Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    Pengaruh Karakteristik Inovasi terhadap Perubahan Perilaku Petani Padi Organik di Kabupaten Boyolali

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai dengan Februari 2016 di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe explanatory research. Penetapan lokasi terebut dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Boyolali merupakan kabupaten yang telah membudidayakan padi organik sejak tahun 2009 hingga sekarang dan telah berhasil melakukan ekspor ke Belgia dan Jerman pada tahun 2013. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Path Analysis dengan sampel sebanyak 86 orang yang merupakan penduduk di Kecamatan yang memiliki lahan padi organik paling luas yaitu Kecamatan Sambi, Mojosongo dan Andong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik inovasi berpengaruh langsung secara signifikan terhadap perubahan perilaku petani dengan nilai probabilitas t hitung (Sign) sebesar 0,025 lebih kecil dari α yang ditetapkan sebesar 0,05. Karakteristk inovasi yang berupa keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas dan observabilitas berpengaruh nyata terhadap perubahan perilaku petani padi organik. Kata Kunci : Karakteristik Inovasi, Padi Organik, Perilak

    PENGELOLAAN HUTAN DENGAN POLA AGROFORESTRI DI PERUM PERHUTANI

    Get PDF
    N/

    Keragaman Morfologi dan Persebaran Kultivar Pisang di Pekarangan (Studi Kasus: Sub DAS Samin)

    Get PDF
    Pisang memiliki persebaran yang luas dengan keragaman yang tinggi, tetapi masih sedikit informasi mengenai plasma nutfah pisang sehingga perlu adanya karakterisasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman kultivar pisang berdasarkan karakter morfologi dan persebarannya pada tiga jenis tanah di Sub DAS Samin. Observasi dilakukan terhadap tanaman pisang yang tumbuh di pekarangan pada tanah Mediteran, Latosol, dan Grumusol. Analisis data karakter morfologi menggunakan program NTSYS. Persebaran kultivar pisang pada tiap-tiap jenis tanah dianalisis menggunakan pendekatan nilai Frekuensi Relatif (FR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman kultivar pisang pada ketiga jenis tanah  berdasarkan karakter morfologi batang. Jumlah total kultivar pisang yang ditemukan  sebanyak 20, dengan persebaran pada tanah Mediteran terdapat 13 kultivar, Latosol 9 kultivar, dan Grumusol 9 kultivar. Kultivar pisang yang terbanyak ditemukan pada tanah Mediteran kultivar Ambon dan Raja Lele (FR 19,05%), pada tanah Latosol adalah Klutuk (FR 31,91%), dan pada tanah Grumusol kultivar Kepok (FR 45,88%)

    KAJIAN PERUBAHAN PENGETAHUAN PENYELIA MITRA TANI SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI BIMBINGAN TEKNIS PENUMBUHAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS DI BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN LAMPUNG

    Get PDF
    Kajian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan Penyelia Mitra Tani (PMT)sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) penumbuhan dan pengembanganLKM-A Gapoktan yang dilakukan pada bulan Agustus 2016 di BPTP Lampung. Jumlahsampel 31 orang PMT. Pengumpulan data dilakukan menggunakan daftar pertanyaan yangsudah disiapkan dan analisis data dilakukan dengan Paired Sample T Test. Hasil kajianmenunjukkan bahwa rata-rata total skore pengetahuan PMT sebelum mengikuti Bimtek3,61dan sesudah mengikuti Bimtek meningkat menjadi 4,06atau meningkat 0,45 skala likert.Nilai korelasi antara kedua variabel sebelum dan sesudah Bimtek 0,268 dengan probabilitassebesar 0,146.Hasil pengujian Paired Sample T Test menunjukkan nilai t hitung harga mutlaksebesar – 4,030 dengan nilai probalititas pada uji dua sisi sebesar 0,000. Nilai t tabel padatingkat signifikansi 5% untuk uji dua sisi dengan df 30 (n-1) adalah 2,042. Karenat hitunglebih besar dari t tabel berarti rata-rata pengetahuan PMT tentang LKM-A sebelum dansesudah mengikuti bimbingan teknis tidak sama atau berbeda secara nyata. Nilai probabilitas0,000 atau lebih kecil dari 0,025 menunjukkanbahwa metode bimbingan teknis efektif untukmeningkatkan pengetahuan PMT dalam penumbuhan dan pengembangan LKM-A Gapokta

    JUMLAH EROSI AKTUAL DAN POTENSIAL DENGAN PREDIKSI MUSLE PADA BEBERAPA POLA TANAM DAN KEMIRINGAN LAHAN DI LAHAN KERING

    No full text
    Erosi dapat disebabkan oleh aliran permukaan (run-off) yang mengalir pada lahan berlerengyang dimanfaatkan untuk pertanian tanaman pangan sehingga dapat membawa sedimenberupa tanah tererosi.Maka dari itu diperlukanlah perhitungan jumlah erosi aktual danpotensial pada berbagai macam kemiringan lahan dan pola tanam yang dilakukan di lahankering Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Perhitungan besarnya erosi dilakukan denganmengambil data erosi aktual dan dengan prediksi MUSLE pada lima plot penelitian. Plotyang dimaksud adalah plot 1 (karet) kemiringan 12,5%, plot 2 (jagung – kacang merah –singkong) kemiringan 21%, plot 3 (jagung) kemiringan 22%, plot 4 (singkong – kacangmerah – ubi jalar) kemiringan 20%, dan plot 5 (singkong – jagung – kacang merah – kacangtanah) kemiringan 10%. Jumlah erosi aktual dan prediksi MUSLE pada plot 1 sampai denganplot 5 berturut-turut adalah 0,49 ton/ha dan 4,34 ton/ha; 75,73 ton/ha dan 67,82 ton/ha; 43,61ton/ha dan 92,36 ton/ha; 74,55 ton/ha dan 60,44 ton/ha; 10,25 ton/ha dan 5,10 ton/ha. Hasiltersebut menunjukkan bahwa terdapat overestimate dan underestimate nilai prediksi MUSLEterhadap hasil erosi aktual sehingga diperlukan kalibrasi dan validasi agar model prediksierosi MUSLE. Hasilnya adalah jumlah erosi potensial dengan prediksi MUSLE pada plot 1sampai dengan plot 5 berturut-turut adalah 0,58 ton/ha; 81,76 ton/ha; 58,32 ton/ha, 81,58ton/ha, dan 9,78 ton/ha. Sehingga prediksi MUSLE dapat digunakan pada lahan keringUniversitas Padjadjaran, Jatinangor

    BALAI PENELITIAN GETAS, Jln Pattimura Km 6 PO BOX 804 Salatiga 50702

    Get PDF
    Tanaman karet dapat disadap ketika sebanyak 60% telah mencapai lilit batang >45 cm.Umumnya kriteria tersebut dapat dicapai ketika tanaman berumur sekitar 5 tahun. Dengandemikian selama 5 tahun (sebelum tanaman karet dibuka sadap) belum ada pendapatan dalambisnis perkebunan karet. Beberapa penelitian telah dilakukan guna menggali pendapatansebelum tamanan karet dibuka sadap, antara lain melalui pengusahaan bidang peternakanmaupun intercroping dengan tanaman pangan atau tanaman semusim non pangan(hortikultura). Pengusahaan tersebut pada saat ini berpeluang mendukung programpemerintah dalam rangka swasembada pangan nasional. Perihal tersebut akan dikaji di dalammakalah ini. Metode penyusunan makalah ini adalah berdasarkan hasil kajian studi literaturdari beberapa penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan peningkatan produktivitaslahan dan pendapatan dalam usaha perkebunan karet. Tujuan dari kajian ini adalahmemberikan informasi tentang potensi sumber pendapatan sebelum tanaman karet dibukasadap. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pengusahaan peternakan misalnyakambing, sapi, dan ayam di perkebunan karet memberikan prospek yang baik. Demikian pulapengembangan tanaman pangan maupun hortikultura di areal perkebunan karet secaraintercroping juga memberikan prospek baik. Penghitungan nilai ekonomi menunjukanpengusahaan tersebut memiliki nilai R/C antara 1-2. Umumnya pengusahaan tersebutberlangsung hingga umur TBM ke-3, utamanya intercroping dengan tanamanpangan/hortikultura. Dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa pengusahaan tersebut tidakmemberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman karet

    ANALISIS KELAYAKAN EKONOMIS SUBSTITUSI TEPUNG LOKAL PADA PEMBUATAN KERIPIK DAUN SINGKONG

    Get PDF
    Pemanfaatan tepung lokal lokal belum maksimal pada industri pengolahan pangan. Selain produksinya yang belum dapat memenuhi kebutuhan pasar, ketersediaan bahan baku merupakan hal utama yang perlu diperhatikan. Di Kabupaten Boyolali pengolahan keripik daun singkong dengan memanfaatkan tepung lokal telah dapat diaplikasikan pada skala usaha rumah tangga. Dengan demikian dapat dilakukan analisis kelayakan usaha walaupun pada skala kecil. Hal ini diperlukan untuk dijadikan dasar pengembangan penggunaan tepung lokal pada industri pengolahan pangan skala besar. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi penggunaan tepung lokal untuk pembuatan keripik daun singkong. Kajian dilaksanakan di Ds. Seboto Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.  Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder.  Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan presentasi  tabuler.  Analisis data meliputi: analisis kelayakan usaha dan nilai tambah untuk masing-masing penggunaan tepung lokal sebagai pensubstitusi tepung terigu pada pengolahan keripik daun singkong.  Hasil analisis menunjukkan bahwa secara ekonomi penggunaan substitusi tepung lokal 30% untuk pembuatan keripik daun singkong lebih menguntungkan dibandingkan dengan penggunaan tepung terigu 100%.

    Pengaruh Konsentrasi Saccharomyces cerevisiae terhadap Kadar Abu, Kadar Protein, Kadar Lemak dan Kandungan Beta-Glukan Tempe

    Get PDF
    Tempe adalah makanan yang diolah dengan memfermentasi kacang kedelai dengan kapang  Rhizopus oligosporus. Saccharomyces cerevisiae merupakan salah satu jenis khamir yang dikenal sebagi penghasil beta glukan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan  khamir S. cerevisiae dalam fermentasi tempe diharapkan dapat menghasilkan tempe yang memiliki kandungan beta glukan sehingga tempe yang dihasilkan memiliki nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan S. cerevisiae terhadap kandungan beta glukan, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap, dengan perlakuan penambahan S. cerevisiae sebanyak 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% b/b dengan 4 kali ulangan.  Terhadap tempe yang dihasilkan selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar abu, dan kandungan β-glukan. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragam untuk mengetahui ada tidak nya perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf  5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan S. cerevisiae sebesar sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% b/b tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu tempe, kadar lemak tempe, dan kadar protein tempe, tetapi berpengaruh terhadap kandungan beta glukan tempe. S. cerevisiae sebesar 3 % (b/b) menghasilkan kandungan beta glukan tertinggi sebesar 0,076%

    DISTRIBUSI DAN VARIASI MORFOLOGI CIPLUKAN (PHYSALIS SP.) DI LERENG GUNUNG KELUD, JAWA TIMUR

    Get PDF
    Tumbuhan ciplukan (Physalis sp.) potensial sebagai bahan baku obat. Keberadaannya yangsemakin langka, perlu mendapat perhatian dalam rangka pengembangan tumbuhan ini.Informasi keberadaan dan keanekaragaman Physalis sp. masih sangat terbatas. Penelitian inibertujuan untuk melihat keberadaan dan variasi morfologi Physalis sp. liar di lereng GunungKelud, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada stasiun pengamatandengan ketinggian 200- 400, 400-600, 600-800, 800-1.000 dan > 1.000 m dpl. Pengamatanmorfologi dilakukan dengan sistem skoring terhadap 29 unsur. Dari data kuantitatif diolahmenggunakan cluster analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Physalis sp.liar lebih mudah ditemukan pada ketinggian 400-600 m dpl. Ketinggian tempat tidakmempengaruhi variasi morfologi Physalis sp. liar

    EFEKTIFITAS FASILITASI BP3K MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN NASIONAL DI KABUPATEN REMBANG

    Get PDF
    Mendukung program sawasembada pangan nasional, BP3K menjadi pusat koordinasi dariberbagai intitusi/lembaga, sehingga peran dan fungsinya perlu ditingkatkan. Kementerianpertanian melalui Badan PPSDM Pertanian menfasilitiasi kegiatan peningkatan kapasitasBP3K sebagai posko program dan pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian yangbertujuan untuk mendukung pencapaian target pembangunan pertanian swasembadaberkelanjutan padi jagung dan kedelai. Tujuan pengkajian adalah mengetahui efektifitasBP3K serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kegiatan peningkatan kapasitasBP3K sebagai posko program dan pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian kecamatanmendukung swasembada pangan nasional di Kabupaten Rembang. Pengkajian kualitatifdengan pemilihan lokasi secara sengaja (purposive) yaitu Kabupaten Rembang, sebagaipopulasi BP3K. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakankuisioner. Data meliputi data primer dan sekunder, kemudian ditabulasi dan dianalisis secarakualitatif. Hasil pengkajian diketahui bahwa efektifitas BP3K di Kabupaten Rembang dariaspek sarana prasarana dan sumber daya manusia belum sesuai standar minimal yangpersyaratkan; aspek SDM jumlah penyuluh belum ideal serta kemampuan penyuluh beragamdalam pendampingi kelompok binaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatanpeningkatan kapasitas BP3K meliputi aspek manajemen operasional BP3K sudah sesuaidengan Permentan; aspek Aktivitas meliputi temu teknis, kursus tani, rembug tani, FFD,Penyusunan RDKK, LAKU sangat bermanfaat dalam menggali permasalah, memecahkanpermasalah usaha tani, transfer informasi teknologi pertanian serta meningkatkanpengetahuan petani; aspek penyediaan data dan informasi sudah dapat dipenuhi meskipundengan keterbatasan sarpras dan SDM yang ada

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇