraotomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangansistem kontrol pembakaran berbasis automasi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi padaindustri berbasis boiler. Kata kunci: Boiler, Kontrol ratio udara, air-fuel ratio, pembakaran sempurna, CFB

    Pengaruh Lapisan Nanoceramic pada Isolator Piring Keramik Berpolutan Terhadap Arus Bocor

    No full text
    Isolator merupakan komponen penting dalamsistem tenaga listrik yang berfungsi untuk menopang konduktorserta memisahkan bagian bertegangan agar mencegah terjadinyakebocoran arus. Isolator piring keramik banyak digunakan padasistem transmisi luar ruang, namun memiliki kelemahan karenapermukaannya bersifat menyerap air sehingga mudahmengalami arus bocor, terutama saat kondisi basah dan terpaparpolutan lingkungan. Penelitian ini membahas pengaruhpelapisan nanoceramic pada isolator piring keramik terhadaparus bocor dan rugi daya. Pengujian dilakukan di LaboratoriumTegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik,Universitas Brawijaya, dengan metode pengukuran arus bocordan sudut kontak. Variasi kondisi pengujian meliputi kondisikering dan basah, serta keadaan isolator bersih dan berpolutan.Debit pembasahan yang digunakan sebesar 21,24 mm, 55,5 mm,dan 108,45 mm, mengacu pada data curah hujan di Indonesia,dengan variasi tegangan uji AC sebesar 8, 11,5, 20, dan 24 kV.Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwapermukaan isolator yang dilapisi nanoceramic memiliki sudutkontak lebih dari 90°, yang menunjukkan sifat hidrofobik. Padapengujian dengan variasi kondisi, baik kering maupun basah,serta variasi debit pembasahan dan tegangan uji, isolator yangdilapisi nanoceramic menghasilkan nilai arus bocor yang lebihrendah dan resistansi permukaan yang lebih tinggi dibandingkanisolator tanpa pelapisan. Hal yang sama juga terjadi pada kondisiisolator berpolutan, di mana pelapisan nanoceramic tetapmenunjukkan penurunan arus bocor dan peningkatan resistansi,yang secara keseluruhan berdampak pada berkurangnya rugirugi daya listrik pada sistem.Kata Kunci ̶ Isolator piring keramik, arus bocor, sudutkontak, nanoceramic.

    PERANCANGAN SISTEM SMART HOME MENGGUNAKAN BLYNK DAN WEMOS D1 MINI

    No full text
    Perkembangan teknologi yang pesat mendorong terciptanya sistem smart home yang dapat meningkatkan kenyamanan danefisiensi penggunaan peralatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem smart home berbasis Internetof Things (IoT) dengan menggunakan microcontroller Wemos D1 Mini yang dapat dikontrol secara otomatis maupun manualmelalui aplikasi Blynk dan web browser. Sistem ini dirancang untuk mengendalikan perangkat seperti lampu, kipas angin,pintu rumah, dan pagar otomatis dengan memanfaatkan sensor jarak dan suhu sebagai parameter kendali. Metode penelitianmencakup perancangan perangkat keras dan lunak, serta pengujian fungsional pada komponen utama seperti motor servo,relay, dan power supply. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil menjalankan perintah secara otomatis sepertimembuka pagar saat sensor mendeteksi objek, menyalakan lampu jika ruangan gelap, serta mengaktifkan kipas angin.Sistem ini juga memungkinkan pengguna memantau dan mengontrol perangkat dari jarak jauh. Penelitian ini membuktikanbahwa IoT dalam sistem smarthome sangat bermanfaat dan efisien dikarenakan dapat mempermudah pengguna ataupenghuni rumah untuk mengontrol perangkat rumah tangga hanya dengan membuka blynk, pengujian ini jugamempermudah pengguna untuk mengontrol perangkat rumah dengan efektif untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan,serta efisiensi energi di lingkungan rumah tinggal. Meskipun sistem smart home yang telah dirancang dalam penelitian inimenunjukkan hasil yang cukup baik, masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan untuk pengembanganselanjutnya. Sistem ini sangat bergantung pada koneksi internet, sehingga disarankan bagi pengguna yang berada di wilayahterpencil untuk menggunakan provider dengan kualitas jaringan yang stabil dan cepat agar sistem dapat berjalan denganoptimal. Selain itu, untuk meningkatkan cakupan kontrol, diperlukan penambahan beberapa komponen seperti motor servoguna mengoperasikan perangkat-perangkat rumah tangga yang tidak berbasis energi listrik. Dengan pengembangan lebihlanjut, sistem smart home ini diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih cerdas, efisien, dan bermanfaat dalam kehidupansehari-hari.Kata kunci : Wemos D1 Mini, Blynk, Smart home, Internet of Thing

    PENGAPLIKASIAN ALGORITMA DYNAMIC ROUTING PADA ESP-NOW UNTUK ESP32

    No full text
    ESP-NOW pada ESP32 memiliki keterbatasandalam membentuk jaringan mesh skala besar dan dinamiskarena skema broadcast datarnya dan tidak adanyamekanisme rerouting. Penelitian ini mengusulkan sebuahprotokol routing dinamis ringan yang terinspirasi dariOSPF, yang disesuaikan untuk ESP-NOW. Node ESP32secara periodik mengirim beacon, saling mengenalitetangga, serta mencatat “kill-count” untuk mendeteksidan menghapus node yang offline. Node-node ini salingbertukar tabel tetangga, menyebarkan metrik hop-count,dan menghitung jalur terpendek untuk mengirim datasecara optimal. Pengujian dilakukan di lingkungan rumahdengan banyak tembok dan gangguan sinyal, sertapenempatan node secara acak untuk mensimulasikankondisi nyata. Hasilnya, jaringan mesh dapat terbentuksecara otomatis dan hampir instan tanpa konfigurasimanual. Tingkat keberhasilan pengiriman paket mencapailebih dari 80% dalam kondisi ideal, meskipun performadapat menurun karena hambatan fisik dan keterbatasanantena bawaan ESP32. Meski begitu, protokol ini terbuktiefektif dalam membentuk jaringan mesh secara otomatis,skalabel, dan tangguh terhadap perubahan topologi. Solusiini cocok untuk implementasi jaringan IoT yang dinamis,hemat daya, dan berlatensi rendah.Kata Kunci: ESP32, ESP-NOW, routing dinamis,jaringan mesh, IoT, OSPF, peer-to-pee

    DESAIN SISTEM PENGENDALIAN CASCADE UNTUK PENGENDALIAN SUHU PADA PROSES PEMURNIAN KATALISATOR

    No full text
    Pengendalian suhu yang presisimerupakan aspek krusial dalam prosespemurnian katalisator untuk menjagaefisiensi, kualitas produk, dan umur pakaikatalis. Penelitian ini bertujuan untukmemodelkan dan merancang sistempengendalian cascade pada heater danregenerator guna mengoptimalkan suhuproses. Sistem cascade control digunakankarena kemampuannya merespons gangguansecara lebih cepat melalui dua looppengendalian, yaitu primer dan sekunder.Model matematis sistem dikembangkanmenggunakan pendekatan transfer function,dilanjutkan dengan simulasi kinerja untukmembandingkan efektivitas pengendaliancascade dengan single-loop control. Hasilsimulasi menunjukkan bahwa pengendaliancascade memberikan respons lebih cepatterhadap perubahan setpoint, meredamgangguan lebih efektif, dan menghasilkanerror yang lebih kecil dibandingkan kontroltunggal. Sistem ini mampu menjaga suhupemurnian tetap stabil, efisien, danmendukung keberlanjutan proses industriberbasis katalis.Kata Kunci: kontrol cascade, pemurniankatalisator, heater, regenerator, pengendaliansuhu.

    Pengaruh Variasi Posisi Modul Terhadap Biaya Energi dan Reduksi Emisi CO2 pada Perancangan PLTS Atap PT Lotte Packaging

    No full text
    Indonesia has immense solar energy potential, with an average intensity of 4.8 kWh/m², equivalent to 112,000 GWp. However, only 10 MWp, or 0.08%, has been utilized. From an environmental perspective, rooftop solar power plants can significantly reduce CO₂ emissions. The tilt angle of solar modules influences both energy production and the performance ratio (PR). This study focuses on the impact of tilt and azimuth angles on energy output, PR, economic feasibility, and CO₂ emission reduction. Two scenarios are analyzed based on different angle combinations. A rooftop solar power plants system is considered technically feasible if the PR falls within the 75-80% range. Economic feasibility is assessed using methods such as Cost of Energy (COE), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Payback Period (PP), Internal Rate of Return (IRR), and Return on Investment (ROI) over a 30-year project period. Emission reductions are calculated using grid emission factors, assuming a 1% annual degradation rate for the PLTS. Scenario 1 produced 2,479,926 kWh with a PR of 87%, while Scenario 2 generated 2,474,835 kWh with a PR of 86.98%. Both scenarios are economically viable; however, Scenario 1 is more favorable, with a COE of Rp986.35/kWh, an NPV of Rp14,284,057,871, a PI of 1.52, a payback period of 12 years, 3 months, and 11 days, an IRR of 10.89%, and an ROI of 52.01%. Additionally, Scenario 1 achieved greater CO₂ emission reduction, totaling 54,224 tons over 30 years, compared to Scenario 2.Keywords : solar PV, angle variations, economic analysis, CO2 reductio

    Analisis Proteksi Diferensial Transformator 2 60 MVA pada Gardu Induk Rungkut 150 kV

    No full text
    Transformator merupakan perangkat listrik statis yang mengubah sistem tegangan dan arus bolak-balik menjadi sistem lain dengan frekuensi yang sama untuk keperluan transmisi daya listrik. Sebagai komponen penting dalam penyaluran energi listrik, transformator memerlukan sistem proteksi yang andal, salah satunya yaitu relay diferensial (87T). Relay diferensial pada Transformator 2 Gardu Induk Rungkut 150 kV berperan dalam melindungi transformator yang menyalurkan tenaga listrik ke 14 penyulang di daerah Surabaya Selatan dari gangguan hubung singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil perhitungan nilai arus hubung singkat pada daerah yang diproteksi transformator 2, setting relay diferensial serta menganalisis hasil perbandingan nilai setting perhitungan matematis dengan PLN. Metode penelitian yang digunakan yaitu melakukan perhitungan matematis setting relay diferensial dan arus hubung singkat dan dilanjutkan simulasi menggunakan software ETAP 19.0.1. Hasil perhitungan matematis arus hubung singkat sudah mendekati dan memiliki kesesuaian dengan nilai arus hubung singkat hasil dari simulasi pada software ETAP 19.0.1 sehingga perhitungan tersebut dapat divalidasi. Terdapat perbedaan setting relay diferensial yaitu pada perhitungan matematis nilai arus setting 0,21 A, slope 1 30,79% dan slope 2 61,58% sedangkan pada PLN Gardu Induk Rungkut memiliki nilai arus setting 0,3 A, slope 1 30% dan slope 2 80%. Perbedaan setting disebabkan karena ketika melakukan perhitungan matematis hanya memperhitungkan titik gangguan dan tidak mempertimbangkan ketika kondisi inrush current transformator dan saturasi CT yang dapat menyebabkan terjadinya false trip. Kondisi tersebut seharusnya tidak bisa dideteksi sebagai gangguan sehingga nilai setting dari PLN berbeda dengan perhitungan matematis.Kata Kunci: Transformator, Relay Diferensial, Arus Setting, Slope, ETAP 19.0.

    0

    full texts

    2,001

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa TEUB
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇