Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Penambahan Pupuk Kandang dan Amelioran terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Prei (Allium ampeloprasum var. porrum) di Tanah Pesisir

    Full text link
    Pupuk kandang merupakan salah satu alternatif penambahan unsur hara pengganti pupuk anorganik yang mana diketahui efek dampak panjangnya buruk untuk lingkungan. Amelioran merupakan bahan pembenah tanah yang biasa digunakan untuk memperbaiki sifat tanah terutama untuk tanah marjinal seperti tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan amelioran terhadap tanaman bawang prei. Penelitian dilakukan di greenhouse kampus 2 Polbangtan Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 perlakuan. Pertama, dosis pupuk kandang dengan 4 taraf yaitu yaitu dosis 0 ton/ha (P0), 10 ton/ha (P1), dan 20 ton/ha (P2). Perlakuan kedua adalah pemberian amelioran yang terdiri dari 4 jenis amelioran yaitu tanpa amelioran (A0), lempung (A1), biochar (A2), dan lempung+biochar (A3) diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter daun, dan berat basah tanaman. Uji korelasi antar pengamatan menggunakan uji korelasi Pearson. Interaksi antar perlakuan terjadi mendekati hari terakhir pengamatan pada tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, dan diameter daun. Kombinasi pupuk kandang 20 ton/ha dengan amelioran lempung dan biochar mempunyai jumlah daun terbanyak yaitu 18. Pupuk dosis 20 ton/ha juga mempunyai nilai akhir yang baik untuk tinggi tanaman, diameter daun, berat basah, dan berat kering. Terjadi korelasi positif antara pertumbuhan dengan hasil tanama

    Pengaruh Konsentrasi Indole Butyric Acid dan Benzyl Amino Purine terhadap Pertumbuhan Eksplan Tunas Pisang Cavendish (Musa acuminata) Secara In Vitro

    Full text link
    Zat pengatur tumbuh dalam kultur jaringan merupakan komponen penting untuk menentukan arah pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi IBA (Indole Butyric Acid) and BAP (Benzyl Amino Purine) serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan eksplan tunas pisang Cavendish. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi pada bulan Juli hingga November 2021. Percobaan ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor, diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi Indole Butyric Acid (IBA) yaitu 0 ppm, 0,5 ppm, dan 1 ppm, faktor kedua adalah konsentrasi Benzyl Amino Purine (BAP) yaitu 0 ppm, 2 ppm, dan 4 ppm. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi IBA dan BAP terhadap jumlah tunas, panjang tunas, jumlah akar, panjang akar dan jumlah daun. Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan eksplan tunas pisang Cavendish secara in vitro adalah IBA 0,5 ppm dan BAP 4 ppm

    Dinamika Hara N Akibat Pemberian Kompos Campuran Residu Kedelai dan Jerami Padi Pada Tanaman Padi Gogo

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos campuran residu kedelai dan jerami padi terhadap mineralisasi N, serapan N, dan efisiensi penggunaan N dengan indikator padi gogo. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan yaitu; D1 = kompos 100% residu kedelai; D2 = kompos 75% residu kedelai + 25% jerami padi; D3 = kompos 50% residu kedelai + 50% jerami padi; D4 = kompos 25% redisu kedelai + 75% jerami padi; D5 = kompos 100% jerami padi ditambah 2 perlakuan pembanding yaitu kontrol dan perlakuan NPK (D6). Hasil penelitian menunjukkan kompos campuran residu kedelai dan jerami padi memberikan dinamika mineralisasi N yang sama dimana mineral N kumulatif meningkat dengan meningkatnya residu kedelai dalam campuran selama masa inkubasi (1,2,4 dan 8 minggu). Perlakuan D1 (kompos 100% residu kedelai) menunjukkan kandungan mineral N tertinggi sebesar 1186,48 mg.pot-1. Serapan N, efisiensi penggunaan N dan hasil padi gogo tertinggi ditunjukkan pada perlakuan D4 masing-masing sebesar 380,79 mg pot-1, 41,49% dan 6,91 ton ha-

    Analisis Kemiskinan Petani Ubi Kayu: Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs)

    Full text link
    Kemiskinan menjadi isu penting bagi seluruh negara, tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan pertama yaitu “no poverty”. Ubi kayu memiliki peluang ekonomi dan berkontribusi dalam memastikan no poverty, no hunger. Kabupaten Wonogiri merupakan daerah penghasil ubi kayu terbanyak di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pendapatan usahatani ubi kayu, mengetahui pendapatan rumah tangga petani ubi kayu, dan menganalisis kemiskinan petani ubi kayu sebagai implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan usahatani ubi kayu, analisis pendapatan rumah tangga petani ubi kayu, analisis kemiskinan menggunakan Fosteer-Greer-Thorbecke (FGT). Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan usahatani ubi kayu adalah Rp12.863.134,00/MT atau Rp16.395.581,00/ha dan total pendapatan rumah tangga petani ubi kayu yaitu Rp23.881.236,00/MT. Tingkat kemiskinan P0 (headcount index) sebesar 0,23 dengan P1 (indeks kedalaman kemiskinan) 0,076 dan P2 (indeks keparahan kemiskinan) 0,025. Usahatani ubi kayu berkontribusi 53,86% terhadap pendapatan total rumah tangga dan dapat dijadikan komoditas dalam pembangunan pertanian untuk mengurangi kemiskinan. Rekomendasi dalam penelitian ini yaitu perlu adanya program pembangunan pertanian yang berfokus terhadap usahatani ubi kayu berupa pengembangan produk pasca usahatani yang diiringi dengan peningkatan teknologi hasil pertanian dengan harapan dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan berperan dalam pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Tingkat Serangan Hama Penggerek Batang Padi Kuning Terhadap Kehilangan Hasil Varietas Unggul Padi di Bali

    Full text link
    Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat serangan hama penggerek batang padi kuning terhadap kehilangan hasil varietas unggul padi yang dibudidayakan di Bali. Pengkajian membudidayakan berbagai varietas unggul padi sebagai perlakuan yaitu Inpari 16; 24; 28; 30; dan Inpari 40, Towuti, Situ Bagendit serta varietas Ciherang sebagai pembanding dengan lima kali ulangan. Penelitian dilakukan dengan mengamati serangan hama penggerek batang padi kuning pada setiap varietas unggul padi yang ditanam di petak percobaan berukuran 6 m2 untuk sistem tanam legowo dan 6,25 m2 untuk cara kebiasaan petani. Parameter yang diamati meliputi ketahanan tanaman terhadap hama penggerek batang padi kuning yang diukur melalui evaluasi kerusakan per tanaman akibat hama penggerek batang padi kuning pada 7 hari sebelum panen dan produktivitasnya. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa semua varietas unggul bereaksi tahan terhadap serangan hama penggerek batang padi kuning yang ditandai dengan kategori tidak ada serangan kecuali varietas Ciherang yang mengalami serangan ringan, serta berproduktivitas lebih tinggi dibanding Ciherang. Diantara 7 varietas unggul tersebut, varietas Inpari 40 adalah yang terbaik diantaranya dari segi intensitas serangan dan produktivitas dan dapat direkomendasikan sebagai pengganti varietas Ciherang

    Potensi Dan Tantangan Sumberdaya Perikanan Di Kawasan Pesisir Jawa Timur

    Full text link
    Pemanfaatan sumberdaya hasil perikanan secara efisien dan terpadu sangat diperlukan. Penanganan hasil perikanan di wilayah pesisir sangat penting dan berpengaruh terhadap pendapatan nelayan baik skala kecil maupun skala besar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sumberdaya perikanan, faktor penghambat dan pendorong pengembangan sumberdaya perikanan di kawasan pesisir Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pesisir Jawa Timur yaitu Kabupaten Situbondo, Banyuwangi, Malang dan Trenggalek. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan pendekatam Force Field Analysis (FFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumberdaya perikanan di Kawasan pesisir beragam dan menghasilkan produk hasil olahan perikanan yang bervariatif. Tantangan sumberdaya perikanan dan strategi pengembangannya juga beragam tergantung pada potensi perikanan. Hasil ikan tangkapan di wilayah pesisir adalah ikan tongkol. Produk hasil olahan perikanan yang dihasilkan sebagian besar diolah menjadi abon ikan

    Model Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya

    Full text link
    Pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat yang dimulai dengan pola PIR telah berhasil menjadikan perkebunan kelapa sawit sebagai sumber pekerjaan, pendapatan dan penanggulangan kemiskinan serta sumber devisa negara. Setelah lebih dari 25 tahun, perkebunan kelapa sawit rakyat sudah mulai tidak produktif lagi sehingga perlu diremajakan namun kinerja program peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR) relatif sangat rendah, hanya pekebun plasma yang ‘dapat’ berpartisipasi dalam peremajaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model peremajaan kelapa sawit pekebun swadaya yang sesuai dengan kharakteristik pekebun dengan menggerakan para pihak terkait secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah petani kelapa sawit pola swadaya sebanyak 275 orang dan  11 responden ahli Model prioritas dianalisis menggunakan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Kemitraan Penuh adalah model terbaik untuk meremajakan kebun kelapa sawit pekebun swadaya, namun daya jangkau model ini sangat terbatas. Model yang lebih berpihak dan sesuai dengan karakteristik pekebun swadaya untuk dikembangkan adalah Model Offtaker Pekebun Swadaya yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Varietas Lumbu Hijau Terhadap Jenis Pupuk Kandang dan Pupuk Nitrogen

    Full text link
    Produksi bawang putih di Indonesia masih belum mampu memenuhi konsumsi  masyarakat dan 99 persen dipenuhi dari impor, yang dapat dipenuhi melalui perluasan lahan dan peningkatkan hasil melalui pemanfaatan sumberdaya lokal yaitu penggunaan jenis pupuk kandang dan jenis pupuk nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk 1) mendapatkan jenis pupuk kandang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih, 2) mendapatkan jenis pupuk nitrogen yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih, 3) mendapatkan kombinasi jenis pupuk kandang dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Karangsari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap pada bulan Januari sampai Mei 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap faktorial 3 x 4. Faktor  jenis pupuk kandang yang terdiri dari  pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, dan pupuk kandang kambing. Faktor jenis pupuk nitrogen yang terdiri dari  tanpa nitrogen, pupuk urea, pupuk KNO3, dan kombinasi pupuk urea dan ZA. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot umbi segar, bobot umbi kering, jumlah siung per umbi, hasil umbi segar, dan hasil umbi kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjut dengan Duncans Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pupuk kandang kambing mampu memberikan nilai kehijauan daun tertinggi sebesar 42,08 unit. Jenis pupuk kandang ayam  menghasilkan umbi segar dan hasil umbi kering 0,69 t/ha dan 0,283 t/ha atau 115 % dan 108, 9 %. Pupuk kandang sapi memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar 0,65 t/ha dan 0,258 t/ha. Pupuk kandang kambing menghasilkan umbi segar dan hasil umbi kering 0,6 t/ha dan 0,28 t/ha setara dengan 107,69 % dan 105,5%.  Pupuk kombinasi urea dan ZA meningkatkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 37,36 cm/tan., bobot tanaman segar sebesar  4,24 g/tan., bobot umbi segar sebesar 1,86 g/tan., dan hasil umbi segar sebesar 0,79 t/ha dibandingkan tanpa nitrogen 0,58 t/ha dan 0,25 t/ha. Pupuk urea memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar 0,62 t/ha dan 0,27 t/ha setara 106,89 % dan 108 %. Pupuk KNO3 menghasilkan  umbi segar dan  umbi kering sebesar 0,6 t/h dan 0,23 t/ha (103 %  dan 108 %). Pupuk kombinasi urea dan ZA menghasilkan umbi segar dan umbi kering 0,79 t/h dan 0,35 t/ha (136 % dan 140 %).  Pupuk kandang kambing dan pupuk KNO3 dengan dosis 30 t/ha dan 200 kg/ha mampu meningkatkan bobot tanaman segar tertinggi sebesar 5,13 g/tan. Pupuk kandang kambing dan pupuk KNO3 menghasilkan  umbi segar dan  umbi kering 0,73 t/ha dan 0,44 t/ha 137,73 % dan 209,5 %

    Penggunaan Pupuk Hayati BiO2 dan Berbagai Macam Pupuk Organik untuk Kedelai Edamame pada Tanah Alfisol

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk hayati BiO2 dan berbagai macam pupuk organic terhadap hasil kedelai Edaname pada tanah Alfisol Jumantono. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dan analisis tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu dosis pupuk hayati BiO2 (tanpa BiO2; dengan BiO2) dan macam pupuk organik (tanpa pupuk organik, pupuk organik GreenGold, Kascing SerbukCurah, Rajakaya, FreshGreen, FreshGreen+ Biofertilizer, Kascing Granule dan pupuk NPK sesuai anjuran sebagai pembanding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hayati BiO2 dan pupuk organik vermikompos dalam bentuk granul memberikan hasil kedelai Edaname tertinggi dibanding perlakuan yang lain

    Pengaruh Aplikasi Pupuk Limbah Ikan dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Biduri (Calotropis gigantea)

    Full text link
    Tanaman biduri (Calotropis gigantea) merupakan salah satu tanaman perdu yang tumbuh liar. Walaupun biduri dikenal sebagai tanaman liar, namun biduri memiliki banyak manfaat, seperti bisa sebagai obat, hiasan mapun bahan dasar tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan dari hasil aplikasi POC limbah ikan dan mikoriza pada tanaman biduri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2021. Pengamatan dan penelitian dilakukan di Lahan Percobaan FP UNS Jumantono, Desa Sukosari, Kecamatan Karanganyar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama  adalah pemberian pupuk limbah ikan dengan 5 taraf yaitu, P0 = tanpa limbah ikan, P1 = 1 ml/L, P2 = 2 ml/L, P3 = 3 ml/L, dan  P4 = 4 ml/L. Faktor kedua adalah pemberian mikoriza dengan 4 taraf yaitu M0 = tanpa mikoriza, M1 = 5 g/polybag, M2 = 10 g/polybag, dan M3 = 15 g/polybag. Hasil penelitan menunjukkan bahwa interaksi antara pupuk limbah ikan dan mikoriza tidak meningkatkan pertumbuhan vegetatif biduri (Calotropis gigantea). Pupuk limbah ikan mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun. Mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan biduri yaitu panjang daun

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇