Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
653 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG DAN FREKUENSI PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L.)
Kacang merah mempunyai nama ilmiah yang sama dengan kacang buncis yaitu Phaseolus vulgaris L. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia yang berlebih dapat mengakibatkan penurunan tingkat kesuburan lahan. Salah satu upaya meningkatkan hasil kacang merah dan meningkatkan kesuburan lahan adalah pemberian pupuk kandang dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian bertujuan untuk memperoleh jenis pupuk kandang dan frekuensi aplikasi PGPR yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama jenis pupuk kandang, yang terdiri atas pupuk kandang sapi 20 ton/ha (P1), pupuk kandang kambing 20 ton/ha (P2) dan pupuk kandang ayam 20 ton/ha (P3). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian PGPR, yang terdiri atas 1 minggu sekali(F1), 2 minggu sekali (F2) dan 3 minggu sekali (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan pemberian jenis pupuk kandang dan frekuensi pemberian PGPR. Pemberian pupuk kandang ayam memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, volume akar, dan bobot biji per tanaman. Pemberian PGPR frekuensi 2 minggu sekali (F2) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, volume akar, jumlah polong per tanaman, dan bobot polong per tanaman
PENGGUNAAN FILTER ZEOLIT DAN KARBON AKTIF UNTUK MENURUNKAN SISA KLOR DAN PENINGKATAN pH AIR HUJAN: Studi Kasus di Gedung Fakultas Teknik Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor
Konservasi air menjadi hal yang mendesak dengan dilakukan karena telah terjadi penurunan kuantitas dan kualitas air. Salah satu upaya untuk memperoleh air siap minum adalah pengolahan air hujan sebagai bagian dari rain water harvesting. Kualitas air hujan yang tidak memenuhi baku mutu air minum terutama pH dan kandungan bakteri e-coli memelukan perlakukan agar kedua parameter tersebut sesuai dengan baku mutu. Aplikasi klorin dapat menurunkan e-coli namun sisa klor tidak nyaman bagi pengguna. Penelitian ini menggunakan filter zeolite dan filter karbon aktif untuk menurunkan kadar sisa klor dan meningkatkan pH air. Penggunaan filter zeolite dan karbon aktif diharapkan mampu menurunkan sisa klor dan meningkatkan pH air. Hasil analisis menunjukkan bahwa filter zeolite dengan ukuran 2 kali filter housing 10 inci dan filter karbon aktif 3 kali filter housing mampu menurunkan sisa klor dan meningkatkan kadar pH menjadi kualitas air layak minum
PERTUMBUHAN TRIBULUS TERRESTRIS PADA BEBERAPA KONSENTRASI NAA DAN BAP IN VITRO
Tribulus terrestris merupakan tanaman yang tergolong dalam spesies Zygophyllaceae. T. terrestris dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Buah T. terrestris dimanfaatkan untuk menghambat pembentukan batu ginjal, mengobati diabetes, rematik, impotensi, penyakit jantung serta meningkatkan stamina tubuh. T. terrestris hanya dapat dibudidayakan pada musim tertentu. Perbanyakan tanaman dilakukan menggunakan biji. Teknologi yang dapat digunakan untuk memperbanyak T. terrestris adalah kultur jaringan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi, FP UNS Surakarta pada bulan Mei sampai November 2016. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan NAA pada konsentrasi 0; 0,5; 1; 1,5 ppm dan faktor kedua adalah penambahan BAP pada konsentrasi 0; 1; 2; 3 ppm. Data penelitian dianalisis secara deskriptif karena dari uji kenormalan data, data tidak dapat dianalisis menggunakan analisis ragam. Variabel pertumbuhan yang diamati adalah waktu muncul kalus, warna kalus, waktu muncul tunas, jumlah tunas, waktu muncul daun, jumlah daun, waktu muncul akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu muncul tunas paling cepat terdapat pada perlakuan NAA 1 ppm dan BAP 3 ppm dengan rata- rata waktu 38 HST. Perlakuan NAA 0,5 ppm dan BAP 3 ppm mampu memunculkan tunas paling banyak sejumlah 4 tunas. Perlakuan NAA 1,5 ppm dan BAP 0 ppm mampu memunculkan daun paling cepat 48 HST dan akar pada 63 HST serta memiliki jumlah akar yang paling banyak yaitu 5 buah
PENGARUH UMUR PANEN DAN KECEPATAN PUTAR SILINDER PERONTOK TERHADAP KUALITAS BENIH PADI VARIETAS`SITUBAGENDIT
Proses panen dan pascapanen padi merupakan kegiatan penting dalam produksi benih.Ketidak tepatan penangannya dapat menurunkan kualitas benih padi.Informasi pengaruh umur panen dan kecepatan putar silinder mesin perontok terhadap mutu benih padi masih terbatas.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh umur panen dan kecepatan putar silinder mesin perontok terhadap daya kecambah,kecepatan berkecambah,persentase kecambah abnormal ,T50,persentase gabah rusak .Percobaan lapangan ini menggunakan metode factorial (4x4) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dua. Faktor pertama adalah umur panen padi (U)yang terdiri atas 4 aras yaitu U1=110 hst,U2=115 hst , U3=120 dan U4=125 hst.Faktor kedua kecepatan putar silinder mesin perontok (T) terdiri 4 aras yaitu T1=500 rpm,T2=550 rpm,T3=600 rpm dan T4=650 rpm ,setiap perlakuan diulang 3 kali.Padi dipanen dengan cara potong tengah, kemudian dirontok dengan power thresher dan diukur kadar airnya (20 – 26 )%,kemudian gabah dijemur dengan sinar matahari sampai kadar air(KA) maximum 13 % (kadar air untuk syarat benih).Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuannya berpengaruh nyata terhadap daya kecambah dan ada interaksinya,tetapi tidak berbeda nyata dan tidak ada interaksinya terhadap parameter kecepatan berkecambah.Perlakuan umur panen terjadi penurunan nilai persentase kecambah abnormal dan kerusakan fisik benih setelah benih mengalami masak fisiologis tetapi tidak ada beda nyata pada perlakuan kecepatan putar silinder dan kedua perlakannya tidak ada interaksi. Perlakuan umur panen dan kecepatan silinder tidak ada beda nyata terhadap parameter T50 ,kecuali keterlambatan umur panen 5 hari (U=125 hst) terlihat nilanya lebih tinggi (tidak/kurang serempak tumbuhnya), namun kedua perlakuan tidak terjadi interaksi.
ANALISIS KETERLIBATAN KONSUMEN DALAM MEMBELI BERAS DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN SUKOHARJO
Indonesia merupakan negara agraris yang dapat memproduksi serta mencukupi kebutuhan pangan untuk masyarakatnya dari sektor pertanian. Hasil produksi dari sektor pertanian ini menghasilkan berbagai macam kebutuhan pangan untuk kelangsungan hidup masyarakat Indonesia. Salah satu produksi olahan dari sektor pertanian yang sangat berpengaruh bagi masyarakat indonesia yaitu padi. Hasil olahan dari padi itu sendiri salah satunya adalah beras. Beras sebagai bahan pangan pokok mayoritas sudah tentunya menjadi preferensi konsumen dalam pemilihan bahan pangan pokoknya. Banyaknya beras yang beredar di pasar tentunya akan membuat pilihan terhadap konsumen semakin bermacam-macam. Oleh karena itu penting bagi pemasar untuk mengetahui perilaku konsumen dalam membeli beras untuk mengetahui pola pembelian beras. Tujuan penelitian adalah, (1) menganalisis keterlibatan konsumen (consumer involvement) beras dalam proses pengambilan keputusan pembelian beras di pasar tradisional Kabupaten Sukoharjo, (2) Menganalisis perbedaan antar varietas (differentes among variety) beras menurut konsumen di pasar tradisional Kabupaten Sukoharjo. (3) Menganalisis tipe perilaku konsumen (consumer behavior) beras di pasar tradisional Kabupaten Sukoharjo. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling dan metode penentuan sampel dilakukan dengan metode judgement sampling dengan jumlah 100 responden. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah (1) desain inventaris keterlibatan (Zachowsky) (2) beda antar varietas (3) tipe perilaku konsumen (Henry Assael). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan konsumen dalam memilih beras rendah, serta konsumen tidak menyadari adanya beda antar varietas yang didapat dari hasil analisis beda antar varietas menggunakan Anova one way dengan nilai signifikans 0,509>0,05. Analisis tipe perilaku konsumen menunjukan bahwa tipe perilaku pembelian kebiasaan (habital buying behavior)
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Buah Apel di Pasar Swalayan Kota Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian secara simultan dan parsial serta mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian buah apel di pasar swalayan Kota Surakarta. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu produk (X1), harga (X2), tempat (X3), promosi (X4), pelayanan (X5) serta variabel dependen yaitu keputusan pembelian (Y). Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitis. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah judgment sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui metode wawancara dengan alat bantu kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.Hasil penelitian dengan menggunakan Ekonometrikan dengan model regresi linier berganda menunjukkan persamaan regresi sebagai berikut: Y= -2,101 + 0,324 X1 – 0,088 X2 + 0,264 X3 + 0,435 X4+ 0,289 X5. Nilai sebesar 0,502 yang berarti besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 50,2%, sedangkan sisanya 49,8% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.Hasil uji F menunjukkan bahwa kelima variabel secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen buah apel di pasar swalayan Kota Surakarta. Pengujian menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel produk, tempat, promosi dan pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian buah apel, sedangkan variabel harga tidak berpengaruh signifikan. Variabel promosi (X4) memiliki pengaruh paling besar terhadap keputusan pembelian (Y) yaitu sebesar 0,435
Diversifikasi Produk Berbasis Sagu sebagai Alternatif Kemandirian Pangan di Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Meranti Propinsi Riau
Tanaman sagu merupakan salah satu sumber karbohidrat. Sagu memegang peranan penting dalam penganekaragaman makanan untuk menunjang stabilitas pangan. Tanaman sagu merupakan salah satu tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan di Indonesia, khususnya di Propinsi Riau Kabupaten Meranti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk berbasis sagu dan bagaimana perilaku konsumen terhadap produk berbasis sagu. Metode yang digunakan adalah metode survey dan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk kebutuhan penelitian maka sampel penelitian terbagi menjadi 2, yakni (1) sampel identifikasi produk yakni industri rumah tangga mengolah sagu dengan produk olahan mie sagu dan kerupuk sagu, dan (2) sampel perilaku konsumen yakni konsumen yang membeli produk olahan sagu dengan jumlah sampel seluruhnya 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi produk berbasis sagu di Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Meranti terdiri dari mie sagu, kerupuk sagu dan sagu rending. Mie sagu merupakan makanan terfavorit wisawatan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung di Kabupaten Kepulauan Meranti
Respon Pertumbuhan Tribulus terrestris Terhadap Cekaman Air dan Naungan
Tribulus terrestris merupakan tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai khasiat meningkatkan gairah seks dan dapat meredakan stress. Tribulus dapat merangsang tubuh untuk membentuk hormon testosteron dan estrogen. Tanaman Tribulus terrestris di Indonesia masih belum banyak dikembangkan sehingga produksi tanaman tersebut masih terbatas. Mengingat banyak khasiatnya maka permintaan akan tanaman ini cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toleransi Tribulus terrestris terhadap tingkat cekaman air dan naungan serta mendapatkan tingkat cekaman air dan naungan yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil Tribulus terrestris. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola tersarang dengan dua perlakuan yaitu tingkat cekaman air (tanpa cekaman, pemberian air 75% kapasitas lapang, pemberian air 50% kapasitas lapang dan pemberian air 25% kapasitas lapang) dan tingkat naungan (tanpa naungan, naungan 25%, naungan 50% dan naungan 75%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji F taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan 25% memberikan hasil paling tinggi terhadap rata-rata panjang akar, tinggi tanaman, dan saat muncul bunga. Interaksi tingkat naungan 25% dan pemberian air 50% kapasitas lapang memberikan hasil tinggi pada berat kering tanaman
Analisis Efisiensi Produksi Budidaya Ikan Nila Merah di Kabupaten Klaten
Ikan nila merah merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang potensial untuk dikembangkan di Jawa Tengah, terutama Kabupaten Klaten. Jumlah produksi ikan budidaya pada tahun 2016 merupakan jumlah produksi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui besar biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha budidaya ikan nila merah, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi budidaya ikan nila merah, dan (3) Untuk mengetahui efisiensi produksi budidaya ikan nila merah di Kabupaten Klaten. Metode penelitian ini dilakukan dengan teknik survei. Pemilihan kecamatan dan desa sampel dilakukan dengan sengaja (purposive) berdasarkan kecamatan dan desa dengan sentra produksi ikan nila merah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data: (1) Analisis usahatani budidaya ikan nila merah; (2) Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas; (3) Analisis efisiensi produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penggunaan luas kolam pembudidaya ikan nila merah adalah sebesar 495,45 m2 dengan rata-rata biaya mengusahakan untuk satu periode pembesaranyang dilakukan selama 4 bulan sebesar Rp. 73.776.426,45; rata-rata penerimaan usaha per periode sebesar Rp. 86.542.666,67sehingga pendapatan rata-rata yang diterima oleh pembudidaya dalam usaha pembesaran ikan nila merah adalah Rp. 12.766.240,22per periode budidaya. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan benih, pakan, dan tenagakerja berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila merah, sedangkan faktor luas kolam tidak berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila merah. Hasil analisis efisiensi produksi pada budidaya ikan nila di Kabupaten Klaten menunjukkan bahwa kombinasi faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyataterhadap produksi ikan nila merah berupa benih, pakan dan tenaga kerja belum mencapai efisiensi ekonomi tertinggi
ANALISIS KEPUASAN PETANI PADI (ORYZA SATIVA L) TERHADAP PENGGUNAAN MESIN PANEN (COMBINE HARVESTER) DI KABUPATEN KLATEN, (STUDI KASUS DESA JIMBUNG, KECAMATAN KALIKOTES)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui faktor yang dipertimbangkan danvariabel yang dominan oleh petani, tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan atributatributpelayanan dengan tingkat kinerja serta tingkat kepuasan petani terhadap pelayanandalam pengambilan keputusan penggunaan jasa mesin panen padi kecil (mini combineharvester). Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analitik. Metode penentuan lokasipenelitian dilakukan secara purposive dan metode penentuan sampel dilakukan denganmetode sensus dengan jumlah 71 responden. Sumber data yaitu data primer dan datasekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis faktor, Importance PerformanceAnalysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan analisisfaktor tingkat kepentingan yang dipertimbangkan adalah faktor kualias produk (eigenvalue8,287) dan variabel yang paling dominan oleh petani adalah variabel kinerja mesin (factorloading 0,954). Analisis faktor tingkat kinerja yang dipertimbangkan adalah faktor kualitaspelayanan (eigenvalue 6,952) dan variabel yang paling dominan adalah variabel kehandalanoperator (factor loading 0,872). Importance Performance Analysis (IPA) sebesar 100,48 %dapat dikatakan kinerja atribut tersebut telah melebihi dengan harapan petani. CustomerSatisfaction Index (CSI) sebesar 78,8 % yang artinya bahwa petani pengguna jasa mesinpanen padi kecil (mini combine harvester) di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes merasapuas atas kinerja mesin maupun UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan) “Agawe Santoso