Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Analisis Ketersediaan Lengas Tanah di Mintakat Perakaran terhadap Waktu Tanam Jagung di Lahan Kering, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

    Get PDF
    Penentuan tanggal tanam sangat diperlukan dalam meningkatkan produksi terkait dengan upaya mengembangkan produksi satu juta ton jagung pertahun di Kabupaten Sumbawa.Penelitian bertujuan untuk mengetahui ketersediaan lengas tanah dan variasi waktu awal tanam jagung pada musim hujan dan musim kemarau sebagai informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan perencanaan pola tanam. Model Cropwat 8.0 dengan input data meteorologi bulanan dari tahun 2005-2016 di Kabupaten Sumbawa digunakan untuk menghitung evapotranspirasi, kebutuhan air tanaman dan neraca lengas tanah, yang memungkinkan untuk penyesuaian waktu tanam dan evaluasi produksi tanaman dibawah kondisi lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal waktu tanam jagung dapat dimulai pada  tanggal 11 Oktober. Waktu tanam yang dilakukan pada tanggal 21 Oktober-11 November merupakan waktu tanam potensial, kebutuhan air tercukupi dari curah hujan.Penanaman dapat di tanam kembali pada tanggal 21 Januari, 11 Februari, dan 21 Februari (Februari I/II) untuk musim tanam kedua.Memajukan waktu tanam pada 11-21 Oktober (Oktober II/IV) untuk musim tanam pertama, tidak mempengaruhi kehilangan hasil

    PEMANFAATAN FAUNA TANAH UNTUK KEBERLANJUTAN LAHAN PERTANIAN PADI

    Get PDF
    Fauna tanah merupakan hewan yang sebagian maupun seluruh hidupnya berada di tanah.Fauna tanah melakukan perubahan besar di dalam tanah, terutama dalam lapisan atas (topsoil), yang mana terdapat akar-akar tanaman dan perolehan bahan makanan yang mudah.Akar-akar tanaman yang mati dengan cepat dapat dibusukkan oleh fauna tanah. Fauna tanahmemegang peranan penting dalam siklus hara di dalam tanah, sehingga dalam jangka panjangsangat mempengaruhi keberlanjutan produktivitas lahan

    Potensi Telur Itik Intensif untuk Produksi Telur Asin Rendah Sodium

    Get PDF
    Telur asin merupakan salah satu produk olahan telur yang memiliki komposisi gizi yang tidak kalah di banding telur segar, memiliki umur simpan yang lebih lama dan bisa dikonsumsi oleh segala tingkatan usia. Proses utama dalam pembuatan telur asin adalah penggaraman menggunakan NaCl (garam sodium) yang selain akan memberikan cita rasa asin dan berperan sebagai pengawet, juga merupakan faktor resiko hipertensi. Penelitian terdahulu melaporkan bahwa konsumsi garam sodium meningkatkan resiko hipertensi 4,35 kali lipat dibandingkan yang tidak mengkonsumsi garam sodium. Penelitian ini mengkaji potensi telur itik intensif untuk produksi telur asin rendah sodium melalui inovasi proses produksi dengan subtitusi garam NaCl menggunakan KCl, penambahan ekstrak daun jati dan pengovenan. Kajian dilakukan dengan pengukuran kualitas sensoris, kadar sodium dan aw, sebagai pembanding digunakan telur asin konvensional yang berbahan baku telur itik semi intensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur asin rendah sodium yang dibuat menggunakan telur itik intensif dengan subtitusi KCl, penambahan ekstrak daun jati dan pengovenan memiliki kualitas sensori yang signifikan lebih tinggi dan kadar sodium serta aw yang signifikan lebih rendah.dibandingkan telur asin konvensional yang berbahan baku telur itik semi intensif. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pengembangan telur itik intensif untuk produksi telur asin rendah sodium sebagai inovasi produk telur asin yang lebih aman dan berkualitas bagi masyarakat

    Peningkatan Produktivitas dan Biomasa Ubi Kayu pada Berbagai Jenis dan Dosis Pupuk NPK serta Kendala Implementasinya

    Get PDF
    Peningkatan produktivitas ubi kayu merupakan wahana bagi petani untuk mencapai kenaikan pendapatan dan kesejahteraan. Pemupukan menjadi kunci dalam peningkatan produktivitas, agar seiring dengan peningkatan pendapatan maka diperlukan efisiensi. Serangkaian penelitian lapangan bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil serta biomasa ubi kayu. Sepuluh perlakuan pemupukan dalam acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan telah dilaksanakan di Wonogiri selama November 2013 hingga Oktober 2014, sedangkan di Blitar tiga demoplot dalam skala besar dilaksanakan mulai November 2014 hingga Oktober 2015, berlanjut hingga Februari 2017. Hasil Penelitian di Wonogiri menunjukkan bahwa pemupukan majemuk NPK Alternatif 2 pada dosis 600 kg/ha menghasilkan ubi tertinggi, yang diikuti total biomas, efektivitas, efisiensi serta nisbah efisiensi/efektivitas yang tertinggi pula. Sebagai konsekuensi hara NPK yang terangkut saat panen juga tertinggi yaitu sejumlah  222,31 kg N + 49,61 kg P + 392,13 kg K/ha.  Dengan indikator hasil analisis tanah kadar N sangat rendah (0,04 persen); P cukup (15,80 ppm Bray I) dan K tinggi (0,67 Cmol+/kg) maka untuk meningkatkan produktiivitas ubi kayu yang lebih tinggi dengan total biomasa > 100 t/ha perlu ditingkatkan dosis pemberian pupuk > 600 kg/ha khususnya Phonska maupun Pupuk NPK Alternatif 2. Tetapi dari implementasi dalam demoplot skala luas di Blitar, petani masih lebih memilih Phonska, karena mudah tersedia dan harga terjangkau. Rendahnya harga dan sulitnya pasar merupakan kendala utama bagi petani untuk melakukan pemupukan pada ubi kayu

    Pengaruh Pelatihan Inovasi Teknologi Produksi Umbi Mini Bawang Merah Asal Biji (True Seed Of Shallot/Tss) terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani Bawang Merah di Kabupaten Grobogan

    Get PDF
    Dalam mendukung program strategi pengembangan komoditas hortikuktura terutama komoditas bawang merah, BPTP Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan telah  mengadakan kegiatan pelatihan terhadap petani bawang merah di Kabupaten Grobogan. Tujuan kegiatan adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan petani bawang merah di Kabupaten Grobogan  mengenai inovasi teknologi produksi umbi mini bawang merah asal biji (True Seed of Shallot/TSS). Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan berupa pelatihan dengan ceramah, diskusi dan praktek yang dilaksanakan pada tanggal 8, 15, 22 Oktober, dan 5 November 2016 di Kabupaten Grobogan.Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner yang dibagikan kesetiap peserta pelatihan sebanyak 40 orang, dimana kuisioner diberikan pada saat sebelum pelatihan dilaksanakan dan pada saat pelatihan  telah dilaksanakan.  Perubahan pengetahuan petani peserta pelatihan akan digunakan sebagai indikator pengaruh pelatihan. Rata-rata peningkatan pengetahuan responden (petani) mengenai teknologi produksi umbi mini bawang merah asal biji (TSS) setelah mengikuti pelatihan mengalami peningkatan sebesar 33,6%.Untuk sikap dan respon secara umum dinilai pada kategori tinggi yaitu : (i) manfaat materi yang diberikan sebesar 83%; (ii) Kemudahan materi untuk diterapkan sebesar 78%; (iii) keuntungan materi jika diterapkan sebesar 93%; (iv). kesesuaian materi dengan kebutuhan usahatani sebesar 95%; (iv) kesukaan atau ketertarikan terhadap materi yang diberikan sebesar 95%; dan (v) keinginan untuk menerapkan materi yang diberikan sebesar 100%. Sedangkan respon yang dinilai pada kategori sedang yaitu ragam penerapan materi yang telah diberikan sebesar 45% yaitu responden (petani) berencana akan mencoba sendiri dan di kelompok tan

    PERTUMBUHAN TOMAT PADA MEDIA PASIR PANTAI SECARA HIDROPONIK

    Get PDF
    Salah satu media yang mungkin digunakan dalam hidroponik substrat adalah pasir pantai, namun belum banyak penelitian yang dilakukan. Karena tingkat salinitas pasir pantai yang tinggi sehingga perlu dilakukan pencucian dan penambahan nutrisi. Tujuan penelitian adalah mengetahui tanggapan pertumbuhan tomat yang ditanam secara hidroponik pada media pasir pantai dengan pencucian dan penambahan nutrisi. Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian UNS dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri dari media substrat yaitu arang sekam, pasir progo, pasir pantai tidak dicuci, pasir pantai dicuci 1 kali dan pasir pantai dicuci 2 kali dan masing-masing ditambah dengan nutrisi standar mix AB. Hasil penelitian menunjukkan pencucian pasir pantai dan penambahan nutrisi mix AB meningkatkan volume akar tomat; pencucian pasir pantai dan penambahan nutrisi mix AB tidak meningkatkan panjang akar maupun pertumbuhan tajuk tomat

    STATUS PLASMA NUTFAH GEDI (ABELMOSCHUS MANIHOT L. MEDIK), POTENSINYA SEBAGAI SUMBER NUTRISI, DAN KAJIAN TINDAK AGRONOMINYA DALAM UPAYA OPTIMALISASI PRODUKSI

    Get PDF
    Penelitian awal dilakukan untuk mengkaji status tanaman gedi ditinjau dari keragaman plasma nutfah tanaman tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di  beberapa kampung di Manokwari, Papua Barat pada bulan April s/d Juni 2015, menggunakan metode deskriptif dengan tehnik observasi lapang. Analisis data untuk mengamati kekerabatan antar aksesi dengan program ExcelStat. Berdasarkan hasil identifikasi terkumpul 30 aksesi gedi, dan hasil analisis kimia 5 aksesi gedi menunjukkan keragaman kadar fenol, protein dan mineral. Pembudidayaan gedi pada umumnya masih bersifat subsisten dan tradisional dan tanpa menerapkan tindak agronomi. Untuk mendapatkan teknik budidaya yang tepat, maka penelitian kedua dilakukan dengan  tujuan mengetahui  pengaruh  tindak  agronomi  (jarak tanam dan pemupukan  serta evaluasi intensitas kerusakan hama), menggunakan metode eksperimen dengan   rancangan acak kelompok. Perlakuan jarak tanam terdiri dari 0.5 m x 0.1 m, 0.75 m x 0.1 m dan 0.1 m x 0.1 m. Tindak agronomi lainnya berupa aplikasi dosis pupuk kotoran ayam, terdiri dari 0 kg/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha, dan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan terhadap keberadaan hama dilakukan dengan dengan cara menghitung intensitas kerusakan pada masing-masing tanaman contoh (%). Data dianalisa secara statistik dengan menggunakan analisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa dosis pupuk kotoran ayam 30 ton/ha menghasilkan pertumbuhan gedi terbaik dibandingkan dengan dosis lebih rendah. Bobot daun dan tinggi tanaman tertinggi dihasilkan oleh jarak tanam lebar (1 m x 1m), meskipun secara statistik tidak berbeda nyata pada umur 3 bulan setelah tanam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap intensitas kerusakan hama, dimana semakin lebar jarak tanam semakin besar intensitas kerusakan akibat serangan hama pada umur 4 bulan setelah tanam

    Aplikasi Pyraclostrobin pada Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora)

    Get PDF
    Indonesia termasuk negara salah satu penghasil dan pengekspor kopi robusta karena kondisi lahan dan iklim Indonesia lebih cocok untuk budidaya kopi robusta. Pyraclostrobin ialah suatu senyawa dari golongan strobirulin yang dapat menghambat respirasi mitokondria dengan memblokir transfer elektron dalam rantai respirasi. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari kemampuan pyraclostrobin pada pembuahan kopi dan menentukan konsentrasi yang tepat pemberian pyraclostrobin pada tanaman kopi. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kopi desa Tlogosari, Kecamatan Tirtiyudo, Kabupaten Malang yang terletak pada ketingian 560 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi pyraclostrobin dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah kluster/tanaman, jumlah buah/tanaman dan bobot biji.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 600 ppm berpengaruh nyata pada berbagai variabel pengamatan baik pada jumlah buah bobot buah tanaman kopi. Pemberian pyuraclostyrobin dengan konsentrasi 600m ppm dapat meningkatkan jumlah buah sebesar 51,97% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian pyraclostrobin

    Analisis Keuntungan Usaha Beternak Puyuh di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo

    Get PDF
    Kegiatan usaha yang menarik dikaji di subsektor peternakan adalah usaha agribisnis peternakan burung puyuh. Hal ini dilandasi beberapa alasan, yaitu: (1) periode siklus produksinya yang relatif pendek membuat perputaran modal relatif cepat, menjadikannya cocok untuk usaha peternakan rakyat; (2) usaha peternakan burung puyuh mempunyai kaitan yang luas baik kaitan ke belakang (backward linkage) maupun kaitan ke depan (forward linkage); (3) kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja secara ekstensif. Kecamatan Kokap merupakan salah satu kecamatan yang sudah memelihara ternak burung puyuh di Kabupaten Kulonprogo. Mencermati usaha ternak burung puyuh yang dilakukan oleh petani peternak di kecamatan Kokap bahwa, sumberdaya pakan yang masih menggunakan pakan jadi (pakan pabrik) dan belum memanfaatkan sumberdaya pakan lokal tentunya berpengaruh pada biaya pakan yang cukup besar. Dengan demikian petani peternak burung puyuh di Kecamatan Kokap masih tergantung pada pakan pabrik sehingga perlu dilakukan kajian melalui penelitian apakah usaha beternak burung puyuh yang dilakukan oleh petani peternak di kecamatan Kokap memberikan tingkat keuntungan atau sebaliknya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini ialah apakah usaha beternak burung puyuh memberikan keuntungan bagi petani peternak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis besarnya keuntungan dan biaya produksi usaha ternak burung puyuh. Biaya produksi per 2000 ekor dari usaha ternak burung puyuh di Kecamatan Kokap terdiri biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total dalam usaha ini adalah sebesar Rp.168.907.818/periode produksi dengan rata-rata responden mengeluarkan biaya tunai sejumlah Rp.163.472.064,00/periode produksi. Biaya yang diperhitungkan dalam usaha ini sejumlah Rp.5.435.754,00/periode produksi dengan rata-rata responden mengeluarkan biaya tidak tetap sejumlah Rp.168.936.844. Keuntungan yang didapatkan peternak  populasi 2000 ekor pada usaha ternak burung puyuh di Kecamatan Kokap disepanjang satu periode produksi adalah sebesar Rp.29.566.214/periode produksi. Hasil analisis R/C atas biaya tunai     D.23   Vol 2, No. 1 (2018) E -ISSN: 2615-7721 P-ISSN: 2620-8512  menunjukkan hasil 1.21 dan R/C atas biaya total menunjukkan hasil 1.18. R/C menunjukkan bahwa setiap satu rupiah yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar R/C nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap satu rupiah yang dikeluarkan peternak maka menghasilkan penerimaan sebesar 1.21 rupiah atas biaya tunai dan 1.28 rupiah atas biaya total. Usahatani burung puyuh efisien untuk diusahakan jika dilihat dari kedua R/C karena memiliki nilai lebih besar dari satu. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ternak burung puyuh yang dijalankan bisa memberikan manfaat atau keuntungan seperti apa yang diharapkan.  Kata Kunci: Analisis keuntungan, Burung puyuh 

    POTENSI CROTALARIA JUNCEA SEBAGAI TANAMAN PENGHALANG ULAT GRAYAK (SPODOPTERA LITURA) PADA HASIL KEDELAI

    Get PDF
    Langkah pengendalian ulat grayak selain penggunaan pestisida yaitu   secara kultur teknis melalui penanaman tanaman penghalang salah satunya Crotalaria juncea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Crotalaria juncea sebagai tanaman penghalang penekan populasi ulat grayak pada kedelai dengan beberapa pola tanam dan mengetahui pengaruhnya terhadap hasil kedelai. Penelitian dilakukan pada 3 petak pertanaman kedelai dengan pola tanam yang berbeda. Pola tanam yang digunakan adalah (B) Crotalaria juncea mengelilingi pertanaman kedelai, (C) Crotalaria juncea setiap 5 baris setelah kedelai dan (D) Crotalaria juncea setiap 10  baris setelah kedelai. Hasil menunjukan pola tanam (B) Crotalaria juncea mengelilingi pertanaman kedelai  lebih menekan populasi ulat grayak pada kedelai. Tidak ada perbedaan nyata untuk hasil produksi kedelai pada 3 pola tanam. Namun demikian, jumlah polong dan biji, pola tanam (B) Crotalaria juncea mengelilingi kedelai memberikan hasil terendah dibanding pola tanam lainnya. Hal ini karena terjadi penaungan pada pola tanam (B) Crotalaria juncea mengelilingi pertanaman kedelai. Pola tanam (C) Crotalaria juncea setiap 5 baris mememiliki hasil produksi lebih tinggi dibanding pola tanam lainnya

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇