Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
Not a member yet
    653 research outputs found

    PENDEKATAN KADAR AIR UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT LAYU PUCUK TEH SERTA INTERPRETASI KESERAGAMAN LAYUANNYA BERDASARKAN PERSENTASE DAUN TEPAT LAYU

    Get PDF
    Penelitian berjudul “ Pendekatan Kadar Air Untuk Identifikasi Tingkat Layu Pucuk TehSerta Interpretasi Keseragaman Layuannya Berdasarkan Persentase Daun Tepat Layu” telahdilakukan di pabrik pengolahan teh hitam dan laboratorium Teknologi Hasil PuslitbunGambung Ciwidey. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kadar air daun layu teh padatingkat “kurang layu”, “tepat layu”, dan “lewat layu” pada derajat layu ringan, medium, danberat. Adapun tujuannya adalah membuat klasifikasi tingkat keseragaman layu yang dapatmenggambarkan tingkat keseragaman layuan daun teh baik secara kualitatif maupunkuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap tingkat layu untuk tiap jenis derajat layumempunyai kisaran kadar air yang spesifik. Dihasilkan pula standar klasifikasi tingkatkeseragaman layu yang dinyatakan dengan persentase daun tepat layu sebagai berikut:Pelayuan ringan : “Kurang seragam”: < 67% ; “Seragam”: 67% - 75%; “Sangat seragam”:>75%. Pelayuan Medium : “Kurang seragam”: < 68% ; “Seragam”: 68% - 70%; “Sangatseragam”: >76%. Pelayuan Berat:Kurang seragam”: < 70% ; “Seragam”: 70% - 78%;“Sangat seragam”: >78%

    PRODUKTIVITAS DAN ANALISA KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI YOGYAKARTA (POSTER)

    Get PDF
    Kebutuhan daging sapi dalam negeri belum dapat sepenuhnya dipenuhi dari produksi daging sapi dalam negeri sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri harus diimpor. Indonesia pada dasarnya mempunyai potensi untuk pengembangan ternak sapi dalam negeri hal ini didukung oleh potensi sumber daya alam, disamping itu sektor peternakan akan dapat untuk meningkatkan pendapatan petani. Untuk mempercepat pertumbuhan produksi sapi dalam negeri pemerintah telah menetapkan program swasembada daging sapi dalam negeri pada tahun 2014. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengatahui produktifitas, penawaran dan permintaan serta tingkat pendapatan petani dari usaha ternak sapi potong di Yogyakarta. Kajian ini dilaksanakan di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul. Metode penelitian menggunakan metode survai, yaitu metode penelitian dengan mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Pengambilan sampel peternak ditentukan secara acak sederhana yang menjadi anggota kelompok tani. Jumlah sampel terdiri dari 20 peternak untuk setiap kabupaten, sehingga secara keseluruhan ada 80 peternak sampel. Data primer dikumpulkan melalui wawancara berdasarkan kuisioner yang telah disiapkan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instansi/lembaga yang terkait dengan penelitian. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas ternak sapi di Yogyakarta selama lima tahun terakhir mengalami penurunan, namun ketersediaan ketersediaan daging sapi masih memenuhi kebutuhan. Penawaran dan permintaan daging sapi potong di Yogyakarta selama lima tahun terakhir mengalami surplus sebanyak 9,879 ton. Perhitungan analisa usaha untuk 5 ekor sapi, dapat memberi keuntungan sebesar Rp 16.472.500,-  setahun, dengan nilai B/C sebesar 1,6

    PENGARUH PUPUK ORGANIK BERBAHAN BAKU LIMBAH PADAT INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT YANG DIFERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oriza Sativa L)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aplikasi Pupuk Organik berbahan baku limbah padat industri penyamakan kulit yang difermentasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang ditanam pada awal Musim Kemarau (MK). Penelitian dilaksanakan pada lahan milik petani dengan menggunakan Metode Penelitian berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang terdiri dari 1 perlakuan kontrol dan 6 kombinasi perlakuan sumber pupuk organik dan dosis pupuk organik dengan 4 ulangan. Hasil analisis data percobaan diketahui  bahwa perlakuan kombinasi takaran dan sumber limbah kulit hasil fermentasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan  umur  tanaman  padi  5,  7,  9  MST,  dan  jumlah  malai  per  rumpun  tetapi  tidak menunjukan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 3 minggu setelah tanam (MST), panjang malai, bobot gabah per rumpun (GKP), bobot 200 butir, bobot gabah per rumpun (GKG) dan bobot gabah per petak. Selanjutnya, untuk kandungan Cr6+ pada butir gabah berkisar antara 0,23 mg/kg sampai dengan 0,64 mg/kg dengan rata -rata 0,52 mg/kg berada di bawah ambang batas kandungan Cr6+  berdasarkan peraturan Bapedal Jabar nomor 10 tahun 2004. Hal ini menunjukkan bahwa padi kultivar ciherang yang dipupuk dengan Pupuk Organik berbahan baku limbah padat industri penyamakan kulit yang difermentasi aman untuk dikonsumsi

    Aplikasi Mol Keong Mas dan TSP dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L)

    Get PDF
    Penelitian tentang Aplikasi MOL Keong Mas dan TSP dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau selama 4 bulan, mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi MOL Keong Mas dan TSP dalam meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu MOL Keong Mas (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0, 15, 30, 45 ml/l air dan faktor kedua adalah pupuk TSP (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0, 0.60, 1.20 dan 1.80 g/tanaman. Parameter yang diamati adalah umur berbunga, umur panen, jumlah polong bernas per tanaman, berat polong kering per tanaman dan berat kering biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi MOL Keong Mas dan pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap jumlah polong bernas per tanaman, berat polong kering per tanaman dan berat kering biji per tanaman. Perlakuan terbaik adalah kombinasi MOL Keong Mas 45 ml/l air dan pupuk TSP 1,20 g/tanaman (M3P2). Secara utama MOL Keong Mas berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur panen. Perlakuan terbaik adalah pemberian MOL Keong Mas 45 ml/l air (M3). Secara utama pemberian pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur panen. Perlakuan terbaik adalah pemberian pupuk TSP 1,20 g/tanaman (P2)

    Komparasi Pendapatan Usahatani Tanaman Hortikultura di UPT Bulupountu Jaya Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Komoditas hortikultura khususnya sayuran semusim merupakan sumber utama pencaharian petani di UPT Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru.  Komoditas bayam, kangkung dan sawi merupaka tiga komoditas sayuran yang mayoritas diusahakan karena berumur relatif pendek sehingga dapat cepat menghasilkan, dapat diusahakan dengan mudah dengan teknologi sederhana, dan hasil produksi dapat cepat terserap pasar. Penelitian dilakukan untuk menganalisis tingkat pendapatan usahatani tanaman hortikultura dengan menggunakan analisis pendapatan dan Return On Investment (ROI) untuk melihat persentase kemampuan dari setiap pengeluaran yang dicurahkan pada masing-masing usahatani untuk menghasilkan keuntungan.  Data primer didapatkan dari wawancara langsung kepada 60 petani yang mengusahakan tanaman bayam, kangkung dan sawi yang tergabung tergabung dalam kelompok tani, ditambahkan data sekunder dari instansi terkait.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sayuran sawi merupakan jenis usahatani yang memiliki kemampuan untuk memberikan keuntungan bersih yang paling besar dari setiap nilai produksi yang dicurahkan, kemudian secara berturut-turut diikuti usahatani bayam dan kangkung dengan nilai ROI 64,07%, 54,96%  dan 45,38%

    EMISI GAS N2O DAN HASIL PADA BEBERAPA VARIETAS KEDELAI DI LAHAN TADAH HUJAN

    Get PDF
    Kedelai (Glycine max L) merupakan salah satu tanaman pangan yang dibudidayakan olehpetani. Permintaan akan kedelai semakin meningkat seiringnya dengan pertambahanpenduduk. Lahan tadah hujan banyak digunakan untuk budidaya kedelai. Lahan tadah hujanmerupakan sumber antopogenik utama gas N2O yang memberikan kontribusi terhadappemanasan global. Emisi gas N2O menyumbang 6% dari total efek rumah kaca. Gas N2Omempunyai indeks potensi pemanasan global sebesar 310 dan mempunyai masa waktutinggal 150 tahun. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas N2O dan meningkatkan hasilproduksi tanaman kedelai adalah penggunaan varietas unggul kedelai yang adaptif. Penelitianini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2016 di kebun percobaan Balai PenelitianLingkungan Pertanian, Jakenan, Pati, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuiemisi gas N2O dan hasil pada beberapa varietas kedelai di lahan tadah hujan. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Sebagaiperlakuannya yaitu 8 varietas keledai: Mitani (1), Mutiara-1 (2), Kaba (3), Detam-1 (4),Detam-2 (5), Detam-4 Prida (6), Grobogan (7), dan Dering-1 (8). Variabel yang diamatimeliputi: jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji,emisi gas N2O (N2O kg/ha/musim). Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap bobot 100biji. Emisi gas N2O tertinggi pada varietas Detam-2 sebesar 2,89 kg/ha/musim dan emisi gasN2O terendah pada varietas Mitani-1 sebesar 0,29 kg/ha/musim

    NILAI INDEKS ERODIBILITAS DAN TINGKAT EROSI TANAH DENGAN TANAMAN JAGUNG DI KAWASAN HUTAN JATI DI DESA PRAWOTO, SUKOLILO, PATI

    Get PDF
    Lahan kering kawasan hutan jati Perhutani yang diolah oleh masyarakat Desa Prawoto,Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Jawa Tengah merupakan tanah litosol yang didominasibatuan kapur. Dengan kemiringan lahan rata-rata antara 22 hingga 30 persen yang didominasitanaman jagung mempunyai nilai permeabilitas tanah rata-rata 1,17, kandungan bahanorganik 0,0129 dengan tipe tanah 3, memiliki indeks erodibilitas sebesar 0,175. Usahakonservasi tanah yang dilakukan masyarakat pada umumnya adalah menggunakan terasbangku dari batu yang disusun dengan sangat sederhana dengan nilai indeks konservasisebesar 0,35. Usaha tani jagung yang dilakukan terus menerus pada lahan tersebut kurangmencapai tujuan konservasi dengan indeks penutupan tanaman jagung sebesar 0,64. Tingkaerosi di lahan penelitian adalah sebesar 2,0677 ton/ha/tahun; karena lapisan tanah di lerenglerenglokasi penelitian hanya memiliki solum tanah yang kurang dari 30 cm, erosi initermasuk berat dan perlu dilakukan usaha-usaha pertanian yang mendukung konservasi

    EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI KELURAHAN BOBOSAN KABUPATEN BANYUMAS

    Get PDF
    Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan konsep lingkungan perumahanpenduduk yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangannya secara intensif untukdimanfaatkan menjadi sumber pangan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkanaspek potensi wilayah dan kebutuhan gizi warga setempat. Kelompok Wanita Tani (KWT)Mekar Sari, Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dipiilhsecara sengaja karena merupakan wilayah yang masih aktif menjalankan program KRPLsampai saat penelitian dilakukan (2016). Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi agarprogram tersebut berlanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui: (1) Hasil evaluasipelaksanaan program KRPL pada KWT Mekar Sari di Bobosan (2) Persepsi KWT MekarSari mengenai kegiatan KRPL, (3) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program KRPLpada KWT Mekarsari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan sasaranpenelitian anggota KWT Mekar Sari di Kelurahan Bobosan Kabupaten Banyumas. Penentuanresponden dilakukan secara sensus sebanyak 31 orang. Metode analisis yang digunakan yaituanalisis deskriptif dan sistem skoring menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukanbahwa: (1) Pelaksanaan kegiatan KRPL di KWT Mekarsari tergolong baik. (2) Persepsianggota KWT terhadap pelaksanaan KRPL bersifat positif (3) Kendala yang dihadapi dalampelaksanaan program antara lain cuaca yang memiliki intensitas hujan tinggi dan organismepengganggu tanaman (OPT)

    Peran Perguruan Tinggi dalam Penyiapan SDM untuk Ketahanan Pangan Nasional

    No full text
    N/

    PERAN PEMIMPIN DESA MIYONO DAN PARTISIPASI PETANI DALAM PENYULUHAN PEMBUATAN KOMPOS DI KECAMATAN SEKAR KABUPATEN

    Get PDF
    Di Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro setiap kepala keluarga diwajibkan mempunyaiternak sapi potong minimal sebanyak 1 ekor. Melimpahnya limbah kotoran ternak hanyaditumpuk begitu saja. Limbah peternakan menghasilkan gas-gas yang cepat menguap danmenimbulkan bau yang tidak sedap. Adanya ternak sapi memproduksi limbah ternak perlusentuhan teknologi kepada petani. Melalui penyuluhan mengenai pengolahan limbah ternakmenjadi kompos diharapkan mengubah perilaku peternak dalam mendukung pertanianorganik. Tujuan penelitian adalah : (1) Mengetahui peran pemimpin desa Miyono, dan (2)Mengetahui partisipasi petani dalam penyuluhan pembuatan kompos. Pemilihan desa iniberdasarkan survei pendahuluan yaitu pemimpin desa yang peduli lingkungan. Sampel yangdiambil sebanyak 40 orang dari jumlah populasi 360 orang. Peran pemimpin desa Miyonoyaitu telah berhasil mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.Pelaksanaan penyuluhan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Sosial Tenaga Kerjadan Transmigrasi Kabupaten Bojonegoro. Keberhasilan penyuluhan ditunjukkan denganpartisipasi petani yang mengikuti pelatihan dan akhirnya permasalahan feses kotoran sapiyang menumpuk bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik padat. Selanjutnya komposdikelola oleh Gapoktan Tunas Harapan setiap harinya dapat membuat pupuk organik padatsebanyak 2 ton. Harapannya hasil penelitian ini dijadikan rekomendasi untuk pengembangankelembagaan sehingga mempunyai unit usahatani yaitu unit pengolahan limbah kotoranternak sapi

    567

    full texts

    653

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (Publishing Systems)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇