Jurnal Agrisep
Not a member yet
154 research outputs found
Sort by
Analisis Perbandingan Pengeluaran Konsumen dalam Pembelian Buah dan Sayur di Pasar Offline dan Pasar Online di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pada konsumen dalam membeli buah-buahan dan sayuran serta membandingkan pengeluaran konsumen di pasar offline dan online di Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Sampel terdiri dari 100 ibu rumah tangga yang dipilih menggunakan metode accidental (pasaroffline) dan snowball sampling (pasaronline). Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan komparatif menggunakan metode analisis regresi logistik dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga, kualitas produk, dan kualitas pelayanan memengaruhi keputusan pembelian. Harga dan kualitas produk berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain itu, terdapat perbedaan rata-rata pengeluaran konsumen, yaitu Rp1.060.370 di pasar offline dan Rp1.436.725 di pasar online, dengan selisih rata-rata sebesar Rp376.355
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KACANG TANAH DI KECAMATAN PASIE RAYA KABUPATEN ACEH JAYA
Kacang tanah merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat berpotensi dan merupakan komoditas unggul yang memiliki produksi yang cukup tinggi, salah satu kecamatan yang membudidayakan kacang tanah adalah kecamatan Pasie Raya, Kecamatan ini memiliki produksi kacang tanah terus mengalami peningkatatan, berkurangnya luas lahan kacang tanah disebabkan oleh pengalihan lahan untuk lainnya, harga kacang tanah terus naik turun sedangkan permintaan kacang tanah terus mengalami peningkatan disebabkan oleh penggunaan kacang tanah sebagai bahan olahan pangan hal ini berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran produksi kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah faktor faktor luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk urea, pupuk npk, pestisida azodrin, dan pestisida lannateberpengauh terhadap produksi kacanga tanah di Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya. Model analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan X1 berpengaruh terhadap produksi kacang tanah, namun bibit (X2), tenaga kerja (X3), pupuk urea (X4), pupuk NPK (X5), pestisida azodrin (X6) dan pestisida lannate (X7) secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kacang tanah. Hasil uji f hitung 221,576 f tabel 2,47, dengan demikian hipotesis yang menyatakan produksi kacang tanah dipengaruhi oleh faktor luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk urea, pupuk NPK, pestisida azodrin, pestisidan lannate dan produksi secara serempak dapat diterima atau dengan kata lain terima Ha tolak HO. Hasil uji t luas lahan secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi kacang tanah hal ini dapat dilihat dari thitung ttabel atau signifikan, sedangkan bibit, tenaga kerja, pupuk urea, pupuk NPK, pestisida azodrin dan pestisida Lannate tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kacang tanah hal ini dapat dilihat thitung ttabel atau non signifikan
Analisis Ketersediaan Luas Lahan Sawah dan Pemenuhan Kebutuhan Beras di Kabupaten Bogor
Ketahanan pangan di tingkat daerah tidak hanya mendukung kesejahteraan masyarakat secara langsung, tetapi juga meminimalkan ketergantungan pada distribusi pangan dari daerah lain yang rentan terganggu oleh berbagai faktor. Penurunan jumlah luas lahan sawah di Kabupaten Bogor berpotensi menyebabkan menurunnya produksi pangan daerah sehingga ketahanan pangan lokal dapat tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi luas lahan sawah di Kabupaten Bogor serta meramalkan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Bogor sampai dengan tahun 2025. Hasil penelitian menemukan bahwajumlah petani berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan luas lahan sawah. Berdasarkan estimasi, diketahui perkiraan produksi beras dan kebutuhan konsumsi masyarakat terus meningkat hingga tahun 2025. Meskipun demikian, permintaan beras tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksinya. Sehingga, diprediksi bahwa hingga tahun 2025 pemenuhan sebagian kebutuhan beras di Kabupaten Bogor masih harus dipenuhi dari produksi daerah lainnya
ANALISIS PENGGUNAAN MESIN PEMOTONG PADI MODERN COMBINE HARVESTER TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI (STUDI KASUS: DI DESA PASAR MELINTANG, KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perbandingan pendapatan petani meggunakan mesin combine harvester dan non combine harvester dan untuk mengetahui komponen biaya terbesar selama satu kali musim tanam dalam usahatani padi petani penggunaan combine harvester dengan non combine harvester. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan studi kasus dilaksanakan di Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.Penelitian ini menggunakan teknik analisis data secara deskiptif dan kuantitatif, yaitu analisis pendapatan dan uji t (Independent sample T Test). Metode analisis deskriptif. Hasil pengujian Uji t atau Independent sample t test didapat nilai signifikansi 0,000 0,05 artinya terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara pendapatan petani menggunakan combine harvester yaitu Rp 14.499.575 per Ha dan non combine harvester (Thresher) Rp 10.608.707 dengan selisih Rp 3.890.868 per 1 Ha pada saat panen padi di desa pasar melintang/ satu kali musim tanam. Komponen biaya terbesar pada usaha tani padi petani combine harvester di Desa Pasar Melintang terdapat pada biaya tenaga kerja combine harvester dan sewa mesin combine harvester dengan biaya sebesar Rp 2.733.247 per 1 Ha dan komponen biaya terbesar pada non combine harvester biaya tenaga kerja dan sewa mesin non combine harvester (Thresher) dengan biaya sebesar Rp 4.250.000Kata Kunci: combine harvester; pendapatan: non combine harvester(threser
PERILAKU PETANI DALAM BUDIDAYA PISANG LILIT (Musa paradisiaca) DI KECAMATAN SECANGGANG, KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA
Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat dan faktor-faktor yanf mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya pisang lilit di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat pada bulan April sampai dengan Juni 2023. Metode kuantitatif dengan pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, dokumentasi dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, motode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah responden dalam pengkajian ini sabanyak 63 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat Perilaku Petani dalam budidaya pisang lilit di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara sebesar 80,10%, pada katagori sangat tinggi, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut.Y=-28,775 + 1,069X1 + 0,632X2 + 0,201X3 + 1.606X4 - 0,041X5. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yang berpengaruh sangat nyata terhadap perilaku petani adalah karakteristik petani, stabilitas harga, dan motivasi. Sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah pelaksanaan penyuluhan dan kepemilikan lahan
ANALISIS TATANIAGA KOPI ARABIKA (Coffea Arabica) DI DESA PONDOK GAJAH, KECAMATAN BANDAR, KABUPATEN BENER MERIAH, ACEH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran tataniaga, fungsi-fungsi tataniaga, margin tataniaga, farmers share, dan efesiensi tataniaga di Desa Pondok Gajah Kecamatan Bandar. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitataif di lakukan untuk saluran tataniaga dan fungsi-fngsi tataniaga, sedangkan analisis kualitatif untuk mengetahui margin tataniaga, farmers share dan efisiensi tataniaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat duasaluran tataniaga di Desa Pondok Gajah, saluran tataniaga I mencakup petani dan pedagang besar, sedangkan saluran tataniaga II mencakup petani, pedagang pengepul, dan pedagang besar. Margin tataniaga pada saluran tataniaga I sebesar Rp.40.000 dan margin tataniaga saluran II sebesar Rp. 55.000. Nilai Farmers share menunjukan angka52,94% pada saluran tataniaga I dan untuk saluran tataniaga II sebesar 35,29 %. Dan tingkat efisiensi tataniaga menunjukkan angka 15,55 % pada saluran tataniaga I sedangkan saluran tataniaga II menunjukkan angka 23,33 %
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI KAKAO (Theobroma Cacao L.) RAKYAT (STUDI KASUS DESA HILIHAMBAWA KECAMATAN GUNUNGSITOLI IDANOI KOTA GUNUNGSITOLI)
Usahatani tanaman kakao merupakan salah satu sumber pendapatan petani dengan cara mempertahankan serta meningkatkan produksi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pendapatan dan kelayakan usahatani kakao di kakao (Theobroma Cacao L.) rakyat (Studi Kasus Desa Hilihambawa Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Sensus dimana jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 orang petani kakao yang berasal dari keseluruhan populasi yang ada. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis metode deskriktif kuantitatif. Pengumpulan datailaksanakan dari bulan oktober sampai bulan November tahun 2022. Hasil perhitungan pendapatan pada usahatani kakao rakyat di Desa Hilihambawa di ketahui bahwa rata-rata penerimaan yang diperoleh oleh para petani responden dalam satu kali masa panen yaitu sebesar Rp 3.095.840 serta biaya yang dikeluarkan rata-rata Rp 2.417.859 setiap musim panen dan memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp 677.983 setiap kali panen serta usahatani kakao masih dinyatakan layak untuk dikembangkan berdasarkan hasil uji kelayakan yang dilakukan dimana hasil uji R/C ratio, B/C ratio, dan BEP serta NVP yang sudah dilakukan menunjukan bahwa usahatani kakao masih layak dikembangkan dengan nilai uji diatas 1 berdasarkan analisis R/C, BEP harga serta NVP dan tidak layak berdasarkan uji B/C dan BEP produksi
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI (Oryza sativa L.) SAWAH SAAT PANEN DI MUSIM HUJAN DAN KEMARAU DI DESA PEMATANG CERMAI KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana tingkat pendapatan petani padi sawah saat panen musim hujan dan musim kemarau di Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, 2) untuk menganalisis bagaimana perbedaan pendapatan petani padi sawah saat panen musim hujan dan kemarau di Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penelitian yang digunakan metode studi kasus yaitu penelitian yang langsung melihat kelapangan. Pengambilan sampel petani padi sawah dilakukan dengan metode simple random sampling dimana populasi petaninya sebanyak 303 petani, sampelnya diambil secara acak dari populasi yang ada menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani pada saat musim hujan Rp 8.731.387/Ha dan besar rata-rata pendapatan petani padi saat musim kemarau Rp 12.044.844/Ha. Hasil penelitian yang diperoleh secara statistic diketahui bahwa nilai thitung =12,865 ttabel = 2,0261, prob = 0,000 0,05, hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, terdapat perbedaan pendapatan petani padi sawah saat panen musim hujan dankemarau
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI DESA SEI SERIMAH KECAMATAN BANDAR KHALIFAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani padi sawah di Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan rata-ratapetani padi sawah di desa tersebut adalah Rp27.264.417/MT dengan luas lahan ratarata 0,73 hektar. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadappendapatan petani padi sawah adalah benih (X2), sedangkan luas lahan (X1), tenaga kerja (X5), pestisida (X4), dan pupuk (X3) tidak berpengaruh signifikan
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PETANI PADI TADAH HUJAN STUDI KASUS DESA RAMPAH KECAMATAN KUTAMBARU KABUPATEN LANGKAT
Penelitiaan ini menganalisis untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani padi tadah hujan di Desa Rampah dan menganalisis faktor -faktor yang berpengaruh pada tingkat produksi padi tadah hujan. Penelitian ini dilakukan di Desa Rampah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat. Penelitian ini dimulai dari survei, pengambilan data ke lapangan dan pembuatan laporan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Pendapatan rata-rata yang diperoleh para petani padi tadah hujan di Desa Rampah Kecamatan Kutambaru dengan luas rata rata adalah 0,55 Ha adalah sebesar Rp. 5.882.597,16 /mt. Rata-rata produksi yang diperoleh para petani padi tadah hujan di Desa Rampah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat dengan luas rata-rata 0,55 Ha adalah 1.453,1 kg/mt. Berdasarkan hasil regresi linier berganda bahwa variabel (X1) luas lahan, dan (X3) benih, (X4) pupuk berpengaruh signifikan terhadap (Y) produksi petani padi tadah hujan di Desa Rampah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat. Sedangkan variabel (X2) tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi petani tadah hujan di Desa Rampah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat