Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    PEMANFAATAN BLOTONG LIMBAH PABRIK GULA TEBU UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN REHABILITASI LAHAN KRITIS DI DESA WONOSOCO KABUPATEN KUDUS

    No full text
    Wonosoco merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus,yang secara geografis termasuk dalam kawasan perbukitan Kendeng Utara, yang dicirikandengan kondisi morfologis bentang lahan yang berupa jajaran perbukitan rendah,bergelombang dengan ketinggian sekitar 50-200 m dpl. Perbukitan Kendeng Utaramempunyai jenis tanah berkapur, yaitu jenis tanah hasil pelapukan dari batuan kapur (batuansedimen). Tanah berkapur yang ada di desa Wonosoco berwarna kehitaman, miskin unsurhara, sehingga dapat dikatakan tanahnya kurang subur. Adanya aktivitas manusia dalampengelolaan lahan di kawasan perbukitan Kendeng yang tidak memperhatikan kaidahkonservasi lahan, akan mengakibatkan terjadinya kerusakan lahan dan semakin hilangnyalapisan tanah yang subur. Akibatnya banyak terjadi lahan yang kritis di wilayah desaWonosoco. Untuk mengembalikan dan meningkatkan produktivitas lahan lahan dibutuhkanrehabilitasi dan input dari luar berupa pemberian unsur hara dari luar. Blotong merupakansalah satu limbah dari Pabrik Gula yang berasal dari proses pembuatan gula. Limbahberbentuk padat mengandung air, bentuknya menyerupai tanah, sebenarnya adalah serat tebuyang bercampur kotoran yang dipisahkan dari nira. Komposisi blotong terdiri dari sabut, waxdan fat kasar, protein kasar,gula, total abu, SiO2, CaO, P2O5 dan MgO. Komposisi iniberbeda prosentasenya dari satu PG dengan PG lainnya, bergantung pada asal prosespembuatan gula pasirnya Blotong berpotensi menjadi bahan baku pupuk organik, sebagaipenyubur atau untuk perbaikan struktur tanah terutama pada lahan kering karena blotongbanyak mengandung bahan penyubur tanah seperti Nitrogen, P2O5, CaO, humus dan lainlain

    Pelapisan Benih menggunakan Antioksidan untuk Mempertahankan Mutu Benih Kedelai di Penyimpanan

    Get PDF
    Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh pelapisan benih dengan senyawa antioksidan dalam mempertahankan mutu benih kedelai selama di penyimpanan. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan tujuh taraf perlakuan pelapisan benih dengan pemberian senyawa antioksidan yaitu : Tanpa pelapisan (p0),pelapisan gum arab (p1),pelapisan gum arab + tokoferol 400 ppm (p2),pelapisan  gum arab + tokoferol 800 ppm (p3)pelapisan gum arab + asam askorbat 300 ppm (p4),pelapisan gum arab + asam askorbat 600 ppm (p5),pelapisan gum arab + ekstrak kulit manggis (p6). Benih yang dicoba adalah benih yang sudah disimpan 0, 1, 2 dan 3 bulan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, hasil pengamatan diuji dengan uji F yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan pelapisan benih menggunakan formulasi gum arab + asam askorbat dan gum arab + ekstrak manggis berpengaruh baik dalam mempertahankan mutu benih kedelai di penyimpanan. Ekstrak kulit manggis berpotensi baik untuk dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan dalam pelapisan benih

    Pengaruh Ekstrak Kosmos Kuning (Cosmos Sulphureus Cav.) pada Perkecambahan Kedelai

    Get PDF
    Pemanfaatan alelokimia  pada beberapa tanaman sebagai sumber bahan herbisida nabati sudah banyak dilakukan, salah satunya adalah kosmos kuning yang  termasuk famili Compositae (Asteraceae) dan diduga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai herbisida nabati karena mengandung senyawa fenol yang memiliki potensi alelokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui potensi kosmos kuning sebagai salah satu sumber herbisida nabati. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial  dua factor yang terdiri dari sumber ekstrak organ tanaman sebagai faktor pertama berupa akar, batang, daun  dansebagai factor kedua adalah konsentrasi ekstrak yaitu 1%, 5%, 10% serta kontrol yang terdiri dari tiga ulangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Manajemen dan Produksi Tanaman UGM  dan dilaksanakan di LPPT UGM untuk analisis total fenol. Penelitian dilaksanakan pada pada bulan April – Juli 2016.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kosmos kuning dari semua organ  memiliki pH 5,1-5,8. Nilai daya hantar listrik dan potensial osmotik larutan ekstrak semua organ  meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Daun memiliki nilai daya hantar listrik lebih tinggi dan potensial osmotik lebih rendah dibandingkan sumber lainnya pada konsentrasi yang sama. Analisis kandungan total fenol juga menunjukkan bahwa daun memiliki nilai tertinggi diikuti batang dan akar.. Ekstrak dengan sumber daun, batang, dan akar hingga konsentrasi 10% masih aman untuk diaplikasikan pada kedelai dan diketahui dapat memacu perkecambahan benih kedelai.

    Keragaman Morfologi Aksesi Buah Naga Merah Generasi F1

    Get PDF
    Tanaman buah naga banyak dikembangkan di Indonesia. Persilangan antar spesies pada buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat meningkatkan hasil dan keragaman keturunan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter dan keragaman morfologi 10 aksesi tanaman buah naga merah generasi F1. Variabel pengamatan meliputi komponen batang dan duri. Analisis data dilakukan dengan metode statistika deskriptif, analisis ragam, uji DMRT α 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman morfologi batang dan duri pada buah naga merah generasi F1. Keragaman dari 10 aksesi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok merujuk pada karakter morfologi batang dan duri. Terdapat korelasi antara tinggi gelombang dengan ukuran sudut dan jarak antar areola; antara tinggi gelombang dengan luas gelombang dan ukuran sudut; dan antara jumlah duri dengan diameter areola. Variabel posisi areola menjadi karakter penciri yang khas pada aksesi tanaman K1, dimana posisi areolanya berada di puncak gelombang berbeda dengan 9 aksesi lainnya yang posisi areolanya berada di samping turunan gelombang

    KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI KEBUN KARET RAKYAT DESA HARATAI, KALIMANTAN SELATAN : SUMBER PANGAN DAN OBAT POTENSIAL

    Get PDF
    Kebun karet rakyat di Desa Haratai Loksado memiliki keanekaragaman tumbuhan. Penelitiandilakukan pada tahun 2016 untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan serta potensinyasebagai sumber pangan dan obat-obatan. Dilakukan analisis vegetasi dengan metode tekniksampling kuadrat ukuran 20 x 20 m, yang didalamnya terdapat beberapa sub petak.Keanekaragaman tumbuhan pada kebun karet rakyat menyerupai hutan sekunder. JenisHevea brasiliensis, Macaranga bancana, dan Scleria sp. mendominasi tegakan dengan nilaiINP tertinggi pada masing-masing tingkat pertumbuhan. Karet sebagai produk primer, jugadiikuti produk sekunder yang berpotensi sebagai sumber pangan dan obat. Terdapat 32 jenistumbuhan yang berpotensi sebagai sumber buah, sayur dan bahan obat. Kebun karet rakyatdan keanekaragaman tumbuhannya memiliki potensi besar dan memberikan kontribusipenyediaan pangan dan bahan obat bagi masyarakat lokal

    PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM KARTU TANI DI KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap program Kartu Tani,mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk persepsi petani terhadap program Kartu Tani, sertamenganalisis hubungan antara faktor-faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petaniterhadap program Kartu Tani di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Penelitiandilaksanakan dengan survei. Sampel ditentukan dengan teknik multi stage cluster randomsampling, dengan jumlah petani responden sebanyak 60 orang. Analisis data yang digunakanadalah rumus lebar interval serta uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa umur responden dalam kategori tinggi, pendidikan formal dalam kategori sangatrendah, pendidikan non formal dalam kategori jarang, pengalaman dalam kategori tinggi,pendapatan dalam kategori rendah, luas lahan dalam kategori sempit, lingkungan sosialdalam kategori rendah, lingkungan petani dalam kategori sangat rendah, dan kedudukanpetani dalam kelompok tani dalam kategori rendah. Persepsi petani terhadap program KartuTani dalam kategori baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan non formal,pengalaman, lingkungan sosial, lingkungan petani dan kedudukan petani dalam kelompoktani dengan persepsi petani terhadap program Kartu Tani. Tidak terdapat hubungan yangsignifikan antara umur, pendidikan formal, pendapatan dan luas lahan dengan persepsi petaniterhadap program Kartu Tani

    DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN MELALUI PAMERAN FESTIVAL AGRIBISNIS DI PROVINSI BALI

    Get PDF
    Ditengah sedemikian maraknya serbuan produk pertanian import untuk dapat bersaingdipasaran, setiap daerah dituntut untuk mampu menampilkan keunggulan-keunggulanmasing-masing, baik kompetitif maupun komparatif, melalui festival agribisnis dengan temagerakan pemasyarakatan produk pertanian lokal tahun 2016 yang diadakan oleh DinasPertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali dimana setiap kabupaten/kota mengikuti denganmenampilkan produk unggulan lokal sehingga bisa dikenal masyakarat luas. BPTP Balisebagai instansi pemerintah dari Kementrian Pertanian khususnya Badan Litbang jugamengambil bagian sebagai peserta pameran dengan menampilkan produk-produk unggulandari binaan se Provinsi Bali dan mengenalkan teknologi-teknologi yang dimiliki BadanLitbang yang spesifik lokasi bisa diterapkan di Bali. Pada pameran Festival Agribisnis inikami melakukan kajian terhadap proses diseminasi melalui pendapat responden yangmengunjungi stand BPTP Bali mengenai materi pameran baik variasi, kesesuaian,kemutahkiran, penampilan dan kemampuan pramuwicara serta penataan stand pameran.Pengambilan data dilakukan secara sampel random sampling 40 Orang pengunjung denganmelalui kuisioner. Analisis data dilakukan secara sederhana berdasarkan persentase pendapatresponden dilengkapi dengan deskripsi dan analisis kualitatif. Didapatkan hasil bahwadiseminasi inovasi teknologi pertanian yang dimiliki Badan Litbang dengan menjaring umpanbalik dari responden dan pengumpulan data yang berkaitan dalam informasi teknologi yangdibutuhkan oleh pengguna dan saran untuk perbaikan pameran dimasa mendatang sehinggaproses diseminasi inovasi teknologi dari Badan Litbang bisa tepat sasaran

    Karakteristik Fitokimia Mikrokapsul Minyak Atsiri Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Minyak atsiri jahe merah diketahui dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri dengan aktivitas antimikroba yang cukup tinggi, namun penyimpanan tanpa perlindungan tinggi dapat menurunkan aktivitas antimikroba. Proses enkapsulasi menggunakan bahan penyalut yang tepat dapat memberikan perlindungan yang baik terhadap minyak atsiri. Salah satu bahan penyalut untuk proses enkpasulasi adalah gum arab. Tujuan penelitian ini adalah menentukan rasio antara gum arab sebagai enkapsulan dengan minyak atsiri jahe merah, untuk mendapatkan aktivitas antimikroba tertinggi terhadap bakteri E.coli dan S.aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan analisis secara deskriptif terdiri dari 3 perlakuan rasio minyak atsiri jahe merah dan gum arab, yaitu 1:3, 1:4, 1:5 (v/b) dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen fitokimia minyak atsiri jahe merah dan mikrokapsul minyak atsiri jahe merah sama-sama mengandung komponen mayor yaitu ar-curcumene, zingiberen, β-Bisabolene, β-Sesquiphellandrene, dan camphene. Rasio minyak atsiri jahe merah dan gum arab menunjukkan aktivitas antimikroba yang cukup kuat terhadap bakteri patogen E.coli dan S.aureus, yaitu dapat mereduksi jumlah bakteri rata-rata 1-2 log dari jumlah kontrol saat t0 setelah inkubasi 48 jam

    Karakteristik Kimia dan Fisik Mi Kering dengan Substitusi Tepung Sorgum Varietas Numbu yang Dimodifikasi dengan Pregelatinisasi

    Get PDF
    Konsumsi mi yang tinggi dan terus meningkat secara tidak langsung menyebabkan impor gandum juga meningkat, sehingga perlu adanya alternatif pangan lokal pengganti terigu salah satunya adalah sorgum. Produksi dan produktivitas sorgum cukup tinggi namun pemanfaatannya masih kurang. Tepung sorgum pregelatinisasi mampu mensubstitusi hingga 50% dari adonan pada pembuatan mi basah. Akan tetapi mi basah merupakan produk dengan umur simpan yang pendek. Salah satu produk dengan kadar air yang rendah sehingga umur simpannya panjang adalah mi kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fisik mi kering dengan substitusi tepung sorgum pregelatinisasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu rasio tepung terigu dan tepung sorgum pregelatinisasi sebesar 100:0 (F0), 90:10 (F1), 80:20 (F2), 70:30 (F3), 60:40 (F4) dan 50:50 (F5). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan One Way ANOVA, apabila menunjukkan hasil yang siginifikan maka dilanjutkan dengan analisis DMRT pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan pada kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, cooking time, cooking loss, daya serap air serta elongasi tetapi tidak berpengaruh pada kadar pati resisten mi kering. Mi kering dengan substitusi 0-10% memenuhi standar SNI untuk mutu I sedangkan substitusi 20-50% memenuhi standar mutu II

    PENGARUH PUPUK HAYATI DAN UKURAN SETEK UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GARUT (Marantha Arundinacea L.)

    Get PDF
    Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui    pengaruh  pemberian  pupuk  hayati,  pengaruh ukuran  setek  umbi,  dan  pengaruh  interaksi  antara  pupuk  hayati  dan  ukuran  setek  umbi terhadap pertumbuhan dan hasil garut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yaitu pupuk hayati menggunakan biota max   yang terdiri dari 2 taraf dan ukuran setek umbi yang terdiri atas 2 taraf. Analisis data menggunakan Analisis Ragam dan dilanjutkan denganUji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) pemberian pupuk hayati berpengaruh terhadap peningkatan jumlah daun, jumlah anakan total, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih,   jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, panjang umbi, dan berat umbi per rumpun dibanding tanpa pemberian pupuk hayati,  2)  penanaman  garut  menggunakan  setek  umbi  3  ruas  berpengaruh  terhadap peningkatan   jumlah daun, jumlah anakan total, jumlah umbi dan berat umbi per rumpun dibanding menggunakan setek umbi dengan 2 ruas, dan 3)interaksi berpengaruh terhadap panjang umbi garut

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇