Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Analisis Faktor Kritis Sistem Integrasi Sawit-Sapi pada Pola Pemeliharaan Berbeda

    Full text link
    Faktor kritis merupakan faktor yang dianggap rawan dan berpotensi besar menimbulkan kegagalan. Dalam berbagai pola pemeliharaan sapi potong, faktor kritis bisa berasal dari faktor pakan, bibit, modal, tenaga kerja/ SDM, lahan, kandang, musim, dan pasar. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sistem usaha integrasi kelapa sawit-sapi potong mulai massif dan banyak diadopsi oleh peternak sebagai dampak dari massifnya program diseminasi oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Namun sebagian besar diimplementasikan oleh petani kecil, dan kelompok tani dengan pola pemeliharaan yang berbeda-beda yakni pola ekstensif, semi intensif dan intensif. Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis  faktor kritis sistem integrasi sawit-sapi pada pola pemeliharaan berbeda. Pengumpulan data melalui wawancara dengan 30 orang peternak pada masing-masing pola pemeliharaan, serta petugas lapang yang berwenang di lokasi setempat, menggunakan kuesioner. Selanjutnya data dianalisis menggunakan metode Failure Modes, Effects and Criticality Analysis (FMECA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kritis pada  pola pemeliharaan intensif lebih banyak dan lebih kritis dibanding pola pemeliharaan semi intensif dan ekstensif

    Aplikasi Pupuk NPK “coated microbia ” terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah pada Lahan Sawah

    Full text link
    Aplikasi pupuk NPK “coated mikrobia” terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah telah dilaksanakan pada lahan sawah irigasi di Desa Dawungsari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal dari bulan September – Desember 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas dan atau efisiensi penggunaan pupuk NPK “coated mikrobia” terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian lapangan dengan faktor tunggal terdiri atas 9 perlakuan disusun di dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dengan ukuran petak percobaan (2,3 m x 12,0 m), tiap petak terdiri atas 4 bedeng, setiap bedeng berukuran 1,0 m x 6,0 m). Perlakuan tersebut  yaitu Po (kontrol/tanpa pupuk), P1 (Standar  rekomendasi: 374 kg Urea+491 kg ZA + 333 kg SP 36 + 198 kg KCL)/ha, P2 (1/4 NPK = 125 kg NPK+50 kg Urea)/ha, P3 (1/2 NPK= 250 kg NPK + 100 kg Urea)ha ), P4 (3/4 NPK=375 kg NPK + 150 kg Urea)/, P5 (1 NPK=500 kg NPK+200 Urea)/ha, P6 (1 ¼ NPK= 625 kg NPK + 250 kg Urea)/ha, P7 (1½ NPK= 750 kg NPK + 300 kg Urea)/ha, P8 (Rek. Balittsa=750 kg NPK + 78 kg Urea+168 kg ZA+ 0,05 kg KCl)/ha. Benih Bawang Merah varietas Bima Brebes di tanam dengan jarak tanam 10 cm x 15 cm.  Pemeliharaan meliputi pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, pemberian air disesuaikan dengan kebutuhan dan panen dilaksanakan pada umur 56 hari. Pengamatan dilaksanakan terhadap (a) Pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman), (b) Hasil panen ubinan (0,7 m x 5,0 m) setiap perlakuan diulang dua kali untuk pengukuran bobot umbi segar, bobot umbi kering setelah tujuh hari pengeringan di bawah sinar matahari, (c) Karakteristik kimia tanah sebelum percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pupuk NPK coated mikrobia pada bawang bawang merah tidak meningkatkan pertumbuhan, hasil dan diameter umbi secara nyata, namun pupuk (500 kg NPK dan 200 kg Urea)/ha mendapatkan RAE (RelatifAgrinomicEficiency) sebesar 112 %. (2) . NPK Coated mikrobi

    Penyuluhan Makanan Sehat Berbahan Dasar Ikan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo

    Full text link
    Pencanangan “Gemar Makan Ikan/Gemari” merupakan upaya pemerintah dalam pencegahan kasus stunting pada anak-anak. Berdasarkan riset kesehatan dasar terbaru Kementerian Kesehatan setidaknya 30,8 persen balita di Indonesia memiliki tinggi badan tidak sesuai usianya atau disebut stunting. Kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak terhadap gagal tumbuh secara fisik atau berat badan lahir rendah, kecil, pendek dan kurus, namun juga rentan terhadap gangguan pertumbuhan otak dan motorik. Tujuan jangka pendek penyuluhan adalah uutuk meningkatkan pengetahuan mengenai makanan sehat berigizi berbahan dasar ikan, sedangkan tujuan jangka panjang adalah untuk menurunkan kejadian stunting balita. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dengan anak stunting di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2021. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan persiapan, yakni proses perizinan, observasi lapangan, koordinasi, dan persiapan materi penyuluhan. Tahapan pelaksanaan kegiatan, yakni mengidentifiasi anak yang mengalami stunting dan memberikan pendidikan kesehatan tentang stunting dan cara pencegahannya. Tahapan evaluasi meliputi interpretasi hasil dan evaluasi pengetahuan ibu dengan anak stunting usia tahun mengenai stunting dan cara pencegahannya

    Budidaya Lele dan Akuaponik untuk Menginisiasi Pembukaan Usaha Pemancingan Bumdes Desa Purwarejo, Kabupaten Wonogiri

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya lele di kolam yang dikombinasi dengan sayuran akuaponik, guna menginisiasi pembukaan usaha pemancingan Bumdes-Desa Purworejo, Wonogiri yang telah lama vakum kegiatan, karena dampak pandemi Covid 19. Sebagian anggota karangtaruna yang tergabung dalam BUMDES wisata Jatimas, juga belum memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam membudidayakan lele dengan kombinasi sayuran akuaponik. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pembekalan pengetahuan melalui demplot budidaya lele yang dikombinasi dengan bertanam sayur secara akuaponik. Kegiatan dilakukan di kolam pemancingan milik Bumdes dengan memasukkan bibit lele sebanyak 1500 ekor. Sayur akuaponik ditanam pada pipa paralon dan didesain dengan sistem apung di permukaan kolam yang sekaligus untuk menjaga kebersihan kolam. Pemeliharaan lele juga dilengkapi alat pemberi pakan otomatis untuk benih lele berbasis digital/jam pemberian. Program telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota karangtaruna Desa Purworejo-Wonogiri dalam pemeliharaan lele di kolam yang dikombinasikan dengan bertanam sayur dengan sistem akuaponik. Tim KKN juga berhasil menginisiasi pembukaan kolam pemacingan Bumdes Desa Purworejo-Wonogiri yang juga telah menghidupkan dua kolam lain dengan menebarkan benih lele dan nila. Hal ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha pemancingan sebagai bagian dari wahana wisata Jatimas Desa Purwareja, Wonogiri yang telah lama vakum yang diharapkan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi setempat

    Potensi Budidaya Tanaman Hias di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Bodas

    Full text link
    Budidaya tanaman hias merupakan sektor yang cukup banyak dan sedang sangat diminati dalam bidang pertanian. Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Mawar Bodas, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya sayuran dan produk olahannya seperti keripik bayam dan keripik bawang. Kelompok wanita tani mawar bodas ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budidaya pertanian, namun keterbatasan pengetahuan budidaya terutama budidaya tanaman hias menjadi kendala dalam kemajuan budidaya tanaman hias dan produksinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui penerapan teknologi tepat guna. Tujuan khusus dari pengabdian ini adalah menerapkan teknologi perbanyakan tanaman dan olahan tanaman hias. Tahapan awal sebelum perbanyakan tanaman hias adalah pengenalan berbagai macam tanaman hias seperti tanaman hias daun, bunga, batang hingga tanaman hias fungsional. Perbanyakan tanaman hias yang dilakukan menggunakan teknik perbanyakan stek daun dan stek batang dengan menggunakan tambahan zat pengatur tumbuh. Selain itu juga dalam pengolahan tanaman hias yaitu menggunakan tanaman telang, mint dan sereh yang dimanfaatkan sebagai minuman herbal. Hasil kuisioner yang diberikan kepada anggota KWT mengenai pengetahuan, dan ketertarikan tanaman hias, menunjukkan peningkatan sebesar 10%. Teknik perbanyakan yang dilakukan pada saat pendampingan 60% memberikan respon mudah, 20% sangat mudah dan 20% menyatakan cukup mudah

    In-Tek Biochar Limbah Biomassa Tongkol Jagung dan Alley Cropping pada Pertanaman Jagung di Desa Bangun Sari, Alternatif Perbaikan Kualitas Lahan di Masa Pandemi

    Full text link
    Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Bina Desa di Desa Bangunsari didasari keprihatinan pada kesejahteraan petani akibat rendahnya produktifitas tanaman jagung. Rendahnya produksi disebabkan lahan yang digunakan untuk budidaya jagung didominasi oleh lahan kering masam, dimana tanaman jagung sangat sensitif terhadap kemasaman tanah. Selain itu, lahan yang digunakan secara terus menerus menurun kesuburannya akibat menurunnya bahan organik tanah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produksi jagung, yang merupakan tanaman utama di Desa Bangunsari. Padahal terdapat banyak potensi bahan organik di desa Bangunsari, diantaranya limbah biomassa tongkol jagung yang dengan sedikit sentuhan teknologi dapat diubah menjadi biochar (arang aktif). Potensi lain yang belum termanfaatkan adalah pohon legume, terutama Glyricideae. Glyricideae berpotensi menghasilkan biomassa dengan cepat dengan kandungan unsur N yang tinggi, sehingga dapat dijadikan penambah unsur N bagi tanaman dan sebagai pakan ternak. Pengetahuan petani yang minim mengenai biochar dan Glyricidae dapat ditingkatkan melalui penyuluhan (sosialisai) serta demplot inovasi teknologi (In-Tek) biochar dan integrasi tanaman jagung dan Glyricidae dalam bentuk alley cropping (pertanaman lorong). Sosialisasi dan demplot pemanfaatan limbah tongkol jagung menunjukkan hasil yang positif yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan keinginan petani untuk memanfaatkan limbah tongkol tanaman jagung untuk dijadikan biochar dan pemanfaatan Glyricidae sebagai tanaman pagar untuk model pertanaman alley cropping untuk meningkatkan produktifitas pertanaman jagung di Desa Bangunsari

    Identifikasi Cendawan Patogen Terbawa Benih Padi Di Propinsi Bengkulu

    Full text link
    Cendawan patogen terbawa benih padi merupakan salah satu faktor pembatas dalam usaha peningkatan pertumbuhan dan hasil panen padi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi di Propinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan mengkoleksi benih padi dari beberapa instansi di Bengkulu, yaitu BPTP, Dinas Pertanian, dan BPSB Bengkulu. Isolasi cendawan patogen terbawa benih dilakukan dengan metode grinding, platting of seeds, dan seedling symptom test. Dari ketiga metode pengujian tersebut diperoleh 6 spesies cendaan terbawa benih padi, yaitu Rhizopus sp., Aspergilus sp., Mucor sp., Fusarium moniliforme, Alternaria sp., dan Curvularia sp. Penggunaan metode pengujian seedling symptom test mampu mendeteksi lebih banyak spesis cendawan terbawa benih padi

    Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Mendukung Kemandirian Benih

    Full text link
    Kemandirian benih merupakan salah satu sasaran akhir pemerintah dalam meluncurkan berbagai program perbenihan melalui pendekatan partisipatif. Namun rendahnya kapasitas petani menjadi kendala dalam pencapaian sasaran program. Melalui program Pengembangan Kawasan Mandiri Benih dimana anggota kelompok tani ditargetkan untuk menjadi penangkar benih secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap petani terhadap pelatihan dan sekolah lapang sebagai strategi peningkatan kapasitas kelompok tani yang mendukung upaya terciptanya kemandirian benih di tingkat petani. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa seluruh petani responden memandang pelatihan dan sekolah lapang merupakan strategi yang efektif dalam peningkatan kapasitas petani. Pelaksanaan sekolah lapang telah mampu meningkatkan pemahaman petani dalam memproduksi benih padi unggul bermutu dan menjadikan Desa Cengkering Pekan sebagai desa yang mandiri dalam penyediaan benih

    Dinamika Populasi dan Tingkat Kerusakan Ulat Api pada Perkebunan Kelapa Sawit Pasca Replanting

    Full text link
    Peremajaan (replanting) merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kelapa sawit. Hanya saja pelaksanaan replanting kelapa sawit dihadapkan dengan berbagai kendala teknis dan non teknis. Ditambah tanaman kelapa sawit pada areal replanting tidak tumbuh optimal sehingga rentan serangan hama. Hama kelapa sawit yang selama ini ditakuti petani adalah ulat api, karena jenisnya yang banyak dan daya rusak yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ulat api, kelimpahan dan tingkat serangan beberapa spesies ulat api pada perkebunan kelapa sawit pasca replanting. Penelitian ini telah dilakukan di Nagari Muaro Sopan, Kabupaten Dharmasraya. Pada bulan Februari sampai dengan Mei 2020. Penelitian ini berbentuk survei dengan penentuan tanaman sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua spesies ulat api yaitu Setora nitens dan Setothosea asigna yang menyerang kelapa sawit pada areal replanting. Kelimpahan spesies ulat api tertinggi yakni pada umur tanaman empat tahun pasca replanting dengan jumlah 816 individu sedangkan kelimpahan ulat api terendah di umur tanaman dua tahun pasca replanting dengan jumlah 644 individu. Tingkat kerusakan akibat ulat api meningkat selama tiga bulan pengamatan dengan rata-rata tingkat kerusakan tertinggi terjadi pada umur tanaman empat tahun pasca replanting dengan persentase 61,33%, sedangkan kerusakan terendah terjadi pada umur tanama dua tahun pasca replanting dengan persentase 54,98%

    Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Kelinci Pedaging di Nanang’s Rabbit Farm Desa Dangkel Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung

    Full text link
    Kelinci merupakan satu usaha peternakan yang bisa menjadi peluang usaha cukup potensial saat ini, karena sudah banyak orang mulai mengkonsumsi daging kelinci, sehingga dapat memperoleh keuntungan yang besar, produktifitas yang cukup tinggi dan juga jangka waktu budidaya yang tidak lama. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha ternak kelinci dari aspek finansial, dengan mengetahui dari Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Internal Rate of Return (IRR). Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel responden di Nanang’s Rabbit Farm, Desa Dangkel, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan kreteria investasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa aspek finansial di lihat dari hasil yang diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 22.019.000, Net B/C sebesar 1,13, dan IRR sebesar 12,73% dengan acuan discount rate sebesar 9,12% yang di ambil dari suku bunga pinjaman Bank Persero. Disimpulkan bahwa Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Kelinci Pedaging Di Nanang’s Rabbit Farm Desa Dangkel Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung layak untuk di kembangkan

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇