Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Pemberian Limbah Cair Tahu dan Jumlah Benih Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian limbah cair tahu dan jumlah benih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun(Cucumis sativus L) . Penelitian dilakukan pada lahan Agroteknologi Gambessi Kota Ternate Selatan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Terdapat tiga sumber keragaman. Faktor pertama yaitu limbah tahu yang terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa limbah cair tahu (T0) dan limbah cair tahu (750 ml +250 air (TI). Faktor kedua adalah jumlah benih perlubang tanam (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 benih per lubang tanam, 2 benih per lubang tanam dan 3 benih per lubang tanam,terdapat 6 kombinasi perlakuan dan 3 kelompok sehingga terdapat 18 unit percobaan. Faktor ketiga interaksi antara limbah cair tahu dan jumlah benih per lubang tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah cair  tahu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman mentimun pada umur 10 HST dan 20 HST ( Hari Setelah Tanam) dan jumlah daun 10 HST dan 20 HST. Interaksi antara pemberian limbah cair tahu dan jumlah benih per lubang tanam berpengaruh nyata pada panjang buah mentimun, diameter buah mentimun dan bobot buah mentimun

    Upaya Peningkatan Penjualan Produk VCO dan Turunannya pada BumDes Tirtonadi Melalui Pelatihan Digital Marketing

    Full text link
    Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Tirtonadi merupakan BumDes milik kampung Tanah Tinggi Distrik Malabotom Kabupaten Sorong, Papua Barat. Selama pandemic Covid 19 BumDes mengalami kendala pemasaran produk VCO dan turunannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada anggota BumDes Tirtonadi Tanah Tinggi  dalam hal wawasan dalam teknik pemasaran online sehingga dapat diimplementasikan dalam memasarkan VCO Mayangsari beserta produk turunannya seperti Pupuk Organik Cair, Pakan ternak, dan cocopeat yang berasal dari pengolahan limbah produksi VCO. Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Peserta dalam kegiatan adalah masyarakat Tanah Tinggi khususnya pengurus angota BumDes Tirtonadi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, diskusi dan simulasi. Pada saat pelatihan peserta terlihat antusias dan berpartisipasi aktif dalam pembuatan akun pemasaran online. Melalui kegiatan ini, telah dihasilkan akun pemasaran online berupa facebook, instagram, email, tokopedia dan TaniHub yang telah bisa dioperasikan oleh peserta pelatihan

    Aplikasi Cocopeat untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Varietas Medan pada Cekaman Kekeringan

    Full text link
    Pertumbuhan dan produksi bawang merah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air. Cekaman kekeringan secara signifikan menurunkan produksi bawang merah.  Pemberian cocopeat pada media tanam merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan serapan dan kemampuan menahan air untuk memenuhi kebutuhan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cocopeat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah pada cekaman kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2021di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam dengan 3 macam perbandingan yaitu perlakuan media tanam subsoil : cocopeat (100% : 0%); subsoil : cocopeat (75% : 25%) dan subsoil : cocopeat (50% : 50%), faktor kedua adalah pemberian frekuensi penyiraman (penyiraman dengan  interval 3 hari sekali; interval 6 hari sekali; interval 9 hari sekali dan interval 12 hari sekali). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pemberian cocopeat berpengaruh nyata terhadap peningkatan panjang tanaman dan panjang daun, frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman dan panjang daun, sedangkan interaksi pemberian cocopeat dan frekuensi penyirman berpengaruh nyata pada peubah amatan bobot umbi segar per tanaman. Kombinasi perlakuan terbaik adalah media tanam dengan komposisi subsoil 50% : cocopeat 50% dan penyiraman 3 hari sekali

    Analisis Efisiensi Pemasaran Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.) dan Cabai Rawit (Capsicum Frustescens L.) di Kelompok Tani Tranggulasi Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran dan bagian yang diterima petani (farmer’s share) dan perbedaan tingkat efisiensi pemasaran Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) dan Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.). Analisis data yang digunakan adalah analisis saluran pemasaran, analisis margin pemasaran dan farmer’s share serta efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran cabai merah keriting (capsicum annum L.) dan cabai rawit (capsicum frustescens L). Nilai margin pemasaran cabai merah keriting saluran pemasaran tingkat I, di tingkat pedagang pengecer Rp. 2.500,-/Kg dan nilai farmer’s share 90,38%. Saluran pemasaran tingkat IIA, margin di tingkat pedagang besar Rp. 1.000,-/Kg dan di tingkat pedagang pengecer Rp. 3.500,-/Kg dan nilai farmer’s share 84,26%. Saluran pemasaran tingkat IIB di pasar modern, margin di tingkat pedagang besar Rp. 15.250,-/Kg, nilai margin pedagang pengecer Rp. 11.675,-/Kg, dan nilai farmer’s share  50,98%. Nilai margin pemasaran dan farmer’s share cabai rawit pada saluran pemasaran tingkat I di tingkat pedagang pengecer Rp. 3.000,-/Kg dan nilai farmer’s share 89,66%. Saluran pemasaran tingkat IIA di pasar tradisional margin di tingkat pedagang besar Rp. 1.500,-/Kg dan nilai margin di tingkat pedagang pengecer Rp. 4.000,-/Kg dan nilai farmer’s share pada saluran tingkat IIA di pasar tradisional 81,67%. Saluran pemasaran tingkat IIB di pasar modern margin di tingkat pedagang perantara I Rp. 16.250,-/Kg, nilai margin pedagang pengecer Rp. 11.000,-/Kg, dan nilai farmer’s share  52,40%. Efisiensi pemasaran cabai merah keriting dan cabai rawit pada ke tiga saluran sudah menunjukkan nilai yang kecil (<50)% yaitu sebesar 3,98% untuk cabai merah keriting dan 4,24 % untuk cabai rawit

    Model Rooftop yang Memanfaatkan Botol Bekas untuk Penanaman Kangkung Darat (Ipomea Reptans Poir) dengan Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk Npk yang Berbeda

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam  dengan dosis pupuk NPK pada model rooftop. Penelitian di laksanakan di atap green house lantai  ke-3, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Malang. Penelitian dilakukan 02 Oktober sampai dengan 08 Nopember 2021. Percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor I adalah komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 3 level yaitu : M1 : tanah = 50 %, pasir = 25 %, kompos = 25 %; M2 : tanah = 25 %, pasir = 50 %, dan kompos = 25 %; dan  M3 = tanah = 25 %, pasir = 25 %, dan kompos = 50 %. Faktor II dosis pupuk NPK (D) terdiri dari 5 level yaitu D0 = tanpa pupuk (kontrol), D1 = 1,5 g, D2 = 3 g, D3 = 2,25 g, dan D4= 4,5 g. Hasil Penelitian disimpulkan: 1). Model rooftop dengan pengaruh interaksi antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK pada variabel jumlah daun umur 21, 28, dan 31 hst; serta luas daun umur 31 hst. Kombinasi perlakuan yang direkomendasikan adalah M3D3. 2). Pada variable  bobot segar total dan bobot kering total tanaman secara terpisah tanpa pemberian pupuk NPK masih mampu memberikan pengaruh yang baik

    Potensi Limbah Ekstrak Air dari Malai Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L.) yang Diproduksi di Lahan Inceptisol sebagai Bioherbisida

    Full text link
    Alelopati merupakan suatu penghambatan pertumbuhan tanaman karena adanya pelepasan racun di sekitarnya. Sorgum salah satu tanaman penghasil alelopati berupa senyawa alelokimia yang berpotensi sebagai bioherbisida. Aplikasi ekstrak air yang berasal dari malai tanaman sorgum yang diproduksi di lahan Inceptisol merupakan fenomena bioherbisida yang baru. Penelitian tentang sumber ekstrak air yang berasal dari limbah ekstrak sebagai bioherbisida belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah ekstrak (ekstrak sekunder) malai sorgum sebagai bioherbisida. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai Mei 2022, di Kelurahan Bentiring Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Faktor tunggal berupa limbah ekstrak, terdiri atas konsentrasi 0 %, 10 %, 20 %, dan 30 %. Percobaan diulang 4 kali dan unit percobaan berupa cawan petri. Percobaan menggunakan metode bioassay pada cawan petri. Pada setiap cawan petri dituang 10 ml ekstrak air yang berasal dari limbah, disemai 20 biji kacang hijau varietas Vima 3 dan diinkubasi selama empat hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah ekstrak air yang berasal dari malai sorgum yang tidak mengalami fermentasi ini menghasilkan persentase perkecambahan normal lebih rendah dan perkecambahan abnormal lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak air yang berasal dari limbah ekstrak malai sorgum ini mempunyai potensi sebagai bioherbisida walaupun belum mendominasi terhadap variabel di percobaan ini. Oleh karena itu disarankan dilakukan percobaan dengan peningkatan konsentrasi di atas 30 % guna mengetahui potensi bioherbisida lebih lanjut

    Analisis Daya Saing Minyak Kelapa Sawit di Pasar Tujuan Alternatif Ekspor Tahun 2001-2020

    Full text link
    Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia selama dua dekade terakhir, terus mengalami pertumbuhan yang didasari pada meningkatnya kuantitas serta nilai ekspornya. Posisi Indonesia sebagai negara eksportir utama minyak kelapa sawit dunia perlu dipertahankan. Salah satunya adalah dengan mencari negara tujuan alternatif ekspor yang lain. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap negara tujuan utama. Sebuah analisa untuk mengetahui alternatif negara tujuan ekspor yang memiliki daya saing ekspor tinggi tentu diperlukan. Penelitian daya saing produk minyak kelapa sawit  Indonesia di analisa berdasarkan negara tujuan alternatif ekspor (Belanda, Amerika Serikat, dan Mesir). Metode yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana ekspor minyak kelapa sawit Indonesia mampu berdaya saing di pasar internasional adalah analisis RCA (Revealed Comparative Advantage) dan untuk mengetahui apakah suatu produk dalam performa yang dinamis atau tidak digunakan alat analisis EPD (Export Product Dynamics). Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspor minyak kelapa sawit Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar tujuan alternatif ekspor Belanda, Amerika Serikat dan Mesir dengan nilai rata-rata RCA sebesar 55,37, 26.49, dan 48,83. Hasil analisis EPD menunjukkan bahwa perdagangan minyak kelapa sawit  Indonesia ke Belanda, Amerika Serikat dan Mesir masing-masing berada pada kuadran retreat, falling star dan rising star. Pemerintah dapat memberikan kebijakan yang sesuai untuk mendukung Mesir yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif sebagai salah satu alternatif tujuan ekspor minyak kelapa sawit yang menjanjikan

    Karakter Fisik Gabah Hasil Persilangan Backcross 2 Galur Harapan Padi Hitam/Jeliteng//Jeliteng

    Full text link
    Padi beras hitam merupakan salah satu pangan lokal di Indonesia yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Padi beras hitam berpotensi untuk dikembangkan guna mendukung ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi pangan. Beras hitam saat ini mulai populer dikonsumsi sebagai pangan fungsional seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Namun, budidaya padi hitam masih jarang diminati oleh petani di Indonesia. Pada penelitian terdahulu telah dihasilkan galur-galur harapan mutan umur pendek padi hitam hasil irradiasi sinar gamma yakni GH 8, GH 13, GH 44, GH 46, GH 51, GH 52. Perbaikan sifat tanaman untuk meningkatkan kualitas hasil dan karakter-karakter yang dimiliki padi hitam dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman persilangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji karakter-karakter biji hasil persilangan backcross yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan alat bantu pengukuran berupa neraca analitik, millimeter block, dan RHS colorchart. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian pada hasil 6 set persilangan Galur Harapan Padi Hitam/Jeliteng//Jeliteng memiliki nilai rerata panjang gabah tertinggi 8,55. Nilai rata-rata lebar gabah tertinggi sebesar 2,55. Rerata bobot biji seluruh set persilangan ialah 0,0941. Seluruh hasil set persilangan memiliki warna kulit gabah yang tergolong pada 199 yakni Grey-Brown Group dan golongan 156 dengan keterangan Greyed-White Group. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh benih padi hitam hasil persilangan backcross yang bersifat fertil dan dapat digunakan untuk bahan persilangan backcross generasi berikutnya

    Identifikasi Nematoda Entomopatogen dan Potensinya dalam Mengendalikan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

    Full text link
    Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan hama dengan inang luas, sehingga perlu dikendalikan diantaranya dengan memanfaatkan entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genus nematoda entomopatogen yang terdapat pada tanah bervegitasi dan potensinya dalam mengendalikan ulat grayak. Sampel diambil dari Kampung Awai Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Identifikasi dan potensi nematoda entomopatogen dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dari Bulan Juli sampai Oktober 2020.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimental. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengidentifikasi genus nematode entomopatogen yang ditemukan. Penelitian eksperimental dilakukan untuk mengetahui potensi nematoda entomopatogen dalam mengendalikan ulat grayak. Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal dengan empat perlakuan dan enam ulangan.  Perlakuan tersebut yaitu, P0 (kontrol), P1 (nematoda entomopatogen dari sampel tanah tanaman jagung), P2 (nematoda entomopatogen dari sampel tanah kotoran kambing), P3 (nematoda entomopatogen dari sampel tanah sampah rumah tangga). Data dianalisis mengunakan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan ujiBNT(Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan ditemukan nematoda Steinernema spp. dari ketiga sample tanah. Nematoda Steinernema spp. yang diujikan berpotensi mengendalikan ulat grayak dengan tingkat mortalitas  70,39% (Steinernema spp. dari tanah tanaman jagung), 54,70% (Steinernema spp. dari tanah kotoran kambing), dan 40,90% (Steinernema spp. dari tanah sampah rumah tangga) pada hari kedua setelah aplikasi. Mortalitas ulat grayak terjadi 30 jam setelah aplikasi nematoda Steinernema spp

    Kesesuaian Lahan Sebagai Input Untuk Pencetakan Sawah Baru di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara

    Full text link
    Kesesuaian lahan merupakan salah satu input untuk pencetakan sawah baru, karena memberikan informasi terhadap kondisi lahan.  Penilaian kesesuaian lahan akan dilakukan dalam dua kondisi, yakni kondisi aktual dan kondisi potensial.  Penilaian kondisi aktual dilakukan saat survei lapangan sedangkan penilaian kondisi potensial dilakukan setelah melakukan perbaikan, misalnya ketika lahan telah dilakukan pemupukan. Kesesuaian lahan diklasifikasikan sebagai S1 (sangat sesuai, S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal) dan N (Marginal). Analisis kesesuaian lahan dilakukan terhadap faktor iklim, faktor tanah (Sifat fisik dan kimia tanah).  Peelitian di lakukan di Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara pada Tahun 2020. Hasil penelitian mendapatkan bahwa di Kabupaten Bolaang Mongondow terdapat kelas cukup sesuai yaitu sekitar 55%, kelas sesuai marjinal 16% dan kelas sangat sesuai sekitar 12% dan 17% merupakan lahan marginal

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇