Widyanuklida
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
Perbandingan Pelarutan Cuplikan Dengan Metoda Konvensional dan Microwave
ABSTRAK Diterangkan kelemahan sistem pelarutan cuplikan dengan metoda konvesional: membutuhkan waktu yang cukup banyak, merusak lingkungan, dan membutuhkan banyak perhatian selama pelarutan dilakukan, memerlukan lemari asam khusus untuk cuplikan biologi dan dan botani. Sebaliknya pelarutan cuplikan padat dengan metoda maju (tungku microwave) hanya membutuhkan waktu yang singkat, tidak merusak lingkungan, dan tidak membutuhkan banyak perhatian. ABSTRACT It is clarified that the weakness of conventional method in sample dissolution are time consuming, environmental destruction, and it requires a lot of attention during dissolution, as well as a need of a special fumes hood for biological and botanical samples. On the other hand, dissolution of solid samples using microwave method is not time-consuming and environment-friendly. This method does not need much attention such as in conventional method
Meningkatkan Efisiensi Pelatihan Personel Uji Tak Rusak Radiografi
ABSTRAK Dalam buku panduan ISO 9712 yang berjudul "Non-destructive testing - Qualification and certification of personnel" tingkat kompetensi personel uji tak rusak (UTR) dibagi menjadi 3 tingkat. Ketiga tingkat kompetensi tersebut memerlukan pelatihan yang akan membedakan tingkat kemampuan personel untuk setiap tingkat dalam hal penguasaan pengetahuan teori dan pengetahuan teknis. Sebagian besar program pelatihan menggabungkan antara pengetahuan teori yang diajarkan dalam kelas dan pengetahuan praktek. Efisiensi dari pelatihan, selain bergantung pada kombinasi yang tepat dari materi tersebut, juga bergantung pada kualitas modul yang tersedia, kualitas pengajar dan organisasi dari pelatihan. ABSTRACT The ISO 9712, titled "Non-destructive testing - Qualification and certification of personnel" defines 3 levels of competence. The three levels of competence call for a training program, which shall impart personnel on each level a certain amount of theoretical and practical knowledge to the method. Most training programs combine a relatively short class-room lecture in the theory and practical exercises. The efficiency of the training depends partly on the appropriate combination of these elements, the quality of hand out, the trainers and the organization of the training courses.
Perancangan Pelatihan Sistem Proteksi Fisik Bahan Nuklir dan Fasilitas Nuklir di BATAN
Sistem Proteksi Fisik (SPF) merupakan salah satu komponen dalam penerapan keamanan nuklir. SPF terdiri dari komponen peralatan, personel, dan prosedur. Sebagai salah satu satu komponen SPF yang berperan dalam menentukan efektivitas dari SPF, personel harus memiliki pengetahuan, keterampilan, serta perilaku yang baik dan memadai sesuai dengan kedudukannya dalam SPF, yaitu melindungi bahan nuklir dan fasilitas nuklir dari pencurian, sabotase dan tindakan yang tidak bertanggung jawab lainnya.Untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan dalam bidang SPF, salah satu langkah yang dapat diambil adalah melalui pelatihan. Pelatihan yang efektif harus dimulai dengan perancangan pelatihan yang baik. Dengan menggunakan metode Systematical Approach to Training (SAT), telah dilakukan perancangan pelatihan SPF Bahan Nuklir dan Fasilitas Nuklir yang terdiri dari pelatihan SPF untuk tingkat dasar: Pengenalan SPF; tingkat menengah: Desain dan Evaluasi SPF; serta tingkat lanjutan: Analisis dan Pengkajian SPF yang masing-masing memiliki kurikulum untuk 36 - 45 jam pelajaran
Perhitungan Penahan Radiasi Alpha, Beta dan Gamma
ABSTRAK Salah satu cara melindungi manusia dari radiasi adalah penggunaan penahan radiasi. Perhitungan penahan radiasi dilakukan dengan memperhatikan jenis dan energi radiasi dan berdasarkan interaksi radiasi dengan materi dapat diketahui bahan perisai yang tepat. Dalam tulisan ini dibahas perhitungan perisai radiasi untuk alpha, beta, gamma dan sinar-X. ABSTRACT Radiation shielding utilization is one of the methods in radiation protection. Computation of radiation shielding is implemented by considering type and energy of radiation, and it can be defined the most suitable material for certain type of radiation based on the interaction of radiation with matters. In this paper computation of radiation shielding againts alpha, beta, gamma and x-ray is disscussed
Penentuan Tinggi Excessive Penetration pada Pipa dengan Metode Variasi Densitas Film
ABSTRAK Telah dirumuskan hubungan antara perubahan tebal material dengan densitas film yang disebut metode Variasi Densitas. Metode Variasi Densitas dapat digunakan untuk menentukan tinggi Excessive Penetration pada sambungan las pipa. Penelitian dilakukan terhadap pipa carbon steel dengan diameter 8 inci yang memiliki excessive penetration, menggunakan sumber radiasi Ir-192 dan media perekam film AGFA D-7. Hasil dari penelitian dibandingkan dengan pengukuran menggunakan caliper terdapat penyimpangan lebih rendah rata-rata 9%.
Pengujian Pengukuran Aktivitas Sampel Secara Absolut Dengan Metode Sumpeak
ABSTRAK Penentuan aktivitas sampel dapat dilakukan secara relatif maupun absolut. Salah satu cara absolut tersebut adalah dengan metode sumpeak. Pengukuran aktivitas sampel secara absolut dengan metode sumpeak dilakukan terhadap radionuklida Na-22 dan Co-60 menggunakan spektrometer gamma dengan detektor HPGe. Dari perhitungan diperoleh aktivitas sampel Na-22 sebesar 8642 Bq ± 1.85%. Sedangkan sampel Co-60, dilakukan 2 kali pengukuran dengan waktu pengukuran yang berbeda dan diperoleh hasilnya sebesar 54185.93 Bq ± 3.45% dan 60084.45 Bq ± 2.32%. Hasil yang diperoleh untuk Na-22 berada dalam rentang perhitungan aktivitas Na-22 berdasarkan sertifikatnya. Sedangkan untuk Co-60, kedua hasil pengukuran tersebut ternyata d luar rentang aktivitas Co-60 berdasarkan sertifikatnya. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut khususnya untuk radionuklida Co-60, sehingga diperoleh hasil yang diharapkan
Construction of a Ge-BGO Compton Suppression Gamma-ray Spectrometer and Its Application to Environmental Samples. Part 1: The System of the Spectrometer and Its Basic Performance
ABSTRACT In order to develop a very high sensitive Ge gamma-ray spectrometer, a Compton suppression gamma-ray spectrometer with a BGO guard detector system has been constructed. The BGO detector system detects 88% of the gamma-rays from 60Co that are committing to the principle of the suppression system. Peak-to-Compton ratio for the 661 keV gamma-rays from 137Cs has been improved from 128 to 786 with the Compton suppression spectroscopy. By the development of the spectrometer the minimum acceptable radioactivity of 137Cs has been improved from 0.091 Bq to 0.044 Bq with the coeficient of variation of 30% and measurement time of 8 hours. ABSTRAK Untuk mengembangkan spektrometer sinar-X Ge dengan kepekaan yang sangat tinggi, telah dibuat sebuah sistem spektrometer sinar-X penindas Compton dengan menggunakan detektor pelindung BGO. Sistem detektor BGO mendeteksi 88%. sinar gamma dari 60Co yang digunakan dalam prinsip sistem penindas. Peak-to-Compton ratio untuk sinar gamma berenergi 661 keV dari 137CS telah diperbaiki dari 128 menjadi 786 dengan spektroskopi penindas Compton. Melalui pengembangan spektrometer ini radioaktivitas 137Cs minimum yang dapat diterima meningkat dari 0.091 Bq menjadi 0.044 Bq dengan koefisien variasi 30%. dan waktu pengukuran 8 jam.
Penentuan Struktur Kristal dan Komposisi Kimia Lapisan Tipis Sn(Se0,5S0,5) Hasil Preparasi Teknik Evaporasi untuk Aplikasi Sel Surya
Penelitian ini bertujuan menumbuhkan lapisan tipis Sn(Se0,5S0,5) dengan teknik vakum evaporasi untuk mempelajari karakter lapisan tipis Sn(Se0,5S0,5) dengan karakterisasi struktur kristal, morfologi permukaan, dan komposisi kimia. Preparasi dilakukan pada tekanan ~10-5 mbar dan memvariasi jarak sumber dengan substrat menggunakan spacer. Spacer divariasi sebanyak 3 kali, yaitu 10 cm, 15 cm, dan 25 cm. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui struktur kristal, SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui morfologi permukaan, dan EDAX (Energy Dispersive Analysis X-Ray) untuk mengetahui komposisi kimia. Hasil menunjukkan ketiga sampel memiliki struktur kristal orthorhombik dengan parameter kisi sampel 1: a=11,347 Å; b=4,074 Å; c=4,371 Å, sampel 2: a=11,431 Å; b=4,088 Å; c=4,355 Å, sampel 3: a=11,301 Å; b=4,067 Å; c=4,293 Å. Permukaan lapisan tipis homogen terdiri atas butiran berukuran ~0,5 µm. Lapisan tipis mengandung unsur Sn, Se, dan S dengan persentase komposisi kimia Sn=51,75 %, Se=23,84 %, S=24,42 % dan perbandingan molaritas Sn:Se:S adalah 1:0,46:0,47
Prospek Batuan Volkanik Sebagai Batuan Induk Mineralisasi Uranium di Sumatera: Aspek Litologi
ABSTRAK Kajian litologi pada batuan volkanik dilakukan pada empat kaldera tua di daerah Sibolga, Singkarak, Pelepat dan Baturaja yang telah dilokalisir sebagai daerah prospek Uranium melalui kajian aspek geodinamik. Kajian litologi ini dilakukan untuk menentukan urutan daerah prioritas kedapatan Uranium dengan menggunakan data sekunder. Aspek yang dianalisis dari data sekunder ini adalah kondisi reaktivitas magma, volkanisme, gejala alterasi, kadar uranium dan radioaktivitas. Dari hasil kajian didapatkan urutan prioritas dari yang tertinggi adalah Singkarak, Sibolga, Pelepat dan Baturaja. ABSTRACT Litological assessment of volcanic rocks has been implemented on the six old calderas located in Sibolga, Singkarak, Pelepat and Baturaja that had been localized as uranium prospect areas through geodinamical assessment. The litological assessment is done to construct the priority scale on the possibility of uranium occurences in the areas, by using secondary data. Aspects evaluated from the data are magmatic and volcanic reactivation, alteration, uranium content. and radioactivity. It has been found that the priority scale of the old calderas from the highest is Singkarak, Sibolga, Pelepat and Baturaja
Evaluasi Kualitas Soal Ujian Pelatihan Radiografi
ABSTRAK Soal ujian yang berkualitas adalah soal yang memenuhi kaidah-kaidah tertentu, sehingga mampu mengevaluasi secara akurat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Untuk mengetahui kualitas dari soal ujian pelatihan radiografi di Pusdiklat, telah dilakukan penelitian terhadap soal yang telah diujikan. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan analisis setiap soal dikaitkan dengan kaidah-kaidah pembuatan soal pilihan berganda yang efektif. Obyek dari penelitian ini adalah soal-soal ujian materi general yang diberikan pada pelatihan Radiografi Level 1 dan Level 2 pada tahun 2010 - 2012. Analisis yang dilakukan dibatasi hanya mengevaluasi dari segi format, struktur dan tata bahasa. Dari hasil analisis teramati bahwa 95% soal yang diberikan sudah memenuhi kaidah pembuatan soal pilihan berganda yang efektif, sedangkan sisanya masih memerlukan revisi pada beberapa aspek yang dievaluasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar soal ujian pelatihan Radiografi yang diselenggarakan di Pusdiklat BATAN dapat dikategorikan sebagai soal yang berkualitas dari segi format, struktur dan tata bahasa. ABSTRACT The good quality questions are the questions which have the certain format as well as structure and grammar, so that they can measure accurately the achievement of the designed learning objectives. To evaluate the quality of the examination questions, has been conducted a research on the questions in the Radiographic examination. The study was conducted by analysing the individual question and then comparing to the rules on writing an effective multiple-choice question. The object of this study are the Examination Questions that has been delivered in the Radiography Level 1and Level 2 training courses in 2010 to 2012. The analysis was conducted by reviewing the format as well as structure, and grammar. From the analysis performed it was observed that 95% of the given question has fulfilled the rules of writing an effective multiple-choice question, while the rest need revisions on some aspects to be evaluated. Based on these results it can be concluded that most of the examination question in the radiographic training course held in Pusdiklat BATAN can be categorized as the good quality questions based on format, structure and grammar.