Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Pengaruh Pupuk NPK Majemuk dan Pupuk Hayati (Biofertilizer) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis Varietas Sweetboy

    Full text link
    Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus tanpa diimbangi oleh pupuk organik akan memberikan dampak negatif pada lingkungan, seperti menurunnya kandungan bahan organik tanah, permeabilitas tanah, populasi mikroba tanah dan menyebabkan tanah rentan terhadap erosi. Pupuk hayati merupakan zat yang mengandung mikroorganisme hidup yang bila diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah serta saat pertumbuhan tanaman dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi utama untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk NPK majemuk dan pupuk hayati (Biofertilizer) yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis varietas Sweetboy. Penelitian dilaksanakan di lahan kering di Desa Kondang Jaya Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang dari bulan November 2019-Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan terdiri dari A (0 kg/ha NPK majemuk + 0 kg/ha pupuk hayati), B (400 kg/ha NPK majemuk + 0 kg/ha pupuk hayati), C (300 kg/ha NPK majemuk + 50 kg/ha pupuk hayati), D (400 kg/ha NPK majemuk + 50 kg/ha pupuk hayati), E (300 kg/ha NPK majemuk + 75 kg/ha pupuk hayati), F (350 kg/ha NPK majemuk + 75 kg/ha pupuk hayati), G (300 kg/ha NPK majemuk + 100 kg/ha pupuk hayati) dan H (350 kg/ha NPK majemuk + 100 kg/ha pupuk hayati). Hasil percobaan menunjukkan pemberian kombinasi pupuk NPK majemuk dan pupuk hayati menunjukkan pengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan G dengan pemberian 100 kg/ha NPK majemuk + 100 kg/ha pupuk hayati memberikan hasil tertinggi terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil dengan mencapai 42538,75 g/petak setara dengan 17,31 ton/ha

    Efektivitas Training of Trainer Pertanian Cerdas Iklim Bagi Penyuluh Pertanian pada Masa Pandemi Covid 19 Provinsi Jawa Tengah

    Full text link
    Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah melakukan kegiatan Training of Trainer Climate Smart Agriculture sebagai bagian dari tahapan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) atau Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Mendesak. Tujuan ToT CSA yaitu meningkatkan kapasitas SDM petugas/penyuluh (peserta ToT) dalam pelaksanaan proyek SIMURP-CSA, mempersiapkan petugas/penyuluh (peserta ToT) untuk melatih calon ToF (Training of Farmers), mempersiapkan materi dan metoda pelatihan ToF dalam bentuk bahan ajar dan mempersiapkan peserta pelatih, pelatih atau narasumber, fasilitator pelatihan ToF. ToT CSA dilaksanakan menggunakan metode e-learning dikarenakan adanya pandemi covid 19. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur efektifitas Training of Trainer Climate Smart Agriculture.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada peningkatan sebelum dan sesudah mengikuti ToT sebanyak 24,65%, dan secara keseluruhan pelaksanaan ToT dinilai memuaskan. Untuk penguasaan materi setelah ToT peserta menilai cukup menguasai

    Pengaruh Variasi Campuran Jenis Beras dan Labu Kuning (Cucurbita moschata) Serta Suhu Pengeringan terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Bubur Instan

    Full text link
    Pemanfaatan labu kuning, beras IR 64, dan beras merah sebagai bahan baku pembuatan bubur instan merupakan alternatif pangan olahan instan yang memiliki nilai fungsional yang mengandung beta karoten, karbohidrat, dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi campuran jenis beras dan labu kuning serta suhu pengeringan terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan bubur instan dan menentukan variasi campuran jenis beras dan labu kuning serta suhu pengeringan yang tepat sehingga dihasilkan bubur instan yang memenuhi syarat dan disukai panelis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor pertama adalah variasi jumlah penambahan labu kuning dengan campuran beras IR 64 dan beras merah dengan perbandingan 25:75, 50:50, dan 75:25. Faktor kedua adalah suhu pengeringan sebanyak 3 taraf yaitu 150°C, 160°C, dan 170°C. Data yang diperoleh akan dihitung menggunakan metode statistik ANOVA, apabila ada perbedaan nyata antar perlakuan dilakukan dengan uji beda nyata Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penambahan labu kuning dengan variasi jenis beras dan suhu pengeringan terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan bubur instan. Bubur instan yang paling disukai panelis adalah bubur instan dengan perlakuan variasi campuran jenis beras dan labu kuning 75:25 serta suhu pengeringan 150°C. Bubur instan dengan perlakuan terbaik memiliki kandungan kadar air 8,76% b/b, kadar abu 2,90%, kadar protein 13,46%, kadar lemak 0,52%, kadar beta karoten 94,64 µg/g, antioksidan 18,53% dan total fenol 9,80 mg EAG/g sehingga bubur instan yang dihasilkan komposisi kimia sebagian besar memenuhi persyaratan

    Prediksi Bahaya Erosi dengan Metode USLE di KHDTK Gunung Bromo UNS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya erosi di KHDTK Gunung Bromo UNS berdasarkan rumus USLE. Berdasarkan rumus yang digunakan, maka diperlukan empat jenis peta sebagai dasar perhitungan tingkat bahaya erosi, yaitu peta curah hujan, peta jenis tanah, peta kemiringan lereng, dan peta tutupan lahan. Peta kemiringan lereng diklasifikasikan menjadi 7 kelas dan peta tutupan lahan dibagi menjadi 6 tutupan lahan. Proses overlay dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir Peta SPL. Survei lapangan dilakukan untuk mendapatkan data kemiringan lereng, jenis tutupan, serta jenis konservasi lahan dan analisis laboratorium dilakukan untuk mendapatkan data tekstur, struktur, dan permeabilitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi di KHDTK Gunung Bromo UNS meliputi ringan hingga sangat berat. Kelas ringan yang mendominasi seluas 66,24 ha atau 53,1% dari seluruh wilayah KHDTK Gunung Bromo. Lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat berat merupakan lahan dengan tutupan bekas persemaian yang didominasi lahan kosong. Kategori tingkat bahaya erosi berat hingga sangat berat di KHDTK Gunung Bromo ditemukan di lahan peremajaan pinus yang merupakan tegalan garapan masyarakat dan lahan bekas persemaian yang didominasi lahan kosong. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk membuat rencana pengelolaan tanah dan tindakan konservasi yang tepat

    Cupcake Penuh Gizi dan Bebas Gluten berbasis Tepung Singkong dan Tepung Quinoa

    Full text link
    Cupcake berbasis tepung singkong dan tepung quinoa diharapkan dapat menjadi kudapan yang sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui proses pembuatan Cupcake berbasis tepung singkong dan tepung quinoa, 2) Mengetahui karakteristik Cupcake berbasis tepung singkong dan tepung quinoa, 3) Mengetahui daya terima masyarakat terhadap Cupcake berbasis tepung singkong dan tepung quinoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kepustakaan, eksperimen, uji hedonik, dokumentasi. Eksperimen pembuatan produk Cupcake dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Seni Kuliner AKS Ibu Kartini, Semarang. Prosentase perbandingan antara tepung singkong dan tepung quinoa sebanyak 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Hasil penelitian ini menunjukan produk Cupcake berbasis tepung singkong dan tepung quinoa memiliki karakteristik sensori rasa manis, beraroma khas margarin dan tepung singkong, tekstur yang sedikit kasar karena tepung quinoa, warna kuning dan ada sedikit bintik-bintik hitam kecil karena chia seeds. Uji hedonik diikuti 25 panelis tidak terlatih,  menyatakan bahwa perbandingan tepung singkong dan tepung quinoa 75%:25% merupakan Cupcake yang disukai dan diterima dengan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peluang inovasi dari Cupcake yang bebas dari gluten tetapi penuh gizi dengan bahan dasar tepung singkong dan tepung quinoa

    Ketahanan dan Serapan Azolla terhadap Kadmium (Cd) pada Berbagai Tinggi Genangan Air dan Konsentrasi Kadmium (Cd) di Tanah Vertisol dan Entisol

    Full text link
    Penelitian bertujuan mengetahui ketahanan dan serapan azolla terhadap Kadmium (Cd) pada berbagai tinggi genangan air dan konsentrasi kadmium (Cd) di tanah Vertisol dan Entisol. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga faktor yaitu jenis tanah (Vertisol dan Entisol), tinggi genangan air (0; 2; dan 7 cm), dan konsentrasi Cd (0; 0,1; 0,2; 0,4; dan 0,8 ppm), menggunakan Azolla microphiylla phillipine dan plot plastik ukuran diameter 15x15 cm diisi 200 g tanah.  Sebanyak 1 g azolla disebarkan pada tiap pot dan diinkubasi 3 minggu. Tiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah, tinggi genangan air, dan interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap ketahanan dan serapan Cd azolla, sedangkan konsentrasi Cd berpengaruh nyata. Kombinasi perlakuan antara tinggi genangan air 2 cm dan konsentrasi Cd 0,4 ppm memberikan hasil yang tertinggi terhadap serapan Cd azolla pada tanah Vertisol yaitu sebesar 5,717 µg/pot. Sedangkan pada tanah Entisol serapan Cd azolla yang tertinggi dicapai pada kombinasi perlakuan tinggi genangan air 7 cm dan konsentrasi Cd 0,8 ppm, yaitu sebesar 25,281 µg/pot. Kombinasi perlakuan yang memberikan ketahanan azolla paling baik adalah tinggi genangan air 7 cm dan konsentrasi Cd 0,4 ppm untuk tanah Vertisol, dan tinggi genangan air 0 cm konsentrasi Cd 0,2 ppm untuk tanah Entisol

    Strategi Bertahan Petani pada Usaha Pertanian dalam Mengatasi Dampak Covid-19 Di Kabupaten Wonogiri

    Full text link
    Pandemi Covid memberikan dampak perubahan perekonomian secara signifikan, karena hampir semua sektor terdampak. FAO, dalam Early Warning Early Action: Report on Food Security and Agriculture yang dirilis April 2020, memperingatkan negara-negara di dunia untuk waspada terhadap potensi krisis pangan yang terjadi akibat pandemi COVID-19. Indonesia tidak berisiko mengalami krisis pangan selama April hingga Juni 2020 dengan asumsi pada tahun 2019, Ketahanan Pangan Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 113 negara di dunia, dengan total sebesar 61,7 (The Economist 2019), tetapi data menunjukkan bahwa NTP (Nilai Tukar Petani)  Jan 2020 sebesar 104,16 dan pada April  2020 menjadi 100,32, sehingga terjadi penurunan 3,69% dan catatan BPS terjadi penurunan nilai NTP 1,73% yang menyebabkan tingkat kesejahteraan petani turun hampir disemua sektor (BPS, 2020). Tujuan penelitian untuk (1) identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal dalam usaha pertanian selama pandemi COVID-19, (2) mengetahui posisi strategis pengembangan dalam upaya mengatasi Dampak COVID-19 berdasarkan EFE dan IFE bagi petani di Wonogiri, (3) merumuskan strategis bertahan pada usaha pertanian sebagai dampak pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei di Kabupaten Wonogiri dengan lokasi di 3 Kecamatan dengan 120 responden petani yang diwawancarai dengan panduan kuesener secara terstruktur, dan FGD,  metode analisis dengan menggunakan SWOT Analysis dengan pendekatan matrik IFE dan EFE.  Penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa posisi petani untuk bertahan dari dampak COVID-19 yaitu tumbuh dan membangun. Strategi yang dapat digunakan yaitu strategi intensif dan strategi integratif. Strategi tersebut meliputi menjaga meningkatkan kualitas dan kontiuitas produk dengan memperhatikan protokol kesehatan, mengoptimalkan kegiatan pemasaran dengan media online, pemanfaatan dukungan dari pemerintah dan peningkatan kualitas kelembagaan pertanian

    Perbaikan Teknologi Budidaya Tanaman Jagung Bersari Bebas sebagai Upaya Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani

    Full text link
    Rendahnya produksi akibat penguasaan terhadap teknologi budidaya jagung yang kurang memadai, pendapatan per kapita relatif rendah, pendidikan juga rendah dan sebagian besar berpendidikan Sekolah dasar ; Kesenjangan antara peneliti dengan penyuluh, sehingga menyebabkan informasi yang diterima petani terasa masih kurang; Pendapatan kelompoktani masih rendah akibat kualitas sumberdaya manusianya seperti pengetahuan, ketrampilan dan penerapan teknologi budidaya jagung rendah menyebabkan tingkat produksi pertanian relatif rendah; Peranan kelembagaan kelompoktani tidak efektif untuk aktifitas usaha tani dan rendahnya motivasi petani untuk berusahatani. Tujuan dari kegiatan ini yaitu: Memberikan bekal pengetahuan tentang dasar teori perbaikan teknologi budidaya dan pelaksanaanya di lapangan dalam bentuk Demontrasi Plot. Metode yang digunakan dalam penerapan program pengabdian kemiteraan ini adalah metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau Androgogi dengan menekankan pada partisipasi aktif dari peserta diskusi dan demontrasi lapang (Demplot). Hasil yang dicapai adalah: Pengetahuan petani tentang teknologi budidaya tanaman jagung bersari bebas telah bertambah dan Petani dapat mengenal serta membedakan produksi hasil tanaman jagung varietas Lamuru 7,475 ton/ha dengan Sukmaraga 7,247 ton/ha pada lingkungan tumbuh (Urea 150 kg/ha, Posnka 250 kg/ha dan pupuk organik 2000 kg/ha dengan jarak tanam (50x20)x100

    Penanganan Pascapanen Penyimpanan Bawang Merah (Allium ascalonicum L) : Review

    Full text link
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi dan sangat penting untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan lainnya. Kebutuhan yang tidak terputus membutuhkan ketersedian stock yang menjamin dengan kualitas yang baik. Cara penyimpanan yang tepat dan baik sangat mempengaruhi ketersediaan stock. Masalah utama bawang merah yang sering menyebabkan  fluktuasi harga yang tinggi di pasaran adalah merupakan tanaman musiman sehingga produksinya tidak merata losses yang mencapai 20-40% akibat penanganan pascapanen yang kurang tepat. Selain itu bawang merah  mudah rusak sehingga waktu penyimpanan pendek. Penurunan kualitas bawang merah terutama akibat tumbuhnya tunas dan terjadinya kebusukan. Tingkat kehilangan terutama terjadi pada proses pengeringan dan penyimpanan. Penyimpanan bawang merah bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang dapat memepngaruhi mutu bawang merah dan mengendalikan persediaan bawang merah secara kontinyu, sehingga akan mencegah fluktuasi harg

    Strategi Peningkatan Perceived quality pada Agroindustri Kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun strategi percieved quality pada agroindustri kopi liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan alasan bahwa Gerai UMKM Mekar Jaya merupakan gerai terbesar yang menjual hasil produksi kopi liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 responden hal ini dikarenakan pemilihan responden konsumen dilakukan secara sampling purposive yakni pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan konsumen merasa puas dengan pelayanan dan produk yang dijual sebanyak 40 persen. Selain itu sebanyak 46 persen dari konsumen merasa sangat nyaman ketika mereka berada di Gerai UMKM Mekar Jaya. Strategi marketing mix harus dikembangkan agar eksistensi Gerai UMKM Mekar Jaya dapat berlanjut. Pengambilan langkah untuk meningkatkan perceived quality lebih diprioritaskan pada memperbaiki dan memaksimalkan strategi marketing mix people. hal ini dikarenakan faktor people mempengaruhi kedua indikator perceived quality

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇